Sabtu, 30 Juni 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Haleluya! Pujilah nama TUHAN, pujilah, hai hamba-hamba TUHAN. (Mazmur 135:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. (Kolose 3:23, 24)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang sungguh-sungguh menghormati Tuhan akan mengerjakan seluruh tugas dan tanggung jawabnya sehari-hari dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya di dalam hal pelayanan dan tanggung jawab di gereja saja, namun seluruh tugas yang ia emban baik di dalam keluarga, sekolah, atau di tempat kerja, serta di tengah-tengah masyarakat akan ia lakukan dengan serius dan maksimal. Sebab kalau orang benar-benar menghormati Tuhan maka ia akan menyadari bahwa seluruh hidupnya haruslah ia pertanggungjawabkan kepada Tuhan. Karena dirinya menghargai Tuhan maka ia tidak akan bermain-main dengan tugas yang harus ia pertanggungjawabkan tersebut, tetapi ia akan mengerjakannya dengan seluruh kemampuan yang ada pada dirinya. Ia melakukannya dengan tujuan supaya dengan demikian ia hidup menyenangkan hati Tuhan.

 

Prinsip ini dikemukakan oleh rasul Paulus di dalam Kolose 3. Ia menasihati agar para pengikut Kristus mengerjakan apa saja yang mereka perbuat dengan segenap hati mereka, "seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." Untuk itu ia mengingatkan bahwa mereka harus menempatkan Kristus sebagai tuan dan diri mereka sebagai hamba-Nya. Sehingga dengan demikian mereka harus mempertanggungjawabkan kepada Tuhan apa saja yang telah mereka lakukan dan dari Tuhanlah mereka akan menerima upah sesuai dengan sikap bertanggung jawab yang ada pada diri mereka tersebut.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda mengerjakan seluruh tugas dan tanggung jawab Anda sehari-hari dengan sebaik-baiknya? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, jadikanlah diriku sebagai alat untuk kemuliaan-Mu melalui apapun yang aku lakukan di dalam hidupku sehari-hari. Ingatkan aku untuk selalu mengerjakan semua tugas dan tanggung jawabku dengan sebaik-baiknya. Karena sesungguhnya kepada-Mulah aku harus mempertanggungjawabkan seluruh hidupku, termasuk di dalamnya, yaitu sikap hatiku di dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawabku. Tolonglah diriku supaya aku dapat mengisi hidupku secara maksimal karena hanya dengan demikian barulah aku dapat hidup memuliakan nama-Mu.

 

Aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah menyertai diriku dan menuntun hidupku di sepanjang bulan yang akan berakhir ini. Melewati berbagai tantangan dan kesukaran di dalam hidupku sekejappun tidak pernah Engkau meninggalkan diriku. Dengan tangan-Mu yang teguh Engkau membuka jalan bagi diriku dan menyanggupkan aku untuk melakukan hal-hal yang melampaui kesanggupanku. Aku menyerahkan hari ini ke dalam tangan-Mu dan tolonglah aku untuk mengisinya dengan kehidupan yang menyenangkan hati-Mu, serta menjadi berkat bagi sesamaku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gembala yang Agung aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kolose 3

Amsal 30

2Tawarikh 18-19

 


  

Sabtu, 30 Juni 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

4 Ingatlah aku, ya TUHAN, demi kemurahan terhadap umat-Mu, perhatikanlah aku, demi keselamatan dari pada-Mu, 5 supaya aku melihat kebaikan pada orang-orang pilihan-Mu, supaya aku bersukacita dalam sukacita umat-Mu, dan supaya aku bermegah bersama-sama milik-Mu sendiri. (Mazmur 106:4, 5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

7 Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: 8 Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. 9 Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku. (Amsal 30:7-9)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah sumber hikmat yang menolong diriku untuk hidup dengan sikap hati yang lurus, jauh dari kecurangan dan kebohongan. Tolonglah diriku untuk hidup di dalam kecukupan atas semua hal yang baik dan senantiasa menyadari bahwa semua yang ada padaku sesungguhnya berasal dari pada-Mu. Sehingga dengan demikian aku tidak akan pernah melupakan diri-Mu dan juga tidak akan pernah mencemarkan nama Allahku dengan perbuatan-perbuatanku yang menistakan nama-Mu.

