Selasa, 3 April 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

14 Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami. 15 Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka. 16 Biarlah kelihatan kepada hamba-hamba-Mu perbuatan-Mu, dan semarak-Mu kepada anak-anak mereka. (Mazmur 90:14-16)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." 5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. (Lukas 5:4-7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Adalah tanggung jawab kita untuk menaati firman Tuhan, dan selanjutnya adalah tanggung jawab Tuhan untuk menggenapi firman-Nya. Hal ini sama seperti kaitan diri kita dengan obat yang harus kita minum. Adalah tanggung jawab kita untuk meminum obat tersebut, dan selanjutnya merupakan "tanggung jawab" dari sang obat untuk memulihkan kesehatan kita. Hanya apabila kita bersedia minum obat tersebut barulah kita dapat mengharapkan bahwa obat itu akan memenuhi tanggung jawabnya. Dengan kata lain, apabila kita bersedia menaati firman Tuhan maka kita dapat mengharapkan perkara-perkara besar, seperti yang telah Tuhan janjikan melalui firman-Nya, akan kita alami di dalam hidup kita.

 

Hal tersebutlah yang dialami oleh Simon Petrus dan teman-temannya seperti yang dicatat dalam Lukas 5. Tuhan Yesus menyuruh Simon untuk menebar jala di danau. Walaupun adalah sulit bagi Simon untuk mencernanya dengan akalnya, sebab semalam-malaman ia telah berupaya menangkap ikan di danau itu dan tidak memperoleh hasil, namun ia tetap menaati firman Tuhan tersebut. Sebagai akibat, Tuhan menggenapi firman-Nya. Simon dan teman-temannya memperoleh ikan yang sedemikian banyaknya sampai kedua perahu mereka hampir tenggelam. Artinya, yang perlu kita lakukan hanyalah menaati firman Tuhan dan selebihnya adalah tanggung jawab Tuhan untuk menggenapi firman-Nya itu.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang seharusnya Anda lakukan bila Tuhan menyuruh Anda untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan akal Anda? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang penuh dengan rahmat, aku bersyukur untuk kemurahan-Mu di dalam hidupku. Di dalam kasih setia-Mu Engkau selalu menepati janji-janji-Mu dan tidak akan pernah Engkau mengingkari firman-Mu. Bahkan kalaupun firman-Mu itu serasa di luar kemampuan akalku untuk mencernanya Engkau mengajar diriku untuk tetap mempercayainya karena sesungguhnya di balik itu Engkau sedang menguji imanku kepada-Mu. Asal aku menaati firman-Mu maka aku akan melihat pintu-pintu mujizat akan terbuka di hadapanku. Sehingga dengan demikian aku dapat hidup melampaui keterbatasan diriku.

 

Bapa yang limpah dengan kasih, aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Bimbinglah hidupku dengan Roh-Mu agar aku selalu hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Sertailah diriku dan limpahkan berkat-Mu atas semua yang aku kerjakan hari ini. Pakailah diriku untuk menjadi saluran kasih-Mu supaya melalui hidupku orang-orang yang berada di sekitarku juga dapat mengenal anugerah-Mu. Anugerah yang mulia dan yang telah mengubah hidup yang sia-sia menjadi penuh dengan makna. Hanya kepada-Mu ya Bapa serta melalui Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 5

Mazmur 93

Ulangan 31-32

 


  

Selasa, 3 April 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku; 2 Allahku, kepada-Mu aku percaya; (Mazmur 25:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang; 2 takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada. 3 Sungai-sungai telah mengangkat, ya TUHAN, sungai-sungai telah mengangkat suaranya, sungai-sungai mengangkat bunyi hempasannya. 4 Dari pada suara air yang besar, dari pada pecahan ombak laut yang hebat, lebih hebat TUHAN di tempat tinggi. 5 Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu layak kudus, ya TUHAN, untuk sepanjang masa. (Mazmur 93:1-5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Allah yang mahatinggi, Engkaulah yang menciptakan alam semesta dan seluruh isinya. Engkaulah Raja yang layak untuk diagungkan, dan seluruh ciptaan-Mu tunduk kepada-Mu. Engkaulah Allah yang bersemayam di tempat yang mahatinggi, takhta-Mu tidak akan goyah namun kokoh untuk selama-lamanya. Engkau berdaulat dan di dalam kuasa-Mu Engkau mengatur segala sesuatu tanpa ada satupun yang sanggup untuk membatasinya. Tuhan, kepada-Mu aku mempercayakan hidupku dan menyerahkan masa depanku.

