Kamis, 4 Januari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

Pengantar Ibadah

 

2 Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. 3 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. 4 Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah. (Mazmur 96:2-4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit)

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. 3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." 4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:2-4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Prioritas hidup seseorang menentukan kualitas hidup yang bersangkutan. Prioritas tersebut nampak dari apa yang akan ia utamakan di saat dirinya berada dalam keadaan terdesak. Orang yang mutu kehidupannya rendah adalah orang yang mendahulukan hal-hal yang menjawab kebutuhan sesaat dengan mengorbankan hal-hal yang bersifat abadi. Tetapi apabila di dalam keadaan terdesakpun ia tetap mengutamakan hal-hal yang bersifat abadi walaupun untuk itu ia harus mengesampingkan hal-hal yang bersifat sementara, maka hal itu menunjukkan yang bersangkutan adalah orang yang memiliki kualitas kehidupan yang luhur.

 

Hal itulah yang terlihat di dalam diri Yesus Kristus sebagaimana yang dicatat di dalam Matius 4. Di saat merasa lapar Ia menolak bujukan Iblis untuk mengubah batu menjadi roti. Bukan karena diri-Nya tidak mampu untuk melakukan hal tersebut, namun karena Ia tidak bersedia menuruti perkataan Iblis. Sebaliknya Ia lebih mendahulukan firman yang keluar dari mulut Allah dan yang bersifat abadi, walaupun untuk itu ia harus menahan rasa lapar yang bersifat sesaat saja. Prioritas Yesus ini menunjukkan keluhuran diri-Nya dan yang perlu kita teladani di dalam kehidupan kita sehari-hari.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Selama ini apabila Anda diperhadapkan kepada pencobaan seperti yang dialami Yesus, mana yang Anda dahulukan, kepentingan yang bersifat sesaat atau yang abadi? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku berterima kasih karena Engkau telah mengajar tentang apa yang seharusnya menjadi prioritas di dalam hidupku. Melalui keteladanan-Mu aku mengetahui bagaimana diriku harus mendahulukan apa yang seharusnya aku utamakan dan tidak memprioritaskan apa yang tidak semustinya aku prioritaskan. Dengan demikian, Engkau menolong diriku agar memiliki kualitas kehidupan yang mulia. Sehingga hidupku bukanlah sia-sia, namun penuh dengan makna.

 

Tuhan, tolonglah diriku dengan tuntunan Roh-Mu agar aku dapat menjalani hari ini dengan prioritas hidup yang benar. Berikan kepadaku kepekaan agar aku dapat mengenali tipu daya Iblis yang mencoba menyeret diriku kepada prioritas kehidupan yang keliru. Anugerahi diriku kemampuan untuk menolak bujukannya dan menang atas pencobaan yang aku hadapi setiap hari. Kepada-Mu ya Tuhan Yesus aku menyerahkan doa dan hidupku. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk hari ini:

 

Matius 4

Mazmur 4

Kejadian 7-8

 


  

Kamis, 4 Januari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

Pengantar Ibadah

 

Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. (Mazmur 89:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku! 3 Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan? Sela 4 Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya. (Mazmur 4:2-4)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau menjamin bahwa doaku kepada-Mu tidak akan sia-sia. Bagaikan seorang bapa yang mendengar seruan anak yang ia kasihi, demikianlah Engkau tidak akan mengabaikan seruanku kepada-Mu. Engkau pasti akan mengulurkan tangan-Mu dan mengabulkan doaku tepat pada waktunya. Oleh sebab itu, di dalam kesesakan aku tetap dapat melihat adanya pengharapan dan di dalam pergumulan hidup aku tetap dapat melihat sesungguhnya jalan keluar telah Engkau sediakan bagi diriku.

 

Tuhan, kembali aku menyerahkan hidupku ke dalam rahmat-Mu. Ya Allah pembelaku dan tempat perlindunganku, kepada-Mu aku datang berteduh. Batu karang yang kokoh, kota benteng hidupku, di dalam Engkau aku mengalami damai sejahtera. Peganglah masa depanku ya Tuhan dan bawalah diriku di jalan-jalan-Mu. Jadikan diriku saluran kasih-Mu bagi orang-orang di sekitarku sehingga nama-Mu dikenal dan mereka mengagungkan Engkau. Di dalam nama Yesus yang mendengar permohonanku, aku memanjatkan doaku. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 


  

Kamis, 4 Januari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

Pengantar Ibadah

 

"Dalam jemaah pujilah Allah, yakni TUHAN, hai kamu yang berasal dari sumber Israel!" (Mazmur 68:27)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. 5 Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya. 6 Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi. 7 Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu. (Kejadian 7:1, 5-7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang benar akan melakukan segala perintah yang Tuhan sampaikan. Memang kita disebut sebagai orang benar bukan karena perbuatan kita, namun karena kita dibenarkan oleh pengorbanan Kristus. Namun bukan berarti dengan demikian kita tidak perlu lagi menaati firman Tuhan. Justru karena kita adalah pribadi yang berstatus sebagai orang yang telah dibenarkan oleh Tuhan, maka kita wajib untuk hidup di dalam kebenaran itu, yaitu dengan melakukan seluruh firman Tuhan di dalam kehidupan kita sehari-hari.

 

Itulah yang terlihat di dalam diri Nuh sebagaimana yang dicatat di dalam Kejadian 7. Allah menyebut Nuh sebagai orang yang benar di hadapan-Nya. Maka, sebagai tanggapan, Nuh menaati firman Tuhan, yaitu agar dirinya membawa seluruh keluarganya masuk ke dalam bahtera. Padahal saat itu hujan belum turun dan tanda-tanda akan datangnya air bah sama sekali belum nampak. Dengan kata lain, wujud dari hidup benar di hadapan Tuhan adalah menaati firman-Nya walaupun ketika perintah Tuhan itu serasa sukar untuk dicerna dengan akal. Iman kepada firman Tuhan yang diwujudkan di dalam tindakan ini tidak terpisahkan dari kehidupan orang yang benar.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Mengapa acapkali orang tidak bersedia menaati seluruh perintah Tuhan di dalam kehidupannya sehari-hari?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau telah membenarkan diriku bukan atas dasar perbuatanku namun dengan pengorbanan-Mu. Sekarang, tolong diriku untuk belajar mensyukuri anugerah-Mu itu dengan selalu menaati firman-Mu. Walaupun adakalanya aku tidak dapat memahami perintah-Mu, namun aku percaya bahwa firman-Mu selalu membawa kebaikan bagi diriku. Melalui firman-Mu, Engkau menuntun diriku untuk mengalami seluruh kebaikan-Mu dan berjalan di dalam kehendak serta rencana-Mu.

 

Allah yang penuh rahmat dan anugerah, aku berterima kasih karena Engkau menolong diriku untuk semakin mengenal diri-Mu melalui firman-Mu. Permohonanku, tuntunlah aku dengan firman-Mu agar di tahun ini aku semakin dekat dan akrab dengan diri-Mu. Aku juga berterima kasih untuk semua kebaikan-Mu yang telah aku alami pada hari ini. Sempurnakanlah semua yang telah aku kerjakan dan berkatilah dengan keberhasilan. Di dalam nama Yesus Kristus, aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.