Senin, 22 Oktober 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. 5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. (Mazmur 25:4, 5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. (1Petrus 5:6-9)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kerendahan hati dan iman yang teguh selalu berjalan seiring dan memungkinkan orang hidup di dalam kehidupan yang berkemenangan. Orang yang hidup dengan iman yang teguh akan menyadari ketidakterbatasan Tuhan. Kesadaran ini akan menolong dirinya untuk menyadari tentang keterbatasan dirinya sehingga membawa dirinya untuk hidup di dalam kerendahan hati. Itu sebabnya iman dan kerendahan hati akan berjalan dengan seiring. Bukan itu saja, iman dan kerendahan hati ini akan membawa yang bersangkutan untuk hidup bergantung kepada Tuhan, dan sebagai akibat ia akan mampu mengatasi tantangan apapun di dalam hidupnya.

 

Pentingnya peranan iman dan kerendahan hati untuk mengatasi tantangan kehidupan ini dikemukakan di dalam 1Petrus 5. Di situ rasul Petrus menulis bahwa tantangan yang sesungguhnya di dalam hidup kita adalah Iblis, yang bagaikan singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Untuk itu kita harus merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat, dan melawan Iblis dengan iman yang teguh. Di dalam sikap ini kita menyerahkan kekuatiran hati kita kepada Tuhan dan berjaga-jaga dengan waspada terhadap tipu daya dari si Iblis. Sehingga dengan demikian, berlandaskan pada kerendahan hati dan iman itulah kita akan mengalami hidup yang berkemenangan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Manakah yang lebih sukar bagi Anda, hidup di dalam kerendahan hati atau di dalam iman? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan yang mahakuasa dan limpah dengan kasih setia, aku bersyukur atas semua kebaikan-Mu di dalam hidupku. Di dalam keterbatasan diriku, tolonglah aku ya Tuhan agar aku dapat senantiasa merendahkan hatiku dan hidup dalam iman percaya kepada-Mu. Ajarlah diriku untuk hidup bergantung kepada-Mu sebab Engkaulah yang memberikan kekuatan bagiku untuk menghadapi semua tipu muslihat Iblis. Dengan kuasa-Mu yang tidak terbatas aku akan beroleh kemenangan dalam hidupku sebab Engkaulah Allah pembelaku dan tempat aku bersandar. Tidak ada yang lain yang dapat aku andalkan di dalam hidupku selain Engkau.

 

Di awal minggu yang baru ini, aku menaikkan syukur kepada-Mu ya Tuhan. Aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Tuntunlah aku untuk menaati dan melakukan firman-Mu dengan setia. Tolonglah aku untuk hidup seturut dengan kehendak-Mu dan memiliki iman yang teguh serta kerendahan hati. Jauhkan aku dari segala pencobaan dan kesombongan, tetapi sertailah aku di sepanjang hari ini dan hari-hari mendatang agar semua yang aku kerjakan Engkau berkati dengan keberhasilan. Bawalah diriku untuk menjadi berkat bagi sesamaku di dalam setiap hal yang aku lakukan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolongku yang setia, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

1Petrus 5

Mazmur 113

Yehezkiel 31-32


  

Senin, 22 Oktober 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. (Mazmur 66:8, 9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Haleluya! Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN! 2 Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya. 3 Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN. 4 TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit. (Mazmur 113:1-4)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Aku memuji-muji nama-Mu karena Engkau yang bersemayam di tempat yang mahatinggi namun bersedia untuk memperhatikan kehidupan umat manusia. Dalam kerendahan hati Engkau berkenan menolong orang yang lemah tak berdaya dari keterpurukan dan membebaskan orang yang miskin dari dalam kesesakan untuk mendudukannya bersama para bangsawan. Sebab Engkau berkuasa merendahkan orang yang tinggi hati dan meninggikan orang yang rendah hati. Oleh karena itu layaklah nama-Mu dimasyhurkan dari terbitnya matahari sampai terbenamnya. Ya Tuhan, Engkau tinggi mengatasi segala bangsa dan kemuliaan-Mu mengatasi langit untuk selama-lamanya.

