Rabu, 11 April 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus. (Mazmur 97:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

14 Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." 15 Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? 16 Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?" 17 Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya. (Lukas 13:14-17)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Berbuat baik kepada orang yang menderita adalah tindakan mulia yang harus dilakukan dengan tanpa menunda-nunda ataupun memandang muka. Memang belum tentu semua orang dapat memahami maksud dari perbuatan baik yang kita lakukan, namun untuk menolong anak yang tercebur ke dalam sumur kita tidak harus menunda sampai semua orang memahami niatan baik kita. Khususnya bila ketidakpahaman itu adalah karena mereka lebih mendahulukan pencitraan dirinya dibandingkan mempedulikan penderitaan orang lain. Jangan pula dengan memandang muka, sebab semua yang memerlukan pertolongan, siapapun yang bersangkutan, haruslah memperoleh pertolongan.

 

Hal inilah yang Yesus lakukan saat Ia sedang mengajar di rumah ibadat di hari Sabat seperti yang tercatat dalam Lukas 13. Di situ terdapat seorang perempuan yang sudah delapan belas tahun menderita sakit. Tanpa menghiraukan kepala rumah ibadat yang lebih mengutamakan hukum Sabat dibandingkan pentingnya untuk menolong orang yang menderita, dan yang menolong hewannya sendiri namun tidak mempedulikan sesamanya, Yesus menyembuhkan perempuan tersebut. Yesus menyebut sikap kepala rumah ibadat itu sebagai kemunafikan sebab di masa itu umumnya para pemuka agama menjalankan hukum Sabat demi pencitraan, yaitu agar dirinya dipandang orang sebagai pribadi yang saleh. Melalui tindakan-Nya itu Tuhan Yesus mengajar bahwa kita haruslah berbuat baik kepada sesama dengan tanpa menunda-nunda ataupun memandang muka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda, manakah yang menjadi penghalang terbesar bagi Anda untuk berbuat baik kepada sesama, kendala dari lingkungan di sekitar Anda atau kendala di dalam diri Anda sendiri? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan yang mahabaik, kebaikan-Mu membuat hatiku terpesona. Oleh sebab itu tanpa jemu-jemu aku mengucap syukur kepada-Mu untuk segala kebaikan-Mu yang telah kuterima. Di dalam segala sesuatu, baik di dalam keadaan yang seperti aku inginkan maupun yang tidak seperti aku harapkan, Engkau turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi diriku. Di dalam kasih dan kuasa-Mu Engkau menolong dan membentuk diriku untuk kebaikan hidupku. Tuhan, hanya Engkaulah pengharapanku.

 

Aku menyerahkan hidupku sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu yang penuh kebaikan. Tolonglah diriku agar menjadi kepanjangan tangan-Mu dalam berbuat baik kepada sesamaku, terutama kepada mereka yang menderita. Tolonglah diriku untuk tidak hidup memikirkan diri sendiri ataupun terperangkap di dalam keinginan untuk memperoleh pujian dari manusia. Sebab sesungguhnya Engkaulah teladan dari kasih yang tidak mementingkan diri sendiri dan bagi-Mulah segala pujian dan hormat patut diberikan. Tuhan, lindungilah diriku dari pada yang jahat dan berkatilah aku dengan keberhasilan di dalam semua yang aku kerjakan hari ini. Demi nama Tuhan Yesus yang sangat kukasihi aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 13

Mazmur 101

Yosua 13-14

 


  

Rabu, 11 April 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu. (Mazmur 119:101)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku. 3 Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku. 4 Hati yang bengkok akan menjauh dari padaku, kejahatan aku tidak mau tahu. (Mazmur 101:2-4)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah pribadi yang mahatahu. Engkau mengetahui keadaan hatiku dan tidak ada yang tersembunyi dari hadapan-Mu. Ampuni aku ya Tuhan bila niatan di dalam hatiku tidak berkenan kepada-Mu. Aku mengaku bahwa hatiku seringkali masih dipenuhi dengan ketidakjujuran dan kepura-puraan. Tolonglah aku untuk menjaga kemurnian hatiku dengan mengikuti firman-Mu. Dengan demikian aku dapat hidup menyenangkan diri-Mu.

