Sabtu, 8 September 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku berseru dengan segenap hati; jawablah aku, ya TUHAN! Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang. (Mazmur 119:145)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

17 Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun? 18 Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? 19 Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka. (Ibrani 3:17-19)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Ketaatan kepada firman Tuhan merupakan wujud dari iman kita kepada-Nya. Apabila seorang anak mempercayai niatan baik dan kebijaksanaan orang tuanya maka ia akan menaati nasihat-nasihat yang mereka berikan. Sebaliknya, apabila sang anak tidak mempercayai bahwa orang tuanya adalah pribadi yang dapat ia andalkan, dan ia beranggapan bahwa dirinya lebih bijak dibandingkan mereka maka besar kemungkinannya bahwa anak ini tidak akan menuruti nasihat yang mereka berikan. Oleh sebab itu, apabila kita sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan adalah pribadi yang dapat diandalkan maka kita akan menaati firman-Nya.

 

Kaitan antara iman dan ketaatan kepada firman Tuhan ini diutarakan di dalam Ibrani 3. Di situ dijelaskan tentang sikap bangsa Israel di dalam perjalanan mereka keluar dari Mesir melewati padang gurun menuju tanah Kanaan. Mereka tidak menaati firman yang Tuhan sampaikan dan sebagai akibat mereka tidak diizinkan-Nya untuk memasuki tempat perhentian, yaitu negeri Kanaan. Selanjutnya dijelaskan pula "bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka." Berarti terdapat kaitan yang erat antara ketidaktaatan dengan ketidakpercayaan. Sehingga dapatlah disimpulkan bahwa ketaatan kepada firman Tuhan merupakan wujud dari iman kita kepada-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda sungguh-sungguh mempercayai bahwa Allah adalah pribadi yang dapat diandalkan? Bagaimana Anda telah mewujudkan iman Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku percaya bahwa Engkau adalah pribadi yang dapat diandalkan. Apa yang Engkau rencanakan pasti akan terlaksana, karena Engkau sanggup melakukan segala yang Engkau kehendaki. Engkau tidak akan pernah mengingkari janji-Mu sebab Engkau pribadi yang setia. Oleh sebab itu aku percaya bahwa firman-Mu dapat diandalkan dan patut untuk ditaati. Ya Tuhan, berikan kepadaku hati yang lembut dan yang senantiasa bersikap taat kepada firman-Mu.

 

Aku menyerahkan hari ini ke dalam tangan-Mu. Aku berterima kasih atas anugerah-Mu karena Engkau memberikan kepadaku hari yang baru, kesempatan yang baru dan kasih setia-Mu yang senantiasa baru. Tolonglah aku untuk mampu mengisi hari ini bukan sebagai hari yang sia-sia tetapi memuliakan nama-Mu. Untuk itu tuntunlah diriku dengan firman-Mu dan sertailah diriku dengan Roh Kudus-Mu. Sanggupkan diriku untuk melakukan tugas dan tanggung jawabku demi hormat dan keagungan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber pengharapan yang tidak pernah mengecewakan, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Ibrani 3

Mazmur 69

Mikha 6-7

 


  

Sabtu, 8 September 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mazmur 139:24)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

17 Jawablah aku, ya Tuhan, sebab kasih setia-Mu baik, berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar! 18 Janganlah sembunyikan wajah-Mu kepada hamba-Mu, sebab aku tersesak; segeralah menjawab aku! 19 Datanglah kepadaku, tebuslah aku, bebaskanlah aku oleh karena musuh-musuhku. 20 Engkau mengenal celaku, maluku dan nodaku; semua lawanku ada di hadapan-Mu. (Mazmur 69:17-20)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, Engkau adalah pribadi yang mahabesar dan limpah dengan kasih setia. Di dalam kebesaran kuasa-Mu Engkau sanggup melakukan segala perkara dan tiada hal yang sukar bagi diri-Mu. Dengan tangan-Mu yang kuat dan terentang Engkau membebaskan umat-Mu serta menuntun mereka menuju hari esok indah yang Engkau telah rancangkan. Di dalam kasih setia-Mu Engkau senantiasa menyertai umat-Mu dan tidak pernah mengingkari ataupun meninggalkan mereka. Kepada-Mu ya Tuhan aku mempercayakan hidupku dan menyerahkan masa depanku.

