Jumat, 23 Februari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. (Mazmur 66:8, 9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

25 Tetapi Paulus menjawab: "Aku tidak gila, Festus yang mulia! Aku mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat! 26 Raja juga tahu tentang segala perkara ini, sebab itu aku berani berbicara terus terang kepadanya. Aku yakin, bahwa tidak ada sesuatu pun dari semuanya ini yang belum didengarnya, karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil. 27 Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu, bahwa engkau percaya kepada mereka." 28 Jawab Agripa: "Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!" 29 Kata Paulus: "Aku mau berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini." (Kisah Para Rasul 26:25-29)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang hidup secara efektif adalah orang yang mengisi setiap kesempatan untuk hal-hal yang mulia. Hal ini patut disadari sebab kesempatan tidak selalu datang untuk kedua kalinya. Sedangkan apakah kesempatan yang terbuka akan menjadi kesempatan yang bermakna, atau tidak, sangatlah tergantung kepada bagaimana kita menggunakannya. Bila kita mengisi kesempatan tersebut dengan hal-hal yang mulia, maka celah waktu itu akan menjadi kesempatan yang bermakna dan bukan sia-sia. Hanya dengan demikianlah hidup kita akan menjadi hidup yang efektif.

 

Hal ini terlihat pada diri Paulus. Kesempatan untuk berbicara dengan raja tidaklah selalu datang untuk kedua kalinya. Oleh sebab itu sebagaimana yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul 26 ia menggunakan kesempatan tersebut untuk hal yang sangat mulia, yaitu menyaksikan imannya kepada Kristus, dan mengajak sang raja untuk mempercayai berita Injil. Berbeda dengan Paulus, raja Agripa menyia-nyiakan kesempatan yang terbuka di depannya. Ia menolak berita Injil. Oleh sebab itu bila hari ini sepertiga penduduk dunia mengenal nama Paulus tidak demikian halnya dengan nama Agripa. Dari sudut ini Paulus adalah orang yang hidup secara efektif, dan tidak demikian halnya dengan raja Agripa.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda mengisi kesempatan-kesempatan yang terbuka di depan Anda untuk hal-hal yang mulia? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku berterima kasih untuk setiap kesempatan yang Engkau berikan bagi diriku untuk menjadikan hidupku semakin bermakna. Tolonglah diriku untuk mengisinya dengan hal-hal yang mulia sehingga hidupku tidak sia-sia. Aku juga bersyukur untuk kesempatan yang Engkau berikan kepadaku untuk menceritakan kebesaran anugerah-Mu kepada orang lain yang belum mengenal-Mu. Berilah hikmat dan keberanian kepada diriku untuk mengisi kesempatan tersebut secara sebaik-baiknya sehingga mereka dapat mendengar berita Injil yang menyelamatkan itu.

 

Tuhan, tuntunlah aku hari ini untuk berjumpa dengan orang-orang yang perlu untuk mendengar tentang anugerah-Mu. Siapkan hati mereka untuk menyambut kasih-Mu. Sertai diriku dengan urapan Roh Kudus-Mu sehingga kesaksian yang aku sampaikan bersifat efektif. Berkati juga semua yang aku kerjakan hari ini sehingga keberhasilan menyertai diriku. Jauhkan aku dari yang jahat dan lindungilah aku di dalam kasih setia-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 26

Mazmur 54

Imamat 18-19

 


  

Jumat, 23 Februari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Allah, janganlah jauh dari padaku! Allahku, segeralah menolong aku! (Mazmur 71:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku! 5 Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku, orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku; mereka tidak mempedulikan Allah. Sela 6 Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. 7 Biarlah kejahatan itu berbalik kepada seteru-seteruku; binasakanlah mereka karena kesetiaan-Mu! 8 Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN. (Mazmur 54:4-8)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah penolongku yang dapat diandalkan. Engkau selalu menolong diriku tepat pada waktunya dan tidak pernah terlambat untuk mengulurkan tangan menyelamatkan aku. Ketika aku terkepung oleh kesukaran Engkaulah pembelaku dan dengan tangan-Mu Engkau membuka jalan keluar bagi diriku. Kepada-Mu ya Tuhan aku menaruhkan harapanku dan Engkau tidak akan pernah mengecewakan diriku.

