Rabu, 4 April 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

9 Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan? 10 Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. (Mazmur 85:9, 10)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. (Lukas 6:31)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Jangan menunggu sampai sudah memperoleh buah baru kita mulai menabur, namun menaburlah terlebih dahulu supaya kita memperoleh buah pada waktunya. Apabila kita menginginkan orang lain bersikap ramah terhadap diri kita, jangan menunggu namun bersikaplah ramah terlebih dahulu kepada yang bersangkutan, dan baru kita dapat berharap bahwa ia juga akan bersikap ramah kepada kita. Artinya, kitalah yang harus berinistiatif untuk melakukan terhadap orang lain apa yang kita ingin orang lain itu lakukan terhadap diri kita. Memang belum tentu kebaikan kita juga akan mereka balas dengan kebaikan, namun hanya dengan menabur kita membuka kemungkinan untuk menuai apa yang kita tabur.

 

Prinsip seperti itulah yang Yesus ajarkan dan dicatat di dalam Lukas 6. Prinsip yang di kemudian hari disebut orang sebagai the golden rule atau aturan emas. Di situ Yesus mengajar agar para pengikut-Nya tidak menunggu orang lain berbuat baik terlebih dulu kepada mereka dan baru mereka akan berbuat baik kepada orang tersebut. Namun para pengikut-Nyalah yang harus mengambil inisiatif dengan terlebih dulu berbuat baik terhadap orang lain. Memang Tuhan Yesus tidak berjanji bahwa dengan berbuat demikian maka orang lain itu pasti akan membalas kebaikan kita dengan kebaikan. Namun dengan menaati firman-Nya tersebut maka kita telah membangun lingkungan yang lebih sehat dan Tuhanlah yang akan membalas ketaatan kita dengan berkat-berkat-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengubah keadaan lingkungan Anda menjadi lebih baik?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, kalau aku melihat keadaan yang kurang baik di lingkunganku tolonglah aku untuk tidak mengeluh. Ingatkan aku bahwa Engkau menempatkan diriku di lingkungan tersebut dengan tujuan untuk mengubahnya menjadi lebih sehat. Berilah kekuatan kepadaku untuk mampu mengambil inisiatif dalam melakukan hal-hal yang baik yang tidak dilakukan orang-orang di sekitarku. Teguhkan hatiku agar tetap melakukannya secara konsisten walaupun aku belum melihat hasilnya. Sebab aku percaya bahwa ketaatanku kepada firman-Mu tidaklah akan sia-sia, dan Engkau sendiri yang akan membalasnya secara berlimpah-limpah.

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau dengan setia menyertai hidupku dan kembali hari ini Engkau memberi hari yang baru kepadaku. Artinya Engkau kembali memberi kesempatan kepadaku untuk menabur kebaikan kepada lingkungan di sekitarku. Oleh sebab itu tolonglah diriku agar tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Untuk itu aku menyerahkan hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Tolonglah agar hidupku menjadi bermakna bagi diriku dan bagi orang lain. Aku percaya bersama dengan Engkau tidak ada perkara yang mustahil. Di dalam nama Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 6

Mazmur 94

Ulangan 33-34

 


  

Rabu, 4 April 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! (Mazmur 139:17)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

17 Jika bukan TUHAN yang menolong aku, nyaris aku diam di tempat sunyi. 18 Ketika aku berpikir: "Kakiku goyang," maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku. 19 Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku. (Mazmur 94:17-19)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, adakalanya hatiku tergoncang oleh persoalan yang menghantam hidupku maupun oleh banyaknya pikiran di dalam batinku. Di saat itu aku merasa bahwa diriku tidak mampu untuk menanggung beban yang aku pikul dan menghadapi persoalan yang aku alami. Terlebih lagi kalau aku mengingat kelemahan dan kekuranganku serta berpikir bahwa aku harus melewati semua kesukaran itu seorang diri bagaikan orang yang diam di tempat sunyi. Namun apabila aku menujukan mataku kepada kasih setia-Mu maka pengharapan kembali mengisi hatiku. Penghiburan-Mu menyokong hatiku.

