Rabu, 31 Januari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! (Mazmur 96:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. 4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." 5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" 7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. (Kisah Para Rasul 3:3-7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila manusia cenderung mencari jalan pintas maka Tuhan menyediakan jalan keluar yang tuntas. Kalaupun menyadari bahwa jalan pintas tidak akan menyelesaikan persoalan namun karena tidak mampu mencari jalan keluar yang lebih baik maka manusia acapkali tetap menempuh jalan tersebut. Sebagai contoh, karena tidak mampu menyelesaikan masalah rumah tangganya adakalanya orang mengambil jalan pintas, yaitu dengan bercerai. Padahal sebenarnya perceraian tidak menyelesaikan akar masalah rumah tangga yang bersangkutan. Itu sebabnya Tuhan bukan menyuruh orang untuk bercerai, namun menolong yang bersangkutan untuk membereskan masalah rumah tangganya sampai ke akar-akarnya.

 

Hal itulah yang dialami oleh orang yang lumpuh sejak lahirnya dan yang berada di dekat pintu gerbang Bait Allah. Sebagaimana yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul 3 ia berupaya menyelesaikan masalah kehidupannya dengan mengambil jalan pintas, yaitu dengan meminta sedekah. Jalan pintas yang tidak menyelesaikan kelumpuhannya. Sedangkan Tuhan, melalui Petrus dan Yohanes, menolongnya secara tuntas, yaitu dengan membebaskan orang itu dari kelumpuhannya. Singkat kata, ketika menghadapi masalah janganlah mengambil jalan pintas, namun mohonlah agar Tuhan menolong secara tuntas.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda sedang atau pernah berupaya untuk menyelesaikan masalah yang Anda alami dengan menempuh jalan pintas? Apakah yang seharusnya Anda lakukan untuk menyelesaikannya secara tuntas?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Di pagi hari ini Tuhan aku mengangkat hati untuk memuji dan mengagungkan nama-Mu. Aku bersyukur karena Engkau tidak pernah menolong diriku dengan setengah hati. Engkau selalu bekerja secara sempurna. Engkau tidak pernah membereskan persoalan hanya pada kulit permukaannya saja, namun Engkau menyelesaikannya sampai ke akar-akarnya. Oh Tuhan, tolonglah aku agar aku dapat meniru jejak-Mu itu. Bukannya mencari jalan pintas, namun aku menangani semua persoalan sampai tuntas.

 

Ke dalam tangan-Mu yang penuh kasih dan pemurah, aku berserah ya Tuhan. Aku memohon pimpinan-Mu untuk setiap hal yang harus aku putuskan pada hari ini. Aku memohon pertolongan-Mu bagi semua tugas yang aku emban dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau akan menyediakan jalan keluar yang tepat bagi semua kesulitan yang aku hadapi. Tolonglah aku untuk mengerti jalan-jalan-Mu sehingga aku dapat berjalan dengan penuh kemenangan di sepanjang hari ini. Permuliakanlah nama-Mu di dalam hidupku. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 3

Mazmur 31

Keluaran 11-12

 


  

Rabu, 31 Januari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

169 Biarlah teriakku sampai ke hadapan-Mu, ya TUHAN; berilah aku pengertian sesuai dengan firman-Mu. 170 Biarlah permohonanku datang ke hadapan-Mu; lepaskanlah aku sesuai dengan janji-Mu. (Mazmur 119:169, 170)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. 5 Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. 6 Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.(Mazmur 31:4-6)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Engkaulah tempat perlindungan yang kokoh bagi setiap orang yang hidup dekat dengan diri-Mu ya Tuhan. Ketika orang-orang di sekitarku memusuhiku, Engkau Tuhan yang melindungi dan menjaga hidupku. Engkau juga menuntun dan membimbing diriku agar mampu melewati setiap tantangan dan kesukaran yang aku hadapi dalam hidupku. Kasih setia-Mu tidak pernah meninggalkan diriku. Di dalam semua kesesakan yang aku hadapi, Tuhan sungguh Engkaulah penolongku yang tidak mengecewakan.

 

Sekarang aku menyerahkan hidupku kepada-Mu. Ya Tuhan yang dapat diandalkan, tuntunlah diriku di dalam kebenaran-Mu supaya diriku menjadi saksi-Mu bagi lingkungan di mana aku berada. Penuhilah aku dengan Roh Kudus-Mu sehingga hidupku berjalan secara maksimal dan nama-Mu ditinggikan melalui semua yang aku lakukan. Tuhan, sertailah aku dengan keberhasilan. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Rabu, 31 Januari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia! (Mazmur 31:20)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

26 Dan apabila anak-anakmu berkata kepadamu: Apakah artinya ibadahmu ini? 27 maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita. (Keluaran 12:26-27a)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Banyak orang yang sukar mengingat kebaikan Tuhan yang telah ia alami dibandingkan mengingat kesulitan yang ia hadapi. Oleh karena itu banyak orang yang lebih sering menggerutu dibandingkan dengan bersyukur kepada Tuhan. Padahal menggerutu akan melemahkan pengharapan, sedangkan bersyukur akan meneguhkan iman. Itu sebabnya adalah penting untuk melakukan ibadah kepada Tuhan. Karena melalui ibadah kepada-Nya kita mengingat kebaikan-kebaikan Tuhan yang telah kita alami. Dengan cara demikian kita mengokohkan iman kita kepada-Nya.

 

Itulah sebabnya Allah memerintahkan agar umat-Nya melakukan ibadah Paskah. Di dalam Keluaran 12 Ia menjelaskan tujuan dari perintah-Nya tersebut, yaitu agar umat-Nya turun temurun tidak melupakan kebaikan-Nya yang telah mereka alami. Kebaikan Tuhan yang telah memerdekakan mereka dari perbudakan di Mesir. Kebaikan yang membangkitkan rasa syukur di hati umat-Nya dan yang diungkapkan melalui perayaan Paskah. Dengan demikian, iman mereka kepada Tuhan akan diteguhkan sehingga ketika menghadapi masa yang sukar mereka tidak akan menggerutu sebaliknya tetap bersukacita di dalam pengharapan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu dilakukan orang untuk mengubah hidup yang penuh gerutu menjadi hidup penuh iman dan pengharapan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau sungguh baik terhadap diriku. Engkau telah memberkati hidupku dengan kemurahan dan kasih yang berlimpah-limpah. Tolonglah aku agar tidak pernah melupakan anugerah-Mu itu. Di dalam kemurahan-Mu Engkau telah menyelamatkan diriku dari perbudakan dosa dan memberikan kepadaku hidup yang kekal serta penuh makna. Engkau mengampuni dosa-dosaku dan menerima diriku sebagai umat-Mu. Melalui pengorbanan-Mu Engkau membebaskan diriku dari hukuman dosa, memulihkan hidupku, dan menyediakan hari depan yang pengharapan. Aku sungguh bersyukur untuk semua itu.

 

Tuhan, aku juga bersyukur untuk hari yang telah kulalui pada hari ini. Engkau telah menuntun diriku melalui firman dan Roh-Mu. Engkau telah menjaga diriku dan menetapkan langkah-langkah hidupku. Dengan kasih setia Engkau menyertai dan menyanggupkan diriku untuk menghadapi hari esok. Tuhan, aku sungguh berterima kasih untuk kebaikan-kebaikan-Mu bagi diriku. Sekarang aku menyerahkan hidupku ke dalam kesetiaan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus yang penuh rahmat dan anugerah aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.