Jumat, 6 April 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus. (Mazmur 65:5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

22 Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan Ia berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang danau." Lalu bertolaklah mereka. 23 Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka berada dalam bahaya. 24 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Guru, Guru, kita binasa!" Ia pun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itu pun reda dan danau itu menjadi teduh (Lukas 8:22-24)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Berjalan bersama dengan Tuhan tidak selalu berlangsung dengan mudah, namun yang pasti akan berakhir dengan indah. Kebenaran ini patut untuk dipahami karena pada umumnya orang beranggapan bahwa bila ia menaati kehendak Tuhan dan berjalan bersama dengan Dia maka perjalanan hidupnya akan berlangsung dengan mudah serta tanpa hambatan. Sebagai akibat, ketika menghadapi kesukaran dirinya menjadi kecewa kepada Tuhan dan hidup di dalam keputusasaan. Itu sebabnya pengikut Kristus harus menyadari bahwa Tuhan tidak pernah berjanji kalau kita berjalan bersama dengan Dia maka hidup kita berlangsung dengan mudah. Namun bukan berarti dengan demikian maka kita patut berputus asa. Sebab Tuhan pasti menolong kita sehingga perjalanan kita pasti akan berakhir dengan indah.

 

Hal itulah yang dialami oleh para murid Kristus sebagaimana yang dicatat di dalam Lukas 8. Mereka menaati perintah Yesus agar bertolak ke seberang danau Galilea. Bukan itu saja, Tuhan Yesus bersama dengan mereka di dalam perahu mereka. Namun di tengah danau angin taufan datang menghadang. Perjalanan mereka terhambat oleh kesukaran. Sebagai tanggapan Tuhan Yesus menghardik badai tersebut, dan taufanpun reda sehingga danau menjadi teduh. Semua ini menegaskan bahwa berjalan bersama dengan Tuhan tidak dengan sendirinya mengakibatkan perjalanan hidup kita akan berlangsung dengan mudah. Tetapi meskipun demikian yang pasti Tuhan akan menolong dan membawa kita sampai kepada pantai tujuan yang indah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang seharusnya menjadi sikap Anda ketika justru karena menaati firman Tuhan Anda mengalami kesukaran?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tambahkanlah imanku agar ketika diriku menghadapi kesukaran karena menaati firman-Mu aku tidak menjadi putus asa apalagi merasa kecewa terhadap diri-Mu. Karena aku menyadari bahwa hidup melakukan kehendak-Mu tidak dengan sendirinya akan mengakibatkan hidup yang bebas dari tantangan. Namun Engkau setia dan kuasa-Mu tidak terbatas. Sehingga kalaupun menaati kehendak-Mu dan berjalan bersama dengan Engkau tidak selalu merupakan perjalanan yang bebas dari hambatan namun yang pasti Engkau akan menolong diriku untuk mengakhiri perjalanan itu dengan indah.

 

Tuhan, aku bersyukur karena di dalam anugerah-Mu Engkau tidak akan membiarkan diriku menghadapi kesukaran seorang diri. Namun Engkau senantiasa mengulurkan tangan untuk menolong diriku tepat pada waktunya. Engkau yang sanggup meneduhkan badai di danau Galilea pasti juga sanggup meneduhkan kesukaran yang aku hadapi di dalam hidupku. Oleh sebab itu Tuhan sertailah diriku di sepanjang hari ini, tuntunlah diriku agar hidup di dalam iman dan memuliakan nama-Mu serta tolonglah diriku agar semua yang aku kerjakan menjadi berhasil. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 8

Mazmur 96

Yosua 3-4

 


  

Jumat, 6 April 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Akuilah kekuasaan Allah; kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuasaan-Nya di dalam awan-awan. (Mazmur 68:35)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah. 5 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit. 6 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya. (Mazmur 96:4-6)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tidak ada yang sama seperti Engkau. Engkaulah Allah yang sejati, dan yang kuasa-Nya tidak terbatas. Engkau adalah Allah kudus dan yang kasih serta kebaikan-Nya turun-temurun. Di dalam kuasa-Mu Engkau menciptakan langit dan bumi. Di dalam kekudusan dan kemuliaan-Mu Engkau memisahkan terang dari kegelapan. Di dalam kasih dan kesetiaan-Mu Engkau memelihara umat-Mu. Aku bersyukur untuk semua yang baik yang telah aku alami di dalam anugerah-Mu.