 

Aku bersyukur karena kasih setia-Mu menjaga hidupku sehingga aku mampu menghadapi hidup ini tanpa merasa gentar. Pertolongan-Mu tidak pernah terlambat. Firman-Mu senantiasa benar. Engkau telah menempatkan diriku di lingkunganku agar supaya hidupku menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekitarku. Oleh sebab itu berilah kesempatan kepadaku agar hari ini aku dapat berbuat baik kepada orang lain yang memerlukannya. Di dalam nama Yesus Kristus, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Rabu, 4 April 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku: "Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!" (Mazmur 142:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho, lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu: daerah Gilead sampai ke kota Dan, 4 Dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana." 5 Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN. (Ulangan 34:1, 4, 5)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Harga dari kepemimpinan adalah berupa tuntutan tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan orang-orang yang ia pimpin. Acapkali orang menginginkan kedudukan sebagai seorang pemimpin namun melupakan biaya yang harus ia bayar untuk itu. Padahal kepemimpinan bukanlah sekadar suatu kedudukan yang lebih tinggi namun terlebih lagi, yaitu tanggung jawab yang lebih besar. Oleh sebab itu seorang pemimpin haruslah rela membayar harga, yaitu bersedia untuk memikul tuntutan tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan orang yang ia pimpin. Dengan kata lain, orang yang tidak bersedia untuk membayar biaya dari kepemimpinan sebenarnya tidak layak untuk menjadi seorang pemimpin.

 

Mahalnya harga dari kepemimpinan ini terlihat di dalam hidup Musa seperti yang dicatat di dalam Ulangan 34. Karena Musa satu kali saja melanggar firman Tuhan dalam hal menyediakan air bagi orang Israel di Meriba, sebagaimana yang diriwayatkan di dalam Bilangan 20, maka ia tidak diizinkan memasuki Kanaan. Di akhir hidupnya Musa hanya diperbolehkan untuk melihat negeri itu dari jauh. Berbeda dengan bangsa Israel, sesudah berkali-kali melanggar firman Tuhan barulah mereka tidak diizinkan untuk memasuki negeri Kanaan. Yang menarik adalah, walaupun sudah mengetahui bahwa dirinya tidak diizinkan untuk memasuki Kanaan namun Musa tetap menunaikan tugas untuk memimpin umat Tuhan sampai akhir dengan penuh tanggung jawab. Itulah pribadi yang mulia, yaitu pemimpin yang rela membayar biaya dari kepemimpinan sampai tuntas.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apa yang dapat Anda lakukan untuk menopang pemimpin yang bertanggung jawab atas hidup rohani Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari bahwa sesungguhnya hanya oleh anugerah-Mu sajalah maka seorang pemimpin akan dapat memikul tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin dengan baik. Sebab biaya yang harus mereka tanggung di dalam mengemban tugas sebagai seorang pemimpin sangatlah besar. Oleh sebab itu aku berdoa agar Engkau menopang para pemimpin yang Engkau tempatkan di atas diriku, khususnya para pemimpin rohani yang berjaga-jaga atas jiwaku. Aku memohon agar Engkau memampukan diriku untuk menolong mereka di dalam memenuhi tanggung jawab yang harus mereka emban.

 

Aku juga berdoa agar Engkau menolong diriku untuk dapat menjadi pemimpin yang berkenan kepada-Mu dan mampu mengayomi orang-orang yang aku pimpin dengan baik. Ajarlah diriku untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap semua kepercayaan yang telah Engkau berikan kepadaku. Sanggupkan diriku untuk memenuhi tugasku sampai akhir tanpa pamrih, sebab sesungguhnya semua kemuliaan, hormat dan kekuasaan hanyalah bagi-Mu. Ke dalam tangan anugerah-Mu ya Tuhan Yesus aku menyerahkan hidup, masa depan dan doaku. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.