Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Senin, 20 Agustus 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada Tuhan, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, 3 untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam. (Mazmur 92:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9b Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, 10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus 11 --dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. 12 Dia kusuruh kembali kepadamu--dia, yaitu buah hatiku--. (Filemon 1:9b-12)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang besar adalah orang yang hidupnya jauh lebih luas dari sebatas memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Acapkali orang beranggapan bahwa pribadi yang besar adalah pribadi yang menyandang jabatan yang tinggi. Padahal sesungguhnya tingginya jabatan seseorang belum tentu menunjukkan luhurnya kualitas hidup dari orang tersebut. Apabila seseorang hanya mampu memikirkan dirinya sendiri, walaupun ia menyandang jabatan yang tinggi, sebenarnya dia adalah pribadi yang bobot hidupnya rendah. Sebaliknya tanpa tergantung pada jabatan yang disandang, apabila seseorang mampu memikirkan kepentingan orang lain, artinya ia hidup tidak dibatasi oleh kepentingannya sendiri, sesungguhnya dialah orang yang besar itu.

 

Besarnya hidup seseorang ini nampak di dalam diri rasul Paulus. Sebagaimana yang dicatat di dalam Filemon 1, saat itu ia sudah berusia lanjut dan sedang berada di dalam penjara. Walaupun sedang berada di dalam penderitaan, Paulus tidak dapat dibatasi oleh sikap yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Sebaliknya ia justru memikirkan kepentingan Onesimus, seorang budak yang melarikan diri dari tuannya dan yang berjumpa dengan Paulus di dalam penjara. Paulus berupaya untuk memperdamaikan Onesimus dengan Filemon, tuannya, yang dikenal oleh rasul Paulus. Dengan kata lain, Paulus adalah orang yang besar bukan karena jabatan rasul yang ia sandang tetapi oleh karena keluhuran sikap hidupnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudah termasuk orang besarkah diri Anda? Apa alasan dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah teladan dari pribadi yang berjiwa besar. Di dalam keberadaan-Mu sebagai pribadi yang mahamulia dan mahakudus Engkau rela memberikan perhatian kepada manusia yang hina serta penuh dengan cacat dan cela. Dengan mengesampingkan kepentingan diri-Mu sendiri Engkau telah rela datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia yang berdosa dan yang sedang berjalan menuju kepada kebinasaan. Engkau rela mengorbankan diri-Mu sampai mati di kayu salib untuk menebus kami dari kesia-siaan dan memperdamaikan kami dengan diri-Mu sendiri. Ya Tuhan, ajarlah diriku untuk hidup meneladani kasih-Mu itu.

 

Mengawali hari ini aku mengucap syukur karena kemurahan-Mu yang sangat besar bagi hidupku. Engkau telah menyediakan jalan bagi diriku untuk terlepas dari hidup yang hanya memikirkan diri sendiri yang telah mengerdilkan hidupku. Dengan hidup tidak hanya memikirkan diri sendiri maka aku dapat menjadi seorang yang besar di mata-Mu. Tuhan, tolonglah aku untuk menjadi berkat bagi sesamaku dan menjadi saksi yang memuliakan nama-Mu. Tuntunlah hidupku di sepanjang hari ini, sertailah diriku dengan pertolongan dan keberhasilan yang dari pada-Mu. Lindungilah aku daripada yang jahat dan jadikanlah hidupku sebagai hidup yang penuh dengan makna. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penebus Hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Pengakuan Iman Rasuli

 

Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita.

Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.

Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.

Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus; pengampunan dosa; kebangkitan tubuh; dan hidup yang kekal. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Filemon 1

Mazmur 50

Yesaya 53-54

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Senin, 20 Agustus 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. (Mazmur 8:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Mazmur Asaf. Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya. 2 Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar. 3 Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, di hadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat. (Mazmur 50:1-3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah Raja Alam Semesta dan Penguasa dari segala yang ada. Engkau mahamulia dan kuasa-Mu tidaklah terbatas. Engkau mengatur segala yang ada dan menciptakan semuanya dari ketiadaan. Engkau mahaadil dan di dalam keadilan-Mu Engkau senantiasa membela umat-Mu terhadap mereka yang berlaku tidak adil. Engkau maha pengasih itu sebabnya Engkau tidak pernah berdiam diri dan membiarkan umat-Mu menghadapi persoalan seorang diri. Dengan kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan itu Engkau selalu siap mengulurkan tangan untuk menolong mereka. Aku bersyukur untuk kemurahan-Mu itu.

