Selasa, 2 Januari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

Pengantar Ibadah

 

Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. (Mazmur 119:147)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit)

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (Matius 2:9-11)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Allah bersedia menuntun manusia untuk berjumpa dengan diri-Nya. Apabila tidak semua orang yang menjabat kedudukan yang penting bersedia ditemui oleh sembarang orang, tidak demikian halnya dengan Allah. Ia bersedia untuk menerima semua orang yang mencari diri-Nya. Bahkan bukan hanya Ia bersedia menerima mereka, malahan Dialah yang mengambil inisiatif untuk membawa manusia agar datang kepada-Nya. Singkat kata, oleh anugerah Allah, manusia mencari Dia dan oleh anugerah-Nya pulalah manusia dapat berjumpa dengan Dia.

 

Hal itulah yang dialami oleh orang-orang majus dari Timur. Allah yang menampakkan bintang kepada mereka sehingga orang-orang majus itu mengetahui bahwa seorang raja telah lahir di antara orang Yahudi. Sebagaimana yang dicatat di dalam Matius 2, Allah pulalah yang menuntun mereka dengan bintang sehingga orang-orang majus tersebut dapat berjumpa dengan Yesus, Sang Raja yang hendak mereka sembah. Singkat kata, Allah adalah pribadi yang bersedia menuntun kita untuk mengenal Dia dan berjumpa dengan Dia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Pelajaran apakah yang Anda dapat timba dari sikap orang-orang majus di dalam menanggapi tuntunan Allah yang membawa mereka untuk berjumpa dengan Kristus?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allah, aku bersyukur karena di dalam anugerah-Mu, Engkau telah menuntun diriku untuk datang dan berjumpa dengan diri-Mu melalui Yesus Kristus Tuhanku. Tanpa anugerah-Mu tersebut, aku tidak akan dapat bertemu apalagi menjalin relasi yang akrab dengan diri-Mu. Hanya karena anugerah-Mulah, aku dapat datang dan beribadah kepada-Mu. Oleh sebab itu, ajarlah diriku untuk tidak menyia-nyiakan anugerah-Mu itu namun menghargainya sebagaimana seharusnya.

 

Tuhan, seperti orang majus yang mempersembahkan emas, kemenyan dan mur kepada-Mu, demikianlah melalui Ibadah Harian ini, aku mempersembahkan waktu dan hatiku kepada-Mu. Aku berdoa agar hidupku di sepanjang hari ini merupakan persembahan yang menyenangkan hati-Mu. Tuntunlah diriku untuk melakukan kehendak-Mu walaupun untuk itu aku harus meninggalkan kemapanan dan kenyamanan hidupku. Tuhan, tolonglah diriku agar hidupku di sepanjang tahun semakin hari semakin bertambah akrab dengan diri-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus yang limpah dengan anugerah, aku mengangkat permohonan ini. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk hari ini:

 

Matius 2

Mazmur 2

Kejadian 3-4

 


  

Selasa, 2 Januari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

Pengantar Ibadah

 

Dengarlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu; ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-Mu. (Mazmur 119:149)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, 12 supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 2:11, 12)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allah, Engkaulah Raja yang Agung, penuh dengan kemuliaan dan kekudusan. Engkau berkuasa dan penuh dengan anugerah. Aku bersyukur karena oleh anugerah-Mu, Engkau mengizinkan diriku untuk datang menghadap dan menyembah-Mu. Aku memuji-Mu karena di dalam kasih-Mu aku diperbolehkan untuk datang dan berlindung di bawah naungan kuasa-Mu. Di dalam Engkau ya Tuhan, aku merasakan damai sejahtera yang berlimpah-limpah.

 

Tuhan, bimbinglah diriku untuk hidup menghormati Engkau di dalam segala kegiatanku hari ini. Kiranya rasa takut dan gentar kepada-Mu senantiasa memenuhi hatiku sehingga aku bertindak dengan hati-hati sesuai dengan tuntunan-Mu. Jadikanlah diriku berkat bagi sesamaku dengan hidup menaati firman-Mu. Melalui Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 


  

Selasa, 2 Januari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

Pengantar Ibadah

 

6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. 7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! (Mazmur 95:6, 7)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" 2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." 4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, 5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." (Kejadian 3:1-5)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Separuh kebenaran bukanlah kebenaran yang sesungguhnya. Tidak jarang orang mengutarakan separuh kebenaran dengan maksud untuk memperdaya orang lain. Karena tidak bersikap waspada, pada umumnya orang dengan mudah terjebak oleh informasi yang setengah benar tersebut. Sebagai akibat, pada giliran berikutnya yang bersangkutan terseret kepada ketidakbenaran. Dengan kata lain, kita tidak boleh bersikap ceroboh terhadap informasi yang kita terima, namun kita harus memilah antara informasi yang benar dengan salah dan juga membedakan antara yang benar dengan yang setengah benar.

 

Informasi yang setengah benar itulah yang disampaikan oleh Iblis kepada Hawa. Sebagaimana yang dicatat di dalam Kejadian 3 yang bersangkutan mengambil rupa sebagai seekor ular dan mengutip firman Tuhan secara setengah benar. Ia berkata kepada Hawa: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Tanggapan Hawa terhadap informasi yang setengah benar inilah yang pada gilirannya membuka peluang bagi Iblis untuk menjebak Hawa ke dalam ketidakbenaran. Singkat kata, kita harus bersikap waspada terhadap informasi yang setengah benar, termasuk terhadap firman Allah yang dikutip secara setengah benar.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana kita dapat menghindarkan diri terhadap jebakan informasi yang setengah benar?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Firman-Mu adalah kebenaran. Tidak pernah Engkau menyampaikan firman yang bersifat setengah benar. Oleh sebab itu firman-Mu dapat aku andalkan dan merupakan penuntun yang sangat aku perlukan. Tuhan, penuhilah diriku dengan rasa haus terhadap firman-Mu. Penuhilah diriku dengan kebenaran-Mu itu sehingga aku dapat membedakan antara yang benar dengan yang salah, bahkan antara yang benar dengan yang setengah benar. Sebab hanya dengan demikian barulah aku dapat hidup menyenangkan hati-Mu dan terhindar dari jebakan licin yang akan menghancurkan hidupku.

 

Tuhan, aku berterima kasih untuk penyertaan dan pertolongan-Mu yang telah aku alami sepanjang hari ini. Di dalam segala keadaan Engkau tidak pernah meninggalkan diriku. Dengan tangan-Mu yang kuat, Engkau menuntun dan menjaga diriku. Di dalam Engkau, aku merasakan damai sejahtera. Aku menyerahkan semua yang telah aku lakukan hari ini ke dalam tangan anugerah-Mu. Jadikanlah semua itu berhasil oleh karena pertolongan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus aku memanjatkan doa ini, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.