Jumat, 9 Februari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita! (Mazmur 99:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

21 Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka. 22 Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!" 23 Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing. (Kisah Para Rasul 12:21-23)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hati-hati apabila orang memuji kita dan jangan biarkan mereka memuja diri kita. Sebab antara memuji dan memuja adalah sangat berbeda. Adalah wajar apabila orang memuji kita karena gemilangnya prestasi atau luhurnya perilaku kita. Namun kita harus mencegah orang memuja kita sedemikian rupa sehingga menganggap bahwa diri kita adalah tuhan mereka. Sebab bila kita tidak mencegahnya, maka kita telah menggeser Allah dan menjadikan diri kita sebagai berhala. Hal ini merupakan kekejian di mata-Nya.

 

Hal itulah yang terjadi atas diri raja Herodes seperti yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul 12. Yang bersangkutan membiarkan rakyat memujanya, bukan sekedar memuji dirinya, yaitu dengan tidak mencegah orang banyak itu menganggap dirinya sebagai allah mereka. Sebagai akibat, Allah menganggap Herodes tidak memberi hormat kepada-Nya dan menghukum yang bersangkutan. Oleh sebab itu ketika orang memuji diri kita, maka kita harus segera meneruskan pujian itu kepada Tuhan. Sedangkan ketika orang memuja kita, maka kita harus segera mencegah mereka untuk melakukannya. Sebab pada dasarnya hanya Tuhanlah yang patut untuk disembah atau dipuja.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda ucapkan ketika orang memuji diri kita. Dan apakah yang harus kita katakan ketika orang memuja kita?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allah hanya Engkau yang layak dipuja karena Engkaulah satu-satunya Allah yang benar. Kepada-Mu semua makhluk di bumi dan di sorga datang untuk menyembah. Bagi-Mulah semua puji-pujian, hormat, dan kuasa, karena Engkaulah yang menciptakan semua yang ada, dan oleh kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan. Kepada-Mu aku datang merendahkan diriku dan mengagungkan nama-Mu. Kepada-Mu aku menyerahkan diri dan terjadilah kehendak-Mu di dalam hidupku.

 

Tuhan dan Allahku, aku berterima kasih sebab di dalam kasih-Mu Engkau menjaga diriku dari sikap takabur yang merupakan awal dari keruntuhan. Di dalam anugerah-Mu Engkau menopang diriku dan menetapkan langkah-langkah hidupku. Kepada-Mu aku berharap, dan memohon tuntunan-Mu. Anugerahi diriku hari ini dengan keberhasilan yang dari pada-Mu. Tolonglah diriku agar semua yang aku lakukan mencapai hasil yang masimal, berkenan kepada-Mu, dan menjadikan hidupku tidak sia-sia. Di dalam nama Yesus Kristus yang setia aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 12

Mazmur 40

Keluaran 29-30

 


  

Jumat, 9 Februari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. 7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! (Mazmur 95:6, 7)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. 3 Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku, 4 Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN. (Mazmur 40:2-4)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tidak pernah Engkau mengabaikan seruanku. Engkau selalu mendengar permohonanku dan menjawabnya tepat pada waktunya sesuai dengan kehendak-Mu yang sempurna. Dengan tangan-Mu yang kuat Engkau mengangkat diriku dari lembah kekelaman, menjejakkan kakiku di atas bukit batu serta menjaga langkah-langkah kakiku. Tuhan kepada-Mu aku berharap.

 

Aku berdoa penuhilah hatiku dengan pujian kepada-Mu. Tolonglah aku agar perilaku diriku senantiasa memuliakan nama-Mu, supaya dengan demikian semua orang di sekitarku dapat mengenal kasih, kuasa, dan kebenaran-Mu. Tuhan, jadikanlah diriku berkat dan bukan penghambat bagi orang untuk datang kepada-Mu. Sebab hanya dengan demikian barulah hidupku akan menjadi berarti dan tidak sia-sia. Kepada-Mu ya Tuhan Yesus aku memohon dan berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 9 Februari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. (Mazmur 86:11)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

44 Aku akan menguduskan Kemah Pertemuan dan mezbah itu, lalu Harun dan anak-anaknya akan Kukuduskan supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku. 45 Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel dan Aku akan menjadi Allah mereka. 46 Maka mereka akan mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allah mereka, yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, supaya Aku diam di tengah-tengah mereka; Akulah TUHAN, Allah mereka." (Keluaran 29:44-46)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Allah baik terhadap semua orang, namun Ia hanya bersedia tinggal dekat dengan orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Dengan bersikap seperti demikian bukan berarti Allah bersifat pilih kasih. Sebab sesungguhnya Ia mengasihi semua orang tanpa melihat latar belakang maupun keadaan orang tersebut. Bahkan Ia mengasihi orang yang berdosa sehingga rela mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan mereka. Namun karena Allah adalah pribadi yang mahakudus sehingga hanya orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya, yaitu mereka yang hidup di dalam kekudusan sajalah yang boleh berada dekat dengan Dia.

 

Pentingnya kekudusan ini Ia utarakan di dalam Keluaran 29. Dicatat Ia menguduskan Kemah Pertemuan dan mezbah tempat Ia bertemu dengan umat-Nya sebelum tempat itu digunakan umat-Nya di dalam beribadah kepada-Nya. Ia menguduskan juga para imam sebelum mereka melayani Dia. Baru sesudah itu Ia bersedia diam di tengah-tengah umat-Nya. Singkat kata, untuk mengalami penyertaan Tuhan di dalam kehidupan kita sehari-hari sangatlah penting bagi kita untuk hidup di dalam kekudusan. Sebab hanya orang yang tidak mencemarkan diri dalam dosalah yang boleh berada dekat dengan Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan untuk menjaga kekudusan Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang Mahakudus, kalau Engkau berkenan mengangkat diriku dari lumpur dosa, menebus hidupku dari kesia-siaan, dan menguduskan hidupku bagi diri-Mu sesungguhnya semua itu adalah karena besarnya anugerah-Mu bagi hidupku. Apabila Engkau menerima diriku menjadi anak-Mu, bersedia tinggal dekat dengan diriku dan memakai aku untuk menjadi alat-Mu itu adalah karena besarnya kemurahan-Mu. Aku memuji-muji Engkau karena kasih setia-Mu sungguh berlimpah-limpah atas diriku.

 

Aku berterima kasih karena Engkau rela mengorbankan diri-Mu di dalam Yesus Kristus untuk membuka lembaran yang baru bagi hidupku. Masa silamku yang kelam Engkau hapuskan dan masa depan yang penuh pengharapan Engkau bentangkan bagi diriku. Aku sungguh bersyukur untuk semua itu. Aku juga berterima kasih karena hari ini Engkau telah menuntun dan menyertai diriku. Ya Allahku, aku menyerahkan hari yang telah aku lalui ini ke dalam tangan-Mu. Demi hormat dan kemuliaan Yesus Kristus Tuhanku aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.