Rabu, 24 Januari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

169 Biarlah teriakku sampai ke hadapan-Mu, ya TUHAN; berilah aku pengertian sesuai dengan firman-Mu. 170 Biarlah permohonanku datang ke hadapan-Mu; lepaskanlah aku sesuai dengan janji-Mu. (Mazmur 119: 169, 170)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri." 42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. (Matius 24:36, 42)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila sikap sok tahu akan mendatangkan malapetaka, maka sikap rendah hati akan menghasilkan tertib rohani. Tidak jarang orang melakukan tindakan yang keliru karena sikapnya yang sok tahu. Sebagai contoh, yang bersangkutan bukan seorang dokter, namun karena sikap sok pintar ia asal minum obat. Akibatnya bukannya menjadi sehat malahan ia harus dirawat karena salah obat. Sebaliknya orang yang rendah hati tidak akan bertindak secara gegabah. Ia akan bersikap waspada sehingga di akhir hidupnya yang bersangkutan tidak akan hidup dalam penyesalan.

 

Hal ini diperingatkan Tuhan Yesus di dalam Matius 24. Berkali-kali Ia berkata bahwa tidak seorangpun yang akan mengetahui pada hari mana Ia akan datang kembali ke dunia. Sayang tidak semua orang mempercayai peringatan tersebut. Di dalam sikap sok tahu mereka beranggapan bahwa dirinya mengetahui kapan Tuhan Yesus akan datang kembali. Sebagai akibat, bukan hanya ramalan mereka meleset, juga hidup mereka menjadi kacau balau. Tetapi orang yang rendah hati akan mempercayai perkataan Tuhan Yesus bahwa hanya Allah Bapa saja yang mengetahui kapan hal tersebut akan terjadi. Sebagai akibat, mereka akan berjaga-jaga dengan hidup di dalam kehidupan rohani yang tertib. Itulah sikap yang benar dan yang tidak akan mendatangkan rasa sesal di kemudian hari.

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan apabila ada orang berkata bahwa dirinya mengetahui bilamana Yesus akan datang kembali ke dunia? Mengapa Anda bersikap seperti demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, tolonglah diriku untuk tetap hidup di dalam kerendahan hati dengan sepenuhnya mempercayai firman-Mu. Engkau berkata bahwa tidak seorangpun manusia yang mengetahui saat bilamana nanti Engkau akan kembali ke dunia, maka aku mempercayai perkataan-Mu itu dengan tidak berupaya untuk meramalkannya dengan apapun sebagai alasannya. Engkau berkata bahwa hanya Allah Bapa yang mengetahui hari kedatangan-Mu, maka aku memuji Bapa oleh sebab kebesaran-Nya. Engkau berfirman agar aku bersikap berjaga-jaga di dalam menunggu kedatangan-Mu, maka aku menaatinya dengan hidup di dalam kehidupan rohani yang tertib.

 

Tuhan Yesus aku percaya bahwa justru dengan hidup di dalam kerendahan hati, maka aku dapat menyambut kedatangan-Mu dengan sukacita. Dengan hidup bergantung kepada-Mu aku akan mengalami kebaikan dan berkat-Mu yang semakin berlimpah-limpah. Dengan hidup menaati firman-Mu aku akan mengalami penyertaan dan tuntunan-Mu di sepanjang hari ini. Kepada-Mu aku menaikkan doa dan ucapan syukurku. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 24

Mazmur 24

Kejadian 47-48

 


  

Rabu, 24 Januari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Pada-Mu, ya TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. (Mazmur 71:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" 4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.(Mazmur 24:3-5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allahku, sucikanlah hatiku dan bersihkanlah perilaku diriku dari semua noda dan dosa agar hidupku berkenan kepada-Mu dan menjadi saksi-Mu di lingkunganku. Tolonglah aku agar mampu menjaga perkataanku sehingga apa yang aku ucapkan adalah kebenaran dan bukan kebohongan. Sebab hanya dengan demikian barulah hidupku akan memuliakan nama-Mu dan ibadahku kepada-Mu tidaklah akan sia-sia.

