Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Senin, 22 Januari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari. (Mazmur 71:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka 35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: 36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Matius 22:34-40)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kasih merupakan dasar utama dari hidup yang bermutu tinggi. Karena pada hakikatnya intisari kehidupan manusia adalah relasi, yaitu relasi dengan Tuhan, diri sendiri maupun dengan sesama. Oleh sebab itu, sebagai contoh, mutu kehidupan rumah tangga sangat ditentukan oleh kualitas relasi yang terjalin di dalamnya. Kalau relasi suami istri berkualitas tinggi, maka rumah tangga itu pasti akan bermutu tinggi pula. Sedangkan relasi yang bermutu tinggi adalah relasi dalam kasih, bukan relasi dalam kebencian, dendam, atau yang sejenisnya. Itulah sebabnya orang yang hidup di dalam kasih adalah orang yang hidupnya bermutu tinggi.

 

Pentingnya relasi kasih inilah yang dikemukakan Tuhan Yesus saat menjawab pertanyaan seorang ahli Taurat kepada-Nya. Di dalam Matius 22 Ia berkata bahwa mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi adalah hukum utama yang pertama. Dan hukum yang kedua adalah mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama manusia merupakan dasar yang utama dan yang terpenting bagi hidup manusia. Oleh karena itu kita harus memastikan bahwa semua tindakan kita, baik kepada Allah atau kepada sesama manusia, dilandasi oleh dorongan kasih. Hanya dengan demikian barulah hidup kita akan menjadi hidup yang bermutu tinggi.

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda, apakah yang menyebabkan sebagian orang tidak mengasihi Allah maupun sesama manusia? Bagaimana kita dapat mengatasi penyebab tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus yang penuh dengan kasih dan anugerah, periksalah hatiku. Sadarkanlah aku apabila Engkau mendapati bahwa diriku sudah kehilangan kasih kepada-Mu dan kepada sesamaku. Roh Kudus, penuhilah senantiasa hatiku dengan kasih-Mu. Sehingga tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang aku lakukan sungguh-sungguh dilandaskan kepada kasih kepada-Mu dan sesamaku manusia. Sebab dengan demikian barulah diriku memenuhi perintah-Mu dan hidupku berkenan kepada-Mu.

 

Tuhan Yesus, dengan kasih dan kebenaran-Mu tuntunlah hidupku sepanjang hari ini di dalam jalan-jalan-Mu. Berikanlah kepekaan kepadaku agar aku dapat mengenali suara-Mu yang membimbing diriku. Jagalah diriku dari menempuh jalan kehidupan yang keliru dan tidak berkenan kepada-Mu. Sertailah diriku dan jadikanlah apa yang aku lakukan hari ini berhasil. Lindungilah diriku dari yang jahat. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 22

Mazmur 22

Kejadian 43-44

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Senin, 22 Januari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu! (Mazmur 138:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

25 Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya. 26 Karena Engkau aku memuji-muji dalam jemaah yang besar; nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia. 27 Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!(Mazmur 22:25-27)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang penuh belas kasihan, Engkau adalah pribadi yang mahatahu. Tiada ada satu pun yang tersembunyi dari mata-Mu. Tuhan, Engkau mengetahui dan tidak memandang hina semua kesusahan, kesengsaraan, serta pergumulan yang sedang dihadapi oleh umat-Mu. Engkau Tuhan tidak memalingkan muka ketika mereka berteriak memohon pertolongan kepada-Mu. Sebaliknya Engkau selalu bersedia mendengar seruan orang yang dengan rendah hati mencari diri-Mu.

 

Tuhan, aku merendahkan hati memohon pertolongan-Mu. Mampukanlah diriku agar dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabku untuk hari ini. Ulurkanlah tangan-Mu dan berikan kepadaku kemenangan atas semua pergumulan hidup yang sedang aku hadapi. Kenyangkan aku dengan kebaikan-Mu sehingga orang banyak yang menyaksikannya akan memuji-muji Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Senin, 22 Januari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami? (Mazmur 77:14)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

30 Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, 31 tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita. 32 Tetapi hambamu ini telah menanggung anak itu terhadap ayahku dengan perkataan: Jika aku tidak membawanya kembali kepada bapa, maka akulah yang berdosa kepada bapa untuk selama-lamanya. 33 Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudaranya. 34 Sebab masakan aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama-sama dengan aku? Aku tidak akan sanggup melihat nasib celaka yang akan menimpa ayahku." (Kejadian 44:30-34)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang mulia adalah orang yang suka menepati janjinya. Sebab sikap suka menepati janji tersebut tidak terlepas dari sikap setia. Orang yang setia adalah orang yang bersedia menepati janjinya secara bertanggung jawab apapun harga yang harus ia bayar untuk itu. Sikap ini merupakan suatu sikap yang luhur, sebab kesetiaan merupakan salah satu sifat utama dari Tuhan. Oleh sebab Allah adalah pribadi yang setia, maka janji-janji-Nya dapat kita andalkan. Oleh karena itu orang yang mulia adalah pribadi yang tidak akan mengingkari janjinya.

