Selasa, 6 Maret 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! 3 Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. 4 Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita, 5 Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya. (Mazmur 47:2-5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

21 Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini? Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. 22 Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami." 23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" 24 Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" (Markus 9:21-24)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Iman yang semu adalah mempercayai Tuhan hanya jika kita sudah melihat kuasa-Nya, sedangkan iman yang sejati adalah mempercayai Dia walaupun kita belum mengalami pertolongan-Nya. Dengan kata lain, iman yang semu adalah iman yang dilatarbelakangi oleh rasa ragu terhadap kemampuan Tuhan. Itu sebabnya orang yang hidup di dalamnya menginginkan agar Tuhan membuktikan kuasa-Nya terlebih dahulu dan baru sesudah itu ia akan percaya. Sebaliknya, iman yang sejati dilatarbelakangi oleh keyakinan terhadap kemampuan Tuhan. Sehingga orang yang berjalan di dalamnya sudah yakin bahwa Tuhan sanggup bekerja melampaui kemustahilan tanpa ia menunggu buktinya. Dengan demikian maka tidak ada yang mustahil bagi dirinya.

 

Iman yang semu, yaitu iman jika sudah melihat bukti kuasa Tuhan inilah yang ada pada diri ayah anak yang dirasuk roh jahat di dalam Markus 9. Oleh karena itu ia berkata kepada Tuhan Yesus: "Jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami." Kalimat ini menunjukkan bahwa walaupun memang ia membawa anaknya kepada Yesus untuk memperoleh pertolongan, namun sesungguhnya ia datang dengan sikap ragu-ragu atau sekedar mencoba-coba. Sedangkan yang Tuhan inginkan adalah iman yang sejati. Iman yang mempercayai bahwa Tuhan sanggup bekerja secara tanpa batas, bahkan sebelum kita melihatnya secara kasat mata inilah yang memungkinkan orang hidup melampaui kemustahilan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang menghambat diri Anda untuk mempercayai kesanggupan Tuhan dalam menolong Anda? Bagaimana Anda mengatasinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ampuni aku karena seringkali aku meragukan kuasa-Mu. Tidak jarang aku menunggu Engkau membuktikan bahwa kuasa-Mu tidak terbatas baru aku mempercayai firman-Mu. Padahal sesungguhnya tidak ada yang mustahil bagi-Mu ya Tuhan. Kuasa-Mu jauh lebih besar dari semua masalahku. Tuhan, tambahkanlah imanku sehingga aku bergantung dan berharap kepada-Mu dengan tanpa syarat. Aku percaya Engkau mampu bekerja tanpa batas dan memampukan aku untuk hidup melampaui kemustahilan.

 

Ke dalam tangan-Mu yang penuh kasih dan pemurah, aku berserah ya Tuhan. Aku memohon pimpinan-Mu untuk setiap hal yang aku harus kerjakan sepanjang hari ini. Aku memohon pertolongan-Mu bagi semua tugas yang aku emban di dalam hidupku. Tolonglah aku untuk terus berpegang pada kebenaran firman-Mu sepanjang hari ini sehingga aku hidup dengan penuh kemenangan dalam segala hal. Ke dalam tangan-Mu kuserahkan hidupku dan biarlah nama-Mu yang dipermuliakan dalam apapun yang aku kerjakan hari ini. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Markus 9

Mazmur 65

Bilangan 13-14

 


  

Selasa, 6 Maret 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN. (Mazmur 116:17)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup 4 karena bersalah. Bilamana pelanggaran-pelanggaran kami melebihi kekuatan kami, Engkaulah yang menghapuskannya. 5 Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus. (Mazmur 65:3-5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah Allah yang penuh kasih dan anugerah. Kasih-Mu yang besar telah Engkau tunjukkan dengan mendengarkan doaku. Anugerah-Mu yang tak terbatas Engkau tunjukkan dengan mengampuni segala dosa dan pelanggaranku. Engkau telah memilih dan menyelamatkan hidupku dengan pengorbanan-Mu di atas kayu salib. Engkau layakkan aku untuk mendekat dan diam di pelataran-Mu sehingga aku dapat menikmati segala berkat di dalam hidupku.

