Sabtu, 3 Februari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Keadilan-Mu, ya Allah, sampai ke langit. Engkau yang telah melakukan hal-hal yang besar, ya Allah, siapakah seperti Engkau? (Mazmur 71:19)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. 2 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. 3 Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, 4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." 7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya. (Kisah Para Rasul 6:1-4, 7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hidup di dalam prioritas yang benar akan membuahkan dampak yang maksimal. Sebab bila seseorang memusatkan upayanya pada hal-hal yang hanya dirinyalah yang dapat melakukannya, dan ia menyerahkan kepada orang lain hal-hal yang dapat dikerjakan oleh mereka, maka hidup yang bersangkutan akanlah efektif. Itu sebabnya tentu kita tidak berharap bahwa presiden negara kita siang dan malam sibuk menyapu halaman istana sehingga mengabaikan tugas untuk memimpin negara. Kita berharap ia memusatkan upayanya kepada hal-hal yang hanya dirinyalah yang dapat mengerjakannya, dan menyerahkan urusan menyapu halaman kepada pegawai istana. Hanya dengan demikian barulah presiden kita akan hidup secara maksimal.

 

Prinsip inilah yang dikemukakan para rasul seperti yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul 6. Para rasul ini memutuskan untuk memprioritaskan diri mereka kepada tugas yang hanya mereka yang dapat mengerjakannya, yaitu berdoa dan mempelajari firman Tuhan. Sedangkan urusan membagi bantuan kepada warga jemaat yang kekurangan mereka serahkan kepada orang lain yang dapat mengerjakannya. Sebagai akibat dari prioritas yang benar ini, maka firman Allah semakin tersebar dan jumlah jemaat semakin bertambah. Singkat kata, orang harus hidup di dalam prioritas yang benar dan dengan demikian dampak yang ia hasilkan akanlah maksimal.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudah tepatkah prioritas hidup Anda? Mengapa Anda menjawab seperti demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan yang maha pemurah, aku bersyukur kepada-Mu untuk kesempatan dan kesanggupan yang Engkau berikan kepada diriku. Tolonglah diriku ya Tuhan agar dapat mengerti apakah yang harus aku prioritaskan di dalam hidupku. Celikkan hatiku agar dapat memahami apakah rencana-Mu bagi diriku sehingga aku dapat hidup sesuai dengan maksud-Mu. Karena hanya dengan demikian hidupku tidak akan sia-sia dan membuahkan dampak yang maksimal.

 

Tuhan, aku berterima kasih untuk sepanjang minggu yang hampir aku selesaikan ini. Aku bersyukur karena Engkau telah memimpin hidupku untuk hidup sesuai dengan tuntunan-Mu. Engkau senantiasa mengulurkan tangan ketika aku memerlukan pertolongan-Mu. Oleh kemurahan-Mu ya Tuhan aku dapat menyelesaikan masalah-masalah yang aku hadapi dan menang atas setiap pencobaan. Sekarang aku memohon pertolongan-Mu agar semua kegiatanku di sepanjang hari ini sesuai dengan kehendak-Mu. Roh Kudus, tolonglah diriku agar semua yang aku kerjakan dapat berhasil dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 6

Mazmur 34

Keluaran 17-18

 


  

Sabtu, 3 Februari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. (Mazmur 62:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. 6 Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. 7 Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mazmur 34:5-7)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau selalu mendengar seruanku. Engkau tidak pernah mengabaikan permohonan-Ku. Engkau bersedia melepaskan aku dari segala kegentaran dan menyelamatkan diriku dari kesesakan. Di dalam perlindungan-Mu aku merasakan damai sejahtera dan hidup di dalam sukacita yang sejati. Karena Engkau selalu siap sedia mengulurkan tangan untuk menolong diriku dan Engkau tidak akan mempermalukan orang yang berharap kepada-Mu.

 

Tuhan, aku memasrahkan hidupku ke dalam dekapan kasih-Mu. Aku memohon penyertaan-Mu di sepanjang hari ini. Engkau yang tidak pernah lalai menjaga umat-Mu, lindungilah diriku dari semua ancaman. Tuntunlah diriku agar senantiasa hidup memuliakan nama-Mu. Anugerahi diriku dengan keberhasilan dan sertai diriku dengan kemurahan-Mu agar aku dapat menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 3 Februari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku. (Mazmur 66:16)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

8 Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. 9 Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku." 10 Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. 11 Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. 12 Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. 13 Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang. (Keluaran 17:8-13)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Di dalam kerja sama yang serasi kita akan menghasilkan karya yang besar. Memang dengan bekerja seorang diri kemungkinan kita dapat mencapai hasil yang kita inginkan. Namun melalui kerja sama secara serasi dengan orang lain, maka kita akan mencapai hasil yang lebih besar lagi. Sebab apabila suatu kerja sama dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas, dan orang tidak merasa iri satu dengan yang lain, maka mereka akan saling melengkapi satu dengan yang lain. Sebagai akibat, upaya yang mereka kerjakan secara bersama-sama akan berjalan secara harmonis dan mendatangkan hasil yang efektif.

 

Kerja sama yang harmonis itulah yang terjalin pada diri Musa, Harun, Hur, dan Yosua. Seperti yang dicatat di dalam Keluaran 17, mereka membagi tugas. Yosua berada di kaki bukit memimpin bangsa Israel berperang melawan orang Amalek. Sementara itu Musa berdiri di puncak bukit berdoa dengan cara mengangkat tongkatnya ke atas. Sedangkan Harun dan Hur menopang kedua belah tangan Musa. Yosua tidak mengeluh karena dirinya yang ditugaskan untuk memimpin tentara dan berperang. Musa tidak menggerutu karena merasa penat oleh sebab harus terus-menerus mengangkat tongkat. Melalui kerja sama yang serasi ini mereka memperoleh hasil yang gemilang, yaitu kemenangan atas bangsa Amalek.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang menjadi penghalang bagi orang untuk bekerja sama secara serasi? Apakah yang harus Anda lakukan untuk mengatasi penghalang tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, dengan rendah hati aku mengakui keterbatasan diriku, dan oleh sebab itu aku berharap kepada-Mu. Anugerahi diriku dengan orang-orang yang tepat dan yang dapat melengkapi diriku di dalam kekuranganku. Aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau menempatkan diriku di dalam komunitas yang saling menopang, saling menjaga, dan saling menerima satu dengan yang lain. Aku juga berterima kasih untuk kesempatan yang Engkau berikan kepada diriku untuk dapat menguatkan orang lain, khususnya mereka yang berada di sekitarku. Dengan demikian hidupku tidak menjadi sia-sia, namun berguna.

 

Aku juga bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena Engkau telah menolong diriku sehingga dapat menjalani minggu ini di dalam berkat-Mu. Oleh kemurahan-Mu Engkau memampukan diriku untuk mengatasi setiap masalah yang menghadang langkah-langkah hidupku. Oleh rahmat-Mu Engkau menjadikan diriku berkat bagi orang-orang yang di sekitar diriku. Aku menyerahkan semua yang telah aku kerjakan di sepanjang minggu ini, jadikanlah itu berhasil dan berkenan kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.