Kamis, 1 Maret 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu! (Mazmur 40:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. 18 yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, 19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. (Markus 4:7, 18-19)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kekuatiran merupakan satu penghalang terbesar untuk mengalami pertumbuhan hidup rohani. Sebab pada dasarnya kekuatiran merupakan iman dalam bentuk yang negatif. Apabila iman merupakan sikap mempercayai ketidakterbatasan Tuhan dan mengandalkan Dia, maka kekuatiran merupakan sikap menyadari keterbatasan kemampuan pribadi namun tetap mengandalkan diri sendiri yang terbatas itu. Sebagai akibat, apabila iman merupakan atmosfir yang memungkinkan terjadinya pertumbuhan, maka kekuatiran merupakan atmosfir yang menghambat pertumbuhan hidup rohani.

 

Pentingnya untuk mewaspadai kekuatiran inilah yang antara lain diajarkan Tuhan Yesus melalui perumpamaan tentang seorang penabur di dalam Markus 4. Di situ Ia mengumpamakan kekuatiran bagaikan semak belukar yang akan menghimpit firman Tuhan yang ditaburkan dan mulai bertumbuh itu sehingga mati tanpa sempat berbuah. Oleh karena itu kekuatiran tidak boleh dibiarkan menguasai hati kita. Sebaliknya, sebagaimana kita harus berupaya menumbuhkan iman, maka kita harus berupaya mengatasi kekuatiran dan mengubahnya menjadi iman kepada Tuhan dan janji-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda, apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi kekuatiran dalam diri Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah yang memelihara hidupku dan Engkau adalah pribadi yang sangat dapat diandalkan. Oleh sebab itu aku menyerahkan semua kekuatiran di dalam diriku kepada-Mu. Ubahlah rasa kekuatiran tersebut menjadi iman yang kokoh kepada-Mu. Penuhilah hatiku dengan sukacita dan damai sejahtera-Mu sehingga sebaliknya dipenuhi oleh rasa kuatir, maka hatiku dipenuhi oleh pujian dan pengagungan kepada-Mu.

 

Tuhan, aku memohon tuntunan-Mu di sepanjang hari ini. Sertailah diriku dengan kuasa-Mu sehingga aku mampu mengerjakan semua tugas dan tanggung jawabku dengan baik. Berkati diriku dengan keberhasilan di dalam semua yang aku kerjakan. Berikan hikmat-Mu agar aku dapat bertindak sesuai rencana-Mu. Penuhi hatiku dengan iman kepada-Mu sehingga aku dapat menjadi saksi-Mu di antara orang-orang yang berada di sekitar diriku. Di dalam nama Yesus Kristus, Sang Penolong yang Setia aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Markus 4

Mazmur 60

Bilangan 3-4

 


  

Kamis, 1 Maret 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

7 Bangkitlah, TUHAN, dalam murka-Mu, berdirilah menghadapi geram orang-orang yang melawan aku, 10 Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil. (Mazmur 7:7, 10)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

13 Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia penyelamatan dari manusia. 14 Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita. (Mazmur 60:13, 14)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari bahwa orang yang berharap kepada manusia cepat atau lambat pasti suatu hari akan dikecewakan. Sebab kemampuan manusia terbatas, dan kesetiaan mereka tidak dapat diandalkan. Namun tidak demikian halnya dengan diri-Mu. Kuasa-Mu tidak terbatas dan kesetian-Mu turun temurun untuk selama-lamanya. Oleh karena itu kepada-Mu ya Tuhan aku menyerahkan hidupku, dan aku yakin bahwa sesuai dengan janji-Mu, maka orang yang berharap kepada Tuhan akan melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa.

