Senin, 12 Februari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku rindu kepada keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan Taurat-Mu menjadi kesukaanku. (Mazmur 119:174)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: 29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat." (Kisah Para Rasul 15:28-29)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Menjadikan keputusan Roh Kudus sebagai keputusan kita merupakan pilihan yang terbaik yang dapat kita ambil dalam hidup kita. Sebab setiap hari, suka tidak suka, kita harus membuat berbagai macam keputusan. Sedangkan keputusan yang benar akan mendatangkan hidup yang berbahagia dan keputusan yang keliru akan membuahkan penyesalan. Sementara itu keterbatasan kita mengakibatkan keputusan yang kita ambil sendiri tidaklah selalu tepat. Namun tidak demikian halnya dengan Roh Kudus. Hikmat-Nya tidak terbatas oleh karena itu keputusan yang Ia buat tidak pernah keliru. Sebagai akibat, bila kita mengikuti tuntunan-Nya, maka keputusan yang kita ambil juga tidak akan keliru.

 

Sikap inilah yang ditempuh oleh para rasul sebagaimana yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul 15. Ketika itu mereka harus memutuskan apakah orang bukan Yahudi yang menjadi pengikut Kristus wajib disunat dan menaati hukum Taurat. Untuk itu para rasul memperhatikan kesaksian Petrus, Paulus, dan Barnabas tentang bagaimana Roh Kudus telah menuntun mereka untuk memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi. Alhasil para rasul memilih untuk menjadikan keputusan Roh Kudus itu sebagai keputusan mereka. Pilihan ini merupakan pilihan terbaik yang mereka ambil sehingga dengan demikian Injil mencapai seluruh muka bumi seperti hari ini. Singkat kata, untuk membuat keputusan yang tepat kita tidak boleh mengabaikan tuntunan atau keputusan Roh Kudus dalam hidup kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengenali tuntunan Roh Kudus bagi hidup Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, kami bersyukur karena Engkau bersedia menuntun kami di dalam kehendak-Mu. Aku menyadari bahwa pengetahuan dan hikmat yang ada pada diriku sangat terbatas. Sehingga keputusan-keputusan yang aku buat acapkali keliru. Sedangkan hikmat-Mu tidak terbatas dan kehendak-Mu adalah selalu yang terbaik serta tertepat. Oleh karena itu ya Tuhan berikan kepekaan pada hatiku untuk dapat mendengar tuntunan-Mu. Bukalah mata dan telinga hatiku agar aku dapat mengenali kehendak-Mu. Berikan hati yang taat kepada diriku agar aku melangkah sesuai dengan keputusan-keputusan-Mu.

 

Terima kasih ya Tuhan untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepadaku. Aku mohon Engkau menuntun langkahku di sepanjang hari ini. Jangan biarkan aku menyimpang dari kebenaran-Mu ya Tuhan. Berikan kepadaku kemampuan untuk melakukan yang terbaik sehingga keberhasilan dari-Mu menyertai aku. Apapun yang aku lakukan dan aku putuskan kiranya Engkau yang memberkati sehingga aku menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 15

Mazmur 43

Keluaran 35-36

 


  

Senin, 12 Februari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. (Mazmur 84:5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mazmur 43:5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, Engkaulah sumber harapan yang tidak akan pernah mengecewakan. Engkau sanggup membuka pintu pertolongan bagi diriku tepat pada waktunya. Kuasa dan hikmat-Mu tidak terbatas. Itu sebabnya apabila hidupku berada di dalam tangan-Mu maka sesungguhnya aku tidak perlu berputus asa, karena masa depan bagi diriku tetaplah ada. Engkau menjamin hari esokku sebagai masa depan yang penuh pengharapan. Tuhan, di dalam iman kepada-Mu aku memohon penuhilah hatiku dengan damai sejahtera-Mu.

 

Aku bersyukur karena Engkau senantiasa hadir di dalam hidupku. Oleh karena itu aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Tolonglah aku ya Tuhan untuk hidup mengandalkan Engkau sehingga hidupku tidak terpengaruh dengan keadaan di sekitarku. Dengan demikian orang-orang di sekitarku boleh melihat kuasa-Mu di dalam hidupku. Di dalam nama yang Agung, Yesus Kristus, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Senin, 12 Februari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kami bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kami bersyukur, dan orang-orang yang menyerukan nama-Mu menceritakan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. (Mazmur 75:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

21 Sesudah itu datanglah setiap orang yang tergerak hatinya, setiap orang yang terdorong jiwanya, membawa persembahan khusus kepada TUHAN untuk pekerjaan melengkapi Kemah Pertemuan dan untuk segala ibadah di dalamnya dan untuk pakaian kudus itu. 22 Maka datanglah mereka, baik laki-laki maupun perempuan, setiap orang yang terdorong hatinya, dengan membawa anting-anting hidung, anting-anting telinga, cincin meterai dan kerongsang, segala macam barang emas; demikian juga setiap orang yang mempersembahkan persembahan unjukan dari emas bagi TUHAN. (Keluaran 35:21, 22)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Memang tidak semua orang memberi karena dorongan kasih, namun orang yang mengasihi pasti akan terdorong untuk memberi. Sebagai contoh, ketika ditodong oleh penjahat mungkin seseorang akan memberikan uang yang ia miliki. Jelas pemberian tersebut ia lakukan bukan oleh karena dorongan kasih, namun karena rasa takut. Sebaliknya, seorang ayah yang mengasihi anaknya akan dengan senang hati dan secara sukarela memberi uang kepada si anak untuk mencukupi keperluan yang bersangkutan.

 

Hal itulah yang terjadi ketika umat Tuhan, seperti yang dicatat di dalam Keluaran 35, mempersembahkan harta mereka kepada Tuhan untuk membangun Kemah Pertemuan. Persembahan tersebut mereka lakukan karena mereka tergerak hatinya. Artinya mereka lakukan secara sukarela, dan bukan karena terpaksa. Dengan kata lain, kasih kepada Tuhan telah mendorong mereka untuk memberikan yang mereka miliki kepada Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan tidak akan merasa berkeberatan untuk mempersembahkan yang ada pada diri mereka kepada-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang telah Anda lakukan sebagai bukti dari kasih Anda kepada Tuhan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allah, Engkau telah terlebih dahulu mengasihi diriku sebelum aku mengasihi diri-Mu. Engkau mengaruniakan Yesus Kristus untuk menyelamatkan diriku dari dosa dan hukuman dosa sebelum aku melakukan apapun juga bagi diri-Mu. Oleh sebab itu sesungguhnya Engkau layak menerima kasihku. Semua yang ada padaku adalah milik-Mu. Tuhan kepada-Mu aku menyerahkan seluruh hidupku sebagai persembahan yang kudus dan berkenan kepada-Mu.

 

Aku bersyukur ya Tuhan atas kasih-Mu yang sempurna di sepanjang hari ini. Oleh anugerah-Mu aku boleh melewati hari ini. Dengan kasih-Mu Engkau memelihara aku sehingga aku berkecukupan. Dengan tangan-Mu yang kuat, Engkau melindungi aku dari segala keadaan yang buruk. Oleh karena Engkau, aku mampu menatap masa depan dengan penuh pengharapan. Di dalam nama Yesus, Allah yang hidup aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.