Jumat, 2 Maret 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia. (Mazmur 66:5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

38 Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. 39 Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!" 40 Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu. (Markus 5:38-40)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Iman adalah kesanggupan untuk memahami keadaan yang sedang kita hadapi dari sudut pandang Tuhan, dan bukan sekedar dari sudut pandang alamiah. Sedangkan pemahaman alamiah kita sebagai manusia yang terbatas tentulah tidak sempurna. Namun sudut pandang Tuhan selalu tepat dan tidak pernah meleset. Ia memahami semua yang tidak dapat kita pahami dan sanggup melihat apa yang tidak dapat kita lihat. Oleh sebab itu apabila dengan iman kita memandang keadaan yang ada di hadapan kita berdasarkan cara pandang Tuhan, maka hidup kita akan menjadi efektif.

 

Kaitan antara iman dengan kesanggupan untuk menilai keadaan berdasarkan sudut pandang Tuhan ini terlihat dalam peristiwa mujizat kebangkitan yang Yesus lakukan dan dicatat dalam Markus 5. Di situ Tuhan Yesus berkata bahwa anak Yairus yang sudah mati itu sebenarnya hanya sedang tidur saja. Ia berkata seperti demikian karena Ia tahu bahwa sebentar lagi anak itu akan bangkit dari kematian. Sedangkan orang banyak yang sedang berada di rumah Yairus menertawakan Yesus. Mereka tidak dapat memandang keadaan berdasarkan sudut pandang Kristus karena iman mereka masih lemah. Dengan kata lain, kita perlu terus bertumbuh di dalam iman agar kita dapat melihat keadaan berdasarkan sudut pandang Tuhan yang sempurna.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Mengapa adalah perlu bagi Anda untuk dapat melihat keadaan berdasarkan sudut pandang Yesus? Apakah yang perlu Anda lakukan agar dapat melihat seperti demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tambahkanlah imanku agar aku dapat melihat keadaan di sekitarku seperti Engkau melihat, merasa seperti Engkau merasa, dan berpikir seperti Engkau berpikir. Oleh sebab itu perkokoh imanku kepada-Mu. Ampunilah aku karena acapkali aku meragukan kasih dan kuasa-Mu sehingga pemahamanku tentang keadaan di sekelilingku terkelabui oleh apa yang aku lihat secara jasmani, dan aku tidak dapat menilainya seperti diri-Mu di dalam menilai. Oh Tuhan, bangkitkanlah imanku oleh Roh Kudus-Mu.

 

Tuhan, aku bersyukur karena di dalam anugerah-Mu Engkau tidak akan membiarkan diriku hidup di dalam cara pikirku yang lama dan yang jauh dari sempurna itu. Namun Engkau akan senantiasa membaharuinya dari hari ke hari. Sertailah diriku di sepanjang hari ini sehingga semua yang aku kerjakan menjadi berhasil, menjadi berkat bagi sesamaku dan terlebih lagi, yaitu memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Markus 5

Mazmur 61

Bilangan 5-6

 


  

Jumat, 2 Maret 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

49 Ingatlah firman yang Kaukatakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap. 50 Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku. (Mazmur 119:49, 50)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku. 4 Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh. (Mazmur 61:3, 4)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan di dalam ketidakberdayaanku aku berseru kepada-Mu. Bawalah diriku dari lembah persoalan kepada bukit batu pertolongan-Mu. Aku menyadari bahwa jurang kesukaran yang aku hadapi sangatlah dalam, namun anugerah-Mu lebih besar dari kesukaran yang sedang aku lewati. Engkau sanggup mengangkat diriku dari lembah ini dan menuntun aku ke tempat yang terlalu tinggi bagi diriku untuk menjangkaunya dengan kemampuanku sendiri.

 

Tuhan, kepada-Mu aku menaruhkan harapanku. Lindungilah aku dengan kasih-Mu dan bawalah diriku agar hidup secara maksimal. Anugerahi diriku dengan hati yang menghormati diri-Mu agar supaya hidupku membawa dampak yang positif bagi orang-orang yang di sekitarku. Dengan demikian barulah hidupku akan menjadi penuh dengan makna dan tidak hampa serta sia-sia. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 2 Maret 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! 2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya! (Mazmur 117:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; 26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. 27 Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka." (Bilangan 6:24-27)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Ke arah mana kita menujukan pandangan hati kita itulah yang akan menentukan damai sejahtera di dalam jiwa kita. Sebab pada dasarnya suasana hati kita sangatlah ditentukan oleh apa yang menjadi pusat perhatian kita. Apabila kita hanya mengarahkan pandangan hati kita kepada besarnya kesukaran yang sedang kita hadapi, maka pasti rasa resah dan kuatir akan memenuhi jiwa kita. Sebaliknya, bila kita memandang wajah Kristus yang penuh dengan kasih dan kebenaran, maka iman kita akan bangkit. Oleh iman itulah maka damai sejahtera dan pengharapan akan mengisi hati kita.

 

Tentang pentingnya menujukan pandangan hati kita ke arah yang tepat ini nampak di dalam kata-kata berkat yang harus diucapkan imam besar terhadap umat Tuhan. Sebagaimana yang dicatat di dalam Bilangan 6 Tuhan menyuruh imam besar mengucapkan berkat antara lain berkata: "TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera." Kalimat ini mengandung makna, yaitu bila umat Tuhan memandang wajah Tuhan, yang menggambarkan sifat-sifat Tuhan, maka hati yang bersangkutan akan dipenuhi oleh damai sejahtera. Singkat kata, sebaliknya dari menujukan pandangan hati kita ke arah yang keliru, seperti kepada besarnya kesulitan, kita harus memandang besarnya kasih setia Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang Anda perlu lakukan agar Anda dapat mengarahkan pandangan Anda kepada wajah Tuhan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku berterima kasih karena melalui firman-Mu Engkau bersedia menunjukkan wajah-Mu, yaitu sifat-sifat-Mu kepadaku. Firman-Mu itu menyinari jalan hidupku dan memberikan damai sejahtera di dalam jiwaku. Tuhan, tolonglah diriku supaya di dalam segala keadaan aku tetap mengarahkan pandangan hatiku kepada firman-Mu karena di sanalah aku akan disanggupkan untuk menyongsong hari depan yang indah dan penuh makna.

 

Tuhan, aku bersyukur untuk pemeliharaan dan perlindungan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Aku menyerahkan semua yang telah kukerjakan ke dalam tangan-Mu. Sempurnakanlah semua itu agar mendatangkan kebaikan bagi diriku maupun sesamaku serta memuliakan nama-Mu. Roh Kudus, bimbinglah diriku agar hidupku semakin berkenan kepada-Mu. Aku serahkan seluruh hidupku untuk memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus yang memelihara hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.