Kamis, 8 Maret 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bibirku bersorak-sorai sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu, juga jiwaku yang telah Kaubebaskan. (Mazmur 71:23)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! 23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. 24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. (Markus 11:22-24)

 

Pengantar untuk Renungan

 

Iman merupakan salah satu kunci dari doa yang efektif. Jika kita berdoa dengan iman, maka doa kita pasti dikabulkan oleh Tuhan. Iman yang seperti ini merupakan hasil dari relasi yang akrab dengan Tuhan. Relasi yang akrab dengan Tuhan membuat kita semakin mengenal Tuhan. Jika kita mengenal Tuhan, maka kita tidak sembarangan berdoa. Doa yang kita panjatkan akan sesuai dengan kehendak Tuhan bukan sesuai dengan keinginan kita sendiri. Tidaklah mengherankan jika apapun yang kita doakan pasti akan dijawab oleh Tuhan. Oleh karena itu jika kita berdoa dengan iman yang timbul dari relasi yang akrab dengan Tuhan, maka doa yang kita panjatkan menjadi doa yang efektif.

 

Hal inilah yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada para murid-murid-Nya di dalam Markus 11. Tuhan Yesus mengutuk sebuah pohon ara karena Ia mendapati pohon ara tersebut tidak menghasilkan buah. Keesokan harinya Tuhan Yesus dan para murid-Nya melewati pohon ara tersebut yang telah menjadi kering. Petrus pun terkagum-kagum dengan mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus terhadap pohon ara tersebut. Kemudian Tuhan Yesus menjelaskan kuncinya, yaitu di ayat kedua puluh dua: "Percayalah kepada Allah". Iman merupakan kunci bagi doa yang efektif. Namun bukan sembarang iman, melainkan iman yang dihasilkan dari relasi yang akrab dengan Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang seringkali menjadi hambatan bagi Anda untuk memiliki doa yang efektif?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa Pencipta Alam Semesta, Engkau Tuhan yang memegang kuasa di Surga ataupun di bumi. Bagi-Mu tidak ada satupun yang mustahil. Aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau bersedia menjalin relasi yang akrab dengan diriku yang terbatas ini. Ajarlah aku untuk lebih mengenal-Mu, sehingga doa-doaku sesuai dengan kehendak-Mu. Tolonglah aku agar mempunyai iman yang kokoh, yaitu mempercayai Engkau tanpa kebimbangan sedikitpun. Dengan demikian aku dapat hidup melampaui keterbatasanku.

 

Tuhan Yesus, aku memohon penyertaan-Mu sepanjang hari ini. Tambahkan imanku pada-Mu sehingga aku dapat mengalami kuasa-Mu yang besar. Jangan biarkan aku hanya melihat pada keterbatasanku, sehingga imanku terhadap kuasa-Mu menjadi goyah. Pakailah diriku untuk menyatakan kuasa-Mu sehingga orang-orang di sekitarku boleh percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, pribadi yang penuh kuasa aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Markus 11

Mazmur 67

Bilangan 17-18

 


  

Kamis, 8 Maret 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Luputkanlah aku, ya TUHAN, dengan tangan-Mu, dari orang-orang dunia ini yang bagiannya adalah dalam hidup ini; (Mazmur 17:14a)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, Sela 3 supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. 4 Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. 5 Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. Sela (Mazmur 67:2-5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah sumber segala berkat dan keberhasilan di dalam hidupku. Di dalam setiap keberhasilan dan berkat yang telah Engkau berikan, ada rancangan yang indah agar aku dapat menggunakannya bagi penggenapan rencana-Mu atas dunia ini. Engkau memberkati diriku agar aku menjadi berkat bagi banyak orang. Pakailah diriku ya Tuhan agar melalui hidupku semakin banyak orang boleh mengenal jalan-Mu dan keselamatan daripada-Mu. Tuntunlah hidupku sesuai dengan jalan-jalan-Mu sehingga orang-orang di sekitarku dapat melihat kemuliaan-Mu melalui hidupku.

