Rabu, 3 Januari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

Pengantar Ibadah

 

3 Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu! 4 Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku! (Mazmur 54:3, 4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit)

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya. (Matius 3:15)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Tujuan hidup yang paling mulia adalah melakukan seluruh kehendak Allah. Setiap orang pasti memiliki tujuan hidup. Bahkan orang yang tidak memiliki tujuan hiduppun sebenarnya juga memiliki tujuan, yaitu hidup dengan tujuan untuk tidak bertujuan, alias hidup asal hidup. Memang semua orang memiliki tujuan hidup, namun tidak semua orang memiliki tujuan yang sama. Ada orang yang ingin mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, ada yang mendambakan kedudukan setinggi mungkin, dan berbagai tujuan lainnya. Namun tidak ada tujuan hidup yang lebih berarti melampaui hidup dengan tujuan untuk melakukan seluruh kehendak Allah.

 

Hal itulah yang dikemukakan Tuhan Yesus kepada Yohanes Pembaptis di dalam Matius 3:15. Ia berkata bahwa keberadaan-Nya di dunia adalah untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah. Termasuk apabila Ia meminta agar Yohanes membaptis diri-Nya, hal itu adalah juga untuk melakukan kehendak Allah. Dengan cara demikian Ia memberikan teladan kepada kita tentang pentingnya merendahkan diri, mengesampingkan kehendak diri sendiri dan memasrahkan hidup untuk melakukan kehendak Allah. Sebagaimana yang dialami oleh Yesus Kristus, sikap inilah yang mengakibatkan Allah memandang diri kita mulia di hadapan-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang menjadi tujuan hidup Anda untuk tahun ini?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, aku bersyukur karena bagaimanapun latar belakang diriku aku dapat menjadi orang yang mulia di pandangan-Mu. Tanpa memandang tingkat sosial apapun diriku saat ini berada, aku dapat menjadi orang yang berharga di mata-Mu, yaitu apabila aku hidup untuk melakukan kehendak-Mu. Tuhan, ajar diriku untuk senantiasa merendahkan diri di hadapan-Mu, menyerahkan kehendakku kepada-Mu dan menjadi pelaku kehendak-Mu di dalam kehidupanku sehari-hari.

 

Tuhan, tolonglah diriku agar semakin mengenal kehendak-Mu. Berikan kepadaku telinga untuk mendengar dan mata untuk melihat rancangan-Mu bagi hidupku. Aku menyerahkan hidupku kepada tuntunan Roh-Mu. Aku juga menyerahkan semua yang akan aku kerjakan hari ini ke dalam pertolongan-Mu. Kiranya semua yang aku kerjakan berkenan kepada-Mu dan Engkau menjadikannya berhasil. Di dalam nama Yesus Kristus aku menyerahkan semua permohonanku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

Leksionari untuk hari ini:

 

Matius 3

Mazmur 3

Kejadian 5-6

 


  

Rabu, 3 Januari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

Pengantar Ibadah

 

Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan? (Mazmur 85:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! Sela (Mazmur 3:9)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Hanya dari pada-Mulah datang pertolonganku ya Tuhan. Selain Engkau tidak ada penolong lain yang dapat aku andalkan. Engkaulah perisai yang melindungi aku dari segala niat jahat orang lain. Ketika banyak orang memusuhi diriku sehingga aku terjepit dan terdesak, Engkaulah yang mengulurkan tangan-Mu untuk menolong aku. Engkau meluputkan aku dan Engkau mengangkat aku dalam kemuliaan. Ya Tuhan, betapa besar dan ajaib perbuatan-Mu bagi diriku.

 

Tuhan, Engkau menolong diriku agar aku juga dapat menolong orang lain. Engkau memberkati hidupku agar aku menjadi berkat bagi orang lain. Aku bersyukur atas semua pertolongan dan berkat-Mu baik yang kusadari maupun yang tidak kuketahui. Sungguh sangat banyak tak terhitung jumlahnya. Tuhan, lanjutkanlah kebaikan-Mu atas hidupku supaya aku dapat menjadi saluran berkat-Mu bagi orang-orang di sekitarku. Kepada-Mu ya Tuhan Yesus, sumber pertolongan dan berkat yang sejati aku mengangkat doaku. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 


  

Rabu, 3 Januari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

3 Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya. 4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. (Mazmur 25:3, 4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. (Kejadian 6:9)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Keakraban dengan Tuhan akan menentukan keteguhan iman kita. Kekokohan iman yang terlihat dari hidup tetap menaati kehendak Tuhan walaupun kita berada di tengah-tengah lingkungan yang hidup secara bertentangan dengan kehendak-Nya. Tentu adalah hal yang tidak mudah untuk hidup melawan arus dan adalah jauh lebih gampang untuk hidup mengikuti arus di sekitar kita. Itu sebabnya adalah penting untuk memelihara keakraban dengan Tuhan sebab hanya dengan demikian kita dapat menjaga stamina iman kita.

 

Hal inilah yang terlihat pada diri Nuh seperti yang dicatat di dalam Kejadian 6. Tentu tidaklah mudah bagi dirinya untuk hidup dengan benar dan tidak bercela sementara ia berada di tengah-tengah masyarakat yang bobrok. Dirinya bagaikan ikan hidup yang mampu berenang melawan arus, dan bukan ikan yang mati akan hanyut terbawa oleh arus. Satu hal yang disebut tentang Nuh mengiring penjelasan tentang konsistensi imannya, yaitu bahwasanya dirinya hidup bergaul dengan Allah. Dengan kata lain, keakraban dirinya dengan Allah inilah yang memampukan dirinya hidup dengan iman yang kokoh sehingga tidak terseret arus kebobrokan di sekitarnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apa yang perlu Anda lakukan untuk memelihara keakraban dengan Tuhan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari bahwa tanpa pertolongan-Mu aku tidak akan mampu hidup benar dan tidak bercatat berdasarkan upayaku sendiri. Menghadapi tantangan zaman ini aku memerlukan penyertaan-Mu. Aku bersyukur karena Engkau di dalam anugerah-Mu bersedia menerima diriku dan mengijinkan aku untuk bergaul dengan diri-Mu. Hanya dengan demikian, aku akan bertumbuh di dalam iman yang semakin kokoh kepada-Mu.

 

Aku juga memohon agar melalui Ibadah Harian ini relasiku dengan diri-Mu semakin bertambah akrab. Condongkanlah hatiku untuk hidup mengikuti kebenaran-Mu sehingga hidupku dapat menjadi terang dan garam bagi sekelilingku, hidup mempengaruhi dan bukannya dipengaruhi oleh keadaan di sekitarku. Dengan demikian aku tidak hidup terbawa arus namun hidup melawan arus dan memberi dampak yang positif untuk kemuliaan nama-Mu. Kepada-Mu ya Tuhan kupanjanjatkan doa ini demi nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.