Selasa, 31 Juli 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! 2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! (Mazmur 100:1-2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. 4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. (1Tesalonika 2:3, 4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Anugerah Allah haruslah ditanggapi dengan hidup untuk menyukakan hati-Nya. Kita menerima anugerah Allah bukan karena kita adalah orang yang baik ataupun karena kita melakukan kebaikan, namun karena Allah adalah pribadi yang baik. Tetapi bukan berarti oleh karena itu kita boleh menganggap ringan anugerah Allah, yaitu dengan hidup sesuka hati kita. Justru sebaliknya, apabila kita sungguh-sungguh menghargai anugerah yang sebenarnya tidak pantas kita alami tersebut maka kita akan menanggapinya dengan hidup untuk menyenangkan hati Allah. Walaupun mungkin dengan demikian belum tentu kita akan menyenangkan hati manusia.

 

Tanggapan yang benar terhadap anugerah Allah inilah yang dikemukakan rasul Paulus di dalam 1Tesalonika 2. Ia menyadari bahwa kalau Allah mempercayakan berita Injil kepada dirinya hal itu bukan karena ia layak, namun karena Allah "menganggap dirinya layak" untuk menerima kepercayaan itu. Itulah yang disebut dengan anugerah. Bukan karena kita layak namun karena Allah yang melayakkan diri kita. Lebih jauh ia berkata karena itu ia memberitakan Injil bukan untuk menyukakan manusia melainkan untuk menyukakan hati Allah. Dengan kata lain, tanggapan yang patut terhadap anugerah Allah adalah dengan hidup untuk menyukakan hati-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda hidup untuk menyukakan hati Tuhan? Apakah yang Anda lakukan untuk itu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ampunilah diriku apabila aku acapkali mendukakan hati-Mu. Padahal anugerah-Mu sedemikian besar bagi diriku, sehingga sepatutnya aku menanggapinya dengan hidup untuk menyukakan hati-Mu. Ampunilah pelanggaran-pelanggaran yang aku lakukan terhadap firman-Mu. Padahal kehendak-Mu, sebagaimana yang Engkau utarakan melalui firman-Mu, adalah demi kebaikanku serta untuk memuliakan nama-Mu. Ya Tuhan, luruskanlah hidupku dan hapuskanlah segala dosa-dosaku.

 

Aku merendahkan diriku di hadapan-Mu, baharuilah hidupku dan tuntunlah diriku di jalan-jalan-Mu yang benar. Berikan kepekaan di dalam hatiku untuk mengenali suara-Mu dan berikan kepadaku hati yang taat kepada pimpinan-Mu. Tolonglah diriku agar mampu hidup sesuai dengan rencana-Mu sehingga dengan demikian hidupku merupakan persembahan yang harum dan berkenan kepada-Mu. Jadikanlah diriku saluran berkat-Mu bagi semua orang yang ada di sekitarku, dan berkatilah semua yang aku kerjakan pada hari ini dengan keberhasilan yang dari pada-Mu. Lindungilah aku daripada yang jahat dan jangan biarkan diriku terjerumus ke dalam pencobaan. Di dalam nama Yesus Kristus, Gembala yang Agung yang memelihara jiwaku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

1Tesalonika 2

Mazmur 30

Yesaya 13-14

 


  

Selasa, 31 Juli 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan. (Mazmur 119:176)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku. 3 TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku. 4 TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur. (Mazmur 30:2-4)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah pelindung dan penolong hidupku yang selalu mendengar seruan doaku, serta menjawabnya tepat pada waktunya. Engkau melindungi aku dari marabahaya dan semua orang yang bermaksud buruk terhadap diriku. Di saat aku lemah tak berdaya dengan tangan-Mu yang kuat Engkau mengangkat dan meneguhkan diriku. Engkau memulihkan kekuatanku, membebaskan diriku dari maut dan membentangkan masa depan yang baru bagi hidupku. Tuhan, aku bersyukur semua kebaikan-Mu itu.

 

Kembali aku menaruhkan hidupku ke dalam tangan kasih setia-Mu. Tuntunlah hidupku agar senantiasa berjalan di dalam kebenaran-Mu sehingga hidupku menyenangkan hati-Mu. Sertailah diriku senantiasa dengan Roh-Mu yang setia itu, sebab hanya di dalamnya aku mendapatkan damai sejahtera serta berkat dan kehidupan untuk selama-lamanya. Dengan demikian semua orang akan dapat melihat betapa ajaib rahmat-Mu dan limpah anugerah-Mu bagi umat-Mu, sehingga mereka akan datang untuk menyembah kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Pelindungku yang hidup aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 31 Juli 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami. (Mazmur 79:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. 14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! 15 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur. (Yesaya 14:13-15)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kecongkakan akan membius orang yang hidup di dalamnya dan menyebabkan keruntuhan yang bersangkutan. Orang yang tinggi hati akan mudah terlena sehingga ia tidak menyadari ketika dirinya sudah berada di ambang pintu kejatuhan. Sebagai akibat, di luar yang ia sangkakan ia akan mengalami keruntuhan seperti yang tidak pernah ia impikan. Tetapi orang yang hidup di dalam kerendahan hati akan senantiasa mawas diri sehingga ia akan segera menyadari ketika dirinya menghadapi bahaya kejatuhan. Alhasil, sebaliknya dari mengalami keruntuhan ia akan terhindar dari kehancuran.

 

Bahaya dari kecongkakan itulah yang dinubuatkan di dalam Yesaya 14. Di situ Yesaya menubuatkan tentang kejatuhan dari Babel yang juga disebut sebagai Bintang Timur, atau Lucifer. Di dalam kepongahannya yang bersangkutan ingin mengangkat dirinya sedemikian tinggi sehingga hendak menyamai Allah Yang Mahatinggi. Sebagai akibat, ia akan jatuh dan diturunkan ke tempat yang paling dalam di liang kubur. Hal ini menunjukkan bahwa kecongkakan akan membius orang dan merupakan pangkal dari keruntuhan dirinya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan untuk menjaga diri dari kecongkakan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, dengan rahmat-Mu peliharalah diriku agar senantiasa hidup di dalam kerendahan hati di hadapan-Mu. Izinkan aku untuk menyaksikan kemuliaan-Mu sehingga aku semakin menyadari betapa terbatasnya diriku di hadapan-Mu, dan dengan demikian aku terjaga dari kecongkakan. Sebab Engkau menilik hati sampai ke dasar sanubariku. Tidak ada niatan dan pikiran yang tersembunyi dari mata-Mu. Engkau menentang orang yang congkak dan mengasihani mereka yang rendah hati.

 

Aku berterima kasih kepada-Mu untuk segala kebaikan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Tidak habis-habisnya kemurahan yang Engkau limpahkan di dalam hidupku. Apa yang tidak pernah aku pikirkan itulah yang Engkau sediakan bagiku. Engkau sanggup menjawab lebih dari apa yang doakan. Hatiku bersorak-sorai di dalam sukacita karena Engkau senantiasa menyediakan semua yang aku perlukan di dalam hidupku, tanpa satu kalipun Engkau lalai untuk mengerjakannya. Tuhan, kepada-Mu aku berserah dan mempercayakan hari esokku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku aku berdoa, amin.

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.