 

Aku berterima kasih karena Engkau telah menuntun diriku sampai kepada saat ini. Lindungilah diriku dari semua yang jahat dan jangan biarkan aku terjerumus ke dalam pencobaan. Tuntunlah diriku agar senantiasa berjalan di dalam kehendak-Mu. Tolonglah diriku dalam semua hal yang harus kukerjakan pada hari ini, dan berkatilah semuanya itu dengan keberhasilan. Kepada-Mu ya Tuhan aku berharap dan Engkau yang menjamin bahwa orang yang mengandalkan diri-Mu tidak akan pernah Engkau kecewakan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sang Pembebasku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 8 September 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan. (Mazmur 25:7)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

18 Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? 19 Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. 20 Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala! (Mikha 7:18-20)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kasih setia Tuhan memungkinkan orang untuk tetap berpengharapan di tengah situasi yang tanpa pengharapan. Memang ada berbagai penyebab yang mengakibatkan orang mengalami situasi yang sangat sukar dan yang membuat mereka sulit untuk mengharapkan pertolongan. Diantaranya yaitu karena kesalahan yang mereka lakukan sendiri. Kesalahan yang mengakibatkan mereka terjerumus ke dalam jurang persoalan yang sangat dalam dan yang secara manusiawi tidak mungkin akan ada jalan keluar. Namun seberat apapun kesukaran mereka alami dan sebesar apapun pelanggaran yang telah mereka lakukan, kasih setia Tuhan lebih besar dari semua itu. Oleh sebab itu kasih setia Tuhan memungkinkan mereka untuk tetap hidup di dalam pengharapan.

 

Besarnya kasih setia Tuhan yang memungkinkan orang untuk tetap berpengharapan ini dicatat di dalam Mikha 7. Di situ ditulis doa umat yang sedang mengalami hukuman Tuhan, yaitu pembuangan oleh sebab dosa-dosa mereka terhadap Tuhan. Di dalam situasi yang secara manusiawi tidak mungkin bagi mereka untuk mengharapkan pemulihan tersebut mereka berdoa dengan mengingat kasih setia Tuhan. Oleh sebab itu mereka dapat berkata: "Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut." Artinya di dalam situasi yang tanpa pengharapanpun kasih setia Tuhan tetap memungkinkan kita untuk mengharapkan kemurahan-Nya dalam memulihkan masa depan kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Perlukah Anda hidup berputus asa? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, kasih setia-Mu lebih daripada hidup. Sungguh aku memerlukannya di dalam kehidupanku di setiap waktu. Karena di dalam kasih setia-Mu aku tetap dapat berharap di segala keadaan. Sungguh kasih setia-Mu tidak tergantung kepada apapun sehingga tidak akan pernah berubah oleh apapun juga. Gunung-gunung akan beranjak dan langit serta bumi akan lenyap tetapi kasih setia-Mu tetap untuk selama-lamanya. Oleh sebab itu aku tidak akan berputus asa karena orang yang berharap kepada kasih setia-Mu tidak akan pernah Engkau kecewakan.

 

Mengakhiri pekan yang telah aku lewati ini kembali aku mengangkat pujian dan syukurku kepada-Mu. Hari demi hari aku menyaksikan dan mengalami betapa ajaib kesetiaan-Mu bagiku. Dengan kasih-Mu Engkau memelihara hidupku. Dengan kesetiaan-Mu Engkau menyertai dan menuntun hidupku di jalan yang benar. Tuhan, aku menyerahkan semua yang telah aku kerjakan di sepanjang pekan ini ke dalam tangan anugerah-Mu. Berkatilah dan jadikanlah itu berhasil, dan kiranya semuanya itu menyenangkan hati-Mu. Aku menyerahkan hari-hari yang ada di hadapanku ke dalam rahmat-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang kasih setia-Nya tetap dan turun-temurun, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.