 

Bimbinglah aku sepanjang hari ini untuk selalu hidup tidak menyimpang dari jalan-jalan-Mu. Berikan aku hikmat dan pengertian agar diriku mampu untuk mengambil keputusan-keputusan yang selaras dengan firman-Mu. Kiranya hidupku mencerminkan isi hati-Mu sehingga orang yang belum mengenal Engkau akan percaya kepada-Mu. Dengan demikian aku dapat menjadi berkat serta saksi-Mu bagi orang-orang yang di sekitarku. Demi nama Tuhan Yesus, sembahan hidupku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Rabu, 11 April 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa. (Mazmur 108:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. 10 Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; 11 pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. 12 Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN." (Yosua 14:9-12)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Penggenapan dari janji Tuhan tidak akan kita alami hanya dengan duduk santai di kursi goyang namun melalui perjuangan iman di dalam penyertaan-Nya. Memang adalah rancangan Tuhan agar umat-Nya memiliki masa depan yang cerah. Hanya saja rancangan itu tidak akan kita alami dengan sendirinya seperti orang yang mendapat durian runtuh, atau semudah orang membalik telapak tangan. Untuk mewujudkannya ada perjuangan iman yang harus ditempuh, tanggung jawab yang harus diemban, tantangan yang harus dihadapi dan masa-masa sukar yang harus dilewati. Oleh penyertaan Tuhan kita akan dimampukan-Nya untuk berjuang dalam iman serta mewujudkannya dalam hidup kita.

 

Semangat juang seperti itulah yang ada pada diri Kaleb sebagaimana yang ditulis di dalam Yosua 14. Terhadap janji Tuhan melalui Musa ia tidak bimbang. Sehingga walau usianya sudah delapan puluh lima tahun namun semangat juang dirinya tetap sama seperti ketika ia berusia empat puluh tahun. Oleh karena itu ia minta agar kepadanya diberikan wilayah Hebron yang berada di pegunungan, bukan di tanah yang datar, yang dihuni orang Enak yang berperawakannya tinggi besar dan yang tinggal di kota berkubu. Ia percaya bila Tuhan menyertai dirinya maka ia akan mampu menaklukkan tantangan yang sesukar apapun juga dan meraih janji Tuhan bagi dirinya. Iman dan semangat juang inilah yang mengakibatkan janji Tuhan bukan sekedar ia dengar namun sungguh ia alami di dalam hidupnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Mengapa seringkali orang enggan berjuang untuk mewujudkan janji Tuhan yang telah ia terima? Bagaimana cara mengatasinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur untuk rancangan-Mu yang indah dan janji-janji-Mu yang terbaik bagi masa depanku. Aku percaya Engkau tidak akan pernah ingkar janji dan Engkau akan memampukan diriku untuk meraih penggenapan dari janji-Mu bagi hidupku. Oleh anugerah-Mu, yaitu penyertaan-Mu aku akan memperoleh kekuatan untuk mengatasi semua hambatan dan tidak berputus asa ketika aku belum juga kunjung mengalami keberhasilan. Aku yakin oleh pertolongan-Mu maka semua kegagalan yang aku alami akan berubah menjadi anak tangga untuk meraih keberhasilan yang lebih besar.

 

Oleh sebab itu aku memohon penyertaan-Mu yang memampukan diriku menjalani hari ini di dalam kemenangan dan menyelesaikan tugas serta tanggung jawabku di dalam keberhasilan. Berkatilah jerih lelahku sehingga tidak menjadi sia-sia namun membuahkan hasil yang maksimal. Aku juga menyerahkan hari esokku ke dalam tangan-Mu serta memohon kepada-Mu kekuatan yang baru untuk mengisi hari-hari di depanku dengan kehidupan yang semakin bertambah bermakna. Kurajut masa depanku bersama dengan-Mu untuk mewarisi segenap janji-Mu yang tiada tara. Ya Tuhan Yesus, kekuatan hidupku, kepada-Mu aku berserah. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.