 

Tuhan, sertailah diriku di dalam setiap peristiwa kehidupan yang aku alami di dalam hidupku. Berikan hikmat kepadaku untuk sanggup membuat keputusan-keputusan yang benar, yaitu yang sesuai dengan kehendak-Mu. Berikanlah kepadaku hati yang peka agar aku dapat mengenali tuntunan-Mu supaya dengan demikian aku dapat senantiasa berjalan di dalam kebenaran-Mu. Mampukanlah diriku untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawabku pada hari ini secara maksimal. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Senin, 20 Agustus 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Ujilah aku, ya Tuhan, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. 3 Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, (Mazmur 26:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. 4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (Yesaya 53:3-5)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukan tampilan lahiriah, namun besarnya kasih dalam pengorbananlah yang menentukan bobot kepemimpinan seseorang. Sebab kepemimpinan bukanlah sekadar suatu jabatan namun pengaruh seseorang terhadap diri orang lain. Seorang pemimpin yang baik akan membawa pengaruh yang positif terhadap orang-orang di sekitarnya. Pengaruh tersebut bukanlah sekadar ditentukan oleh tampilan lahiriah yang bersangkutan. Apabila seseorang hidup di dalam kasih yang diwujudkan dalam pengorbanan, maka hidupnya akan membawa pengaruh yang positif terhadap orang lain. Itu sebabnya kasih dalam pengorbanan itulah yang menentukan bobot kepemimpinannya.

 

Kepemimpinan yang berbobot dan yang mulia itulah yang dapat kita lihat di dalam diri Yesus Kristus. Sebagaimana yang dinubuatkan tentang Sang Mesias di dalam Yesaya 53, Ia mengalami penderitaan karena kerelaan-Nya untuk berkorban bagi umat manusia. Pengorbanan yang Ia lakukan karena kasih-Nya kepada manusia yang telah memberontak kepada Allah, dan yang hidup penuh dengan kejahatan. Sehingga walaupun dikatakan "bagi kita pun dia tidak masuk hitungan," yaitu karena kesederhanaan dari penampilan diri-Nya, namun dampak positif yang Ia hasilkan dalam hidup kita itulah yang membuktikan bahwa Yesus adalah Sang Pemimpin Agung yang harus kita teladani dalam hidup kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Hal apakah yang sudah Anda teladani dari diri Yesus Kristus? Apakah wujudnya dalam hidup Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur untuk kasih-Mu yang tidak terbatas. Aku manusia yang terbatas namun kasih-Mu telah menyanggupkan diriku untuk hidup melampaui keterbatasan diriku. Aku manusia yang lemah namun kasih-Mu telah mengangkat diriku sehingga aku mampu untuk hidup tanpa dapat dibatasi oleh kelemahan-kelemahan tersebut. Kasih-Mu menyembuhkan hidupku, masa laluku, hatiku dan masa depanku. Aku percaya kasih yang telah Engkau buktikan melalui pengorbanan-Mu sampai mati di kayu salib itu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya dan menyanggupkan diriku untuk menatap hari esok dengan penuh pengharapan.

