Rabu, 21 Februari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bibirku bersorak-sorai sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu, juga jiwaku yang telah Kaubebaskan. (Mazmur 71:23)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

24 Dan setelah beberapa hari datanglah Feliks bersama-sama dengan isterinya Drusila, seorang Yahudi; ia menyuruh memanggil Paulus, lalu mendengar dari padanya tentang kepercayaan kepada Yesus Kristus. 25 Tetapi ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan berkata: "Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh memanggil engkau." (Kisah Para Rasul 24:24-25)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Separuh kebenaran bukanlah kebenaran yang sesungguhnya. Sebagai contoh, pernyataan bahwa untuk hidup secara sehat orang tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Pernyataan ini bersifat separuh kebenaran. Sebab memang untuk hidup secara sehat orang tidak harus melakukan olahraga yang mahal, seperti bermain golf. Namun tetap untuk itu orang harus rela membayar harga yang mahal, bukan secara keuangan namun dalam gaya hidup. Diantaranya ia harus mendisiplinkan diri untuk berolahraga secara teratur dan beristirahat secara cukup. Oleh sebab itu bukan kebenaran yang bersifat separuh, namun hanya kebenaran yang seutuhnyalah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

 

Prinsip inilah yang dilakukan Paulus di dalam memberitakan Injil. Sebagaimana yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul 24 Feliks, wali negeri kekaisaran Romawi ingin mendengar tentang iman Paulus. Menanggapinya, Paulus menyampaikan seluruh kebenaran. Ia tidak hanya berbicara tentang berkat yang akan dialami oleh pengikut Kristus, namun juga tentang pentingnya penguasaan diri dan akan datangnya penghakiman Tuhan. Walaupun Feliks tidak siap untuk mendengar seluruh kebenaran itu, tetapi Paulus tidak sudi mengencerkan berita Injil yang ia beritakan. Dengan kata lain, kalaupun orang lebih suka untuk mendengar separuh kebenaran, namun kita tetap harus menyampaikan kebenaran yang seutuhnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Mengapa banyak orang yang suka menyampaikan separuh kebenaran? Apa yang harus Anda lakukan agar tidak terjebak di dalam hal yang sama?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolong diriku agar di dalam seluruh sisi hidup ini aku tidak berpegang kepada separuh kebenaran, namun kebenaran yang sesungguhnya. Tuntun diriku agar aku juga bersikap terbuka terhadap seluruh kebenaran-Mu, dan tidak memilah serta memilih yang hanya aku sukai saja. Demikian juga tolonglah diriku untuk berani menyampaikan kebenaran-Mu sebagaimana seharusnya dan tidak mengencerkan Injil yang harus aku saksikan kepada orang lain yang belum mempercayainya.

 

Tuhan, bawalah diriku agar hidup di dalam seluruh kehendak-Mu karena rencana-Mu sempurna bagi diriku. Senantiasa penuhilah hidupku dengan Roh Kudus-Mu sehingga aku sanggup melakukan kehendak-Mu itu di dalam hidupku. Sertailah diriku dan tolonglah diriku agar semua yang aku kerjakan hari ini berhasil dan hidupku memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 24

Mazmur 52

Imamat 14-15

 


  

Rabu, 21 Februari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! (Mazmur 43:3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya. 11 Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi! (Mazmur 52:10, 11)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Kasih setia-Mu Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Orang yang mengandalkannya tidak akan pernah dikecewakan. Ketika semua yang di sekitarku berubah setia Engkau tidak akan pernah meninggalkan diriku. Sehingga hidupku bagaikan pohon zaitun yang tidak akan pernah layu. Ketika keadaan di sekitarku serba sukar Engkau yang bertindak melindungi, membela, dan menolong diriku. Sungguh aku bersyukur kepada-Mu.

