Sabtu, 24 Februari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya TUHAN, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku, pasanglah telinga, ya Allah Yakub. (Mazmur 84:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

20 Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami. 21 Dan karena mereka beberapa lamanya tidak makan, berdirilah Paulus di tengah-tengah mereka dan berkata: "Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari kesukaran dan kerugian ini! 22 Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini." (Kisah Para Rasul 27:20-22)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Menaati nasihat yang bijak akan menghindarkan kita dari kesulitan yang tidak perlu kita alami. Namun acapkali kita lebih mempercayai keadaan di sekitar kita, pengalaman kita, maupun kesepakatan orang banyak sehingga mengabaikan nasihat yang bijak. Sebagai akibat, kita mengalami kesulitan yang seharusnya dapat dihindari. Oleh sebab itu sebelum bertindak adalah baik bagi kita untuk sungguh-sungguh menimbang nasihat yang bijak dan tidak bertindak gegabah hanya karena desakan keadaan.

 

Kesulitan karena mengabaikan nasihat yang bijak inilah yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul 27. Yulius, perwira tentara Romawi yang membawa Paulus ke Roma lebih mempercayai perkataan nahkhoda dan jurumudi kapal dibandingkan nasihat Paulus, yaitu agar mereka jangan meneruskan perjalanan. Apalagi karena keadaan laut saat itu menunjang untuk melakukan perjalanan dan kebanyakan orang setuju untuk terus berlayar. Sebagai akibat, mereka harus kehilangan kapal serta muatan kapal. Memang oleh kemurahan Tuhan, maka nyawa mereka terselamatkan. Namun kalau saja mereka menuruti nasihat Paulus, maka mereka tidak usah mengalami kerugian yang tidak perlu tersebut.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Kapankah Anda akan cenderung mengabaikan nasihat yang bijak? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi kecenderungan itu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, berikan kepadaku kerendahan hati untuk tidak sekedar mengandalkan pengalamanku, bersandar kepada keadaan di sekitarku, dan menuruti kesepakatan orang banyak, sehingga mengabaikan nasihat yang bijak. Terlebih lagi, yaitu tidak memperdulikan nasihat firman-Mu. Sebab aku menyadari bahwa pengalamanku terbatas, keadaan di sekitarku dapat berubah secara mendadak, dan kesepakatan orang banyak belum tentu yang terbenar. Tetapi nasihat yang bersumber dari kebenaran firman-Mu itulah yang terbijak.

 

Tuhan, berilah kepadaku telinga yang dapat mendengar dan hati yang rela untuk menaati tuntunan-Mu. Sebab hanya dengan demikian barulah hidupku akan berjalan dengan indah dan efektif. Aku berterima kasih untuk satu minggu yang hampir aku lalui ini. Aku bersyukur untuk tuntunan dan penyertaan-Mu yang telah aku alami. Aku menyerahkan hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Jadikan semua yang aku lakukan berhasil serta menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 27

Mazmur 55

Imamat 20-21

 


  

Sabtu, 24 Februari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Hai gembala Israel, pasanglah telinga, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan domba! Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar 3 di depan Efraim dan Benyamin dan Manasye! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami. 4 Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. (Mazmur 80:2-4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. (Mazmur 55:23)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Memang orang yang benar tidak selalu bebas dari kesukaran, namun Engkau, ya Tuhan, tidak akan membiarkan mereka goyah dan roboh. Oleh sebab itu di dalam segala keadaan aku tidak mau hidup di dalam kekuatiran karena Engkaulah yang bertanggung jawab atas masa depanku. Aku menyerahkan semua rasa kuatir di dalam hatiku kepada-Mu dan Engkau yang akan memelihara hidupku. Engkau yang akan membela diriku dan memberikan kepadaku kemenangan atas kesulitan yang aku hadapi dalam hidupku.

 

Tuhan Yesus, di dalam pemeliharaan-Mu aku merasakan damai sejahtera yang melampaui segala pikiranku. Di dalam penyertaan dan tuntunan-Mu aku dapat menyongsong hari esok yang penuh dengan pengharapan. Penuhilah hatiku dengan sukacita yang dari pada-Mu sehingga orang dapat melihat perbedaan antara orang yang mengandalkan Tuhan dengan orang yang bersandar kepada kekuatannya sendiri. Kepada-Mu menyerahkan doa dan hidupku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 24 Februari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya TUHAN. (Mazmur 101:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

23 Janganlah kamu hidup menurut kebiasaan bangsa yang akan Kuhalau dari depanmu: karena semuanya itu telah dilakukan mereka, sehingga Aku muak melihat mereka. 26 Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku. (Imamat 20:23, 26)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kekudusan tidak semata-mata berkaitan dengan seberapa jauh jarak kita secara jasmaniah terhadap orang yang berdosa, namun seberapa jauh jarak hati kita terhadap mereka. Oleh sebab itu memelihara kekudusan tidaklah dapat dilakukan hanya dengan memisahkan diri terhadap orang yang berdosa, namun terlebih lagi adalah dengan tidak meniru kebiasaan mereka. Sebab walaupun secara jasmaniah kita tidak bergaul dengan mereka, namun bila hati kita terpikat oleh perbuatan dosa mereka sehingga kita menuruti cara hidup mereka, maka sesungguhnya kita telah sama berdosanya dengan orang-orang tersebut.

 

Itu sebabnya di dalam Imamat 20 Tuhan mengingatkan umat-Nya tentang bagaimana mereka harus hidup bila mereka telah tiba di Kanaan. Bukan saja Tuhan akan memisahkan mereka dari bangsa Kanaan, namun mereka juga tidak boleh hidup menurut kebiasaan bangsa Kanaan yang diwarnai oleh kenajisan tersebut. Di masa sekarang, kita tentu harus bergaul dengan semua orang agar dapat menjadi saksi Kristus. Namun hati kita tidak boleh terpikat oleh perbuatan dosa yang mereka lakukan. Sebab bila kehidupan kita tidak berbeda dengan mereka, maka tidaklah mungkin kita dapat membimbing mereka kepada Kristus.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apa yang perlu Anda lakukan agar dapat hidup bergaul dengan semua orang, namun di saat yang sama tidak meniru kebiasaan dari orang-orang yang berdosa tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, penuhilah diriku senantiasa dengan firman-Mu sehingga aku memiliki kepekaan terhadap bujukan dosa yang menggoda hatiku. Anugerahi aku dengan rekan-rekan seiman yang ikut menjaga diriku agar aku tidak hanyut oleh arus dosa yang ada di sekitarku. Sehingga dengan demikian aku tetap dapat memelihara kekudusan dan tidak meniru perilaku dunia yang diwarnai oleh berdosaan ini. Serta urapi diriku dengan Roh Kudus-Mu sehingga aku dapat menjadi saksi-Mu yang efektif di tengah-tengah lingkunganku.

 

Aku berterima kasih untuk pertolongan-Mu di sepanjang minggu yang hampir berlalu ini. Oleh karena anugerah-Mu aku mengalami kemenangan kepada kemenangan, bertumbuh dari iman kepada iman dan berjalan di dalam terang kepada terang yang lebih besar. Tuhan, aku menyerahkan semua yang telah aku lakukan hari ini ke dalam tangan-Mu. Jadikanlah itu berhasil dan menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus yang penuh dengan kasih setia aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.