 

Aku juga bersyukur untuk tuntunan firman-Mu dan penyertaan Roh Kudus-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Dengan setia Engkau selalu menyertai diriku dan tidak pernah meninggalkan aku di dalam menghadapi semua tugas dan tanggung jawabku. Oleh pertolongan-Mu aku sanggup mengerjakan semuanya dan oleh karena rahmat-Mu aku mengalami keberhasilan di dalam semua yang aku kerjakan. Tuhan, aku menyerahkan hidupku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sumber Kasih yang sempurna, aku telah berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Senin, 20 Agustus 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada Tuhan, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, 3 untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam. (Mazmur 92:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9b Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, 10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus 11 --dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. 12 Dia kusuruh kembali kepadamu--dia, yaitu buah hatiku--. (Filemon 1:9b-12)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang besar adalah orang yang hidupnya jauh lebih luas dari sebatas memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Acapkali orang beranggapan bahwa pribadi yang besar adalah pribadi yang menyandang jabatan yang tinggi. Padahal sesungguhnya tingginya jabatan seseorang belum tentu menunjukkan luhurnya kualitas hidup dari orang tersebut. Apabila seseorang hanya mampu memikirkan dirinya sendiri, walaupun ia menyandang jabatan yang tinggi, sebenarnya dia adalah pribadi yang bobot hidupnya rendah. Sebaliknya tanpa tergantung pada jabatan yang disandang, apabila seseorang mampu memikirkan kepentingan orang lain, artinya ia hidup tidak dibatasi oleh kepentingannya sendiri, sesungguhnya dialah orang yang besar itu.

 

Besarnya hidup seseorang ini nampak di dalam diri rasul Paulus. Sebagaimana yang dicatat di dalam Filemon 1, saat itu ia sudah berusia lanjut dan sedang berada di dalam penjara. Walaupun sedang berada di dalam penderitaan, Paulus tidak dapat dibatasi oleh sikap yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Sebaliknya ia justru memikirkan kepentingan Onesimus, seorang budak yang melarikan diri dari tuannya dan yang berjumpa dengan Paulus di dalam penjara. Paulus berupaya untuk memperdamaikan Onesimus dengan Filemon, tuannya, yang dikenal oleh rasul Paulus. Dengan kata lain, Paulus adalah orang yang besar bukan karena jabatan rasul yang ia sandang tetapi oleh karena keluhuran sikap hidupnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudah termasuk orang besarkah diri Anda? Apa alasan dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah teladan dari pribadi yang berjiwa besar. Di dalam keberadaan-Mu sebagai pribadi yang mahamulia dan mahakudus Engkau rela memberikan perhatian kepada manusia yang hina serta penuh dengan cacat dan cela. Dengan mengesampingkan kepentingan diri-Mu sendiri Engkau telah rela datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia yang berdosa dan yang sedang berjalan menuju kepada kebinasaan. Engkau rela mengorbankan diri-Mu sampai mati di kayu salib untuk menebus kami dari kesia-siaan dan memperdamaikan kami dengan diri-Mu sendiri. Ya Tuhan, ajarlah diriku untuk hidup meneladani kasih-Mu itu.

 

Mengawali hari ini aku mengucap syukur karena kemurahan-Mu yang sangat besar bagi hidupku. Engkau telah menyediakan jalan bagi diriku untuk terlepas dari hidup yang hanya memikirkan diri sendiri yang telah mengerdilkan hidupku. Dengan hidup tidak hanya memikirkan diri sendiri maka aku dapat menjadi seorang yang besar di mata-Mu. Tuhan, tolonglah aku untuk menjadi berkat bagi sesamaku dan menjadi saksi yang memuliakan nama-Mu. Tuntunlah hidupku di sepanjang hari ini, sertailah diriku dengan pertolongan dan keberhasilan yang dari pada-Mu. Lindungilah aku daripada yang jahat dan jadikanlah hidupku sebagai hidup yang penuh dengan makna. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penebus Hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Pengakuan Iman Rasuli

 

Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita.

Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.

Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.

Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus; pengampunan dosa; kebangkitan tubuh; dan hidup yang kekal. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Filemon 1

Mazmur 50

Yesaya 53-54

 

Senin, 20 Agustus 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. (Mazmur 8:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Mazmur Asaf. Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya. 2 Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar. 3 Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, di hadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat. (Mazmur 50:1-3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah Raja Alam Semesta dan Penguasa dari segala yang ada. Engkau mahamulia dan kuasa-Mu tidaklah terbatas. Engkau mengatur segala yang ada dan menciptakan semuanya dari ketiadaan. Engkau mahaadil dan di dalam keadilan-Mu Engkau senantiasa membela umat-Mu terhadap mereka yang berlaku tidak adil. Engkau maha pengasih itu sebabnya Engkau tidak pernah berdiam diri dan membiarkan umat-Mu menghadapi persoalan seorang diri. Dengan kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan itu Engkau selalu siap mengulurkan tangan untuk menolong mereka. Aku bersyukur untuk kemurahan-Mu itu.

