Senin, 19 Februari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. (Mazmur 80:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

17 Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi. 18 Aku melihat Dia, yang berkata kepadaku: Lekaslah, segeralah tinggalkan Yerusalem, sebab mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku.

 

19 Jawabku: Tuhan, mereka tahu, bahwa akulah yang pergi dari rumah ibadat yang satu ke rumah ibadat yang lain dan yang memasukkan mereka yang percaya kepada-Mu ke dalam penjara dan menyesah mereka. 20 Dan ketika darah Stefanus, saksi-Mu itu, ditumpahkan, aku ada di situ dan menyetujui perbuatan itu dan aku menjaga pakaian mereka yang membunuhnya. 21 Tetapi kata Tuhan kepadaku: Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain." (Kisah Para Rasul 22:17-21)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pengalaman di masa lampau tidak dengan sendirinya akan menjadikan hidup kita berhasil, namun hidup sesuai dengan rencana Tuhan di masa sekaranglah yang akan menjadikan hidup kita efektif. Acapkali orang berpikir bahwa bila dirinya memiliki pengalaman masa lampau yang hebat, seperti telah menempuh pendidikan di sekolah yang terkenal, atau pernah bekerja di perusahaan yang besar, maka pasti dengan mudah ia akan meraih keberhasilan di masa depan. Di dalam kenyataan, hal itu tidaklah selalu berlangsung seperti demikian. Hanya bila kita berjalan sesuai dengan rencana Tuhan barulah terdapat jaminan bahwa kita akan hidup secara efektif.

 

Hal itulah yang Tuhan kemukakan kepada Paulus di dalam Kisah Para Rasul 22. Walaupun di masa lampau Paulus adalah seorang Farisi yang dikenal aktif menganiaya para pengikut Kristus, namun tidak dengan sendirinya pengalaman di masa lalunya itu akan menjadikan Paulus seorang saksi Kristus yang efektif di antara orang-orang Yahudi di Yerusalem. Hal ini tidak terlepas dari rencana Tuhan bagi Paulus untuk menjadi saksi-Nya di antara bangsa-bangsa lain. Oleh sebab itu Ia menyuruh agar Paulus meninggalkan Yerusalem dan pergi ke tempat yang jauh untuk memberitakan Injil di sana. Hanya dengan menaati rencana Tuhan itulah baru pelayanan Paulus akan berhasil dan hidupnya menjadi efektif.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Perlukah kita membangga-banggakan masa lampau kita yang hebat? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari bahwa apapun pengalaman yang telah aku lalui di masa lampau tidak dengan sendirinya akan menentukan masa depanku. Bahkan sekelam apapun masa lalu itu tidak akan membatasi Engkau untuk menolong diriku untuk hidup di masa sekarang secara efektif. Oleh sebab itu bawalah diriku untuk selalu hidup di dalam rencana-Mu. Karena sesungguhnya rencana-Mu itu indah bagi diriku dan memberikan hari depan yang penuh pengharapan.

 

Tuhan, aku menyerahkan hidupku di sepanjang minggu ini ke dalam rancangan-Mu. Tuntunlah diriku untuk hidup menurut kehendak-Mu. Ajar diriku untuk selalu memandang ke depan, yaitu kepada indahnya hari esok yang Engkau sediakan bagi diriku. Sehingga di dalam segala keadaan aku tidak akan berputus asa, sebab sesungguhnya orang yang berharap kepada-Mu tidak akan Engkau kecewakan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat aku berdoa, amin.

 

 

Pengakuan Iman Rasuli

 

Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita.

Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.

Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.

Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus; pengampunan dosa; kebangkitan tubuh; dan hidup yang kekal. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 22

Mazmur 50

Imamat 10-11

 


  

Senin, 19 Februari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! 2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. (Mazmur 146:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

14 Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! 15 Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela (Mazmur 50:14, 15)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan di dalam hidup ini yang harus aku prioritaskan adalah memenuhi kewajiban-kewajibanku, sedangkan hal-hal lain yang selebihnya Engkaulah yang akan membereskannya. Apabila aku menunaikan kewajibanku untuk bersyukur dan memenuhi janjiku kepada-Mu maka Engkaulah yang membereskan semua hal lain yang kuperlukan di dalam hidupku. Engkau akan menjawab doa-doaku, menolong diriku, dan memakai diriku untuk memuliakan nama-Mu.