 

Tuhan, buatlah hatiku agar selalu ingin dekat kepada-Mu. Biarlah hatiku yang lapar dan haus dapat dikenyangkan dan dipuaskan oleh hadirat-Mu. Tolonglah aku agar senantiasa mengandalkan Engkau di dalam menyelesaikan setiap tugas dan tanggung jawab yang Engkau percayakan kepadaku. Pakailah aku untuk menjadi saluran berkat bagi orang-orang di sekitarku sehingga mereka dapat melihat teladan Kristus melalui hidupku. Kiranya damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus memenuhi hati dan pikiranku. Dalam nama Tuhan Yesus aku menaikkan doa dan ucapan syukurku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 6 Maret 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. 10 Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang. (Mazmur 36:8, 10)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, 7 dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. 8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." (Bilangan 14:6-9)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kualitas iman seseorang akan nampak ketika dirinya dihadapkan kepada situasi yang sukar. Sebab ketika segala sesuatu berjalan dengan lancar, maka pada umumnya orang akan bersyukur kepada Tuhan. Namun ketika kesukaran datang menghadang di saat itulah akan terlihat perbedaan. Orang yang imannya rapuh akan berbalik dari bersyukur menjadi merasa kesal kepada Tuhan. Sedangkan orang yang imannya kokoh akan tetap percaya bahwa Tuhan sanggup menepati janji-Nya apapun situasi yang sedang ia hadapi. Oleh sebab itu adakalanya Tuhan mengijinkan kita menghadapi kesukaran, yaitu supaya melaluinya kita dapat mengetahui kualitas dari iman kita yang sebenarnya.

 

Hal itu juga yang dialami umat Tuhan seperti yang ditulis di dalam Bilangan 14. Ketika bangsa Israel mendengar bahwa negeri Kanaan yang dijanjikan Tuhan telah dihuni oleh bangsa yang sangat kuat, maka hati mereka menjadi lemah dan mereka memberontak kepada Tuhan. Namun tidak demikian halnya dengan Yosua dan Kaleb. Kesukaran itu tidak membuat hati mereka gentar. Mereka yakin bahwa Tuhan pasti akan menepati janji-Nya, yaitu bahwa Ia akan menyertai umat-Nya dan memberikan negeri itu kepada mereka. Sikap yang berbeda ini bukan saja menunjukkan kualitas iman mereka juga menentukan masa depan mereka. Berbeda dengan orang-orang Israel lainnya, hanya Yosua dan Kaleb sajalah yang mengalami janji Tuhan, yaitu memasuki negeri Kanaan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang akan Anda lakukan ketika orang-orang di sekitar Anda merasa putus asa oleh besarnya kesukaran yang menghadang?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ampunilah diriku karena adakalanya aku kesal terhadap diri-Mu di saat menghadapi situasi yang sukar. Aku tahu bahwa Engkau tidak menjanjikan hidup yang mudah dan tanpa kesulitan. Oleh karena itu Tuhan, tolonglah aku agar tidak mudah menyerah di dalam menghadapi kesukaran dalam hidupku. Ajar aku untuk tetap percaya dan bersyukur kepada-Mu dalam segala keadaan. Aku percaya bahwa Engkau adalah Allah yang setia. Engkau pasti akan menyertai aku dan akan menepati janji-Mu.

 

Ya Allahku, aku berterima kasih untuk kesempatan yang telah Engkau berikan kepadaku untuk menikmati kemurahan-Mu di sepanjang hari ini. Engkau telah membuka berbagai kesempatan yang indah bagi diriku untuk mengalami kasih setia-Mu. Engkau juga menjamin masa depanku dengan hari esok yang indah dan penuh pengharapan. Aku mengucap syukur dan memasrahkan seluruh hidupku ke dalam tangan-Mu melalui Yesus Kristus, Sang Pengantara yang Tunggal. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.