 

Kembali aku memohon pimpinan-Mu di dalam hidupku. Di akhir pekan ini tolonglah aku di dalam segala hal yang masih harus aku kerjakan dan sanggupkan aku untuk menyelesaikannya di dalam keberhasilan. Sempurnakanlah semua yang aku kerjakan dengan pertolongan-Mu karena sesungguhnya kepada-Mulah aku menyandarkan diri dan menaruhkan pengharapanku. Aku percaya bahwa orang yang berharap kepada-Mu tidak akan pernah Engkau kecewakan. Kepada-Mu ya Tuhan Yesus aku menyerahkan doa dan permohonanku ini, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 30 Juni 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga. (Mazmur 145:3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

12 Suruhan yang pergi memanggil Mikha itu berkata kepadanya: "Ketahuilah, nabi-nabi itu sudah sepakat meramalkan yang baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara seperti salah seorang dari pada mereka dan meramalkan yang baik." 13 Tetapi Mikha menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya, apa yang akan difirmankan Allahku, itulah yang akan kukatakan." (2Tawarikh 18:12, 13)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang menghormati Tuhan akan hidup untuk melakukan kehendak-Nya, dan bukan sekadar hidup untuk menyenangkan hati manusia. Prinsip ini penting untuk dipahami sebab keinginan manusia tidaklah selalu sejalan dengan kehendak Tuhan. Oleh karena itu di dalam kehidupan sehari-hari acapkali kita diperhadapkan kepada pilihan, yaitu antara menyenangkan hati Tuhan atau hati manusia. Di saat seperti ini, apapun resikonya kita harus mengutamakan Tuhan lebih dari keinginan manusia. Sebab apabila demi menyenangkan hati orang akibatnya kita mengesampingkan firman Tuhan maka sesungguhnya kita telah ikut menentang kehendak-Nya. Tentu tindakan ini merupakan suatu kebebalan, sebab permulaan dari hikmat adalah takut atau menghormati Tuhan.

 

Pilihan yang tepat itulah yang diambil oleh nabi Mikha bin Yimla seperti yang dicatat di dalam 2Tawarikh 18. Ketika para nabi upahan bersepakat untuk meramalkan yang baik tentang persekutuan raja Israel dan Yehuda, yaitu raja Ahab dan Yosafat, justru Mikha mengambil sikap berbeda. Ia memutuskan untuk menyampaikan apa yang Tuhan kehendaki agar ia sampaikan, kalaupun hal itu bertentangan dengan keinginan raja Ahab dan Yosafat. Memang untuk kesetiaannya kepada Tuhan tersebut Mikha bin Yimla harus membayarnya dengan penderitaan, karena sebagai akibat raja Ahab menjebloskan dirinya ke dalam penjara. Namun meskipun manusia tidak menghargai kesetiaannya kepada Tuhan, yang pasti Tuhan akan menghargai pengabdian Mikha kepada diri-Nya tersebut.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Pernahkah Anda harus memilih, yaitu antara menyenangkan hati Tuhan atau hati manusia? Di saat itu pilihan mana yang Anda ambil?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, berilah kepadaku hikmat agar aku mampu membedakan antara kehendak-Mu dengan kehendak diriku sendiri. Juga tuntunlah aku dengan firman-Mu supaya aku dapat mengenali keinginan manusia yang tidak sesuai dengan kehendak hati-Mu. Tolonglah aku agar sanggup memilih untuk hidup berkenan kepada-Mu lebih dari sekadar menyenangkan hati manusia maupun hatiku sendiri. Sebab hanya dengan demikian barulah aku akan dapat memuliakan nama-Mu melalui hidupku apapun resikonya. Aku yakin apabila aku hidup menghormati Engkau maka semakin melimpah anugerah-Mu dalam hidupku.

 

Tuhan, aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan anugerah-Mu. Aku bersyukur oleh karena pertolongan-Mu aku telah melewati pekan ini dan menyelesaikan setengah tahun yang pertama di tahun ini di dalam berkat serta mujizat-Mu. Berbagai hal yang ajaib telah aku alami di dalam hidupku yang sesungguhnya aku tidak layak untuk menerimanya. Sungguh besar anugerah-Mu bagi hidupku. Aku menyerahkan setengah tahun yang ada di hadapanku dan hidupku di hari-hari selanjutnya ke dalam kasih setia-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku menyerahkan doa dan ucapan syukurku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.