Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Selasa, 22 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau. (Mazmur 118:28)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. (Yohanes 1:29-30)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukan perbuatan baik yang kita lakukan, namun anugerah Allah di dalam pengorbanan Yesus Kristuslah yang mampu menghapuskan dosa-dosa kita. Tidak jarang orang berharap bahwa dengan perbuatan baik yang ia lakukan maka dirinya akan mampu membereskan dosa-dosanya. Hal ini sama dengan orang yang telah jatuh bangkrut dan berharap bahwa dengan menyicil seribu rupiah per hari maka hutangnya yang seratus triliun rupiah akan terlunaskan di dalam masa hidupnya. Suatu harapan yang tak masuk akal dan yang tidak akan pernah terwujud menjadi kenyataan. Hanya apabila orang yang menghutangi dirinya rela berkorban dengan menghapus hutang-hutangnya barulah orang tersebut akan terbebaskan dari ikatan hutang yang ia tanggung.

 

Yohanes Pembaptis mengutarakan hal tersebut di dalam Yohanes 1, yaitu dengan menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Istilah Anak Domba Allah yang ia utarakan tersebut mengacu kepada anak domba Paskah yang dikorbankan untuk membebaskan bangsa Israel dari maut yang dialami bangsa Mesir di malam hari menjelang bangsa Israel mengalami kemerdekaan dari perbudakan di Mesir. Dengan berkata demikian maka Yohanes Pembaptis mengungkapkan siapakah diri Yesus yang sebenarnya, yaitu pribadi yang akan membebaskan umat manusia dari dosa-dosa mereka melalui pengorbanan diri-Nya. Apa yang tak sanggup dilakukan manusia telah dikerjakan Yesus dengan menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib bagi kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apabila perbuatan baik Anda tidak mampu menghapuskan dosa-dosa Anda, masih perlukah bagi Anda untuk melakukan kebaikan? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Aku bersyukur kepada-Mu ya Tuhan karena Engkau rela berkorban bagi umat manusia yang berdosa. Engkau rela mati di kayu salib untuk menghapus dosa dan kesalahanku yang tak mungkin aku hapus dengan perbuatan baik yang aku lakukan. Kerelaan oleh sebab anugerah yang tidak layak aku terima tersebut telah membuka lembaran yang baru bagi hidupku. Tuhan, aku ungkapkan rasa syukurku ini dengan perbuatan-perbuatan baik yang selaras dengan firman-Mu. Aku menyadari bahwa bila aku berbuat kebaikan hal itu bukanlah untuk menghapuskan dosaku tetapi sebagai ungkapan rasa syukurku atas pengorbanan-Mu.

 

Aku menyerahkan hidupku sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Aku meminta pertolongan-Mu ya Tuhan di dalam melakukan segala aktifitasku. Kiranya Engkau memberikan aku kemampuan untuk melakukan yang terbaik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang Engkau percayakan kepadaku. Dengan demikian orang-orang di sekitarku akan melihat penyertaan Tuhan atas hidupku sehingga mereka dapat mengenal Engkau. Di dalam nama yang mulia, Yesus Kristus, aku panjatkan doa ini. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 1

Mazmur 141

2Samuel 9-10

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Selasa, 22 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! 26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN. (Mazmur 118:25, 26)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! 4 Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka. (Mazmur 141:3-4)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah pribadi yang benar dan Engkau menginginkan umat-Mu hidup di dalam kebenaran. Tolonglah aku untuk mampu hidup sesuai dengan kebenaran firman-Mu, baik di dalam pikiran, perkataan dan perbuatanku sehari-hari. Di tengah-tengah dunia yang bengkok tolonglah aku agar dapat hidup menjadi terang, dan tidak terpengaruh oleh lingkungan di sekitarku. Sehingga dengan demikian aku dapat menjadi garam yang mengasinkan sekelilingku.