 

Tuhan Yesus, tolonglah aku agar senantiasa hidup berjalan menurut tuntunan-Mu sehingga aku dapat menjadi saluran berkat-Mu bagi lingkunganku. Sebaliknya dari menjadi penghalang bagi orang untuk mengenal diri-Mu pakailah aku untuk menjadi saksi-Mu yang memuliakan nama-Mu. Sertai dan berkatilah semua yang aku kerjakan sehingga oleh anugerah-Mu aku dapat meraih keberhasilan. Kepada-Mu ya Tuhan Yesus aku menyerahkan doa-doaku. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 1 Maret 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

54 Ketetapan-ketetapan-Mu adalah nyanyian mazmur bagiku di rumah yang kudiami sebagai orang asing. 55 Pada waktu malam aku ingat kepada nama-Mu, ya TUHAN; aku hendak berpegang pada Taurat-Mu. 56 Inilah yang kuperoleh, bahwa aku memegang titah-titah-Mu. (Mazmur 119:54-56)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

15 Setelah Harun dan anak-anaknya selesai menudungi barang-barang kudus dan segala perkakas tempat kudus, pada waktu perkemahan akan berangkat, barulah orang Kehat boleh masuk ke dalam untuk mengangkat barang-barang itu; tetapi janganlah mereka kena kepada barang-barang kudus itu, nanti mereka mati. Jadi itulah barang-barang di Kemah Pertemuan yang harus diangkat bani Kehat.

 

19 Inilah yang harus kamu lakukan bagi mereka, supaya mereka tinggal hidup dan jangan mati, apabila mereka mendekat ke barang-barang maha kudus: Harun dan anak-anaknya haruslah masuk ke dalam dan menempatkan mereka masing-masing di tempat tugasnya dekat barang yang harus diangkat. (Bilangan 4:15, 19)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Memang benar Tuhan adalah sahabat kita, namun bukan berarti kita boleh memperlakukan Dia dengan sekehendak hati kita. Hal ini yang adakalanya diabaikan oleh umat Tuhan. Karena beranggapan bahwa Tuhan sangat baik, bersedia menerima dan bergaul dengan umat-Nya, maka tidak jarang kita memandang enteng terhadap Tuhan. Sikap tersebut antara lain kita lakukan dengan tidak menghormati perintah-perintah-Nya. Sebaliknya dari menaati firman-Nya justru kita mengabaikan tuntunan-Nya itu dalam hidup kita sehari-hari.

 

Bahwasanya kita harus memperlakukan Tuhan sebagai pribadi yang wajib dihormati tersebut terlihat dari perintah-Nya kepada para imam, yaitu Harun dan keturunannya di dalam Bilangan 4. Di situ Tuhan menjelaskan tentang tata cara yang wajib mereka lakukan di dalam mengangkat barang-barang di Kemah Suci. Melalui tata cara tersebut Tuhan menjelaskan bahwa Ia bersedia untuk tinggal di tengah umat-Nya, namun bukan berarti dengan demikian mereka boleh meremehkan Tuhan. Justru sebaliknya, umat-Nya wajib memperlakukan peralatan di Kemah Suci itu dengan rasa hormat. Dengan kata lain, kita wajib menghormati Tuhan sebagaimana yang sepatutnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang selama ini Anda lakukan sebagai tanda penghormatan Anda kepada Tuhan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ampunilah diriku bila acapkali aku tidak menghormati Engkau sebagai yang seharusnya. Sebaliknya dari menaati tuntunan-Mu aku justru meremehkan dan mengabaikannya. Sebaliknya dari beribadah kepada-Mu dengan segenap hati justru aku melakukannya dengan sekehendak diriku. Sebaliknya dari merasa takut kepada-Mu justru aku memandang ringan firman-Mu. Tuhan, ampunilah aku.

 

Aku mengucap syukur untuk anugerah-Mu yang besar yang bersedia memulihkan diriku. Aku juga berterima kasih untuk penyertaan-Mu atas hidupku di sepanjang hari ini. Jadikanlah semua yang telah aku kerjakan hari ini berhasil dan menyenangkan hati-Mu. Sempurnakan semua yang belum dapat aku selesaikan secara sempurna. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku memanjatkan doaku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.