 

Kepada-Mu aku memasrahkan hidupku. Tolonglah diriku agar mampu mengatasi setiap kesukaran yang aku hadapi di dalam kehidupanku sehari-hari. Pakailah diriku untuk menjadi saksi-Mu serta menjadi saluran kasih-Mu bagi lingkungan di sekitarku. Sehingga dengan demikian hidupku menyenangkan hati-Mu dan hari ini menjadi hari penuh dengan makna bagi diriku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang penuh dengan anugerah dan kasih setia aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Senin, 19 Februari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

11 Orang benar itu akan bersukacita, sebab ia memandang pembalasan, ia akan membasuh kakinya dalam darah orang fasik. 12 Dan orang akan berkata: "Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi." (Mazmur 58:11, 12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka. 2 Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN. 3 Berkatalah Musa kepada Harun: "Inilah yang difirmankan TUHAN: Kepada orang yang karib kepada-Ku Kunyatakan kekudusan-Ku, dan di muka seluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaan-Ku." Dan Harun berdiam diri. (Imamat 10:1-3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Anugerah Tuhan bukanlah suatu ijin bagi kita untuk hidup semau kita sendiri, namun merupakan suatu kemurahan Tuhan yang harus kita pertanggungjawabkan kepada-Nya. Hal ini sama seperti orang yang berpikir bahwa karena dirinya adalah anak seorang pejabat, maka ia boleh berbuat sekehendak hatinya alias berada di atas hukum. Padahal justru sebaliknya, sebagai seorang yang memperoleh kesempatan menjadi anak pejabat ia harus hidup bertanggung jawab dengan lebih menaati hukum dibandingkan orang lain. Demikian pula karena kita memperoleh anugerah keselamatan, maka bukan berarti kita boleh tetap hidup di dalam dosa, sebaliknya kita harus mempertanggungjawabkan keselamatan itu dengan menaati hukum Tuhan dan hidup di dalam kekudusan.

 

Hal itulah yang terjadi atas diri Nadab dan Abihu. Oleh anugerah Tuhan mereka dilahirkan sebagai anak-anak sulung dari Imam Besar, yaitu Harun. Namun sebagaimana yang dicatat di Imamat 10, di dalam kedudukan sebagai anak-anak Imam Besar mereka bertindak semau mereka sendiri, yaitu mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing. Sebagai akibat, Tuhan membinasakan Nadab dan Abihu karena mereka tidak menghormati kekudusan-Nya. Singkat kata, anugerah Tuhan baik dalam bentuk keselamatan dari dosa, karunia-karunia maupun kedudukan yang tinggi tidak boleh dipandang sebagai ijin bagi kita untuk hidup melanggar firman Tuhan. Sebaliknya, anugerah Tuhan tersebut harus mendorong kita untuk hidup semakin lebih bertanggung jawab di hadapan-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apa saja anugerah Tuhan yang telah Anda alami? Apakah bukti bahwa Anda telah hidup secara bertanggung jawab atas anugerah Tuhan tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur untuk anugerah keselamatan yang telah Engkau berikan kepadaku. Aku yang sepatutnya Engkau murkai telah Engkau ampuni. Aku yang sepatutnya mengalami kebinasaan yang kekal telah Engkau karuniai hidup yang abadi. Aku bersyukur untuk semua itu dan tolonglah diriku untuk selalu hidup secara bertanggung jawab atas anugerah yang Engkau berikan tersebut.

 

Tuhan, aku juga bersyukur untuk karunia-karunia rohani serta kesempatan untuk melayani diri-Mu yang Engkau berikan dalam hidupku, dan berbagai hal mulia yang telah anugerahkan kepada diriku. Tolonglah diriku agar aku tidak menyia-nyiakan semua kepercayaan yang mulia tersebut dengan hidup sekehendak hatiku. Sebaliknya, tuntunlah diriku agar hidupku memuliakan nama-Mu melalui semua kepercayaan yang telah Engkau berikan kepadaku itu. Di dalam nama Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.