 

Kembali aku menyerahkan masa depanku ke dalam tangan kemurahan-Mu. Tuntunlah aku di dalam rencana-Mu. Penuhi hatiku dengan pujian syukur kepada-Mu oleh sebab kebaikan-Mu yang tidak pernah habis-habisnya bagi diriku. Supaya dengan demikian orang-orang di sekitarku juga mendengar tentang nama-Mu dan menyaksikan besarnya anugerah-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 23 Februari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN! (Mazmur 27:14)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagupujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 "Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus. 3 Setiap orang di antara kamu haruslah menyegani ibunya dan ayahnya dan memelihara hari-hari sabat-Ku; Akulah TUHAN, Allahmu. 4 Janganlah kamu berpaling kepada berhala-berhala dan janganlah kamu membuat bagimu dewa tuangan; Akulah TUHAN, Allahmu." (Imamat 19:1-4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kualitas relasi yang kita jalin akan menentukan kualitas dari hidup kita. Hanya bila kita mengembangkan relasi yang berkualitas tinggi, baik dengan Tuhan, sesama manusia, dan diri kita sendiri, barulah hidup kita akan bermutu tinggi. Sebaliknya bila relasi kita dengan Tuhan, sesama manusia, dan diri sendiri berkualitas rendah, maka mutu dari hidup kita juga akan hina. Oleh sebab itu adalah penting untuk memelihara agar relasi dalam hidup kita berkualitas mulia. Dengan demikian barulah hidup kita tidaklah sia-sia.

 

Hal ini Tuhan tegaskan di dalam Imamat 19. Ia menghendaki agar hidup kita kudus sama dengan diri-Nya. Apabila kekudusan merupakan kualitas dari hidup yang mulia, maka berarti Dia menghendaki agar kita hidup dalam kualitas yang luhur seperti keluhuran diri-Nya. Untuk itu kita harus menjalin relasi yang sehat dengan sesama manusia, antara lain dengan menyegani ayah ibu kita; menjalin relasi yang sehat dengan diri kita sendiri, yaitu dengan memelihara hari Sabat, serta menjalin relasi yang sehat dengan Tuhan, yaitu dengan tidak menyembah berhala. Singkat kata, dengan memelihara relasi yang sehat dan kudus, maka hidup kita akan menjadi bugar dan berkualitas mulia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apa yang perlu Anda lakukan untuk memelihara relasi yang sehat dengan Tuhan, diri sendiri, dan sesama manusia?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah aku menghormati dan mengasihi Engkau dengan menaati firman-Mu supaya relasiku dengan diri-Mu dalam keadaan sehat. Tolonglah diriku untuk dapat menerima diriku apa adanya sehingga relasiku dengan diriku sendiri dalam keadaan bugar. Tolonglah diriku untuk menghargai sesamaku di dalam kasih dan kebenaran sehingga relasiku dengan mereka bermutu tinggi. Sebab hanya dengan demikian hidupku akan penuh makna dan tidak sia-sia.

 

Aku bersyukur kepada-Mu sebab oleh anugerah-Mu aku dapat memiliki relasi yang sehat dengan diri-Mu, diriku sendiri, dan sesamaku. Aku juga berterima kasih oleh sebab Engkau telah menyertai hidupku di sepanjang hari ini. Oleh kasih setia-Mu aku dapat melewati hari ini di dalam berkat, tuntunan, dan perlindungan-Mu. Oleh karena kemurahan-Mu aku dapat hidup di dalam damai sejahtera dan sukacita-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus yang penuh dengan anugerah aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.