 

Engkaulah kota bentengku dan perlindunganku ya Tuhan. Aku memohon supaya Engkau melindungi dan menjagai aku di manapun aku berada di sepanjang hari ini. Luputkanlah aku dari segala jerat dan rencana orang-orang yang berniat jahat terhadap diriku. Berikanlah kepadaku hikmat untuk mampu membedakan antara yang benar dengan yang jahat. Hanya dengan demikian barulah aku akan dapat hidup di dalam kebenaran-Mu dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Pelindungku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Selasa, 22 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. (Mazmur 119:135)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun, tuan mereka: "Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik kota ini, untuk mengintainya dan menghancurkannya maka Daud mengutus pegawai-pegawainya itu kepadamu?" 4 Lalu Hanun menyuruh menangkap pegawai-pegawai Daud itu, disuruhnya mencukur setengah dari janggut mereka dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pantat mereka, kemudian dilepasnya mereka. (2Samuel 10:3-4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Tergesa-gesa bertindak berdasarkan praduga tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenarannya akan menjerumuskan kita ke dalam malapetaka. Memang adalah tidak mudah bagi orang untuk hidup sama sekali tanpa berpraduga. Setiap kali kita melihat seseorang berbuat sesuatu pada umumnya di dalam hati kita muncul praduga dengan mengira-ngira niatan hati yang bersangkutan di balik tindakan yang ia lakukan. Namun kita perlu menyadari bahwa praduga tersebut tidaklah selalu benar. Oleh sebab itu sebelum bertindak atas dasar praduga tersebut seyogianya kita terlebih dahulu memeriksa kebenarannya. Supaya dengan demikian kita tidak salah bertindak dan yang pada gilirannya akan mendatangkan kerugian yang besar dalam hidup kita.

 

Hal itulah yang dialami oleh bani Amon sebagaimana yang dicatat di dalam 2Samuel 10. Niatan baik Daud dengan menyuruh para pegawainya untuk pergi ke negeri mereka guna menyampaikan pesan turut berdukacita karena kematian raja bani Amon telah mereka tanggapi secara keliru. Mereka berpraduga bahwa Daud memiliki niatan yang buruk terhadap mereka. Tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenaran dari praduga tersebut, para pemuka bani Amon dan Hanun, raja mereka yang baru, telah bertindak mempermalukan utusan raja Daud. Suatu tindakan tergesa-gesa yang harus mereka bayar dengan harga yang mahal. Oleh karena itu, kita tidak boleh bertindak semata-mata hanya berdasarkan pada praduga yang belum diuji kebenarannya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Mengapa seseorang tergesa-gesa bertindak berdasarkan praduga yang belum diuji kebenarannya? Bagaimana cara mengatasinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, kesombongan dan kecerobohan yang ada di dalam diriku mengakibatkan acapkali aku bertindak hanya berdasarkan praduga yang ada pada diriku. Tolonglah aku, ya Tuhan, agar diriku dapat senantiasa hidup di dalam kerendahan hati karena menyandarkan diri kepada hikmat-Mu. Juga mampukan aku untuk hidup mengendalikan diri sehingga aku tidak bertindak sembrono tanpa memperhitungkan akibat dari perilakuku. Anugerahi aku hikmat-Mu sehingga aku dapat membedakan antara praduga yang salah dengan yang benar. Supaya dengan demikian setiap keputusan dan tindakan yang aku ambil berkenan kepada-Mu, luput dari kesalahan dan menyenangkan hati-Mu. Tuntunlah diriku di jalan-jalan-Mu yang benar itu.

 

