Sabtu, 10 Februari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan! (Mazmur 29:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

21 Kemudian mereka meminta seorang raja dan Allah memberikan kepada mereka Saul bin Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya. 22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. 23 Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. (Kisah Para Rasul 13:21-23)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang berkenan kepada Tuhan bukanlah orang yang sempurna, namun orang yang dengan rendah hati mengakui ketidaksempurnaan dirinya dan memohon anugerah dari Allah yang sempurna. Kalau Allah hanya berkenan kepada orang yang sempurna, maka tidak seorang pun manusia yang akan memenuhi syarat tersebut. Sebab pada dasarnya tidak ada seorang pun manusia yang sempurna dan hanya Allah sajalah yang sempurna. Namun apabila manusia dengan rendah hati bersedia mengakui keterbatasan dirinya, maka Allah di dalam anugerah-Nya akan menerima dan memakai yang bersangkutan untuk hal-hal yang besar, lebih dari kesanggupan orang itu untuk membayangkannya.

 

Pentingnya kerendahan hati agar hidup berkenan kepada Tuhan inilah yang terlihat di dalam diri Daud. Sebagaimana dengan firman-Nya di dalam Kisah Para Rasul 13, Allah menolak Saul dan berkenan kepada Daud. Padahal Daud pernah berzinah, merampas istri orang dan membunuh suami dari perempuan tersebut. Sedangkan Saul tidak pernah dicatat melakukan dosa yang sekeji itu. Namun Daud dengan rendah hati mengakui dosa-dosanya dan memohon anugerah Allah, tetapi tidak demikian halnya dengan Saul. Itu sebabnya walaupun Daud jauh dari sempurna, namun Allah berkenan kepadanya. Dengan kata lain, kerendahan hati merupakan kunci dari hidup yang berkenan kepada Allah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan untuk memelihara kerendahan hati di hadapan Allah?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku sadar bahwa diriku jauh dari sempurna. Hidupku penuh dengan kekurangan dan keterbatasan. Tidak jarang aku melanggar firman-Mu dan mengabaikan perintah-perintah-Mu. Tuhan, ampunilah keangkuhan hatiku dan dosa-dosaku. Aku menyesal karena acapkali telah mendukakan hati-Mu dengan niatan, pikiran, perkataan maupun perbuatanku. Tuhan, kasihanilah aku. Aku memohon anugerah-Mu yang memampukan diriku untuk berbalik dari jalan-jalanku yang jahat dan hidup untuk melakukan kehendak-Mu.

 

Tuhan Yesus, Sang Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan anugerah-Mu. Bimbinglah aku dengan Roh Kudus-Mu agar hidupku di sepanjang hari ini berkenan kepada-Mu. Sertailah diriku senantiasa dengan anugerah-Mu dan tolonglah diriku agar hidupku semakin hari semakin bermakna. Tuhan kepada-Mu aku mengangkat permohonanku ini. Dengarkan dan kabulkanlah doaku. Amin.

 

 

Doa Kyrie Eleison

 

Tuhan, kasihanilah kami

Tuhan, kasihanilah kami

Tuhan, kasihanilah kami

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 13

Mazmur 41

Keluaran 31-32

 


  

Sabtu, 10 Februari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau. (Mazmur 118:28)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. 3 TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! 4 TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.(Mazmur 41:2-4)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku akan menuai lebih banyak dari yang aku tabur. Apabila aku menabur belas kasihan terhadap orang yang lemah, maka aku akan menuai kemurahan-Mu ketika diriku di dalam keadaan tidak berdaya. Bukan itu saja, Engkau juga akan melindungi diriku dan tidak akan membiarkan orang mempermainkan diriku. Bahkan Engkau akan menolong dan memulihkan keadaanku. Sungguh besar kemurahan-Mu bagi orang yang hidup mengikuti jejak-Mu.

