Sabtu, 29 Desember 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya. (Mazmur 145:21)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia. (Filipi 2:14, 15)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sikap kita di dalam melakukan segala sesuatu akan menunjukkan kualitas diri kita. Biasanya kita akan bersukacita jika kita melakukan sesuatu yang memang kita sukai dan tidak menyulitkan diri kita. Namun tidaklah demikian jika kita harus melakukan sesuatu yang kurang kita sukai dan menemui banyak tantangan. Acapkali kita mulai mengeluh bahkan menolak untuk melakukannya. Justru dalam keadaan seperti inilah kualitas diri kita yang sesunggguhnya dapat terlihat. Ketika kita melakukan segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, kita akan menunjukkan kualitas diri kita sebagai anak-anak Allah. Dengan demikian kita akan menjadi terang di tengah-tengah dunia.

 

Hal inilah yang diajarkan rasul Paulus kepada jemaat Filipi seperti yang tercatat di dalam Filipi 2. Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat Filipi mengenai pentingnya memiliki sikap yang tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan di dalam melakukan segala sesuatu. Dengan memiliki sikap tersebut, mereka akan menunjukkan kualitas sebagai anak-anak Allah yang tidak beraib, tidak bernoda dan tidak bercela. Kualitas hidup yang demikian yang membedakan jemaat Filipi sebagai anak-anak Allah, dengan orang-orang di sekitar mereka yang tidak mengenal Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apa yang membuat Anda dapat melakukan segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ampunilah aku jikalau aku sering bersungut-sungut dalam melakukan tugasku. Aku menyadari bahwa sikapku tersebut tidak menunjukkan sikap yang seharusnya dimiliki oleh anak-anak Allah. Tolonglah aku dalam membangun kebiasaan untuk bersyukur dan bersukacita di dalam melakukan segala sesuatu. Jadikan aku terang di tengah-tengah dunia yang gelap ini. Berikan kepadaku kesungguhan hati di dalam melakukan segala tugas dan tanggung jawabku, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Roh Kudus, penuhilah hatiku dengan kebenaran firman-Mu, sehingga dimanapun aku berada orang-orang dapat melihat karakter Kristus di dalam hidupku.

 

Ya Tuhan, berikanlah aku kesadaran bahwa di dalam segala sesuatu, Engkau senantiasa menyertaiku dan memberikan pertolongan yang ajaib bagiku. Engkau tidak pernah membiarkan aku sendirian, namun Engkau selalu memberikan kekuatan, penghiburan dan pertolongan pada waktunya. Terima kasih Bapa atas kesetiaan dan kesabaran-Mu bagiku. Aku bersyukur atas kasih setia-Mu yang tidak pernah habis-habisnya. Sungguh ajaib pemeliharaan-Mu dalam hidupku. Biarlah bibirku senantiasa memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Memohon Rahmat Tuhan

 

Yesus, Anak Domba Allah, kasihanilah kami

Yesus, Anak Domba Allah, kasihanilah kami

Yesus, Anak Domba Allah, berilah kami damai-Mu

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Filipi 2

Amsal 30

Ayub 40-41


  

Sabtu, 29 Desember 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu. (Mazmur 119:101)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. (Amsal 30:5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, firman-Mu adalah penuntun dan perisai bagiku di dalam menghadapi setiap keadaan. Begitu banyak keputusan-keputusan yang harus aku ambil dalam hidup ini yang menentukan masa depanku. Hanya dengan berpegang kepada firman-Mu sajalah aku tidak salah dalam mengambil keputusan. Aku bersyukur bahwa firman-Mu itu murni untuk kebaikan diriku dan dapat kuandalkan di setiap waktu. Aku tidak akan takut dan kuatir di dalam menghadapi hari esok, karena firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Engkaulah jaminan bagi masa depanku, dan pengharapanku di dalam Engkau tidak pernah mengecewakan.

