Jumat, 30 Maret 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku. (Mazmur 71:3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." (Lukas 1:30-33)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Anugerah merupakan suatu paradoks, sebab di dalamnya Allah yang Mahatinggi telah merendahkan diri-Nya sendiri demi menyelamatkan manusia yang hina. Paradoks merupakan dua kondisi yang bersifat bertentangan dan yang memang dipertentangkan untuk menyatakan suatu kebenaran tertentu. Sebagai contoh, kepada seseorang kita bertanya: "Apakah Anda seorang yang rendah hati?" Apabila yang bersangkutan menjawab: "Ya, saya sangat rendah hati." Maka pengakuannya itu menunjukkan dirinya adalah orang yang sombong. Sebaliknya kalau ia berkata: "Bukan, saya sama sekali bukan orang yang rendah hati." Justru penyangkalan yang ia lakukan ini menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah orang yang rendah hati. Itulah paradoks.

 

Bahwasanya anugerah merupakan suatu paradoks dapat dilihat dari isi pesan malaikat Gabriel kepada Maria tentang kedatangan Yesus ke dunia sebagaimana yang dicatat di dalam Lukas 1. Dia adalah Anak Allah Yang Mahatinggi dan Raja Kerajaan Sorga namun rela datang ke dunia dan lahir sebagai manusia yang hina. Bukan itu saja, di dalam keadaan-Nya sebagai manusia Ia telah rela menanggung penderitaan sampai mati di kayu salib demi menyelamatkan manusia berdosa yang hina. Di dalam paradoks antara kemuliaan dan kehinaan inilah kita dapat melihat anugerah, yaitu kasih Allah yang tidak terbatas yang menyelamatkan manusia yang seharusnya binasa dalam murka Allah. Oleh anugerah-Nya kita diselamatkan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang seharusnya Anda lakukan untuk mensyukuri anugerah Allah yang mulia bagi diri Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, aku sungguh bersyukur untuk anugerah-Mu yang mulia itu. Anugerah yang telah Engkau nyatakan melalui kerelaan-Mu menderita sengsara sampai mati di kayu salib bagi manusia yang berdosa seperti diriku. Anugerah yang telah Engkau buktikan dengan rela merendahkan diri-Mu, Anak Allah Yang Mahatinggi dengan menjadi seorang manusia demi menyelamatkan manusia hina seperti diriku ini. Tuhan Yesus, sungguh besar anugerah-Mu sehingga melampaui kemampuan akalku untuk mencernanya.

 

Di hari Jumat Agung ini aku berdoa menyerahkan diriku ke dalam tangan-Mu. Jadikanlah diriku saluran kasih-Mu bagi orang yang belum mengenalnya. Aku juga berdoa menyerahkan ibadah Jumat Agung dari umat-Mu. Aku memohon hadirlah di dalam perhimpunan jemaat-Mu yang mengingat pengorbanan-Mu dan mensyukuri anugerah-Mu. Teguhkanlah iman umat-Mu agar mereka semakin bergantung kepada kasih setia-Mu. Utarakan firman-Mu sehingga umat-Mu semakin mengenal kasih-Mu dan dapat melihat hari esok yang penuh pengharapan di dalam rahmat-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, yang telah mengorbankan nyawa-Nya demi keselamatanku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 1

Mazmur 89

Ulangan 25

 


  

Jumat, 30 Maret 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu! (Mazmur 138:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

12 Punya-Mulah langit, punya-Mulah juga bumi, dunia serta isinya Engkaulah yang mendasarkannya. 13 Utara dan selatan, Engkaulah yang menciptakannya, Tabor dan Hermon bersorak-sorai karena nama-Mu. 14 Punya-Mulah lengan yang perkasa, kuat tangan-Mu dan tinggi tangan kanan-Mu. (Mazmur 89:12-14)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah pemilik dan penguasa segala yang ada di alam semesta ini. Dari kekekalan sampai kepada kekekalan Engkau berkuasa mengatur alur kehidupan dan mengarahkannya kepada penggenapan rencana-Mu yang agung dan mulia. Namun Engkau yang mahamulia dan berkuasa itu telah rela datang ke dunia, merendahkan diri, dan berkorban sampai mati di kayu salib bagi diriku, manusia yang berdosa. Sungguh agung kasih-Mu bagiku. Aku yang sepatutnya Engkau murkai justru telah Engkau kasihi dan selamatkan melalui pengorbanan-Mu. Aku merasa takjub terhadap anugerah-Mu.

