Kamis, 1 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Selamatkanlah kami, ya TUHAN, Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu. (Mazmur 106:47)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran. 4 Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran. (3Yohanes 1: 3, 4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kita bersukacita bila orang yang kita kasihi hidup dalam keberkatan, dan kita akan terlebih bersukacita lagi kalau mereka hidup dalam kebenaran. Tentu adalah wajar apabila orang tua merasa bersukacita ketika anak yang ia kasihi hidup dalam keberkatan. Sebab tentu semua orang tua mengharapkan hal yang baik bagi kehidupan anak-anak-Nya. Namun tidaklah cukup bila orang yang kita kasihi itu hidup dalam keberkatan. Sebab berkat, apabila berbentuk berkat secara jasmani, sifatnya tidaklah abadi. Lebih dari hidup diberkati, yang sepatutnya membuat kita bersukacita adalah bila orang yang kita kasihi tersebut hidup di dalam kebenaran. Sebab kebenaran akan mendatangkan berkat secara jasmani maupun rohani baik untuk masa kini maupun di dalam kehidupan yang akan datang.

 

Sukacita oleh karena orang yang dikasihi hidup di dalam kebenaran itulah yang dikemukakan oleh rasul Yohanes di dalam suratnya, yaitu 3Yohanes 1. Di situ ia berkata hatinya sangat bersukacita ketika beberapa orang datang menjumpai dirinya dan menyampaikan kesaksian bahwa Gayus, sang penerima surat tersebut, hidup di dalam kebenaran. Ia menulis "bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran." Dengan kata lain, kalaupun semisalnya Yohanes mendengar bahwa Gayus hidup di dalam keberkatan sukacita di dalam hatinya tidaklah akan lebih besar dibandingkan ketika ia mendengar bahwa Gayus yang ia kasihi dan merupakan anak rohaninya itu hidup di dalam kebenaran.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Manakah yang Anda akan pilih, hidup dalam keberkatan atau hidup dalam kebenaran? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, aku berterima kasih untuk semua berkat yang telah Engkau curahkan di dalam hidupku. Karena sesungguhnya semua itu aku alami hanya oleh sebab kemurahan-Mu bagi diriku. Terlebih lagi aku bersyukur karena oleh anugerah-Mu Engkau telah menuntun diriku untuk hidup di dalam kebenaran-Mu. Sehingga dengan demikian hidupku dapat menyenangkan hati-Mu dan mengalami semua kebaikan-Mu baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang. Di dalam kebenaran itulah aku dapat mengalami hidup yang penuh dengan makna serta berjalan di dalam berkat kehidupan yang tidak tergantung kepada keadaan, malahan bersifat abadi untuk selama-lamanya.

 

Mengawali hari ini dan bulan yang baru ini aku mengangkat hatiku kepada-Mu di dalam ucapan syukur dan penyerahan diri. Aku bersyukur kepada-Mu karena kasih setia-Mu tetap untuk selama-lamanya. Aku menyerahkan diriku kepada-Mu karena sungguh aku memerlukan tuntunan dan penyertaan-Mu di dalam kehidupanku hari demi hari. Tuhan, tuntunlah aku di jalan-Mu yang benar. Sertailah diriku melalui Roh-Mu yang memberi kekuatan dan damai sejahtera di dalam jiwaku. Ya Tuhan, berkatilah semua yang aku kerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. Tolonglah diriku agar dapat menjalani hari ini dengan kehidupan yang penuh makna dan menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

3Yohanes 1

Mazmur 122

Yeremia 46-47

 


  

Kamis, 1 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN. (Mazmur 54:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN." (Mazmur 122:1)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu karena Engkaulah sumber sukacitaku. Hanya oleh anugerah-Mu Engkau melayakkan diriku menghampiri takhta kasih karunia-Mu. Sebab lebih baik satu hari di rumah Tuhan daripada seribu hari di tempat lain. Di tempat kediaman-Mu aku mendapatkan ketenangan dan damai sejahtera yang penuh. Firman-Mu selalu menuntunku untuk berjalan dalam kebenaran, dan tidak pernah sekalipun Engkau mengabaikan doa yang aku panjatkan kepada-Mu. Ampuni diriku yang acapkali melakukan ibadah dengan keterpaksaan dan baharuilah hatiku senantiasa ya Tuhan agar ibadah kepada-Mu menjadi puncak sukacitaku.

