materi.php

Tanggal 28 Februari

Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung. (Mazmur 31:24)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

23 Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? 24 Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, 25 dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. 26 Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. (Markus 3:23-26)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Adalah sepatutnya manusia mengerti pentingnya kesatuan, sebab Iblispun memahami bahwa di dalam kesatuan terdapat kekuatan. Hanya sayangnya tidak jarang dalam hal ini Iblis lebih bijaksana dibandingkan manusia. Di dalam sikap yang tidak bijaksana acapkali manusia tega untuk mengorbankan kesatuan hanya karena ia mengejar kepentingan pribadinya. Tidak jarang ia lebih mengutamakan keinginan hatinya sendiri dibandingkan dengan kepentingan bersama. Padahal seharusnya ia memahami apabila sebatang lidi mudah dipatahkan, maka seikat lidi yang bersatu tidak akan mudah dibengkokkan.

 

Bahwasanya Iblispun memahami tentang pentingnya kesatuan itulah yang dikemukakan Yesus di dalam Markus 3. Kepada para pemuka agama Yahudi yang menuduh bahwa Ia mengusir setan dengan kuasa Iblis, Yesus menjelaskan bahwa Iblis tidak akan melawan dirinya sendiri. Dalam hal ini yaitu karena Iblis mengetahui bahwa bila dirinya terbagi-bagi maka ia tidak akan bertahan lama. Tentang hal itu Yesus berkata: "Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya." Dengan kata lain, kalau Iblis dapat memahami bahwa di dalam kesatuan terdapat kekuatan, maka adalah sepatutnya bagi kita untuk mengerti pentingnya kesatuan itu.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda, mengapa acapkali manusia meremehkan pentingnya kesatuan? Bagaimana dengan diri Anda, sudahkah Anda menghargainya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah diriku untuk senantiasa menyadari pentingnya hidup di dalam kesatuan. Memang aku tidak boleh mengorbankan kebenaran karena demi mengejar kesatuan, demikian pula aku tidak boleh mengorbankan kesatuan karena mengejar ambisi ataupun keinginan pribadiku. Tuhan, tolonglah diriku agar dapat memahami di dalam hal apa saja diriku sepatutnya memelihara kesatuan tersebut. Penuhilah diriku dengan hikmat-Mu agar aku mampu membawa kesatuan di tengah perpecahan, dan bukan menjadi penyebab percideraan di tengah persaudaraan. Dengan demikian aku hidup sebagai anak-anak-Mu, karena Engkau adalah Raja Damai yang membawa perdamaian di tengah persengketaan.

 

Tuhan, di awal hari ini aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu yang penuh dengan kasih dan kemurahan. Aku memohon tuntunan-Mu di sepanjang hari ini. Tolonglah diriku agar aku mampu mengerjakan semua tugas dan kewajibanku pada hari ini di dalam keberhasilan. Aku percaya bahwa Engkau akan menyediakan jalan keluar yang tepat bagi semua kesulitan yang aku hadapi. Tolonglah aku untuk mengerti jalan-jalan-Mu sehingga aku dapat mengisi hari ini dengan kehidupan yang bermakna dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolongku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Markus 3

Mazmur 59

Bilangan 1-2

 

 

 

 

Music: Bendigo Al Senor

Composer: Taizé

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 


  

Tanggal 28 Februari

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus. (Mazmur 28:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Tetapi Engkau, TUHAN, menertawakan mereka, Engkau mengolok-olok segala bangsa. 10 Ya kekuatanku, aku mau berpegang pada-Mu, sebab Allah adalah kota bentengku. 11 Allahku dengan kasih setia-Nya akan menyongsong aku; Allah akan membuat aku memandang rendah seteru-seteruku. 12 Janganlah membunuh mereka, supaya bangsaku tidak lupa, halaulah mereka kian ke mari dengan kuasa-Mu, dan jatuhkanlah mereka, ya Tuhan, perisai kami! (Mazmur 59:9-12)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, kuasa-Mu lebih besar dari semua tantangan yang kuhadapi di dalam hidupku. Oleh sebab itu Engkau menertawakan dan mengolok-olok semua orang yang berniat untuk merugikan umat-Mu. Karena di dalam kasih dan kuasa-Mu Engkau berkenan melindungi dan membela diriku terhadap semua orang yang bermaksud buruk terhadap hidupku. Engkau akan membalik semua rancangan jahat yang mereka susun terhadap diriku berbalik menjadi jalan bagi-Mu untuk memberkati diriku. Ke dalam tangan kasih setia-Mu itu aku mempercayakan hidupku, dan di dalam perlindungan-Mu aku bernaung.

