Senin, 29 Oktober 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini. (Mazmur 12:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. (1Yohanes 4:20-21)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukti dari kasih kepada Allah yang tidak kelihatan adalah kasih kepada saudara yang kelihatan. Memang kasih melibatkan perasaan, namun kasih bukanlah hanya sekadar dan sebatas emosi belaka melainkan haruslah diwujudkan dalam tindakan. Memang kasih dapat diungkapkan dalam kata-kata, namun tidaklah cukup dinyatakan dalam kalimat-kalimat melainkan haruslah dibuktikan dalam langkah-langkah yang nyata. Itu sebabnya bukti dari kasih kepada Allah adalah kasih kepada sesama saudara yang terlihat, karena kepada mereka yang terlihat itulah tindakan dan langkah yang nyata dari kasih dengan mudah diwujudkan.

 

Bahwasanya kasih kepada saudara merupakan bukti dari kasih kepada Allah itulah yang diutarakan di dalam 1Yohanes 4. Kepada para pembaca suratnya rasul Yohanes menjelaskan dua alasan dari kebenaran tersebut. Yang pertama, ia menulis bahwa apabila kepada saudara seimannya yang terlihat saja orang tidak dapat mengasihi maka tidaklah mungkin bagi yang bersangkutan untuk mengasihi Allah. Yang kedua, ia mengingatkan bahwa hal itu merupakan perintah Tuhan. Untuk itu ia menulis "dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya." Oleh sebab itu dapatlah disimpulkan bahwa bukti dari kasih kepada Allah yang tidak kelihatan adalah kasih kepada saudara yang kelihatan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda patut untuk disebut sebagai orang yang mengasihi Allah? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari bahwa acapkali diriku tidak mengasihi saudara-saudariku yang sesungguhnya haruslah aku kasihi. Semua itu merupakan pertanda bahwa sebenarnya aku belum sungguh-sungguh mengasihi Engkau. Karena Engkau sendiri yang berfirman "Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya." Oleh karena itu ampunilah diriku dan tolonglah aku agar mampu mengasihi saudara-saudariku seiman yang seharusnya aku kasihi. Sanggupkanlah diriku untuk hidup seperti diri-Mu, yaitu mengasihi semua orang bahkan termasuk mereka yang tidak patut untuk dikasihi. Sehingga dengan demikian hidupku mencerminkan hati-Mu di dalam kehidupanku sehari-hari.

 

Di pagi hari ini kembali aku menaikkan ucapan syukur dan pujianku kepada-Mu karena kasih-Mu melampaui batas akalku untuk mencernanya. Di dalam kasih-Mu itu Engkau bersedia menuntun hidupku di dalam kebenaran firman-Mu. Aku menyerahkan hidupku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Sertailah diriku di sepanjang hari ini dan berkatilah semua yang aku kerjakan dengan keberhasilan. Jadikanlah diriku saluran kasih-Mu bagi orang-orang di sekitarku supaya dengan demikian hidupku dapat menjadi garam di tengah kehambaran dan terang di tengah kegelapan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber kasih yang sejati, aku mengangkat doa permohonanku ini, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

1Yohanes 4

Mazmur 119:89-176

Yehezkiel 46-47

 


  

Senin, 29 Oktober 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya! (Mazmur 104:31)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

159 Lihatlah, betapa aku mencintai titah-titah-Mu! Ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu. 160 Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya. (Mazmur 119:159, 160)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau Allah sumber kebenaran yang menuntun setiap orang kepada kehidupan yang berkemenangan. Firman-Mu membuat hidupku terhindar dari jalan-jalan yang jahat dan memberikan hikmat dalam hatiku. Kebenaran-Mu membawa diriku semakin mengenal pribadi-Mu yang penuh dengan kasih setia dan rahmat. Roh-Mu menerangi kegelapan hatiku dan melindungi hidupku dari segala tipu daya dan kesesatan dunia ini. Tuhan, berikan kehausan akan firman-Mu di setiap waktu, dan kenyangkanlah hatiku dengan segala kebaikan-Mu. Sebab Engkaulah yang menjadi dasar dari imanku yang teguh sehingga aku tidak akan goyah dalam menghadapi setiap persoalan dan pergumulan hidupku.