 

Kesetiaan terhadap janji ini terlihat di dalam diri Yehuda, salah seorang anak Yakub. Ia telah berjanji kepada ayahnya bahwa ia akan membawa kembali Benyamin, adik bungsunya dari Mesir dalam keadaan selamat kepada sang ayah. Itu sebabnya seperti yang dicatat di dalam Kejadian 44 ketika Yusuf, yang tidak dikenalinya sebagai adiknya sendiri, bermaksud untuk menahan Benyamin di Mesir, maka Yehuda menyediakan dirinya sebagai pengganti Benyamin. Dengan kata lain, ia bersikap setia terhadap janjinya kepada ayahnya dan berani membayar harga untuk itu. Sikap Yehuda yang mulia inilah yang menggerakkan hati Yusuf untuk mengutarakan siapa dirinya yang sebenarnya dan berdamai dengan kakak-kakaknya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Adakah janji-janji yang dengan sengaja tidak Anda tepati? Apakah yang harus Anda lakukan untuk memperbaikinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Allah, Engkau pribadi yang memegang teguh perjanjian-Mu. Engkau tidak pernah lalai untuk menepati semua janji-Mu. Oleh sebab itu Tuhan ampunilah diriku kalau ada janji-janjiku kepada-Mu atau kepada sesamaku yang belum aku penuhi. Tuhan berikan kepadaku kemampuan agar aku dapat meneladani diri-Mu, yaitu dengan menepati semua janji-janjiku. Supaya dengan demikian hidupku menyenangkan hati-Mu dan dapat menjadi saksi-Mu di dalam lingkunganku.

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau dengan setia telah menyertai dan menuntun hidupku di sepanjang hari ini. Di dalam segala keadaan Engkau tidak pernah meninggalkan diriku seorang diri. Engkau telah melindungi dan memelihara diriku seperti biji mata-Mu. Tuhan, aku sungguh berterima kasih untuk kebaikan-kebaikan-Mu terhadap diriku. Sekarang aku menyerahkan masa depanku ke dalam tangan kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Senin, 22 Januari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari. (Mazmur 71:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka 35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: 36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Matius 22:34-40)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kasih merupakan dasar utama dari hidup yang bermutu tinggi. Karena pada hakikatnya intisari kehidupan manusia adalah relasi, yaitu relasi dengan Tuhan, diri sendiri maupun dengan sesama. Oleh sebab itu, sebagai contoh, mutu kehidupan rumah tangga sangat ditentukan oleh kualitas relasi yang terjalin di dalamnya. Kalau relasi suami istri berkualitas tinggi, maka rumah tangga itu pasti akan bermutu tinggi pula. Sedangkan relasi yang bermutu tinggi adalah relasi dalam kasih, bukan relasi dalam kebencian, dendam, atau yang sejenisnya. Itulah sebabnya orang yang hidup di dalam kasih adalah orang yang hidupnya bermutu tinggi.

 

Pentingnya relasi kasih inilah yang dikemukakan Tuhan Yesus saat menjawab pertanyaan seorang ahli Taurat kepada-Nya. Di dalam Matius 22 Ia berkata bahwa mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi adalah hukum utama yang pertama. Dan hukum yang kedua adalah mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama manusia merupakan dasar yang utama dan yang terpenting bagi hidup manusia. Oleh karena itu kita harus memastikan bahwa semua tindakan kita, baik kepada Allah atau kepada sesama manusia, dilandasi oleh dorongan kasih. Hanya dengan demikian barulah hidup kita akan menjadi hidup yang bermutu tinggi.

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda, apakah yang menyebabkan sebagian orang tidak mengasihi Allah maupun sesama manusia? Bagaimana kita dapat mengatasi penyebab tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus yang penuh dengan kasih dan anugerah, periksalah hatiku. Sadarkanlah aku apabila Engkau mendapati bahwa diriku sudah kehilangan kasih kepada-Mu dan kepada sesamaku. Roh Kudus, penuhilah senantiasa hatiku dengan kasih-Mu. Sehingga tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang aku lakukan sungguh-sungguh dilandaskan kepada kasih kepada-Mu dan sesamaku manusia. Sebab dengan demikian barulah diriku memenuhi perintah-Mu dan hidupku berkenan kepada-Mu.