 

Tuhan, sertailah diriku di dalam setiap peristiwa kehidupan yang aku alami di dalam hidupku. Berikan hikmat kepadaku untuk sanggup membuat keputusan-keputusan yang benar, yaitu yang sesuai dengan kehendak-Mu. Berikanlah kepadaku hati yang peka agar aku dapat mengenali tuntunan-Mu supaya dengan demikian aku dapat senantiasa berjalan di dalam kebenaran-Mu. Mampukanlah diriku untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawabku pada hari ini secara maksimal. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Senin, 20 Agustus 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Ujilah aku, ya Tuhan, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. 3 Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, (Mazmur 26:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. 4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (Yesaya 53:3-5)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukan tampilan lahiriah, namun besarnya kasih dalam pengorbananlah yang menentukan bobot kepemimpinan seseorang. Sebab kepemimpinan bukanlah sekadar suatu jabatan namun pengaruh seseorang terhadap diri orang lain. Seorang pemimpin yang baik akan membawa pengaruh yang positif terhadap orang-orang di sekitarnya. Pengaruh tersebut bukanlah sekadar ditentukan oleh tampilan lahiriah yang bersangkutan. Apabila seseorang hidup di dalam kasih yang diwujudkan dalam pengorbanan, maka hidupnya akan membawa pengaruh yang positif terhadap orang lain. Itu sebabnya kasih dalam pengorbanan itulah yang menentukan bobot kepemimpinannya.

 

Kepemimpinan yang berbobot dan yang mulia itulah yang dapat kita lihat di dalam diri Yesus Kristus. Sebagaimana yang dinubuatkan tentang Sang Mesias di dalam Yesaya 53, Ia mengalami penderitaan karena kerelaan-Nya untuk berkorban bagi umat manusia. Pengorbanan yang Ia lakukan karena kasih-Nya kepada manusia yang telah memberontak kepada Allah, dan yang hidup penuh dengan kejahatan. Sehingga walaupun dikatakan "bagi kita pun dia tidak masuk hitungan," yaitu karena kesederhanaan dari penampilan diri-Nya, namun dampak positif yang Ia hasilkan dalam hidup kita itulah yang membuktikan bahwa Yesus adalah Sang Pemimpin Agung yang harus kita teladani dalam hidup kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Hal apakah yang sudah Anda teladani dari diri Yesus Kristus? Apakah wujudnya dalam hidup Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur untuk kasih-Mu yang tidak terbatas. Aku manusia yang terbatas namun kasih-Mu telah menyanggupkan diriku untuk hidup melampaui keterbatasan diriku. Aku manusia yang lemah namun kasih-Mu telah mengangkat diriku sehingga aku mampu untuk hidup tanpa dapat dibatasi oleh kelemahan-kelemahan tersebut. Kasih-Mu menyembuhkan hidupku, masa laluku, hatiku dan masa depanku. Aku percaya kasih yang telah Engkau buktikan melalui pengorbanan-Mu sampai mati di kayu salib itu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya dan menyanggupkan diriku untuk menatap hari esok dengan penuh pengharapan.

 

Aku juga bersyukur untuk tuntunan firman-Mu dan penyertaan Roh Kudus-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Dengan setia Engkau selalu menyertai diriku dan tidak pernah meninggalkan aku di dalam menghadapi semua tugas dan tanggung jawabku. Oleh pertolongan-Mu aku sanggup mengerjakan semuanya dan oleh karena rahmat-Mu aku mengalami keberhasilan di dalam semua yang aku kerjakan. Tuhan, aku menyerahkan hidupku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sumber Kasih yang sempurna, aku telah berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.