 

Kembali aku datang kepada-Mu di paruh waktu hari ini. Aku bersyukur dan bersukacita karena Engkau tidak pernah membiarkan diriku menjalani kehidupan seorang diri. Engkau bersedia menolongku di dalam menunaikan tugas dan tanggung jawabku sebagaimana seharusnya. Firman-Mu senantiasa menuntun diriku untuk hidup dalam jalan-jalan-Mu sehingga aku terluput dari segala jerat dan terbebas dari pencobaan. Roh Kudus, tolonglah diriku menjadi saluran berkat-Mu bagi orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sumber sukacitaku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 1 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku. (Mazmur 13:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

27 Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, janganlah gentar, hai Israel! Sebab sesungguhnya, Aku menyelamatkan engkau dari tempat jauh dan keturunanmu dari negeri pembuangan mereka. Yakub akan kembali dan hidup tenang dan aman, dengan tidak ada yang mengejutkan. 28 Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku menyertai engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kucerai-beraikan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah." (Yeremia 46:27, 28)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Keadilan dan kesetiaan Allah berjumpa di dalam hukuman yang Ia jatuhkan kepada umat yang melanggar firman-Nya. Apabila Allah tidak adil maka kejahatan akan merajalela di muka bumi. Hanya karena Dia adalah pribadi yang adil itu sebabnya Ia tidak akan membiarkan pelanggaran terhadap hukum-hukum yang Ia firmankan berlalu dengan begitu saja, namun menjatuhkan hukuman terhadap mereka yang melanggarnya. Di sisi yang lain karena Allah adalah pribadi yang setia kepada janji-Nya itu sebabnya Ia tidak memusnahkan umat-Nya yang telah melanggar firman-Nya. Sebaliknya Ia menghukum mereka secara terukur untuk membawa umat-Nya ke dalam pertobatan.

 

Bahwasanya Allah menghukum umat-Nya berdasarkan keadilan dan kesetiaan-Nya itulah yang dikemukakan-Nya di dalam Yeremia 46. Melalui nabi Yeremia Allah menyampaikan bahwa Ia akan membuang mereka dengan keadilan-Nya, karena pelanggaran yang mereka lakukan. Tentang hal itu Ia berkata: "Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah." Namun di saat yang sama, di dalam kesetiaan-Nya Ia tidak akan memusnahkan mereka di dalam murka-Nya. Tentang hal tersebut Ia berfirman: "Aku menyelamatkan engkau dari tempat jauh dan keturunanmu dari negeri pembuangan mereka." Singkat kata, keadilan dan kesetiaan Allah berjumpa di dalam hukuman yang Ia jatuhkan kepada umat yang melanggar firman-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Karena Allah adalah pribadi yang adil, apakah seharusnya sikap Anda kepada firman-Nya? Karena Allah adalah pribadi yang setia, apakah seharusnya sikap Anda kepada hukuman-Nya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah pribadi yang adil yang tidak akan membiarkan kebenaran-Mu diabaikan dan firman-Mu diremehkan. Oleh sebab itu ajarlah diriku untuk menghormati keadilan-Mu melalui hidup sesuai dengan firman-Mu. Engkau juga adalah pribadi yang setia. Oleh sebab itu di dalam segala keadaan aku tidak merasa kuatir karena kesetiaan-Mu itu yang menjadi jaminan bagi hidupku baik di masa kini maupun masa yang akan datang. Oleh sebab itu ajarlah diriku untuk mensyukuri kesetiaan-Mu dan berpegang kepada-Nya di dalam menyongsong masa depanku. Aku percaya orang yang hidup selaras dengan firman-Mu dan berserah kepada-Mu tidak akan pernah dikecewakan.

 

Tuhan, aku bersyukur karena di sepanjang hari ini Engkau telah menyertai dan menuntun hidupku. Dengan firman-Mu Engkau telah menunjukkan jalan-jalan yang harus aku tempuh sehingga diriku terhindar dari kesesatan. Dengan Roh-Mu Engkau telah menyertai hidupku sehingga di dalamnya aku mengalami damai sejahtera dan limpahnya berkat-berkat-Mu. Tuhan, kepada-Mu aku berharap dan aku percaya sungguh Engkau adalah pribadi yang dapat diandalkan. Oleh karena itu di hari pertama pada bulan yang baru ini aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan anugerah-Mu. Aku percaya tidak ada rancangan-Mu yang gagal. Kepada-Mu aku berharap, dan di dalam nama Yesus Kristus Tuhanku, aku menyerahkan doa permohonanku ini, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.