Senin, 9 April 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. 2 Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!" (Mazmur 16:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? 12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? 13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Lukas 11:11-13)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Jika ayah yang tidak sempurna saja bersedia memperlakukan anak-anaknya dengan baik terlebih lagi Bapa kita yang di Sorga. Pada umumnya ayah atau ibu akan berupaya untuk memenuhi apa yang diperlukan oleh anak-anaknya. Bahkan apabila diperlukan mereka akan rela mengesampingkan kepentingannya sendiri demi mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Seperti misalnya mereka akan rela untuk tidak membeli pakaian yang baru agar dapat membelikan seragam sekolah untuk anak-anak mereka. Realitas dari kasih ini seharusnya membuat kita tidak usah merasa kuatir, sebab Allah yang adalah Bapa kita yang sempurna pasti akan melakukan lebih dari yang dapat dikerjakan oleh manusia yang tidak sempurna.

 

Yesus mengemukakan tentang prinsip ini kepada para murid-Nya dan dicatat di dalam Lukas 11. Ia mengajar agar mereka tidak merasa ragu untuk memohon kepada Allah melalui doa selama yang mereka minta adalah hal yang memang mereka perlukan. Untuk itu Ia memberikan contoh, yaitu bahwa seorang ayah pasti akan mengabulkan permintaan anak-anaknya untuk hal-hal yang mereka perlukan seperti ikan dan telur, dan tidak akan menggantikannya dengan hal yang berbahaya seperti ular atau kalajengking. Selanjutnya Ia menjamin bahwa Allah sebagai Bapa yang di Sorga pasti akan melakukan hal yang sama kepada umat-Nya yang memohon kepada-Nya. Singkat kata, sebaliknya dari merasa kuatir dan ragu dalam berdoa, umat-Nya dapat memohon kepada Tuhan di dalam iman dan yakin bahwa doa mereka untuk hal-hal yang berkenan kepada Allah tidaklah akan sia-sia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apabila Anda memohon kepada Tuhan hal yang tidak berkenan kepada-Nya, bolehkah Anda memohonnya dengan penuh keyakinan? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang di Sorga, aku bersyukur sebab Engkaulah Bapa yang sempurna bagi kami manusia yang tidak sempurna. Di dalam kesempurnaan-Mu Engkau mengetahui apa yang aku perlukan di dalam hidupku dan Engkau bersedia memenuhinya. Oleh sebab itu, aku tidak merasa ragu ataupun kuatir tentang hidupku sebab Engkau pasti akan mengabulkan permohonanku untuk hal-hal yang aku perlukan bagi hidupku. Ampunilah aku bila diriku meragukan niatan baik-Mu ketika Engkau tidak mengabulkan permohonanku. Padahal seharusnya aku menilai ulang apakah permohonanku sesuai dengan kehendak-Mu yang selalu terbaik bagiku.

 

Roh Kudus, tolonglah diriku agar bersikap peka terhadap tuntunan-Mu dalam keputusan-keputusan di hari ini yang akan menentukan masa depan hidupku. Ajarlah aku untuk memahami kehendak-Mu dan bersedia menaati fiman-Mu di dalam kehidupanku sehari-hari. Sebab hanya dengan demikian barulah aku dapat menjalani hidupku dengan menyenangkan hati-Mu. Juga hanya dengan demikian barulah aku boleh mengharapkan bahwa Engkau akan menyertai diriku dan menjadikan apa yang aku kerjakan menjadi berhasil. Aku memanjatkan doaku ini di dalam nama Tuhan Yesus, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 11

Mazmur 99

Yosua 9-10

 


  

Senin, 9 April 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu! (Mazmur 138:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Biarlah mereka menyanyikan syukur bagi nama-Mu yang besar dan dahsyat; Kuduslah Ia! 4 Raja yang kuat, yang mencintai hukum, Engkaulah yang menegakkan kebenaran; hukum dan keadilan di antara keturunan Yakub, Engkaulah yang melakukannya. 5 Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kaki-Nya! Kuduslah Ia! (Mazmur 99:3-5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Aku memuji Engkau karena kebesaran dan kedahsyatan-Mu ya Tuhan. Engkau menegakkan kebenaran di antara umat manusia karena Engkaulah pribadi yang adil dan mencintai keadilan. Oleh sebab itu ampunilah diriku bila aku yang telah bertindak secara tidak adil terhadap orang-orang yang ada di sekitarku. Tolonglah diriku agar aku mampu mencerminkan keadilan dan kebenaran-Mu melalui hidupku. Berikan kepadaku keberanian untuk menyatakan kebenaran di tengah penyelewengan dan menyuarakan keadilan di tengah ketimpangan di dunia ini.

