Senin, 26 Februari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

20 Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya. 21 Pujilah TUHAN, hai segala tentara-Nya, hai pejabat-pejabat-Nya yang melakukan kehendak-Nya. 22 Pujilah TUHAN, hai segala buatan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! (Mazmur 103:20-22)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

40 Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." 41 Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." 42 Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. (Markus 1:40-42)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukan hanya kuasa Tuhan yang bersifat tidak terbatas, kasih-Nya pun tidak dapat dibatasi oleh apapun juga. Pada umumnya orang mempercayai bahwa Tuhan adalah pribadi yang mahakuasa, namun ketika mengalami kesukaran maka yang bersangkutan meragukan kasih Tuhan. Khususnya ketika ia merasa seakan-akan Tuhan tidak segera menolong yang bersangkutan. Padahal sesungguhnya bukan hanya kuasa-Nya, demikian pula kasih Tuhan juga melampaui semua keadaan. Kuasa dan kasih Tuhan yang bersifat tidak terbatas inilah yang memungkinkan kita untuk menatap hari esok dengan penuh pengharapan.

 

Ketidakterbatasan kuasa dan kasih Tuhan ini nampak melalui tindakan-Nya dalam menolong orang kusta sebagaimana yang dicatat di dalam Markus 1. Di dalam kuasa-Nya Ia menahirkan orang tersebut. Di dalam kasih-Nya Ia mengulurkan tangan-Nya dan menjamah orang tersebut. Padahal bagi orang Yahudi di masa itu, orang kusta adalah pribadi yang najis sehingga mereka tidak mau berada dekat, apalagi menyentuh orang kusta. Sedangkan Yesus, yang kalau mau Ia dapat saja menyembuhkan si orang kusta tanpa perlu menjamahnya, karena kasih-Nya bersedia menyentuh yang bersangkutan. Dengan kasih dan kuasa-Nya itu Ia memulihkan masa depan orang yang tersisih, seperti sang penderita sakit kusta.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apa yang perlu Anda lakukan untuk menunjukkan kasih Allah yang tidak terbatas kepada orang-orang yang tersisih di sekitar Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau telah memberi teladan kepadaku tentang bagaimana seharusnya aku memperlakukan orang lain dengan kasih. Engkau rela menerima orang-orang yang tersisih. Bahkan di dalam kasih-Mu yang tak terbatas itu Engkau bersedia memulihkan diriku yang telah najis oleh dosa dan membuka masa depan yang baru bagi hidupku. Ajar diriku untuk melakukan hal yang sama terhadap sesamaku sehingga dengan demikian aku dapat menjadi kepanjangan tangan-Mu yang membawa kesembuhan bagi lingkungan sekitarku.

 

Tuhan, ke dalam kasih-Mu itu pula aku menyerahkan hidupku di sepanjang minggu ini. Sertailah dan tuntunlah hidupku di setiap saat. Aku percaya melewati masa yang sesukar apapun juga diriku tidak akan pernah berjalan seorang diri. Dengan kuasa-Mu yang tidak terbatas Engkau menjaga diriku dan dengan kasih-Mu yang tidak terbatas Engkau menjamin masa depanku di dalam keberhasilan. Di dalam nama Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Markus 1

Mazmur 57

Imamat 24-25

 


  

Senin, 26 Februari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Orang benar akan bersukacita karena TUHAN dan berlindung pada-Nya; semua orang yang jujur akan bermegah. (Mazmur 64:11)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

8 Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. 9 Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar! 10 Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa; 11 sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan. 12 Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi! (Mazmur 57:8-12)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allah di dalam kegelapan yang kulalui aku tidak bersedia menyerah terhadap kesukaran dan membiarkan hidupku berada di dalam keputusasaan. Karena sesungguhnya kasih setia-Mu itu yang memberi jaminan bagi masa depanku. Dengan kuasa-Mu yang tidak terbatas Engkau selalu melindungi diriku. Dengan kebenaran-Mu Engkau menuntun hidupku. Oleh karena itu aku bangkit dan memuji nama-Mu di dalam pengharapan dan iman. Di dalam terang kasih-Mu aku melihat terang.

 

Tuhan, kembali aku memohon penyertaan-Mu. Mampukanlah aku untuk mengerjakan tanggung jawab yang Engkau percayakan kepadaku. Berikanlah kepadaku kekuatan iman dan penuhi hatiku dengan damai sejahtera-Mu. Jadikan diriku berkat bagi lingkungan sekitarku, yaitu dengan menjadi saksi-Mu bagi mereka yang belum mengenal kasih setia-Mu. Di dalam nama Yesus yang penuh kuasa aku berdoa dan mengucap syukur, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Senin, 26 Februari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, 3 untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam, (Mazmur 92:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 TUHAN berfirman kepada Musa di gunung Sinai: 2 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN. 3 Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, 4 tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi.

 

20 Apabila kamu bertanya: Apakah yang akan kami makan dalam tahun yang ketujuh itu, bukankah kami tidak boleh menabur dan tidak boleh mengumpulkan hasil tanah kami? 21 Maka Aku akan memerintahkan berkat-Ku kepadamu dalam tahun yang keenam, supaya diberinya hasil untuk tiga tahun. (Imamat 25:1-4, 20-21)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bila Allah yang menyuruh, maka Ia juga yang akan memampukan kita untuk mengerjakan apa yang Ia perintahkan tersebut. Bukankah hal seperti itu yang akan dilakukan oleh seorang majikan yang bertanggung jawab? Ia tidak akan menyuruh pegawainya untuk membeli apa yang ia kehendaki tanpa membekalinya dengan uang yang cukup. Sebaliknya justru sang majikan akan melengkapi si pegawai dengan semua yang diperlukan agar yang bersangkutan sanggup mengerjakan apa yang ia kehendaki.

 

Demikian pula halnya dengan Tuhan. Di dalam Imamat 25 Ia memerintahkan umat-Nya agar mengistirahatkan tanah dengan tidak menaburi ladang mereka sepanjang tahun yang ketujuh. Ia berjanji bahwa di tahun keenam hasil ladang umat-Nya akan menghasilkan tiga kali lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, supaya dengan demikian mereka tetap memiliki makanan di tahun yang ketujuh. Dengan demikian Tuhan menunjukkan bahwa Dia adalah pribadi yang bertanggung jawab, dan bahwa Dialah sesungguhnya Sang Pemelihara umat-Nya. Oleh sebab itu Ia tidak akan pernah menyuruh umat-Nya melakukan yang Ia kehendaki tanpa menolong mereka agar sanggup mengerjakan perintah-perintah-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apabila Tuhan adalah pribadi yang bertanggung jawab atas hidup umat-Nya, bagaimana seharusnya Anda menanggapi perintah-perintah-Nya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah pribadi yang bertanggung jawab atas hidup umat-Mu. Tidak pernah Engkau membiarkan umat-Mu menanggung semua beban hidup mereka seorang diri. Demikian juga tidak akan pernah Engkau menyuruh umat-Mu melangkah tanpa Engkau memampukan mereka untuk melaksanakan kehendak-Mu. Ajarlah diriku untuk mempercayai janji-Mu ini dan menaati perintah-perintah-Mu. Oleh sebab itu aku percaya perintah-perintah-Mu tidaklah berat dan orang yang menaatinya akan menyaksikan besarnya kasih dan kuasa-Mu.

 

Sekarang aku mempercayakan semua yang telah aku lakukan dan lalui di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Aku bersyukur karena Engkau selalu menyertai dan menuntun hidupku. Berkatilah semua yang telah aku kerjakan pada hari ini. Jadikanlah semua itu berhasil dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.