Sabtu, 20 Januari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

11 Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku. 12 Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman. (Mazmur 27:11, 12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

26b Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:26b-28)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang ingin menjadi besar harus rela menjadi seorang pelayan. Apabila manusia pada umumnya mengukur kebesaran seseorang dari kemampuan dirinya untuk memerintah dan berkuasa atas orang lain, maka tidak demikian halnya dengan Tuhan. Yesus menjelaskan bahwa kebesaran seseorang terlihat dari kesediaan yang bersangkutan untuk melayani orang lain. Perbedaan cara mengukur kebesaran seseorang ini harus kita pahami karena hal tersebut akan berdampak terhadap sikap dan tindakan kita di dalam memperlakukan orang lain.

 

Prinsip ini terlihat di dalam penjelasan Tuhan Yesus di dalam Matius 20. Penjelasan yang merupakan tanggapan terhadap permohonan ibu dari anak-anak Zebedeus, yaitu agar di dalam Kerajaan Allah nanti kedua anaknya diperbolehkan untuk duduk di sebelah kanan dan di sebelah kiri Tuhan Yesus. Untuk itu Yesus menjelaskan bahwa untuk menjadi orang yang terkemuka mereka harus bersedia menjadi hamba. Yesus sendiri menjadi contoh tentang hal tersebut. Ia berkata bahwa Ia datang ke dunia bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Singkat kata, apabila kita ingin menjadi pribadi yang besar di mata Tuhan maka kita harus bersedia merendahkan hati dan melayani orang yang lebih sederhana dibandingkan diri kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sikap-sikap apakah yang perlu Anda kembangkan agar Anda menjadi besar sebagaimana yang Tuhan Yesus ajarkan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus aku sangat bersyukur kepada-Mu bahwa Engkau telah hadir di dunia menjadi seorang manusia. Engkau rela melayani manusia yang hina bahkan memberikan nyawa-Mu untuk menyelamatkan orang yang berdosa. Ya Tuhan kerelaan-Mu ini menjadi teladan yang mendorong diriku untuk juga rela merendahkan hati dan melayani orang lain. Roh Kudus tolonglah aku agar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabku aku bersikap, bertutur kata dan berperilaku sebagai seorang pelayan dan bukan seperti seorang tuan. Dengan demikian barulah Engkau akan dimuliakan melalui hidupku.

 

Tuhan yang penuh kasih, pimpinlah diriku agar semua kegiatanku di sepanjang hari ini selaras dengan kehendak-Mu. Tolonglah aku dengan anugerah-Mu sehingga semua yang aku kerjakan menjadi berhasil. Lindungilah diriku dari yang jahat dan jangan biarkan aku terjerat di dalam dosa. Limpahkanlah kemurahan-Mu kepada hamba-Mu ini. Kepada-Mu ya Tuhan Yesus aku menyerahkan doaku ini, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 20

Mazmur 20

Kejadian 39-40

 


  

Sabtu, 20 Januari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. (Mazmur 66:8-9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

7 Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya. 8 Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. 9 Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak. (Mazmur 20:7-9)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau Allah penguasa atas alam semesta. Tidak ada yang dapat menyamai apalagi melebihi kebesaran kuasa-Mu. Aku sadar bahwa selain Engkau tidak ada yang dapat memberi kepastian kemenangan. Sebab itu dengan sepenuh hati aku mau mengandalkan Engkau dalam menghadapi pelbagai pergumulan hidup. Tuhan aku percaya bahwa dengan mengandalkan Engkau dan menaati firman-Mu, aku akan tetap tegak berdiri dalam kondisi apapun.

 

Ya Bapa, kiranya dengan kemampuan yang Engkau berikan, aku mampu mengatasi semua tantangan yang aku hadapi di dalam hidupku. Juga dengan belas kasihan dari Roh Kudus aku dapat melayani orang-orang yang ada di sekitarku. Dengan demikian barulah aku dapat menjadi saksi yang memuliakan nama-Mu dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 20 Januari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. (Mazmur 130:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. 3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, 4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. (Kejadian 39:2-4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Penyertaan Tuhan mengakibatkan orang mampu menghasilkan hal yang positif pada lingkungannya. Memang hidup manusia tidak selalu diwarnai dengan hal-hal yang menyenangkan. Adakalanya kita harus melewati masa-masa yang sukar. Namun di dalam situasi yang apapun juga apabila Tuhan menyertai diri kita maka Ia akan menolong sehingga kita mampu menghasilkan hal positif. Dengan kata lain, hidup kita tidaklah tergantung kepada tempat dan situasi di mana kita berada namun kepada Tuhan yang menyertai diri kita.

 

Hal ini dapat kita lihat pada perjalanan hidup Yusuf seperti yang ditulis di dalam Kejadian 39. Sebenarnya ada banyak alasan bagi Yusuf untuk merasa kecewa dan pahit hati. Ia dijual menjadi budak oleh saudara-saudaranya sendiri. Ia dijebloskan ke dalam penjara karena hidup di dalam kebenaran. Namun karena Tuhan menyertai Yusuf maka sebagai akibat ia menjadi orang yang berhasil, baik di dalam rumah tempat ia menjadi budak maupun di penjara tempat ia ditahan. Bahkan melalui keadaan yang sukar tersebut Tuhan mengangkat dirinya menjadi raja muda di Mesir dan membawa dampak yang positif terhadap negeri tersebut.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apabila Tuhan menyertai diri Anda, bagaimana seharusnya Anda bersikap dan berperilaku di dalam kehidupan Anda sehari-hari?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa, aku sangat bersyukur karena Engkau berjanji akan senantiasa menyertai diriku. Engkau berkata bahwa Engkau tidak akan pernah meninggalkan aku dan tidak akan membiarkan diriku menghadapi kesukaran seorang diri. Janji-Mu ini menyanggupkan aku untuk menghadapi semua tantangan dan kesulitan yang aku alami. Aku yakin di balik semua kesulitan yang aku hadapi sesungguhnya Engkau telah menyediakan jalan keluarnya dan menolong diriku berhasil di dalam semua yang aku kerjakan.

 

Bapa aku bersyukur untuk semua kebaikan-Mu yang aku alami di sepanjang hari ini. Sempurnakanlah semua yang belum aku kerjakan secara maksimal, dan ampunilah aku untuk semua kesalahan dan pelanggaranku terhadap firman-Mu. Ya Allah yang penuh anugerah, aku menyerahkan hidupku ke dalam anugerah dan penyertaan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.