Selasa, 26 Desember 2017

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

Pengantar Ibadah

 

3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! 4 Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka. (Mazmur 141:3-4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit)

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu." (Lukas 3:14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Salah satu kunci untuk dapat bersyukur adalah mencukupkan diri dengan apa yang kita terima. Memang salah satu pergumulan manusia adalah selalu merasa kurang dan tidak pernah puas terhadap apa yang dia dapatkan. Itu sebabnya, kita perlu belajar dan berketetapan hati untuk mencukupkan diri. Jika kita gagal belajar mencukupkan diri, keserakahan akan menguasai diri kita dan menuntun kita untuk berbuat kejahatan. Hendaklah kita belajar mencukupkan diri dengan berkat yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita. Dengan demikian, kita dapat bersyukur atas apa yang kita terima dari Tuhan.

 

Prinsip yang sama diajarkan oleh Yohanes Pembaptis kepada para prajurit yang bertobat. Para prajurit harus dapat mencukupkan diri dengan gaji yang mereka terima. Rupanya Yohanes Pembaptis selama ini mengetahui kebiasaan para prajurit bahwa mereka suka merampas dan memeras rakyat. Para prajurit melakukan perbuatan jahat tersebut karena mereka merasa tidak cukup dengan gaji yang mereka terima. Bukannya mencukupkan diri, malah para prajurit tersebut mengambil milik orang lain untuk memenuhi keinginan mereka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana caranya Anda hidup mencukupkan diri dengan apa yang Anda miliki?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, terima kasih untuk berkat-berkat yang Engkau berikan kepadaku setiap hari. Jika aku dapat hidup sampai hari ini, itu semua adalah karena pemeliharaan-Mu. Ajarlah aku untuk mencukupkan diriku dengan semua berkat yang Engkau berikan. Karena bagiku, adalah lebih berbahagia memiliki Engkau, dibandingkan memiliki harta yang fana.

 

Roh Kudus, ingatkan diriku supaya aku tidak menjadi iri kepada orang-orang yang memiliki harta yang lebih banyak daripada yang aku punya. Ajarlah aku bersyukur dengan apa yang aku miliki. Mampukan aku untuk membedakan manakah yang benar-benar aku perlukan dan manakah yang hanya sekedar keinginan belaka. Tuhan, aku mohon penyertaan-Mu untuk kehidupanku hari ini. Di dalam nama Yesus, Tuhan dan Sahabatku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk hari ini:

 

Lukas 3

Amsal 27

Ayub 34-35

 

 


  

Selasa, 26 Desember 2017

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

Pengantar Ibadah

 

Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku. (Mazmur 66:16)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. (Amsal 27:17)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur untuk orang-orang yang Engkau tempatkan di sekitarku. Seringkali aku tidak menyadari bahwa merekalah yang telah membuatku menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui mereka, Tuhan membentuk hidupku menjadi seperti diriku hari ini. Tuhan, tolonglah aku untuk melihat hal-hal positif dari orang-orang di sekitarku tersebut.

 

Tuhan, aku percaya ketika Engkau menempatkanku di tengah-tengah lingkunganku, ada maksud Tuhan di dalamnya. Pakailah diriku untuk menjadi berkat bagi orang lain dan biarlah apa yang aku lakukan memberikan dampak yang positif bagi hidup mereka. Berikan aku kepekaan untuk melihat setiap kesempatan yang Engkau berikan sehingga aku dapat menjadi jawaban atas persoalan yang mereka hadapi. Dalam nama Yesus, Pembimbing hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 


  

Selasa, 26 Desember 2017

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

Pengantar Ibadah

 

Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku; ya TUHAN, janganlah lambat datang! (Mazmur 70:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Karena ia telah berkata: Tidak berguna bagi manusia, kalau ia dikenan Allah. 10 Oleh sebab itu, kamu orang-orang yang berakal budi, dengarkanlah aku: Jauhlah dari pada Allah untuk melakukan kefasikan, dan dari pada Yang Mahakuasa untuk berbuat curang. (Ayub 34:9-10)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Mengenal Tuhan akan menguatkan iman kita di dalam menghadapi masa-masa sukar. Penderitaan yang terjadi di dalam kehidupan kita acapkali tidak dapat kita pahami. Di dalam keadaan yang seperti ini, kita seringkali mulai meragukan Tuhan. Apalagi jika kita merasa tidak berbuat kesalahan kepada Tuhan namun kita tetap mengalami penderitaan ataupun kesulitan. Di sinilah pentingnya kita mengenal Tuhan. Jika kita mengenal bahwa Tuhan itu baik maka kita merasa aman bersama-Nya dan tidak akan pernah menyalahkan Dia. Dengan demikian, kita tidak akan meragukan Tuhan sesulit apapun pergumulan hidup kita.

 

Di tengah penderitaan yang dialaminya, Ayub sempat meragukan keadilan dan kebaikan Tuhan. Elihu, salah seorang sahabat Ayub, dapat merasakan keraguan Ayub tersebut. Menurut Elihu, Ayub berpendapat bahwa tidak ada gunanya bagi manusia untuk hidup berkenan kepada Allah jika akhirnya harus mengalami penderitaan. Elihupun menegaskan bahwa Tuhan itu baik adanya meskipun penderitaan yang dialami oleh Ayub nampaknya tidak dapat dipahami. Tuhan tidak akan melakukan kefasikan dan berbuat curang. Oleh karena itu, Ayub seharusnya tidak meragukan kebaikan Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda sudah benar-benar mengenal Tuhan? Bagaimana Anda mengetahuinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur untuk hal-hal baik yang aku dapatkan karena aku menuruti perintah-Mu pada masa yang lalu. Namun aku juga menyadari, tidak sedikit hal buruk yang aku alami sebagai akibat dari kelalaianku dalam menuruti kehendak-Mu pada masa yang lalu. Ampunilah jika pada waktu itu, aku lebih memilih untuk memuaskan keinginanku, daripada melakukan firman-Mu.

 

Tuhan, sekarang ini aku mau berkomitmen untuk tetap melakukan firman-Mu dengan setia dan menabur kebaikan dalam hidupku. Tolonglah aku supaya aku mempunyai keberanian dan tetap teguh berpegang pada-Mu. Aku percaya ketika aku menabur hal yang baik, maka pada masa yang akan datang aku akan menuai hal baik sesuai dengan apa yang telah aku tabur. Dalam nama Yesus, Bapa yang kekal, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.