 

Allah yang mahabesar, aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau bersedia memperhatikan diriku manusia yang terbatas ini. Dengan kasih-Mu Engkau yang mahamulia telah bersedia menyertai diriku manusia yang hina. Dengan anugerah-Mu Engkau menebus hidupku dari kesia-siaan dan mengubahnya menjadi hidup yang penuh dengan makna. Tuhan, tolonglah diriku agar mampu memberitakan kemurahan-Mu ini kepada lingkunganku melalui perbuatan dan perkataanku. Kepada-Mu ya Allah yang aku kenal dan yang aku sapa di dalam Yesus Kristus, Tuhanku yang hidup, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 3 April 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati. (Mazmur 125:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 TUHAN akan menyerahkan mereka kepadamu dan haruslah kamu melakukan kepada mereka tepat seperti perintah yang kusampaikan kepadamu. 6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. (Ulangan 31:5, 6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila Tuhan menyertai kita maka kita tidak perlu merasa takut terhadap tantangan yang menghadang diri kita. Memang hidup ini tidak terlepas dari kesulitan. Bahkan tidak jarang kesukaran yang menghadang tersebut sedemikian besarnya sehingga melampaui kemampuan diri kita untuk mengatasinya. Di saat seperti itu bila kita berpikir bahwa kita harus menghadapi tantangan tersebut seorang diri maka adalah wajar bila rasa takut menguasai hati kita. Namun bila kita menyadari bahwa Tuhan menyertai kita maka rasa takut tersebut akan sirna. Sebab Tuhan adalah pribadi yang setia dan Ia sanggup memberikan kemenangan kepada umat-Nya.

 

Kebenaran itulah yang dikemukakan Musa di dalam Ulangan 31. Ia berkata bahwa umat Tuhan tidak perlu merasa takut kepada bangsa Kanaan yang akan menghadang perjalanan mereka. Untuk itu Musa mengingatkan umat Tuhan tentang siapa yang menyertai mereka, yaitu Tuhan yang akan menolong umat-Nya dengan menyerahkan bangsa Kanaan ke dalam tangan mereka, dan yang tidak akan membiarkan umat-Nya menghadapi kesukaran seorang diri. Singkat kata, penyertaan Tuhan, pribadi yang kesanggupan-Nya tidak terbatas dan yang kesetiaan-Nya tidak perlu diragukan itu merupakan dasar bagi kita untuk tidak usah merasa gentar dalam menjalani hidup kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang seharusnya Anda lakukan ketika Anda merasa takut dalam menghadapi kesukaran yang menghadang hidup Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Allah yang penuh rahmat, aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau bersedia untuk menyertai hidupku. Aku berterima kasih kepada-Mu karena Engkau tidak akan pernah meninggalkan aku dan tidak akan membiarkan aku menghadapi hidup ini seorang diri. Aku mengaku ya Tuhan bahwa Engkaulah sumber kekuatan dan pertolongan di dalam hidupku. Oleh penyertaan-Mu dan dengan kuasa serta kesetiaan-Mu Engkau akan menolong diriku, sehingga aku akan mampu mengatasi semua perintang di dalam hidupku. Penyertaan-Mu ya Tuhan membuat diriku tidak akan takut maupun kuatir untuk menjalani hidupku.

 

Tuhan yang baik, aku bersyukur kepada-Mu untuk berkat-berkat-Mu yang telah aku terima di sepanjang hari ini. Oleh karena tuntunan-Mu aku dapat berjalan di jalan-jalan kemenangan-Mu. Janji-Mu bahwa Engkau akan selalu menyertai diriku telah memberi kekuatan bagiku untuk sanggup menghadapi masa depanku. Tidak ada yang mustahil bagi diri-Mu dan tidak akan pernah Engkau mengingkari janji-Mu. Sekali lagi aku menyerahkan seluruh masa depan dan harapanku ke dalam tangan kasih setia-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.