 

Oleh sebab itu ya Tuhan, tolonglah diriku untuk senantiasa hidup mencerminkan belas kasihan-Mu kepada mereka yang berada di sekitarku. Penuhi hatiku dengan belas kasihan terhadap mereka yang di dalam keadaan tidak berdaya secara rohani karena tertawan oleh kuasa dosa. Berikan keberanian dan hikmat pada diriku untuk dapat menolong orang-orang yang lemah tersebut agar mereka mengalami kemerdekaan seperti Engkau telah mengangkat hidupku dari jurang kebinasaan. Di dalam nama Yesus Kristus, yang telah mengasihani dan mengorbankan diri-Nya untuk keselamatanku aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 10 Februari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya! 9 Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya. (Mazmur 28:8, 9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. 10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar." 11 Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: "Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?" (Keluaran 32:9-11)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pemimpin yang efektif tidak mencari keuntungan untuk dirinya sendiri, namun senantiasa memikirkan kepentingan dari orang-orang yang ia pimpin. Apabila pada umumnya orang lebih mengutamakan kepentingan dirinya sendiri dan mengabaikan keadaan orang lain, maka tidak demikian halnya dengan seorang pemimpin yang baik. Yang bersangkutan akan berupaya dengan segenap hatinya untuk hidup membawa manfaat bagi orang-orang yang ia pimpin. Bahkan untuk itu ia rela berkorban dan mengesampingkan kenyamanan yang dapat ia peroleh bagi dirinya sendiri.

 

Kualitas kepemimpinan seperti itulah yang ada pada diri Musa. Sebagaimana yang dicatat di dalam Keluaran 32 Allah bermaksud akan memusnahkan bangsa Israel karena penyembahan berhala yang mereka lakukan. Bukan itu saja, Ia juga hendak menjadikan keturunan Musa sebagai bangsa yang menggantikan mereka. Namun Musa menolak kesempatan emas itu. Sebaliknya dengan segenap hati ia memohon belas kasihan Tuhan bagi umat yang ia pimpin. Ia mengesampingkan keuntungan bagi dirinya sendiri dan berjuang untuk kepentingan orang-orang yang ia pimpin. Sikap yang luhur seperti yang ada juga pada diri Tuhan inilah yang harus kita teladani dalam hidup kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Kalau Anda mendapat kesempatan seperti yang diperoleh Musa di atas, apakah yang akan Anda katakan kepada Tuhan? Apakah bukti bahwa Anda pernah melakukan seperti yang dilakukan oleh Musa tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku mengaku bahwa acapkali diriku lebih mementingkan kepentinganku sendiri dibandingkan kepentingan orang lain. Sesungguhnya sikap yang egois masih menguasai hatiku. Bahkan tidak jarang aku mengutamakan keinginanku sendiri lebih dari maksud dan rencana-Mu. Tuhan, ampunilah diriku. Tolonglah aku untuk dapat hidup mengikuti teladan-Mu, yaitu rela mengesampingkan keuntungan diri sendiri asal hidupku dapat membawa manfaat bagi sesamaku. Sebab hanya dengan demikian aku akan memperoleh hidup yang sesungguhnya dan menghasilkan buah-buah kehidupan yang menyenangkan hati-Mu.

 

Aku juga bersyukur kepada-Mu ya Tuhan karena oleh anugerah-Mu aku telah melewati satu pekan ini di dalam tuntunan-Mu. Tidak pernah satu kalipun Engkau mengecewakan diriku. Sebaliknya Engkau selalu memenuhi hatiku dengan damai sejahtera-Mu dan menuntun hidupku di jalan-jalan kebenaran-Mu. Sekarang ya Tuhan aku menyerahkan hari-hari yang telah aku lalui di dalam pekan ini ke dalam tangan-Mu. Sempurnakanlah semua yang telah aku kerjakan dan lengkapkan apa yang masih kurang dalam hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus yang telah meninggalkan jejak-jejak kasih dan kerendahan hati untuk aku ikuti aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.