 

Di hari Jumat Agung ini kembali aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu dan jadilah kehendak-Mu. Aku percaya bahwa kehendak-Mu selalu yang terbaik dan rancangan-Mu pasti terindah. Di dalam kebaikan-Mu Engkau turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagiku, lanjutkanlah kasih setia-Mu, ya Tuhan. Tuhan, pakailah diriku menjadi saluran kasih-Mu bagi orang-orang di sekitarku agar supaya mereka juga dapat bersukacita di dalam keselamatan yang datang dari pada-Mu itu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang di dalam kasih telah mengorbankan nyawa-Nya bagiku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 30 Maret 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. (Mazmur 86:11)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 "Apabila ada perselisihan di antara beberapa orang, lalu mereka pergi ke pengadilan, dan mereka diadili dengan dinyatakannya siapa yang benar dan siapa yang salah, 2 maka jika orang yang bersalah itu layak dipukul, haruslah hakim menyuruh dia meniarap dan menyuruh orang memukuli dia di depannya dengan sejumlah dera setimpal dengan kesalahannya. 3 Empat puluh kali harus orang itu dipukuli, jangan lebih; supaya jangan saudaramu menjadi rendah di matamu, apabila ia dipukul lebih banyak lagi. (Ulangan 25:1-3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Wujud dari anugerah adalah penderitaan Tuhan yang tidak sepatutnya Ia tanggung demi keselamatan manusia yang tidak sepatutnya Ia selamatkan. Apabila orang mengalami hukuman karena ia melakukan kesalahan maka hukuman tersebut adalah memang sepantasnya ia alami. Apabila seseorang menolong orang yang berbuat baik kepadanya maka pertolongan tersebut memang sepatutnya ia lakukan. Sebaliknya apabila seseorang rela menanggung hukuman bukan karena dirinya bersalah, namun demi menolong orang yang telah berbuat jahat kepada dirinya dan yang sepatutnya dihukum, itulah yang disebut anugerah. Itulah yang Tuhan Yesus telah lakukan bagi kita manusia berdosa.

 

Anugerah ini nampak semakin jelas bila kita melihat ketetapan Allah tentang hukuman bagi orang yang bersalah seperti yang dicatat di dalam Ulangan 25. Di situ Allah menetapkan bahwa orang yang bersalah haruslah dihukum setimpal dengan kesalahannnya. Kalau hukuman itu dalam bentuk deraan maka orang yang bersalah itu tidak boleh dipukul lebih dari empat puluh kali agar ia tidak direndahkan. Tetapi bukan itu yang Tuhan Yesus alami di kayu salib. Ia dihukum bukan karena Ia bersalah. Sebelumnya Ia didera secara tanpa batas berdasarkan hukum Romawi, bukan dipukul secara terbatas berdasarkan hukum Allah bagi bangsa Yahudi. Artinya di dalam penderitaan-Nya Ia menanggung kehinaan yang melampaui batas yang tidak sepatutnya Ia alami. Itulah anugerah yang olehnya kita diselamatkan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Dengan apa seharusnya Anda membalas anugerah Allah yang telah menyelamatkan Anda dari hukuman dosa tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, kembali aku mengungkapkan rasa kagumku terhadap besarnya anugerah-Mu bagi diriku. Di dalam anugerah itu Engkau telah rela menanggung hukuman yang seharusnya menimpa diriku dan menanggung kehinaan karena dosa-dosaku. Tuhan, sungguh mulia anugerah-Mu. Ampunilah diriku apabila acapkali aku meremehkan anugerah-Mu dengan hidup sekehendak diriku sendiri dan bukan hidup untuk memuliakan nama-Mu. Di dalam kemurahan-Mu tolonglah diriku agar senantiasa hidup sesuai dengan firman-Mu sehingga hidupku menyenangkan hati-Mu.

 

Di hari Jumat Agung ini kembali aku menyerahkan hari depanku ke dalam anugerah-Mu. Engkau yang telah menghapuskan masa laluku yang kelam dan membentangkan masa depan yang baru dan penuh pengharapan, kepada-Mu aku menaruhkan harapanku. Tuntunlah diriku kepada masa depan yang cerah sebagaimana yang Engkau telah rencanakan bagi diriku. Di dalam iman dan syukur kepada-Mu aku ingin mengisi hidupku sampai kepada akhirnya. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku yang mulia aku menaikkan doa dan ucapan syukurku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.