 

Roh Kudus, tuntunlah diriku untuk senantiasa berjalan di dalam kebenaran-Mu dan mampukan diriku untuk sanggup mengerjakan tugas dan kewajibanku pada hari ini. Sehingga dengan demikian kehidupanku di sepanjang hari ini merupakan ibadah kepada-Mu dan menjadi kesaksian bagi orang-orang di sekitarku. Sebab hanya dengan demikian nama-Mu dimuliakan melalui hidupku. Di dalam nama Tuhan Yesus yang layak menerima segala pujian dan hormat aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Senin, 9 April 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi. (Mazmur 46:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

13 Inilah kirbat-kirbat anggur, yang masih baru ketika kami mengisinya, tetapi lihatlah, telah robek; dan inilah pakaian dan kasut kami, semuanya telah buruk-buruk karena perjalanan yang sangat jauh itu." 14 Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan TUHAN. 15 Maka Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka, bahwa ia akan membiarkan mereka hidup; dan para pemimpin umat itu bersumpah kepada mereka. 16 Tetapi setelah lewat tiga hari, sesudah orang Israel mengikat perjanjian dengan orang-orang itu, terdengarlah oleh mereka, bahwa orang-orang itu tinggal dekat mereka, bahkan diam di tengah-tengah mereka. (Yosua 9:13-16)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Keputusan yang kita ambil berdasarkan keputusan Tuhan adalah keputusan yang paling tepat yang dapat kita buat. Pada umumnya orang membuat keputusan dengan menimbang data yang ia peroleh serta nasihat orang lain yang ia dapatkan. Atau kadang-kadang hanya dengan mengandalkan nalurinya saja. Semua itu tidak selalu salah, namun yang pasti selalu tidaklah cukup. Keputusan yang tertepat adalah bila didasarkan pada keputusan Tuhan, yaitu sebagaimana yang Ia ungkapkan melalui tuntunan-Nya. Sebab bila kemampuan manusia dalam menimbang sangatlah terbatas, pengamatan mereka dapat keliru, dan nasihat orang lain apalagi naluri manusiawi bisa salah, maka tidak demikian halnya dengan tuntunan Tuhan. Tuntunan-Nya selalu yang terbaik karena Ia tidak pernah keliru dalam membuat keputusan.

 

Pentingnya untuk memohon tuntunan Tuhan ini terlihat pada kekeliruan Yosua dalam membuat keputusan tentang penduduk Gibeon seperti yang dicatat di Yosua 9. Keputusannya untuk mengikat persahabatan dengan orang-orang Gibeon ini ia ambil hanya berdasarkan pengamatannya terhadap keadaan dari perbekalan yang mereka bawa, dan tanpa memohon keputusan atau tuntunan Tuhan. Sebagai akibat Yosua tertipu dengan mempercayai bahwa orang-orang tersebut berasal dari daerah yang jauh, seperti yang mereka informasikan kepadanya. Padahal mereka tinggal di wilayah Kanaan yang penduduknya seharusnya ditumpas. Hal ini mengajar kita bahwa di setiap keputusan yang penting kita perlu memohon tuntunan Tuhan agar di kemudian hari kita tidak hidup di dalam penyesalan karena salah dalam membuat keputusan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana Anda dapat mengenali tuntunan Tuhan sebelum membuat keputusan yang penting?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa sesungguhnya Engkau adalah pribadi yang mahatahu dan tidak ada satu pun yang tersembunyi dari hadapan-Mu. Engkau mengetahui isi hati manusia dan tidak ada seorang pun manusia yang dapat menipu diri-Mu. Oleh sebab itu aku menyadari betapa diriku memerlukan tuntunan-Mu agar aku tidak salah di dalam mengambil keputusan dan tidak keliru di dalam melakukan tindakan. Aku juga berterima kasih karena Engkau bersedia menerima diriku untuk berada dekat dengan-Mu serta membuka isi hati-Mu kepadaku melalui firman-Mu. Sebab hanya dengan demikian maka aku dapat mengetahui keputusan-keputusan-Mu dan mengenali tuntunan-Mu.

 

Tuhan, aku menaikkan syukurku kepada-Mu untuk anugerah dan kebaikan-kebaikan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Tidak pernah Engkau merancangkan hal yang buruk bagiku. Sebaliknya semua yang Kaukerjakan selalu membawa kebaikan bagi diriku. Kalaupun Engkau menuntun diriku untuk melewati pengalaman yang tidak seperti aku inginkan aku percaya bahwa semua itu Engkau kerjakan demi kebaikanku. Aku menyerahkan hidupku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Terjadilah kehendak-Mu di dalam hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus, Sang Gembala yang menuntun hidupku aku menaikkan doaku. Amin.

 

 

Doa Bapa Kami

 

9 Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. (Matius 6:9-13)

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit)


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.