 

Sekarang aku menyerahkan hidupku kepada-Mu, ya Tuhan, Kota Benteng hidupku. Tuntunlah diriku untuk senantiasa di dalam kebenaran-Mu. Karena dengan demikian hidupku akan berkenan kepada-Mu, dan aku dapat menjadi saksi-Mu bagi orang-orang yang ada di sekitar diriku. Penuhilah diriku dengan hikmat-Mu sehingga dapat membuat pilihan serta keputusan yang benar. Supaya dengan demikian aku tidak hidup di dalam kesia-siaan, dan nama-Mu ditinggikan melalui semua yang kulakukan. Sertailah diriku dengan keberhasilan di dalam semua hal yang kukerjakan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolongku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

 

Music: La Tenebre

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 


  

Tanggal 28 Februari

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

33 Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi Tuhan; 34 bagi Dia yang berkendaraan melintasi langit purbakala. Perhatikanlah, Ia memperdengarkan suara-Nya, suara-Nya yang dahsyat! (Mazmur 68:33, 34)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

           

48 Sebab TUHAN telah berfirman kepada Musa: 49 "Hanya suku Lewi janganlah kaucatat dan janganlah kauhitung jumlahnya bersama-sama dengan orang Israel, 50 tetapi tugaskanlah mereka untuk mengawasi Kemah Suci, tempat hukum Allah dengan segala perabotan dan perlengkapannya; mereka harus mengangkat Kemah Suci dengan segala perabotannya; mereka harus mengurusnya dan harus berkemah di sekelilingnya. 51 Apabila berangkat, Kemah Suci harus dibongkar oleh orang Lewi, dan apabila berkemah, Kemah Suci harus dipasang oleh mereka; sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati. (Bilangan 1:48-51)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kesempatan untuk melayani Tuhan merupakan suatu kehormatan yang istimewa, dan bukan sebagai suatu jasa karena Tuhan memerlukan pelayanan kita. Di dalam hal ini acapkali orang keliru memahami tentang makna pelayanan kepada Tuhan. Ia beranggapan bahwa karena Tuhan memerlukan kemampuannya maka Tuhan memanggil dirinya untuk melayani Dia. Padahal kalau seseorang diminta oleh presiden untuk menjadi seorang menteri, maka ia akan sangat berterima kasih. Karena kesempatan tersebut merupakan suatu kehormatan yang istimewa. Ia tidak akan menepuk dada dengan beranggapan bahwa sang presiden membutuhkan dirinya. Sikap rendah hati seperti itulah yang seharusnya menjadi tanggapan dari orang yang diberi kesempatan Tuhan untuk melayani Dia.

 

Sikap yang sama Tuhan kemukakan di dalam Bilangan 1. Di situ Tuhan membedakan suku Lewi dengan suku-suku Israel lainnya. Ia memberi orang Lewi kesempatan untuk melayani diri-Nya, yaitu dengan mengurus Kemah Suci. Kesempatan yang tidak diberikan-Nya kepada suku-suku Israel yang lain. Oleh sebab itu kesempatan ini merupakan suatu kehormatan yang istimewa. Sedemikian istimewanya sehingga bila orang awam, yaitu seseorang dari suku yang lain datang mendekat ketika orang Lewi memasang Kemah Suci, maka orang itu akan kehilangan nyawanya. Hal ini menegaskan bahwa sesungguhnya kesempatan untuk melayani Tuhan merupakan suatu kehormatan yang istimewa, dan bukan merupakan suatu jasa karena Tuhan memerlukan pelayanan kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda terlibat di dalam pelayanan kepada Tuhan? Bagaimana seharusnya sikap Anda terhadap kesempatan untuk melayani Dia?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari bahwa Engkau adalah pribadi yang mahamulia. Oleh karena itu kesempatan untuk melayani diri-Mu merupakan suatu anugerah dan kehormatan yang sangat besar bagiku. Sebab sesungguhnya diriku adalah pribadi yang terbatas, dan Engkau di dalam kedaulatan-Mu tidak memerlukan apapun atau siapapun juga. Ampunilah diriku apabila aku bersikap jual mahal terhadap kesempatan yang Engkau berikan kepadaku untuk terlibat di dalam pelayanan kepada-Mu. Hal ini menunjukkan bahwasanya kepongahan masih menguasai hatiku. Padahal sesungguhnya bukan Engkau yang memerlukan diriku, namun justru aku yang memerlukan diri-Mu.

 

Ya Allah, aku berterima kasih untuk waktu yang telah kulalui pada hari ini. Hampir genap dua bulan di tahun ini telah aku lewati di dalam tuntunan dan penyertaan-Mu. Di sepanjang waktu itu tidak pernah sekalipun Engkau meninggalkan diriku. Namun dengan kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan Engkau senantiasa berjalan bersama diriku dan membimbing hidupku. Di dalam penyertaan-Mu aku mengalami segala kebaikan dan kemurahan-Mu. Di dalam tuntunan-Mu aku merasakan damai sejahtera yang berlimpah. Engkau sungguh baik bagi hidupku. Di dalam iman dan pengharapan kepada-Mu aku menyerahkan hari-hari yang ada di hadapanku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Genapilahlah rancangan dan janji-Mu di dalam hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang berlimpah-limpah anugerah-Nya, aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

­­Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

 

Music: Nunc Dimittis

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html