 

Aku juga bersyukur untuk pemeliharaan-Mu yang telah aku alami dari hari ke hari di sepanjang hidupku. Di dalam kemurahan-Mu Engkau senantiasa menuntun dan menyertai diriku sehingga aku tidak perlu tersesat di dalam menempuh jalan hidupku. Tuhan, tolonglah diriku agar sanggup mengerjakan tugas dan tanggung jawabku sebagaimana seharusnya. Pakailah hidupku untuk menjadi alat bagi kemuliaan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Senin, 29 Oktober 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, 3 untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam. (Mazmur 92:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. 8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, 9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. (Yehezkiel 47:1, 8-9)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bagaikan Bait Suci yang mengalirkan air kehidupan, demikianlah pribadi yang dipenuhi oleh Roh Allah akan membawa kehidupan di manapun ia berada. Memang ada orang yang di manapun dirinya berada selalu menjadi sumber masalah. Di gereja dirinya menjadi penyebab perpecahan. Di antara para teman dirinya menjadi penyebab sengketa. Di antara para tetangga dirinya menjadi penyebab keributan. Namun tidak demikian halnya dengan orang yang hidupnya dipenuhi oleh Roh Allah. Karena Roh Allah adalah roh yang membawa kehidupan, maka demikian pula halnya dengan orang dipenuhi oleh Roh Allah. Sehingga sebaliknya dari menjadi sumber persoalan, yang bersangkutan menjadi pribadi yang menyelesaikan persoalan.

 

Dampak dari kehidupan yang dipenuhi oleh Roh Allah inilah yang dipaparkan di dalam Yehezkiel 47. Di situ dicatat penglihatan yang dilihat oleh nabi Yehezkiel tentang Bait Suci yang sudah dipulihkan, yaitu rumah Tuhan dengan Roh Allah kembali hadir di sana. Dari tempat itu mengalir sungai yang ke manapun ia mengalir membawa perubahan. Wilayah-wilayah yang tadinya diwarnai dengan kematian sekarang berubah menjadi diwarnai dengan kehidupan. Penglihatan ini antara lain menggambarkan orang yang hidupnya dipenuhi oleh Roh Kudus. Di manapun ia berada orang tersebut akan membawa dampak yang positif. Sebaliknya dari membawa kematian, ia akan membawa kehidupan. Sebaliknya dari menjadi penyebab persoalan, ia akan menjadi pembawa penyelesaian masalah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah diri Anda menjadi pembawa kehidupan di manapun Anda berada? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, pakailah diriku menjadi pembawa damai di tengah percideraan. Menjadi pembawa kebenaran di tengah penyelewengan. Menjadi pembawa kasih-Mu yang menyembuhkan dan memulihkan di tengah kebencian dan persengketaan. Menjadi saksi-Mu yang membawa terang di tengah kegelapan. Oleh karena itu penuhilah hidupku dengan Roh-Mu supaya dengan demikian aku menjadi pembawa kehidupan di tengah kematian. Sebab hanya dengan demikianlah baru aku dapat menjadi saksi-Mu yang memuliakan nama-Mu di dalam kehidupanku sehari-hari dan di manapun aku berada.

 

Kembali aku bersyukur kepada-Mu ya Tuhan karena Engkau telah menyertai diriku di sepanjang hari yang hampir berakhir ini. Penyertaan-Mu melalui Roh-Mu memberikan damai sejahtera di dalam hatiku dan menyanggupkan aku untuk hidup mengatasi semua tantangan yang menghadang. Di dalam penyertaan-Mu aku mengalami keberhasilan atas semua yang aku kerjakan. Kepada-Mu aku menyerahkan semua yang telah aku lalui sepanjang hari ini dan jadikanlah semuanya itu sebagai persembahan yang menyenangkan hati-Mu. Kepada-Mu aku berharap dan di dalam anugerah-Mu aku berserah. Karena aku yakin orang yang berharap dan berserah kepada-Mu tidak akan pernah Engkau kecewakan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penuntun hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.