Jumat, 16 Februari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu. (Mazmur 25:11)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

28 Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!" 29 Seluruh kota menjadi kacau dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung kesenian serta menyeret Gayus dan Aristarkhus, keduanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus.

 

35 Akan tetapi panitera kota menenangkan orang banyak itu dan berkata: "Hai orang Efesus! Siapakah di dunia ini yang tidak tahu, bahwa kota Efesuslah yang memelihara baik kuil dewi Artemis, yang mahabesar, maupun patungnya yang turun dari langit?" 40... Dan dengan kata-kata itu ia membubarkan kumpulan rakyat itu. (Kisah Para Rasul 19:28-29, 35, 40b)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kata-kata yang kita ucapkan besar sekali pengaruhnya, sebab dapat membangkitkan maupun meredakan amarah banyak orang. Dengan kata-kata yang ia ucapkan seorang provokator dapat menggerakkan kerusuhan. Demikian juga dengan kata-kata yang ia utarakan seorang mediator dapat mendamaikan orang yang sedang bertikai. Oleh sebab itu bukan saja kita perlu mengasah kemampuan untuk berbicara, kita juga perlu menjaga kata-kata yang kita ucapkan. Dengan demikian bukan saja kita akan terhindar dari banyak kesalahan, kita juga dapat membantu menyelesaikan berbagai masalah.

 

Besarnya pengaruh dari kata-kata ini antara lain terlihat di dalam peristiwa kerusuhan di kota Efesus seperti yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul 19. Kata-kata yang diucapkan oleh Demetrius menggerakkan amarah penduduk kota Efesus terhadap Paulus yang memberitakan Injil di kota tersebut. Sedangkan kata-kata panitera kota Efesus meredakan amarah dan membubarkan penduduk kota tersebut. Hal ini mengajar kita untuk bertindak hati-hati di dalam berbicara dan bersikap bijaksana di dalam menggunakan kata-kata. Sebab dengan kata-kata kita dapat membangun hidup orang maupun meruntuhkan masa depan yang bersangkutan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana Anda dapat mempelajari kata-kata yang menghidupkan semangat dan menolong orang untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ampunilah diriku untuk kata-kata yang tidak pada tempatnya yang telah aku ucapkan. Apabila kata-kata yang aku utarakan bukannya membangun orang lain namun meruntuhkan yang bersangkutan, ampunilah aku. Apabila kata-kataku bukannya mempersatukan namun menimbulkan perpecahan, ampunilah aku. Tuhan, penuhilah hatiku dengan firman-Mu agar aku dapat mengucapkan kebenaran yang tidak hambar karena diwarnai oleh kasih. Tolonglah diriku agar aku dapat membawa kasih-Mu yang menyembuhkan dan tidak mengakibatkan percideraan.

 

Terima kasih Tuhan untuk hari baru yang Engkau berikan. Aku berdoa dan memohon supaya Engkau menyertai kehidupanku di sepanjang hari ini. Aku percaya ketika aku berjalan bersama dengan-Mu aku akan melakukan perkara-perkara besar yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Pakai hidupku ya Tuhan, menjadi alat-Mu untuk menjadi kesaksian bagi orang-orang di sekitarku bahwa Engkaulah Allah yang mahakuasa. Segala kemuliaan hanya bagi nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 19

Mazmur 47

Imamat 4-5

 


  

Jumat, 16 Februari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! (Mazmur 96:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

7 Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! 8 Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! 9 Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. (Mazmur 47:7-9)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah Raja yang berdaulat atas segala yang ada. Semua bangsa-bangsa takluk di bawah kaki-Mu dan dengan kuasa-Mu Engkau memerintah atas semua yang ada. Kekuasaan-Mu tidak akan pernah berkesudahan tetapi tetap untuk selama-lamanya. Oleh sebab itu Engkau tetap memegang kendali atas segala sesuatu. Hatiku penuh dengan damai sejahtera karena hidupku berada di dalam genggaman-Mu. Ya Tuhan, aku mempercayakan seluruh hidupku, baik di masa kini maupun di masa depan ke dalam tangan-Mu. Sertai dan tuntunlah hidupku sesuai dengan rencana-Mu.

