Rabu, 7 Februari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. (Mazmur 26:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

34 Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. 35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. 36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. (Kisah Para Rasul 10:34-36)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kita harus bersedia menerima hal-hal yang tidak dapat kita ubah, dan berani mengubah hal-hal yang dapat serta harus kita ubah. Hal ini bertolak belakang dengan sikap kebanyakan orang. Tidak sedikit orang yang tidak mau menerima hal-hal yang tidak dapat ia ubah, seperti misalnya siapakah orang tua yang melahirkan dirinya, atau usia yang bersangkutan. Di saat yang sama ia tidak bersedia mengubah hal-hal yang sebenarnya dapat dan harus ia ubah. Seperti misalnya ia tidak mau mengubah kebiasaannya yang buruk, yaitu suka bermalas-malasan. Padahal hanya dengan bersedia menerima hal-hal yang tidak dapat kita ubah dan berani mengubah hal-hal yang dapat serta harus kita ubahlah barulah kita dapat hidup sebagai pengikut Kristus yang efektif.

 

Hal inilah yang diajarkan Tuhan kepada Petrus. Seperti yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul 10 Petrus berkata bahwa Allah bersedia menerima semua orang tanpa membedakan bangsanya, dan Allah menilai orang berdasarkan sikap hatinya terhadap Tuhan serta kebenaran. Apabila latar belakang bangsa tidak dapat diubah, maka tidak demikian halnya dengan sikap hati. Sikap orang terhadap Tuhan dan kebenaran dapat berubah. Oleh sebab itu Petrus haruslah meneladani jejak Tuhan, yaitu bersedia menerima orang lain dalam hal keberadaan mereka yang tidak dapat diubah, dan mau berubah dalam hal-hal yang harus dan dapat ia ubah. Hanya dengan demikian Petrus akan menjadi alat yang efektif di tangan Tuhan untuk menjangkau bangsa-bangsa yang lain.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah hal-hal yang harus dan dapat Anda ubah di dalam diri Anda yang belum juga kunjung Anda ubah?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan yang baik, Engkau sanggup menilik keadaan hatiku. Engkau memahami keadaanku dan setiap pergumulan pribadiku. Berikanlah hikmat kepadaku untuk mampu membedakan hal-hal yang tidak dapat aku ubah dan hal-hal yang dapat aku ubah. Ampuni aku ya Tuhan karena aku seringkali tidak bersedia menerima apa yang tidak dapat aku ubah. Aku seringkali mengeluh dan menyalahkan diri-Mu. Ampuni aku ya Tuhan karena justru aku tidak bersedia mengubah hal-hal yang sebenarnya dapat dan harus aku ubah. Aku seringkali menggunakan berbagai alasan untuk tidak berubah. Oleh anugerah-Mu Tuhan aku sanggup menerima apa yang tidak dapat aku ubah. Oleh kekuatan-Mu aku sanggup mengubah apa yang harus aku ubah. Sehingga aku dapat menjadi alat yang efektif bagi kemuliaan-Mu.

 

Tuhan yang penuh kasih, aku memohon penyertaan-Mu sepanjang hari ini. Engkau bersedia menolong aku untuk menghadapi segala tantangan sehingga aku tetap memiliki pengharapan. Engkau sanggup melindungi aku dari segala malapetaka dan kecelakaan sehingga aku tidak perlu takut. Tolong aku ya Tuhan untuk memuliakan Engkau melalui perkataan dan perbuatanku. Roh Kudus, tuntunlah hidupku di sepanjang hari ini sehingga aku dapat hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Di dalam nama Yesus, Sang Penasehat Ajaib aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 10

Mazmur 38

Keluaran 25-26

 


  

Rabu, 7 Februari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya TUHAN, Allah semesta alam, siapakah seperti Engkau? Engkau kuat, ya TUHAN, dan kesetiaan-Mu ada di sekeliling-Mu. (Mazmur 89:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

16 Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku. 19 ya, aku mengaku kesalahanku, aku cemas karena dosaku. 22 Jangan tinggalkan aku, ya TUHAN, Allahku, janganlah jauh dari padaku! 23 Segeralah menolong aku, ya Tuhan, keselamatanku! (Mazmur 38:16, 19, 22-23)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari segala dosa dan kesalahanku dalam melanggar firman-Mu. Aku menyadari betapa hampa hidupku bila Engkau menjauhkan diri dari padaku. Oh Tuhan, aku mengakui kejahatan-kejahatanku dan ampunilah diriku atas dosa-dosaku. Limpahkanlah rahmat-Mu dan pulihkanlah hidupku. Jawablah seruan permohonanku ini dengan anugerah-Mu dan selamatkanlah aku dari kegelapan hidupku.