 

Pada siang hari ini kembali aku menaikkan pujian dan ucapan syukur kepada-Mu karena Engkau berkenan memperhatikan hidupku. Aku bersyukur akan campur tangan-Mu yang senantiasa membuahkan kebaikan dalam hidupku. Engkau menolong diriku dalam menunaikan semua tugas dan tanggung jawabku sebagaimana semestinya. Engkau membimbing diriku dalam mengambil keputusan yang tepat dan benar sehingga mendatangkan hasil yang maksimal serta berdampak positif bagi sesamaku. Roh Kudus, tolonglah diriku agar dapat menjadi saluran berkat-Mu bagi orang yang memerlukannya sehingga mereka pun dapat memuliakan nama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, Pokok pujianku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Senin, 22 Oktober 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia. (Mazmur 11:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 "Hai anak manusia, katakanlah kepada Firaun, raja Mesir dan kepada khalayak ramai yang mengikutinya: Di dalam kebesaranmu siapakah yang dapat menyamai engkau? 3 Lihat, Aku menyamakan engkau dengan pohon aras di Libanon, penuh dengan cabang yang elok dan daun yang rumpun sekali; tumbuhnya sangat tinggi, puncaknya sampai ke langit. 10 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena ia tumbuh tinggi dan puncaknya menjulang sampai ke langit dan ia menjadi sombong karena ketinggiannya, 11 maka Aku telah menyerahkan dia ke dalam tangan seorang berkuasa di antara bangsa-bangsa, supaya ia memperlakukannya selaras dengan kejahatannya; Aku menghalau dia. (Yehezkiel 31:2-3, 10-11)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kecongkakan merupakan kejahatan di mata Tuhan dan pangkal dari hidup yang jatuh terpuruk. Bukan saja kecongkakan akan membuat orang beranggapan bahwa dirinya tidak memerlukan Tuhan, sikap ini juga akan mendorong yang bersangkutan untuk merasa dirinya lebih daripada Tuhan. Sebagai akibat, sikap ini merupakan kejahatan di mata Tuhan, karena oleh sikap inilah orang memberontak kepada-Nya. Oleh karena itu sikap yang membuat orang menjadi lengah dan mudah terpeleset ini akan mengundang hukuman Tuhan. Alhasil kecongkakan ini akan mengakibatkan orang jatuh terpuruk.

 

Akibat dari kecongkakan ini dikemukakan Tuhan di dalam Yehezkiel 31. Di situ Ia menyuruh nabi Yehezkiel untuk menyampaikan nubuatan terhadap Firaun, raja Mesir dan kepada rakyatnya. Allah mempersamakan Firaun di dalam kebesarannya seperti pohon aras di Libanon yang tumbuh tinggi dan puncaknya menjulang sampai ke langit dan ia menjadi sombong karena ketinggiannya. Sikap ini dipandang Tuhan sebagai kejahatan dan mengakibatkan Ia menyerahkan Firaun ke dalam tangan orang yang lebih kuat dari dirinya, dan Tuhan menghalau dia. Singkat kata, kecongkakan Firaun karena ia merasa dirinya hebat inilah yang pada akhirnya mengakibatkan ia jatuh terpuruk.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan untuk menjaga diri dari kecongkakan? Sudahkah Anda melakukannya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku mengakui kebesaran dan kekuasaan-Mu yang melebihi segala yang ada. Itu sebabnya aku merendahkan diriku di hadapan-Mu dan memohon tuntunan-Mu agar aku dapat menjauhkan diriku dari segala bentuk kecongkakan. Ajarlah aku melalui Roh Kudus-Mu yang lembut agar aku dapat senantiasa bersikap benar dan selalu mengandalkan-Mu dalam keadaan apapun. Aku percaya bahwa hanya anugerah-Mu yang sanggup untuk membawa diriku mengalami hidup yang berkemenangan.

 

Tuhan, aku bersyukur atas tuntunan dan berkat yang Engkau sediakan sepanjang hari ini. Sertailah aku melalui firman-Mu agar hari ini aku dapat menyelesaikan semua tugas-tugasku dengan sebaik-baiknya. Jadikanlah aku berkat bagi sesamaku melalui segala hal dan kesempatan yang Engkau sediakan bagiku hari ini. Aku percaya sepenuhnya bahwa di dalam Engkau aku memiliki hari depan yang indah seperti yang Engkau sudah rancangkan bagi diriku. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.