 

Tuhan, aku menyerahkan hari yang aku jalani ini ke dalam tangan-Mu. Berkatilah semua yang aku kerjakan dengan keberhasilan dan lindungilah diriku dari semua malapetaka dan orang yang berniat buruk terhadap diriku dengan keadilan-Mu. Engkaulah perisai dan kota benteng perlindunganku, kepada-Mu aku percaya. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Rabu, 24 Januari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi! (Mazmur 57:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

27 Maka diamlah Israel di tanah Mesir, di tanah Gosyen, dan mereka menjadi penduduk di situ. Mereka beranak cucu dan sangat bertambah banyak. 29 Ketika hampir waktunya bahwa Israel akan mati, dipanggilnyalah anaknya, Yusuf, dan berkata kepadanya: "Jika aku mendapat kasihmu, letakkanlah kiranya tanganmu di bawah pangkal pahaku, dan bersumpahlah, bahwa engkau akan menunjukkan kasih dan setia kepadaku: Janganlah kiranya kuburkan aku di Mesir, 30 karena aku mau mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangku. Sebab itu angkutlah aku dari Mesir dan kuburkanlah aku dalam kubur mereka." Jawabnya: "Aku akan berbuat seperti katamu itu." (Kejadian 47:27, 29-30)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang mulia akan hidup dengan tujuan hidup yang mulia. Dengan kata lain, kualitas hidup ini sangatlah ditentukan oleh kualitas dari tujuan hidup kita. Apabila tujuan kita hanya semata-mata untuk hal-hal yang bersifat tidak abadi, seperti kekayaan, kedudukan, atau kenikmatan yang bersifat sesaat, maka sesungguhnya kehidupan kita tidaklah mulia. Sebab semua yang tidak abadi tidak bersifat mulia. Sebaliknya apabila tujuan hidup kita adalah untuk hal-hal yang kekal, maka hal itu menunjukkan mulianya kualitas kehidupan kita.

 

Kualitas yang mulia inilah yang ada pada diri Yakub. Walaupun kebutuhan hidupnya di Mesir terjamin, dan di situ anak cucunya bertambah banyak, namun seperti yang dicatat di dalam Kejadian 47, ia tidak ingin dikuburkan di Mesir. Ia tahu bahwa bukan Mesirlah tanah yang dijanjikan Allah kepada Abraham dan keturunannya. Itu sebabnya ia menghendaki agar sesudah meninggal dunia ia dimakamkan di tempat Abraham dan Ishak, kakek dan ayahnya dikuburkan, yaitu di wilayah Kanaan. Dengan kata lain, bagi Yakub rencana Allah yang mulia bagi Abraham lebih penting dibandingkan berkat sesaat yang ia alami di Mesir. Tujuan hidup yang mulia inilah yang menjadikan dirinya patut dipandang sebagai seorang yang mulia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudah muliakah tujuan hidup Anda? Mengapa Anda mengambil kesimpulan seperti itu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau telah mengajar diriku untuk hidup dengan tujuan hidup yang mulia, bukan hidup untuk tujuan yang bersifat sementara apalagi hina. Engkau telah menuntun diriku dengan firman-Mu sehingga aku hidup bukan untuk hal yang sia-sia, namun untuk hal-hal yang berguna, baik untuk masa kini maupun masa yang abadi nanti. Aku sungguh bersyukur kepada-Mu karena di dalam anugerah-Mu aku dapat hidup secara mulia dan berharga. Di dalam kemurahan-Mu Engkau mengangkat diriku dari lembah kekelaman dan membentangkan hari depan yang baru serta penuh pengharapan.

 

Tuhan, aku berterima kasih untuk hari ini yang telah aku lalui di dalam kebaikan-Mu. Tidak habis-habisnya kasih setia-Mu. Di saat aku melewati masa yang sukar Engkau tidak pernah meninggalkan diriku. Di saat aku menghadapi tantangan Engkau tetap bersamaku. Engkau menolong diriku dengan menguatkan imanku untuk sanggup menghadapi semua rintangan dan Engkau membuka jalan keluar bagiku tepat pada waktunya. Tuhan, kepada-Mu aku menyerahkan masa depanku. DI dalam nama Yesus Kristus aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.