 

Ya Tuhan sumber segala kebaikan dan yang limpah dengan kasih setia, kepada-Mu aku berlindung. Naungilah diriku dengan sayap kemurahan-Mu. Tuntunlah hidupku untuk kembali berjalan di dalam kehendak-Mu. Bawalah aku di dalam pelukan kasih-Mu supaya semua orang yang melihat belas kasihan-Mu atas diriku akan juga datang merendahkan diri di hadapan-Mu. Supaya dengan demikian keselamatan yang dari pada-Mu itu juga dialami oleh semua orang yang merindukannya. Di dalam nama Yesus Kristus yang penuh rahmat dan pengampunan aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Rabu, 7 Februari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur! (Mazmur 32:11)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 2 "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu. 8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka. 9 Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya." (Keluaran 25:1-2, 8-9)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Tuhan melibatkan orang yang hatinya tidak melekat pada harta untuk menjadi rekan sekerja-Nya. Sebab adalah sukar untuk bekerja sama dengan orang yang memiliki prioritas hidup yang berbeda. Sebagai contoh, apabila seseorang memprioritaskan kejujuran, sedangkan orang lain memprioritaskan keuntungan, maka sukar bagi keduanya untuk dapat bekerja sama dengan baik. Karena orang yang memprioritaskan kejujuran akan rela menanggung kerugian asal ia tidak mengorbankan kebenaran. Sebaliknya orang yang memprioritaskan keuntungan akan rela mengorbankan kebenaran asal ia diuntungkan.

 

Oleh sebab itu di dalam Keluaran 25 Allah menetapkan syarat tentang orang-orang Ia libatkan untuk membangun tempat kudus bagi diri-Nya. Mereka haruslah orang yang hatinya tidak melekat pada harta, sehingga ia terdorong untuk memberi persembahan kepada Tuhan. Sikap rela untuk berkorban ini sama dengan sikap hati Tuhan. Ia bersedia mengorbankan yang paling berharga yang Ia miliki, yaitu diri-Nya sendiri bagi keselamatan umat manusia. Oleh sebab itu tidaklah mengherankan Allah mengasihi orang yang mengasihi Tuhan lebih daripada harta mereka. Atas dasar itulah Ia bersedia menerima orang yang hatinya tidak melekat pada harta untuk menjadi rekan sekerja-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah hati Anda tidak melekat pada harta? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Aku bersyukur kepada-Mu ya Tuhan karena Engkau Tuhan yang penuh kasih. Engkau yang mulia bersedia memakai aku yang hina menjadi rekan sekerja-Mu. Ampuni aku ya Tuhan jika harta yang Engkau berikan justru menghalangi aku untuk menjadi rekan sekerja-Mu. Jangan biarkan aku lebih mengasihi berkat yang Engkau berikan daripada Engkau yang memberi berkat. Tolonglah aku untuk memprioritaskan diri-Mu daripada apa yang aku miliki sehingga aku bersedia berkorban bagi diri-Mu. Aku menyadari apapun yang aku miliki merupakan pemberiaan-Mu dan semua boleh aku miliki karena anugerah-Mu. Oleh karena itu aku siap untuk Engkau pakai melalui harta yang Engkau percayakan kepadaku.

 

Terima kasih ya Tuhan atas segala kebaikan-Mu di sepanjang hari ini. Aku bersyukur atas segala berkat yang boleh aku terima dari-Mu. Oleh karena pertolongan-Mu aku boleh menang atas segala pergumulanku. Aku menyadari bahwa aku memerlukan Engkau di sepanjang hidupku. Oleh karena itu aku bersyukur karena penyertaan-Mu yang nyata pada hari ini. Aku memohon berkat Tuhan atas apapun yang telah aku lakukan sehingga dapat membawa manfaat bagi orang-orang di sekitarku. Dengan demikian aku dapat menjadi terang dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus yang baik aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.