 

Tuhan, terangilah hati dan pikiranku agar ketika aku membaca firman-Mu, aku dapat mengerti dan menerapkannya dalam hidupku sehari-hari. Aku yakin dan percaya bahwa dengan melakukan firman-Mu, maka imanku akan menjadi kuat dan kokoh. Sehingga apapun masalah dan persoalan yang aku hadapi, aku percaya Engkau yang memberikanku kemenangan dan jalan keluar. Terima kasih Tuhan untuk firman-Mu yang hidup di dalamku. Bersama-Mu aku akan mengalami kemenangan demi kemenangan di dalam hidupku. Tuhan, tolonglah diriku agar melalui sikap dan perbuataanku aku dapat menjadi kesaksian yang hidup bagi orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 29 Desember 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. (Mazmur 145:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

19 Dapatkah orang menangkap dia dari muka, mencocok hidungnya dengan keluan?" 20 "Dapatkah engkau menarik buaya dengan kail, atau mengimpit lidahnya dengan tali? 21 Dapatkah engkau mengenakan tali rotan pada hidungnya, mencocok rahangnya dengan kaitan? (Ayub 40:19-21)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Ketika kita melihat kebesaran ciptaan Tuhan, kita menyadari kemahakuasaan-Nya. Melalui ciptaan-Nya Tuhan bersedia menyatakan diri-Nya kepada manusia. Hikmat dan kuasa Tuhan yang tak terbatas dapat dilihat dari bagaimana bumi ini bekerja beserta makhluk hidup yang ada di dalamnya. Oleh karena itu kita tidak sepantasnya menyalahkan ataupun berusaha mengajarkan Tuhan bagaimana Dia mengatur hidup kita. Namun dengan segala kerendahan hati kita harus menyerahkan diri kita sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan.

 

Di akhir penderitaan yang dialami oleh Ayub, Tuhan menyatakan diri-Nya kepada Ayub. Di dalam Ayub 40, Tuhan berbicara kepada Ayub dan menyadarkan Ayub tentang ketidakterbatasan Tuhan dan keterbatasan Ayub sebagai seorang manusia. Untuk itu Tuhan memberikan gambaran tentang dua binatang, yaitu kuda nil dan buaya. Jika manusia seperti Ayub tidak mampu mengendalikan kedua binatang tersebut, bagaimana mungkin manusia dapat merasa lebih pandai dari Tuhan di dalam mengatur kehidupan ini. Oleh karena itu, Ayub tidak pantas meragukan dan menyalahkan Tuhan tentang bagaimana Tuhan mengatur kehidupan ini.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang harus Anda lakukan agar Anda tidak menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi pada diri Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang di sorga, aku bersyukur karena Engkau adalah pribadi yang memegang kendali atas hidupku. Di dalam hikmat dan kuasa-Mu yang tak terbatas, Engkau mengendalikan bumi ini dengan segala isinya termasuk hidupku. Ajarlah aku untuk melihat kedasyatan-Mu melalui ciptaan-ciptaan-Mu yang ada di sekitar aku. Ampunilah aku jika aku meragukan karya-Mu di dalam hidupku karena aku kurang mengenal-Mu. Tuhan, aku percaya bahwa Engkau turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan dalam hidupku, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Aku bersyukur kepada-Mu ya Tuhan karena di dalam kasih-Mu Engkau selalu memberikan apa yang kuminta, bahkan Engkau menyediakan hal-hal yang belum pernah aku pikirkan.

 

Ya Bapa, aku bersyukur dan berterima kasih untuk tuntunan dan penyertaan-Mu atas hidupku di sepanjang pekan ini. Terima kasih karena aku boleh menjalani hidupku dengan kepastian bahwa Engkau memegang kendali atas hidupku. Sekarang aku berdoa dan menyerahkan semua yang telah kukerjakan di sepanjang pekan ini ke dalam tangan kasih-Mu. Berkatilah dan jadikanlah semua yang aku kerjakan berhasil dan memuliakan nama-Mu. Sungguh aku bersukacita karena di dalam janji-Mu aku dapat menyongsong hari esok dalam iman dan pengharapan. Di dalam nama Yesus, Tuhan dan Allahku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.