Sabtu, 17 Februari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, 9 sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan. (Mazmur 107:8, 9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kebahagiaan tidaklah tergantung kepada apa yang kita miliki, namun ditentukan oleh kerelaan kita untuk membagikan apa yang kita miliki. Justru tidak jarang semakin banyak harta yang dimiliki oleh seseorang, maka semakin yang bersangkutan tidak merasa berbahagia. Khususnya kalau kekayaan yang ia kumpulkan tersebut disertai dengan sikap egois di dalam jiwa yang bersangkutan. Karena sikap itu akan membuat orang tersebut tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya. Sebaliknya, orang yang suka memberi adalah orang yang hidupnya diwarnai dengan rasa puas karena hatinya tidak terikat kepada apa yang ia miliki. Itulah orang yang memiliki kekayaan sejati.

 

Kebenaran inilah yang diajarkan Tuhan Yesus dan dikutip oleh Rasul Paulus di dalam Kisah Para Rasul 20. Mengikuti teladan Tuhan Yesus, ia mengamalkan prinsip tersebut di dalam hidupnya. Memang Paulus tidak dapat dikatakan sebagai seorang yang kaya raya di dalam harta. Namun jiwanya sangat kaya karena dia dapat membagikan apa yang ia miliki kepada orang lain. Alhasil kekayaan di dalam jiwa itulah yang membuat dirinya merasa berbahagia. Berarti untuk menjadi berbahagia orang tidak perlu menunggu dirinya memiliki banyak harta terlebih dahulu. Siapapun dapat hidup berbahagia asal hati yang bersangkutan tidak terikat kepada harta.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah hati Anda masih terikat kepada harta kekayaan? Apakah bukti dari jawaban Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah teladan yang sempurna di dalam memberi dengan kasih. Engkau rela mengorbankan diri-Mu bagi aku manusia yang berdosa dan yang sesungguhnya tidak layak untuk dikasihi. Tuhan, tolonglah diriku untuk mengikuti jejak-Mu itu. Supaya dengan demikian bukan saja aku dapat membahagiakan orang lain juga hidupku akan semakin berbahagia. Tolonglah aku agar hatiku tidak terikat kepada harta kekayaan, namun hanya kepada-Mu saja. Hanya dengan demikian aku akan memiliki kekayaan yang sejati dan abadi, serta hidupku akan menjadi penuh dengan makna.

 

Aku menaikkan syukur kepada-Mu atas hari yang baru yang Engkau berikan kepadaku. Aku memohon tuntunan-Mu sepanjang hari ini. Jangan biarkan hidupku menyimpang dari ketetapan-ketetapan-Mu. Luputkan aku ya Tuhan dari segala malapetaka dan kecelakaan. Lindungi aku dari segala rencana jahat yang dirancang untuk mencelakakanku. Oleh rahmat-Mu, aku siap berkarya dan melakukan yang terbaik bagi kemuliaan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Sang pelindung hidupku aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 20

Mazmur 48

Imamat 6-7

 


  

Sabtu, 17 Februari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu! (Mazmur 40:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu. 11 Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan. (Mazmur 48:10-11)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah pribadi yang limpah dengan kasih setia dan keadilan. Dengan kasih-Mu Engkau memelihara umat-Mu. Dengan kesetiaan-Mu Engkau menyertai mereka dan tidak akan pernah meninggalkan kawanan domba-Mu itu. Dengan keadilan Engkau melindungi mereka sehingga tidak ada hal yang buruk Engkau izinkan menyentuh mereka. Tuhan sungguh besar kebaikan-Mu bagi kami umat-Mu. Oleh karena itu aku memuji-muji Engkau dan tidak akan melupakannya seumur hidupku.

 

Engkaulah sumber pertolonganku, ya Tuhan. Aku memohon agar Engkau membuka setiap pintu yang tertutup dan meratakan setiap jalan yang berbatu. Aku percaya bersama-Mu aku sanggup menghadapi segala perkara. Ya Roh Kudus, curahkanlah kuasa-Mu sehingga aku hidup melampaui keterbatasanku. Pakailah hidupku untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekelilingku. Di dalam nama Yesus, Sang gembala yang baik aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 17 Februari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

18 Janganlah sembunyikan wajah-Mu kepada hamba-Mu, sebab aku tersesak; segeralah menjawab aku! 19 Datanglah kepadaku, tebuslah aku, bebaskanlah aku oleh karena musuh-musuhku. (Mazmur 69:18, 19)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Apabila dengan demikian ia berbuat dosa dan bersalah, maka haruslah ia memulangkan barang yang telah dirampasnya atau yang telah diperasnya atau yang telah dipercayakan kepadanya atau barang hilang yang ditemuinya itu, 5 atau segala sesuatu yang dimungkirinya dengan bersumpah dusta. Haruslah ia membayar gantinya sepenuhnya dengan menambah seperlima; haruslah ia menyerahkannya kepada pemiliknya pada hari ia mempersembahkan korban penebus salahnya. (Imamat 6:4, 5)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Permohonan maaf saja tanpa disertai dengan tindakan untuk memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat tidaklah akan ada gunanya. Memang adalah tidak mudah bagi orang untuk meminta maaf kepada orang lain atas kesalahan yang pernah ia lakukan. Hanya saja apabila sesungguhnya yang bersangkutan mampu memperbaiki kesalahan yang telah ia kerjakan tetapi tidak bersedia bertindak memperbaikinya maka sebenarnya permohonan maaf yang ia utarakan tersebut hanyalah bersifat basa basi saja. Cepat atau lambat yang bersangkutan akan melakukan kesalahan yang sama.

 

Oleh sebab itu seperti yang dicatat di dalam Imamat 6, seseorang yang mengambil dari orang lain apa yang bukan merupakan haknya haruslah mengembalikan apa yang telah ia ambil itu dengan ditambah dendanya. Tindakan untuk memperbaiki kesalahan ini harus ia lakukan pada hari yang bersangkutan memohon pengampunan kepada Tuhan. Tidak cukup orang tersebut meminta ampun kepada Tuhan dengan mempersembahkan korban penebus salah, ia juga harus membereskan kerugian yang telah ditimbulkannya pada diri orang lain. Singkat kata, melalui tindakan pemberesan ini ia akan dibebaskan dari jerat yang akan membawa dirinya untuk melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Adakah kesalahan yang Anda lakukan kepada orang lain di masa lalu yang sampai sekarang belum Anda bereskan? Apakah yang seharusnya Anda kerjakan untuk menyelesaikannya secara tuntas?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan sebagaimana Engkau tidak hanya mengasihi diriku dalam perkataan namun juga dalam perbuatan, demikianlah aku hendak hidup menuruti teladan-Mu. Tolonglah diriku agar aku juga membereskan kesalahan-kesalahanku di masa lampau bukan hanya secara lisan namun juga di dalam perubahan kehidupan dan tindakan sehari-hari yang nyata. Tolonglah diriku agar aku juga dapat menyelesaikan kesalahanku terhadap orang lain secara tuntas. Supaya dengan demikian aku dapat menjadi berkat bagi sesama dan menjadi saksi-Mu tanpa terkendala.

 

Tuhan yang baik, aku memanjatkan puji dan syukur kepada-Mu atas anugerah-Mu sepanjang hari ini. Engkau telah memelihara hidupku sehingga aku tidak kekurangan apapun. Engkaulah sumber damai sejahtera sehingga aku tidak perlu kuatir akan masa depanku. Aku mempercayakan hidupku hanya ke dalam tangan-Mu. Aku tahu Engkau tidak akan mengecewakan diriku yang berharap pada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.