 

Tuhan, aku menyerahkan hidupku ke dalam naungan-Mu. Ya gunung batu dan kota perlindunganku, kepada-Mu aku percaya. Penuhi hatiku dengan damai sejahtera dan mulutku dengan puji-pujian kepada-Mu. Sehingga orang-orang di sekitarku dapat melihat perbedaan antara orang yang berharap kepada Tuhan dengan mereka yang mengandalkan kemampuan dirinya sendiri. Di dalam nama Yesus Kristus, Sang Batu Karang yang teguh aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Rabu, 21 Februari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. (Mazmur 42:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

33 TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: 34 "Apabila kamu masuk ke tanah Kanaan yang akan Kuberikan kepadamu menjadi milikmu dan Aku mendatangkan tanda kusta di sebuah rumah di negeri milikmu itu, 35 maka pemilik rumah itu harus datang memberitahukannya kepada imam: Ada kelihatan seperti tanda kusta di rumahku. 36 Maka imam harus memerintahkan supaya rumah itu dikosongkan, sebelum ia datang memeriksa tanda kusta itu, supaya jangan menjadi najis segala yang ada di dalam rumah itu, dan sesudah itu barulah imam datang untuk memeriksanya. (Imamat 14:33-36)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kehidupan yang bugar adalah mencakup kehidupan rohani, jiwani, dan jasmani yang sehat secara terpadu. Artinya orang tidak boleh mengabaikan aspek-aspek yang lain dengan hanya memprioritaskan salah satu dari ketiga aspek kehidupan tersebut. Sebagai contoh orang yang bugar tidak hanya memperhatikan kesehatan rohaninya dan mengabaikan kehidupan jiwani ataupun jasmaninya. Demikian juga ia tidak hanya memperhatikan kesehatan jasmani dan mengabaikan pentingnya untuk memelihara kesehatan rohaninya. Singkat kata, agar mengalami hidup yang bugar, maka ketiga aspek tersebut haruslah dipelihara secara bertanggung jawab.

 

Hal tersebut Tuhan kemukakan kepada umat-Nya di dalam Imamat 14. Di situ antara lain Tuhan menjelaskan tugas seorang imam untuk memastikan kesehatan dari suatu rumah. Apabila suatu rumah ditumbuhi oleh sejenis cendawan, maka sang imam harus menyatakan bahwa rumah itu telah terkena kusta. Selanjutnya Tuhan menguraikan langkah-langkah yang harus ditempuh oleh sang imam agar rumah kediaman umat-Nya tersebut kembali sehat dan layak untuk dihuni. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya memperhatikan kesehatan rohani dari umat-Nya, namun juga kesehatan jasmani mereka. Sebab memang kehidupan yang bugar adalah kehidupan yang sehat secara rohani, jiwani, dan jasmani.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan untuk memelihara kehidupan rohani, jiwani, dan jasmani Anda agar di dalam keadaan sehat secara terpadu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau bersedia menolong diriku untuk hidup secara bugar, baik dalam kehidupan rohani, jiwani, maupun jasmani. Berkat-Mu itu bersifat utuh dan kebaikan-Mu menjamin seluruh hidupku. Di dalam anugerah-Mu aku tidak kekurangan dengan apapun juga yang aku perlukan. Semuanya Engkau cukupkan dan tidak pernah Engkau lalai memelihara hidupku. Aku berterima kasih untuk kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan itu.

 

Aku juga berterima kasih karena Engkau telah membimbing hidupku di sepanjang hari ini. Tidak pernah Engkau membiarkan diriku berjalan seorang diri di setiap jalan yang harus aku tempuh, namun Engkau senantiasa menyertai diriku. Bagaikan bapa yang sayang kepada anak-anaknya demikianlah Engkau menggenggam hidupku dengan tangan-Mu yang perkasa. Damai sejahtera memenuhi hatiku di sepanjang hidupku. Kepada-Mu ya Tuhan Yesus aku mengucap syukur dan memanjatkan doaku. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.