 

Tuhan Yesus, dengan kasih dan kebenaran-Mu tuntunlah hidupku sepanjang hari ini di dalam jalan-jalan-Mu. Berikanlah kepekaan kepadaku agar aku dapat mengenali suara-Mu yang membimbing diriku. Jagalah diriku dari menempuh jalan kehidupan yang keliru dan tidak berkenan kepada-Mu. Sertailah diriku dan jadikanlah apa yang aku lakukan hari ini berhasil. Lindungilah diriku dari yang jahat. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 22

Mazmur 22

Kejadian 43-44

 

Senin, 22 Januari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu! (Mazmur 138:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

25 Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya. 26 Karena Engkau aku memuji-muji dalam jemaah yang besar; nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia. 27 Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!(Mazmur 22:25-27)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang penuh belas kasihan, Engkau adalah pribadi yang mahatahu. Tiada ada satu pun yang tersembunyi dari mata-Mu. Tuhan, Engkau mengetahui dan tidak memandang hina semua kesusahan, kesengsaraan, serta pergumulan yang sedang dihadapi oleh umat-Mu. Engkau Tuhan tidak memalingkan muka ketika mereka berteriak memohon pertolongan kepada-Mu. Sebaliknya Engkau selalu bersedia mendengar seruan orang yang dengan rendah hati mencari diri-Mu.

 

Tuhan, aku merendahkan hati memohon pertolongan-Mu. Mampukanlah diriku agar dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabku untuk hari ini. Ulurkanlah tangan-Mu dan berikan kepadaku kemenangan atas semua pergumulan hidup yang sedang aku hadapi. Kenyangkan aku dengan kebaikan-Mu sehingga orang banyak yang menyaksikannya akan memuji-muji Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Senin, 22 Januari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami? (Mazmur 77:14)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

30 Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, 31 tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita. 32 Tetapi hambamu ini telah menanggung anak itu terhadap ayahku dengan perkataan: Jika aku tidak membawanya kembali kepada bapa, maka akulah yang berdosa kepada bapa untuk selama-lamanya. 33 Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudaranya. 34 Sebab masakan aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama-sama dengan aku? Aku tidak akan sanggup melihat nasib celaka yang akan menimpa ayahku." (Kejadian 44:30-34)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang mulia adalah orang yang suka menepati janjinya. Sebab sikap suka menepati janji tersebut tidak terlepas dari sikap setia. Orang yang setia adalah orang yang bersedia menepati janjinya secara bertanggung jawab apapun harga yang harus ia bayar untuk itu. Sikap ini merupakan suatu sikap yang luhur, sebab kesetiaan merupakan salah satu sifat utama dari Tuhan. Oleh sebab Allah adalah pribadi yang setia, maka janji-janji-Nya dapat kita andalkan. Oleh karena itu orang yang mulia adalah pribadi yang tidak akan mengingkari janjinya.

 

Kesetiaan terhadap janji ini terlihat di dalam diri Yehuda, salah seorang anak Yakub. Ia telah berjanji kepada ayahnya bahwa ia akan membawa kembali Benyamin, adik bungsunya dari Mesir dalam keadaan selamat kepada sang ayah. Itu sebabnya seperti yang dicatat di dalam Kejadian 44 ketika Yusuf, yang tidak dikenalinya sebagai adiknya sendiri, bermaksud untuk menahan Benyamin di Mesir, maka Yehuda menyediakan dirinya sebagai pengganti Benyamin. Dengan kata lain, ia bersikap setia terhadap janjinya kepada ayahnya dan berani membayar harga untuk itu. Sikap Yehuda yang mulia inilah yang menggerakkan hati Yusuf untuk mengutarakan siapa dirinya yang sebenarnya dan berdamai dengan kakak-kakaknya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Adakah janji-janji yang dengan sengaja tidak Anda tepati? Apakah yang harus Anda lakukan untuk memperbaikinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Allah, Engkau pribadi yang memegang teguh perjanjian-Mu. Engkau tidak pernah lalai untuk menepati semua janji-Mu. Oleh sebab itu Tuhan ampunilah diriku kalau ada janji-janjiku kepada-Mu atau kepada sesamaku yang belum aku penuhi. Tuhan berikan kepadaku kemampuan agar aku dapat meneladani diri-Mu, yaitu dengan menepati semua janji-janjiku. Supaya dengan demikian hidupku menyenangkan hati-Mu dan dapat menjadi saksi-Mu di dalam lingkunganku.

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau dengan setia telah menyertai dan menuntun hidupku di sepanjang hari ini. Di dalam segala keadaan Engkau tidak pernah meninggalkan diriku seorang diri. Engkau telah melindungi dan memelihara diriku seperti biji mata-Mu. Tuhan, aku sungguh berterima kasih untuk kebaikan-kebaikan-Mu terhadap diriku. Sekarang aku menyerahkan masa depanku ke dalam tangan kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.