 

Tuhan Yesus, berikanku belas kasihan untuk orang-orang yang ada di sekitar hidupku. Berkatilah apapun yang aku kerjakan sehingga bermanfaat bagi orang-orang di sekitarku. Urapilah aku agar aku menjadi saksi-Mu yang menceritakan betapa besarnya kasih-Mu bagi semua orang. Di dalam nama Tuhan Yesus aku telah berdoa dan mengucap syukur, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 8 Maret 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN! (Mazmur 27:14)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Dan orang yang Kupilih, tongkat orang itulah akan bertunas; demikianlah Aku hendak meredakan sungut-sungut yang diucapkan mereka kepada kamu, sehingga tidak usah Kudengar lagi." 6 Setelah Musa berbicara kepada orang Israel, maka semua pemimpin mereka memberikan kepadanya satu tongkat dari setiap pemimpin, menurut suku-suku mereka, dua belas tongkat, dan tongkat Harun ada di antara tongkat-tongkat itu. 7 Musa meletakkan tongkat-tongkat itu di hadapan TUHAN dalam kemah hukum Allah. 8 Ketika Musa keesokan harinya masuk ke dalam kemah hukum itu, maka tampaklah tongkat Harun dari keturunan Lewi telah bertunas, mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga dan berbuahkan buah badam. (Bilangan 17:5-8)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Keberhasilan seseorang untuk menjalankan suatu tugas tidak dapat terlepas dari dukungan orang yang memberikan tugas. Jika sang pemberi tugas tidak mendukung sang penerima tugas, maka sang penerima tugas tidak akan berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Demikian juga dengan Tuhan, Dia selalu memberikan dukungan kepada kita di saat kita menghadapi kesulitan untuk melakukan tugas panggilan-Nya. Dia akan selalu memberikan anugerah yang cukup dan dukungan yang penuh agar kita dapat mengatasi setiap persoalan yang timbul. Sehingga kita dapat memenuhi tugas dan panggilan kita secara baik dan bertanggung jawab.

 

Sebagaimana dicatat dalam Bilangan 17, Musa dan Harun mengalami kesulitan di dalam melaksanakan tugas panggilan yang ditetapkan Tuhan bagi mereka sebagai pemimpin bangsa Israel. Umat Israel bersungut-sungut dan menggerutu dalam ketidakpuasan atas kepemimpinan Musa dan Harun. Untuk menunjukkan dukungan-Nya kepada Harun, Tuhan melakukan mujizat dimana hanya tongkat dari suku Lewi yang bertuliskan nama Harun yang bertunas, berbunga dan berbuahkan buah badam. Tuhan ingin menujukkan kepada bangsa Israel bahwa Harun memang orang yang dipilih Allah untuk menjadi imam besar bagi orang Israel. Melalui mujizat Tuhan ini, akhirnya bangsa Israel dapat menerima kepemimpinan Musa dan Harun.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana Tuhan menolong Anda untuk mengatasi persoalan di saat Anda menjalankan panggilan-Nya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan yang penuh dengan anugerah, aku bersyukur karena Engkau telah memilih aku untuk percaya kepada-Mu dan memanggil aku untuk melakukan tugas panggilan-Mu. Tolonglah aku untuk melakukan tugas itu dengan penuh kesetiaan dan tanggung jawab sebagai bentuk ucapan syukur atas anugerah-Mu. Di saat aku harus menghadapi persoalan dalam menggenapi panggilan-Mu, aku percaya bahwa Engkau tidak akan tinggal diam. Namun Engkau akan mendukung aku dengan memberikan jalan keluar yang ajaib bagi persoalanku itu.

 

Tuhan Yesus, aku juga bersyukur untuk setiap penyertaan dan berkat yang Tuhan berikan sepanjang hari ini. Ampunilah aku ya Tuhan apabila hari ini aku melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kehendak-Mu. Aku memohon agar Engkau memberikan kepadaku istirahat yang cukup, agar esok aku dapat kembali menjalankan tugas panggilan-Mu untuk menjadi saksi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa dan mengucap syukur, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.