Selasa, 9 Januari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

6 Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. 7 Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! 8 Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! (Mazmur 47:6-8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni." (Matius 9:2)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Tuhan tidak akan mengabaikan iman kepada-Nya. Memang Tuhan adalah pribadi yang berdaulat. Itu sebabnya kita tidak dapat memaksa diri-Nya untuk bekerja sesuai dengan apa yang kita kehendaki dan percayai, sebab Ia bertindak menurut kehendak-Nya tanpa tergantung kepada apapun dan siapapun juga. Namun bukan berarti dengan demikian maka iman kepada Tuhan tidak berguna. Justru sebaliknya, Tuhan sangat menghargai kepercayaan orang kepada diri-Nya. Oleh sebab itu iman kepada Tuhan tidaklah akan sia-sia. Bahkan Ia acapkali menanggapi iman tersebut dengan bertindak lebih dari yang kita harapkan.

 

Hal ini dapat kita lihat di dalam pertolongan-Nya kepada orang yang lumpuh sebagaimana yang dicatat di dalam Matius 9. Ia memperhatikan iman dari orang-orang yang membawa si orang lumpuh itu kepada-Nya. Bukan saja Ia menanggapi iman itu dengan membuat si orang lumpuh itu agar mampu berjalan Ia juga mengampuni dosa yang bersangkutan. Dengan kata lain Ia bertindak lebih dari yang mereka harapkan. Apabila orang-orang tersebut mengharapkan pertolongan Tuhan secara jasmaniah, Ia menjawab iman mereka dengan menolong orang lumpuh yang mereka bawa kepada-Nya baik secara rohaniah maupun jasmaniah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang seringkali menghalangi orang untuk mempercayai kemauan dan kemampuan Tuhan untuk menolong dirinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Engkau adalah pribadi yang dapat diandalkan. Engkau tidak pernah mengingkari janji-Mu. Engkau mengasihi diriku dan menjamin masa depanku dengan penuh tanggung jawab. Aku percaya Engkau tidak akan pernah lalai di dalam memenuhi semua yang aku perlukan di dalam hidupku. Oleh sebab itu aku menyerahkan semua kekuatiran di dalam hatiku kepada-Mu dan gantikanlah dengan damai sejahtera yang memenuhi jiwaku.

 

Tuhan aku bersyukur untuk satu pekan yang telah aku lewati di tahun yang baru ini. Di setiap waktu aku dapat merasakan tangan-Mu memegang hidupku dan menuntun diriku di jalan-Mu yang benar. Tuhan tolonglah diriku di dalam semua yang akan aku kerjakan pada hari ini. Jadikanlah itu berhasil dan menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Sang Gembala yang Baik aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 9

Mazmur 9

Kejadian 17-18

 


  

Selasa, 9 Januari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh. (Mazmur 149:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN. (Mazmur 9:11)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan kepada kasih setia-Mu aku bersandar. Kasih-Mu tidak pernah berubah, dan kesetiaan-Mu turun temurun tidak akan berkesudahan. Kalaupun semua yang ada di dunia ini berubah namun kasih setia-Mu tetap untuk selama-lamanya. Di dalam kasih setia-Mu itulah Engkau akan meluputkan aku dari semua orang yang berniat buruk terhadap diriku, dan menyelamatkan aku dari hukuman atas pelanggaranku. Tuhan di dalam kasih setia-Mu itu aku merasakan damai sejahtera di dalam jiwaku.

 

Peliharalah aku di dalam kasih setia-Mu ya Tuhan. Bukan karena kebaikanku namun dengan kasih setia-Mu sertailah diriku di segala waktu. Hanya dengan demikian barulah hidupku akan menjadi penuh dengan makna, mambawa berkat bagi sesamaku dan memuliakan nama-Mu. Tuhan tolonglah aku agar hidupku tidak sia-sia namun merupakan kehidupan yang aku syukuri dan tidak akan pernah aku sesali. Di dalam Yesus Kristus aku menaikkan permohonanku. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 9 Januari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 2 Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" 3 Biarlah kaum Harun berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" 4 Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" (Mazmur 118:1-4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

           

3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: 4 "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.”

 

9 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. 10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (Kejadian 17:3-6, 9-11)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Perjanjian hanya akan berlaku apabila kedua belah pihak memenuhi kewajiban mereka masing-masing. Dengan kata lain suatu perjanjian tidak bersifat satu arah, namun timbal balik. Apabila kita menghendaki pihak yang terlibat dalam perjanjian dengan kita memenuhi kewajibannya maka kita juga harus memenuhi kewajiban kita. Adalah tidaklah mungkin bagi kita untuk meminta yang bersangkutan agar menepati janjinya apabila di saat yang sama kita mengingkari kewajiban kita kepadanya.

 

Hal inilah yang ditegaskan Allah di dalam perjanjian yang Ia ikat dengan Abraham sebagaimana yang dicatat di dalam Kejadian 17. Allah antara lain berjanji bahwa Ia akan memberkati Abraham dengan menjadikannya sebagai bangsa yang besar. Untuk itu Abraham dan keturunannya turun temurun berkewajiban untuk bersikap setia kepada Tuhan. Kesetiaan yang ditandai dengan penyunatan Abraham dan semua orang laki-laki keturunan Abraham. Sunat itu merupakan tanda pengingat bahwa mereka harus bersikap setia kepada Tuhan. Hanya dengan demikian barulah mereka boleh mengharapkan bahwa Allah akan memenuhi perjanjian-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan agar Anda tidak lupa bahwa Anda harus bersikap setia kepada Tuhan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, kesetiaan-Mu tidak pernah berubah, namun turun temurun tetap untuk selama-lamanya. Dengan kasih setia-Mu Engkau menjamin seluruh janji-Mu. Tuhan, ajar diriku untuk juga berlaku setia kepada-Mu. Ampuni apabila diriku adakalanya berlaku tidak setia kepada-Mu sedangkan di saat yang sama aku meminta Engkau untuk bersikap setia kepada janji-Mu. Tuhan tolonglah diriku untuk tidak melupakan janji setiaku kepada-Mu.

 

Tuhan yang limpah dengan anugerah aku berterima kasih untuk kebaikan-Mu yang telah aku alami sepanjang hari ini. Dengan setia Engkau senantiasa menuntun hidupku dan tidak pernah meninggalkan diriku. Dengan setia Engkau selalu menjaga serta melindungi diriku. Gembala yang baik aku berterima kasih untuk hari ini. Kepada-Mu ya Tuhan Yesus aku menyerahkan seluruh hidupku dan masa depanku. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

­­Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.