Selasa, 27 Februari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati; (Mazmur 125:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. 2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, 3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. 5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:1-5)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Iman yang gigih akan melahirkan kreatifitas guna mengatasi semua pembatas. Memang keteguhan iman di dalam diri seseorang akan nampak melalui kegigihan dirinya dalam berjuang untuk mengatasi perintang. Kegigihan yang pada gilirannya akan mengakibatkan yang bersangkutan berpikir secara kreatif dalam mencari jalan keluar guna mengatasi penghalang yang menghadang. Sebaliknya, orang yang lemah imannya akan mudah menyerah kalah kepada keadaan. Sikap ini akan mengakibatkan dirinya tidak berpikir secara kreatif, namun bersikap pasif, mudah berputus asa dan bersikap takluk kepada nasib.

 

Kegigihan iman yang melahirkan kreatifitas inilah yang terlihat dalam diri empat orang yang membawa seorang yang lumpuh kepada Yesus. Di dalam Markus 2 dicatat bahwa mereka tidak menyerah kepada penghalang, yaitu banyaknya orang yang sedang mengerumuni Yesus. Dengan gigih mereka berjuang secara kreatif, yaitu dengan membuka atap rumah tempat Yesus sedang berada. Iman yang gigih inilah yang mengakibatkan mereka bertindak secara kreatif guna mengatasi penghalang. Iman yang gigih ini tidaklah sia-sia sebab Yesus menanggapinya dengan menyembuhkan si orang lumpuh yang mereka bawa kepada-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan ketika menghadapi penghalang yang menghadang perjalanan hidup Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku berterima kasih karena Engkau mengajar diriku untuk tidak menyerah terhadap keadaan maupun tantangan yang aku hadapi di dalam hidup ini. Justru sebaliknya dengan mata iman aku dapat melihat kemungkinan-kemungkinan yang baru dalam mencari jalan keluar bagi kesukaran yang aku hadapi. Oh Tuhan, tambahkan imanku dan tolonglah diriku untuk terus bergantung kepada-Mu di dalam segala keadaan.

 

Tuhan yang limpah dengan anugerah, penuhilah diriku dengan damai sejahtera-Mu dan tolonglah diriku di dalam semua yang harus aku lakukan hari ini. Sertai dan tuntunlah diriku di jalan-jalan-Mu. Berkati dan jadikan apapun yang aku kerjakan hari ini berhasil. Pakailah hidupku untuk menjadi alat kemuliaan-Mu sehingga nama-Mu dipuji dan disembah oleh mereka yang belum mengenal diri-Mu. Aku naikkan doaku ini di dalam nama Tuhan Yesus yang mengasihi aku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Markus 2

Mazmur 58

Imamat 26-27

 


  

Selasa, 27 Februari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan. (Mazmur 119:176)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

11 Orang benar itu akan bersukacita, sebab ia memandang pembalasan, ia akan membasuh kakinya dalam darah orang fasik. 12 Dan orang akan berkata: "Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi." (Mazmur 58:11, 12)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau tidak akan membiarkan orang-orang Fasik beria-ria karena mereka berhasil menindas umat-Mu. Engkau pasti akan bertindak membela umat-Mu. Tidak akan Engkau biarkan umat-Mu menghadapi kesukaran tanpa Engkau bersikap peduli terhadap penderitaan mereka. Engkau pasti akan bertindak menolong umat-Mu. Tidak akan Engkau biarkan umat-Mu menghadapi perintang tanpa diri-Mu menyertai dan melimpahi mereka dengan damai sejahtera-Mu.

 

Tuhan Yesus, di dalam penyertaan-Mu aku merasakan damai sejahtera yang melampaui segala pikiranku. Di dalam keadilan-Mu Engkau akan melindungi umat-Mu. Dengan tangan-Mu yang perkasa Engkau mengangkat hidupku dan menolong diriku. Tuhan, sertailah diriku senantiasa dan berikan diriku kemenangan atas semua masalah yang aku hadapi supaya dengan demikian orang dapat melihat bahwa orang yang berharap kepada-Mu tidak akan pernah dikecewakan. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 27 Februari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 106 Aku telah bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum-hukum-Mu yang adil. (Mazmur 119:105, 106)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 "Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu. 2 Kamu harus memelihara hari-hari Sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku, Akulah TUHAN. 3 Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, 4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. (Imamat 26:1-4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang dewasa imannya akan menaati firman Tuhan karena menghormati Dia dan bukan hanya karena mengejar berkat-Nya. Memang benar orang yang menaati perintah Tuhan akan diberkati-Nya, namun berkat tersebut hanyalah sekedar bonus dari ketaatan kita kepada-Nya. Orang yang dewasa imannya akan memahami hal ini. Sebab sama seperti hanya anak-anaklah yang membeli makanan di restoran McDonald's karena mengejar bonus mainan yang dijanjikan, demikianlah hanya orang yang imannya masih kekanak-kanakan yang akan menaati firman Tuhan karena mengejar berkat-berkat-Nya.

 

Prinsip bahwa ketaatan kepada firman Tuhan adalah karena kita menghormati Dia inilah yang Allah kemukakan di dalam Imamat 26. Di situ Ia menjelaskan bahwa kalau diri-Nya menghendaki agar umat-Nya tidak menyembah berhala adalah karena Dialah Allah mereka. Dengan kata lain, hal itu adalah karena umat-Nya wajib menghormati Dia. Walaupun memang sebagai bonus dari ketaatan tersebut Ia akan memberkati umat-Nya, namun bukan menerima berkat itulah yang menjadi tujuan utama mereka. Dasar utama dari ketaatan kepada firman Tuhan, yaitu karena Dia adalah Tuhan. Artinya karena Dia adalah pribadi yang wajib kita hormati, maka kita menaati kehendak-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Adakah firman Allah yang belum Anda taati? Apabila ada, mengapa Anda belum menaatinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah diriku agar semakin bertumbuh dewasa di dalam iman, sehingga aku menaati firman-Mu karena menghormati diri-Mu dan bukan sekedar karena mengejar berkat-Mu. Aku berterima kasih karena Engkau bersedia memberkati umat-Mu. Namun bukan hanya demi mengalami berkat itulah maka aku menjadi pengikut-Mu. Aku berterima kasih karena oleh kemurahan-Mu Engkau bersedia menjadikan semua yang aku lakukan berhasil. Namun bukan karena mengejar keberhasilan itulah maka aku menaati kehendak-Mu. Tuhan, ajarlah diriku untuk semakin menghormati diri-Mu.

 

Tuhan aku juga berterima kasih untuk tuntunan-Mu yang telah aku alami hari ini. Melalui firman-Mu Engkau membimbing diriku agar semakin mampu membedakan antara hal-hal yang seharusnya aku utamakan dengan hal-hal yang tidak perlu aku prioritaskan. Aku berterima kasih karena dengan kasih-Mu Engkau menyertai diriku di sepanjang hari ini. Sekarang aku menyerahkan semua yang telah aku lakukan hari ini ke dalam tangan-Mu. Jadikanlah semua itu berhasil dan menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.