Selasa, 16 Januari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung. (Mazmur 31:24)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."

 

11 Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki." 12 Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki. (Matius 16:6, 11-12)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Perkataan yang benar akan membangun sedangkan perkataan yang keliru akan meruntuhkan. Memang kehidupan sehari-hari membuktikan bahwa perkataan yang diucapkan oleh seseorang bukan hanya akan memengaruhi dirinya sendiri, tetapi juga akan memengaruhi kehidupan orang lain. Di dalam hal ini bukan sekadar kelemahlembutan atau kemanisan kata-kata yang diucapkan itu yang membawa pengaruh, namun terlebih lagi isinya. Pengaruh tersebut dapat bersifat positif namun dapat juga bersifat negatif. Oleh sebab itu bukan saja kita harus berhati-hati di dalam berbicara, tetapi juga harus menimbang kebenaran dari perkataan yang kita dengar.

 

Hal itulah yang diperingatkan Tuhan Yesus kepada para pengikut-Nya di dalam Matius 16. Di situ Ia mengumpamakan ajaran atau perkataan para pemuka agama Yahudi pada waktu itu, yaitu orang Farisi dan Saduki, seperti ragi. Dengan cara itu Ia menyatakan bahwa sebagaimana ragi akan mempengaruhi adonan roti demikian juga ajaran mereka. Pengaruh ragi ini tidak boleh diremehkan sebab adonan yang telah ia pengaruhi tidak akan dapat dikembalikan kepada keadaannya yang semula. Demikian pula apabila perkataan atau ajaran telah memengaruhi diri seseorang tidaklah mudah untuk menghapuskannya. Singkat kata bersikap waspada terhadap apa yang kita dengar merupakan sikap yang bijak dan yang harus ada pada semua orang.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana Anda dapat menimbang kebenaran dari kata-kata atau ajaran yang Anda dengar?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan mampukan diriku untuk menjaga hatiku agar tidak tercemar oleh perkataan yang tidak benar yang aku dengar. Sanggupkan diriku agar mampu membedakan antara perkataan yang membawa hidupku kepada kehancuran dengan yang memimpin diriku kepada kehidupan. Juga tolonglah aku agar kata-kata yang kuucapkan adalah kata-kata yang membangun dan bukan meruntuhkan. Supaya dengan demikian hidupku merupakan kepanjangan tangan dari kasih-Mu kepada semua orang.

 

Tuhan aku menyerahkan hari yang akan aku lalui ini ke dalam tangan-Mu. Bimbinglah diriku di jalan-Mu, yaitu jalan kebenaran, kehidupan, damai sejahtera, dan keberhasilan. Berkatilah apa yang akan aku kerjakan hari ini dan tolonglah diriku sehingga hidupku semakin bermakna dan menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 16

Mazmur 16

Kejadian 31-32

 


  

Selasa, 16 Januari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya TUHAN semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu! (Mazmur 84:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Bertambah besar kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan korban curahan mereka yang dari darah, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka di bibirku. 5 Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. (Mazmur 16:4, 5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan hanya Engkaulah yang kusembah. Bukan harta, kedudukan maupun ketenaran yang menempati tempat terutama di dalam hidupku. Bukan pula manusia atau apapun juga yang menduduki tempat yang terpenting di dalam hatiku. Namun hanya Engkau sajalah yang menjadi pusat hidupku. Engkaulah segala-galanya bagi diriku. Aku bersyukur sebab dengan Engkau berada di dalamku maka sesungguhnya aku memiliki semua yang kuperlukan bagi hidupku.

 

Tuhan, tolonglah aku untuk senantiasa mendahulukan kehendak-Mu di dalam semua yang aku lakukan. Ajarlah aku untuk menaati firman-Mu di dalam semua sisi kehidupanku. Sebab hanya dengan demikian barulah aku sungguh-sungguh menjadikan Engkau sebagai Allahku, memuliakan nama-Mu, menyenangkan hati-Mu, dan menjadi saksi-Mu di manapun aku berada. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhanku aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 16 Januari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. 7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! (Mazmur 95:6, 7)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

41 Selama dua puluh tahun ini aku di rumahmu; aku telah bekerja padamu empat belas tahun lamanya untuk mendapat kedua anakmu dan enam tahun untuk mendapat ternakmu, dan engkau telah sepuluh kali mengubah upahku. 42 Seandainya Allah ayahku, Allah Abraham dan Yang Disegani oleh Ishak tidak menyertai aku, tentulah engkau sekarang membiarkan aku pergi dengan tangan hampa; tetapi kesengsaraanku dan jerih payahku telah diperhatikan Allah dan Ia telah menjatuhkan putusan tadi malam." (Kejadian 31:41, 42)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bagaikan gabus yang akan selalu mengapung kembali di permukaan air demikianlah orang yang hidup di dalam penyertaan Tuhan tidak akan dapat dikaramkan oleh kesukaran. Memang hidup ini tidak pernah terlepas dari kesulitan. Selalu ada saja masalah yang datang menghadang dan orang yang berupaya untuk merugikan diri kita. Namun bagi orang yang disertai Tuhan semua tantangan itu sama seperti upaya untuk menenggelamkan sepotong gabus. Setiap kali gabus itu terlepas dari tangan orang yang bermaksud untuk menenggelamkannya maka ia akan segera naik dan mengapung kembali. Begitu pula sebesar apapun kesulitan yang dihadapi oleh orang yang disertai-Nya Tuhan akan membela yang bersangkutan dan memampukan orang tersebut untuk mengatasi kesukaran yang dialaminya.

 

Hal itulah yang dialami oleh Yakub sebagaimana yang ia utarakan di dalam Kejadian 31. Selama bertahun-tahun dirinya diperlakukan secara tidak adil oleh Laban. Kerja kerasnya tidak dihargai, bahkan ia dimanfaatkan oleh Laban yang adalah ayah mertuanya sendiri. Namun karena Allah menyertai dirinya maka setiap kesulitan yang dirancangkan oleh Laban justru membuka pintu berkat Allah bagi Yakub. Dengan kata lain memang hidup ini tidak terlepas dari kesukaran. Namun bagi orang yang disertai Tuhan maka semua kesulitan malahan akan menjadi tumpuan untuk mengalami berkat yang lebih besar.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan ketika menghadapi hambatan dan niatan orang untuk merugikan diri Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Allahku, Engkaulah pembela hidupku. Dengan hikmat-Mu yang tidak terbatas Engkau mengubah rancangan buruk yang direncanakan orang terhadap diriku menjadi hal yang mendatangkan kebaikan bagi hidupku. Dengan kuasa dan kasih-Mu yang tidak pernah berubah Engkau menjamin masa depanku. Oleh sebab itu berada di dalam penyertaan-Mu aku tidak merasa kuatir, tetapi hatiku penuh limpah dengan sukacita dan damai sejahtera.

 

Bapa yang penuh rahmat, aku menyerahkan hari ini ke dalam tangan anugerah-Mu. Berkatilah semua yang telah aku kerjakan dan jadikan semua itu berhasil. Sebab tanpa berkat-Mu maka jerih lelahku adalah sia-sia. Namun oleh kebaikan-Mu Engkau akan menumbuhkan apa yang aku usahakan dan menjadikannya berbuah dengan lebat pada waktunya. Aku sungguh bersyukur untuk kebaikan-Mu bagi diriku. Di dalam Yesus Kristus, aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.