 

Tuhan, kepada-Mu aku menyerahkan seluruh hidupku. Lindungilah aku dengan kasih-Mu dan bawalah diriku di jalan-jalan kebenaran-Mu. Berkatilah semua yang aku kerjakan hari ini agar menjadi berhasil dan tolonglah diriku agar hidupku membawa dampak yang positif bagi orang-orang di sekitarku. Tuntunlah diriku agar aku dapat menjadi saksi-Mu di tengah-tengah lingkunganku, sehingga nama-Mu dikenal dan dimuliakan melalui perilaku hidupku. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 6 April 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu! (Mazmur 40:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

11 "Sesungguhnya, tabut perjanjian Tuhan semesta bumi berjalan menyeberang di depan kamu, masuk ke sungai Yordan. 12 Maka sekarang, pilihlah dua belas orang dari suku-suku Israel, seorang dari tiap-tiap suku. 13 Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan." (Yosua 3:11-13)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bila Tuhan yang menuntun hidup kita maka Dia pula yang akan membuka jalan bagi diri kita. Tuhan adalah pribadi yang bertanggung jawab. Oleh sebab itu ketika menghadapi jalan buntu karena kita menaati tuntunan-Nya maka kita dapat berharap bahwa Tuhan akan mengubah kebuntuan tersebut menjadi pintu yang terbuka. Malahan melalui cara tersebut Ia menunjukkan kuasa serta kesetiaan-Nya yang tidak terbatas dan juga penyertaan-Nya atas hidup kita.

 

Hal itulah yang dialami umat Tuhan menjelang mereka masuk ke negeri Kanaan. Di saat itu mereka menghadapi jalan buntu sebab sungai Yordan yang sedang banjir menghalangi perjalanan mereka. Namun sebagaimana yang dicatat di dalam Yosua 3 maka Allah menolong umat-Nya. Dia yang menuntun umat-Nya dengan pertanda tabut perjanjian yang diusung di depan barisan mereka memutus aliran sungai Yordan. Sebagai akibat, penghalang ditaklukkan dan jalan keluar terbuka sehingga umat Tuhan dapat berjalan di tanah kering. Melalui cara itu Tuhan menunjukkan kuasa-Nya, kesetiaan-Nya kepada janji-Nya, dan juga penyertaan-Nya atas umat-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang harus Anda lakukan ketika menaati tuntunan Tuhan dan Anda menghadapi jalan yang buntu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau adalah pribadi yang bertanggung jawab. Tidak pernah Engkau akan membiarkan jalan buntu menghalangi diriku untuk mengikuti tuntunan-Mu. Di dalam kuasa-Mu dan kesetiaan-Mu Engkau pasti akan membuka jalan yang tertutup itu tepat pada waktu-Mu. Dengan demikian aku akan semakin menyadari bahwa sesungguhnya Engkau tidak pernah meninggalkan diriku. Tuhan, teguhkanlah imanku di saat aku menghadapi jalan yang terhalang tersebut.

 

Aku berterima kasih untuk anugerah-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Engkau telah menuntun, menyertai dan menolong aku di setiap keadaan yang aku hadapi. Aku menyerahkan semua yang telah kukerjakan pada hari ini ke dalam tangan-Mu. Sempurnakanlah semua itu agar menjadi berhasil dan memuliakan nama-Mu. Aku juga menyerahkan masa depanku ke dalam tangan-Mu agar di dalam kesempatan hidup yang Engkau berikan kepadaku kehidupanku akan menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus yang memelihara hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.