 

Terima kasih ya Tuhan atas penyertaan-Mu sampai saat ini. Engkaulah sumber sukacitaku di saat aku menghadapi persoalan. Aku percaya Engkau tidak akan membiarkan aku sendiri di dalam menjalani hidup ini. Tangan-Mu yang kuat senantiasa menopang hidupku. Pakailah aku ya Tuhan sehingga apapun yang aku lakukan dapat bermanfaat bagi orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus yang penuh rahmat aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 16 Februari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami. 9 Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu! (Mazmur 79:8, 9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 "Katakanlah kepada orang Israel: Apabila seseorang tidak dengan sengaja berbuat dosa dalam sesuatu hal yang dilarang TUHAN dan ia memang melakukan salah satu dari padanya, 3 maka jikalau yang berbuat dosa itu imam yang diurapi, sehingga bangsanya turut bersalah, haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN karena dosa yang telah diperbuatnya itu, seekor lembu jantan muda yang tidak bercela sebagai korban penghapus dosa.

 

13 Jikalau yang berbuat dosa dengan tak sengaja itu segenap umat Israel, dan jemaah tidak menyadarinya, sehingga mereka melakukan salah satu hal yang dilarang TUHAN, dan mereka bersalah, 14 maka apabila dosa yang diperbuat mereka itu ketahuan, haruslah jemaah itu mempersembahkan seekor lembu jantan yang muda sebagai korban penghapus dosa. Lembu itu harus dibawa mereka ke depan Kemah Pertemuan. (Imamat 4:1-3, 13, 14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Perbedaan antara pemimpin dan pengikut bukan sekedar terletak pada jabatan yang disandang namun juga dalam sikap bertanggung jawab terhadap tugas yang mereka emban. Semakin tinggi jabatan seseorang seharusnya semakin besar pula sikap bertanggung jawab yang ada pada diri mereka. Sebab tugas yang mereka emban juga bertambah besar. Sama seperti tugas seorang ayah terhadap keluarganya tentu lebih besar dibandingkan anak-anaknya. Oleh karena itu sikap bertanggung jawab yang bersangkutan juga harus lebih besar dibandingkan anak-anak tersebut.

 

Prinsip ini terlihat pada hukum Tuhan yang dicatat di dalam Imamat 4. Tuhan menetapkan bahwa kesalahan seorang imam adalah sebanding dengan kesalahan segenap umat yang ia pimpin. Oleh karena itu korban penghapus dosa yang harus ia persembahkan adalah sama dengan yang harus diberikan oleh segenap umat. Artinya sikap tanggung jawab satu orang imam sebanding dengan sikap tanggung jawab segenap umat, atau jauh lebih besar dibandingkan sikap umat orang per orang. Dengan kata lain, apabila seseorang menjabat sebagai pemimpin dan ia tidak memiliki sikap bertanggung jawab, maka sesungguhnya yang bersangkutan tidak pantas untuk menjadi pemimpin.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda melaksanakan tugas Anda sehari-hari dengan bertanggung jawab? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah pribadi yang bertanggung jawab. Engkau menciptakan semua yang ada dan bertanggung jawab memelihara yang Engkau ciptakan itu. Engkau memegang hidupku dengan bertanggung jawab dan tidak sekalipun Engkau lalai di dalam menjamin hidupku. Jiwaku merasa aman di dalam genggaman tangan-Mu. Tolonglah diriku untuk juga hidup secara bertanggung jawab atas semua kepercayaan yang Engkau embankan di atas pundakku. Supaya dengan demikian aku tidak hidup secara ceroboh, namun mengisi kehidupanku dengan kehidupan yang bermakna dan menyenangkan hati-Mu.

 

Terima kasih Tuhan atas kebaikan-Mu yang melimpah di dalam hidupku sepanjang hari ini. Oleh pertolongan-Mu aku dapat menang atas segala masalah hidupku. Di bawah naungan tangan-Mu aku merasa tenang dan aman. Aku persembahkan apapun yang aku kerjakan pada hari ini kepada-Mu. Kiranya hidupku berkenan kepada-Mu dan memberkati orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus aku memanjatkan doa ini, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.