Senin, 25 Desember 2017

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

Pengantar Ibadah

 

4 Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. Sela 5 Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. 6 Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. (Mazmur 67:4-6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit)

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (Lukas 2:10-11)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kesetiaan Tuhan ditunjukkan dengan penggenapan atas setiap janji-Nya. Tuhan adalah pribadi yang setia dan berkuasa sehingga Dia mampu menggenapi apa yang dijanjikan-Nya. Inilah yang membedakan Tuhan dengan manusia. Manusia cenderung terus mengingat apa yang dijanjikan kepadanya tetapi lupa untuk menepati janji yang dibuatnya sendiri. Namun Tuhan tidak pernah lupa dan ingkar kepada janji-Nya, karena Ia adalah pribadi yang setia. Oleh karena itulah kita dapat mengandalkan janji Tuhan bagi hidup kita sehingga kita dapat menatap hari esok dengan penuh pengharapan.

 

Melalui peristiwa Natal, yaitu kelahiran Yesus Kristus di muka bumi, Tuhan menepati apa yang Dia janjikan. Kelahiran Sang Mesias, seperti yang diungkapkan dalam Lukas 2 merupakan puncak penggenapan janji Tuhan yang sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya sekitar tujuh ratus tahun sebelumnya. Tentu bukan suatu kebetulan Maria melahirkan Yesus di kota Betlehem, bukan di tempat lain. Kuasa Tuhan yang mengatur semuanya sehingga rencana-Nya yang agung digenapi sesuai dengan apa yang dijanjikan-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana seharusnya sikap Anda dalam menanggapi janji Tuhan bagi hidup Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, aku bersyukur karena Engkau adalah Allah yang setia dan berkuasa untuk menepati apa yang telah Engkau janjikan. Engkau berkuasa mengatur jalannya kehidupan sehingga tidak ada janji-Mu yang tidak digenapi. Sekalipun manusia tidak mengerti jalan-Mu, tetapi Engkau tidak pernah terlambat menggenapi jajni-Mu. Aku percaya janji-Mu mengobarkan kembali semangatku untuk menapaki hari ini dan memandang hari esok dengan penuh pengharapan.

 

Tuhan, aku berdoa memohon perlindungan-Mu bagi semua umat Kristiani yang merayakan Natal pada hari ini. Kiranya dengan mengingat peristiwa Natal, kami diteguhkan kembali akan kesetiaan dan kuasa-Mu yang tak terbatas. Seperti Engkau yang berlaku setia terhadap janji-Mu, tolonglah diriku untuk berlaku setia terhadap janji yang kuucapkan. Aku mau hidupku membawa dampak dan menjadi berkat serta memuliakan nama-Mu. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk hari ini:

 

Lukas 2

Amsal 26

Ayub 32-33

 

 


  

Senin, 25 Desember 2017

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

Pengantar Ibadah

 

Bersukacitalah dalam Tuhan dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur! (Mazmur 32:11)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Siapa menggali lobang akan jatuh ke dalamnya, dan siapa menggelindingkan batu, batu itu akan kembali menimpa dia. (Amsal 26:27)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah Allah yang maha adil. Engkau menetapkan keadilan-Mu melalui apa yang direncanakan dan diperbuat setiap manusia. Jika apa yang direncanakan dan diperbuatnya baik, maka dia akan menuai kebaikan. Namun jika apa yang direncanakan dan diperbuatnya jahat, maka diapun akan menuai kejahatan dalam hidupnya. Kiranya keadilan-Mu membuat manusia hidup dalam takut akan Engkau, ya Tuhan.

 

Aku bersyukur akan penyertaan-Mu yang mengawal keamanan dan kedamaian di tengah bangsa kami yang tengah merayakan Natal. Mampukanlah umat-Mu, ya Tuhan, agar di dalam perayaan Natal ini, kami dapat menjadi berkat bagi bangsa dan negara kami. Jauhkan aku dari melakukan hal-hal yang jahat, dan tuntun aku untuk melakukan kebaikan, sehingga hidupku dapat menjadi berkat bagi sesamaku. Di dalam nama Yesus Kristus, aku berdoa dan mengucap syukur. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 


  

Senin, 25 Desember 2017

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

Pengantar Ibadah

 

TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu. (Mazmur 30:13)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

14 Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. 15 Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur, 16 maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran 17 untuk menghalangi manusia dari pada perbuatannya, dan melenyapkan kesombongan orang, (Ayub 33:14-17)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kunci untuk membangun relasi yang sehat adalah komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik bukanlah komunikasi yang dilakukan satu arah melainkan dua arah. Di dalam membangun relasi yang erat dengan Tuhan, bukan hanya kita berkata-kata kepada Tuhan melalui doa dan permohonan kita, tetapi kita juga harus membuka hati kita untuk mendengarkan Tuhan berbicara kepada kita. Dengan membuka hati kita kepada-Nya, Tuhan dapat menegur dan mengingatkan kita jika kita tidak hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Hanya dengan demikian komunikasi yang baik dapat terbangun dan relasi yang sehat dapat terjalin.

 

Ayub sedang mencari jawaban Tuhan tentang mengapa dirinya mengalami penderitaan. Bagi Ayub, Tuhan seperti berdiam diri dan tidak mau menanggapi pengaduan dirinya. Di dalam Ayub 33, Elihu mengingatkan Ayub bahwa Tuhan adalah pribadi yang bersedia berkomunikasi dengan umat-Nya dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah untuk menegur dan mencegah manusia untuk berbuat kejahatan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memperhatikan bagaimana komunikasi kita dengan Tuhan agar kita dapat memiliki relasi yang akrab dengan-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah selama ini Anda memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan? Bagaimana Anda dapat meningkatkan relasi Anda dengan Tuhan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau bersedia membangun relasi yang erat dengan diriku yang terbatas. Bahkan Engkau rela datang ke dunia dua ribu tahun yang lalu untuk memulihkan relasi yang rusak akibat dosa manusia. Hanya dengan demikian, aku dapat berkomunikasi kembali dan memiliki relasi yang erat dengan Engkau. Ampuni aku, Tuhan, jika seringkali aku tidak menyediakan waktu untuk mendengarkan-Mu. Oleh karena itu, aku mau membuka hatiku untuk mendengar suara-Mu.

 

Aku bersyukur karena Engkau telah menyertai hidupku sepanjang hari ini. Aku menyerahkan semua yang telah kulakukan hari ini ke dalam tangan-Mu. Kiranya Tuhan memberkati dan membuatnya menjadi berkat bagi banyak orang. Roh Kudus, tolonglah aku agar di hari-hari ke depan aku dapat mengarahkan hati dan pikiranku tetap kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.