Aku memasrahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Aku sadar tanpa kasih setia dan rahmat-Mu aku akan tersesat di dalam perjalanan hidupku. Dalam kasih setia-Mu Engkau tidak pernah meninggalkan aku dan dalam rahmat-Mu Engkau selalu mengarahkan langkah kakiku kepada tujuan-Mu. Aku berterima kasih untuk bimbingan dan penyertaan Roh-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Aku menyerahkan semua yang telah aku kerjakan ke dalam anugerah-Mu. Jadikanlah itu berhasil dan membawa berkat bagi semua orang yang ada di sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Penuntun Hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Selasa, 22 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau. (Mazmur 118:28)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. (Yohanes 1:29-30)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukan perbuatan baik yang kita lakukan, namun anugerah Allah di dalam pengorbanan Yesus Kristuslah yang mampu menghapuskan dosa-dosa kita. Tidak jarang orang berharap bahwa dengan perbuatan baik yang ia lakukan maka dirinya akan mampu membereskan dosa-dosanya. Hal ini sama dengan orang yang telah jatuh bangkrut dan berharap bahwa dengan menyicil seribu rupiah per hari maka hutangnya yang seratus triliun rupiah akan terlunaskan di dalam masa hidupnya. Suatu harapan yang tak masuk akal dan yang tidak akan pernah terwujud menjadi kenyataan. Hanya apabila orang yang menghutangi dirinya rela berkorban dengan menghapus hutang-hutangnya barulah orang tersebut akan terbebaskan dari ikatan hutang yang ia tanggung.

 

Yohanes Pembaptis mengutarakan hal tersebut di dalam Yohanes 1, yaitu dengan menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Istilah Anak Domba Allah yang ia utarakan tersebut mengacu kepada anak domba Paskah yang dikorbankan untuk membebaskan bangsa Israel dari maut yang dialami bangsa Mesir di malam hari menjelang bangsa Israel mengalami kemerdekaan dari perbudakan di Mesir. Dengan berkata demikian maka Yohanes Pembaptis mengungkapkan siapakah diri Yesus yang sebenarnya, yaitu pribadi yang akan membebaskan umat manusia dari dosa-dosa mereka melalui pengorbanan diri-Nya. Apa yang tak sanggup dilakukan manusia telah dikerjakan Yesus dengan menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib bagi kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apabila perbuatan baik Anda tidak mampu menghapuskan dosa-dosa Anda, masih perlukah bagi Anda untuk melakukan kebaikan? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Aku bersyukur kepada-Mu ya Tuhan karena Engkau rela berkorban bagi umat manusia yang berdosa. Engkau rela mati di kayu salib untuk menghapus dosa dan kesalahanku yang tak mungkin aku hapus dengan perbuatan baik yang aku lakukan. Kerelaan oleh sebab anugerah yang tidak layak aku terima tersebut telah membuka lembaran yang baru bagi hidupku. Tuhan, aku ungkapkan rasa syukurku ini dengan perbuatan-perbuatan baik yang selaras dengan firman-Mu. Aku menyadari bahwa bila aku berbuat kebaikan hal itu bukanlah untuk menghapuskan dosaku tetapi sebagai ungkapan rasa syukurku atas pengorbanan-Mu.

 

Aku menyerahkan hidupku sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Aku meminta pertolongan-Mu ya Tuhan di dalam melakukan segala aktifitasku. Kiranya Engkau memberikan aku kemampuan untuk melakukan yang terbaik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang Engkau percayakan kepadaku. Dengan demikian orang-orang di sekitarku akan melihat penyertaan Tuhan atas hidupku sehingga mereka dapat mengenal Engkau. Di dalam nama yang mulia, Yesus Kristus, aku panjatkan doa ini. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 1

Mazmur 141

2Samuel 9-10

 

Selasa, 22 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! 26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN. (Mazmur 118:25, 26)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! 4 Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka. (Mazmur 141:3-4)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah pribadi yang benar dan Engkau menginginkan umat-Mu hidup di dalam kebenaran. Tolonglah aku untuk mampu hidup sesuai dengan kebenaran firman-Mu, baik di dalam pikiran, perkataan dan perbuatanku sehari-hari. Di tengah-tengah dunia yang bengkok tolonglah aku agar dapat hidup menjadi terang, dan tidak terpengaruh oleh lingkungan di sekitarku. Sehingga dengan demikian aku dapat menjadi garam yang mengasinkan sekelilingku.

 

Engkaulah kota bentengku dan perlindunganku ya Tuhan. Aku memohon supaya Engkau melindungi dan menjagai aku di manapun aku berada di sepanjang hari ini. Luputkanlah aku dari segala jerat dan rencana orang-orang yang berniat jahat terhadap diriku. Berikanlah kepadaku hikmat untuk mampu membedakan antara yang benar dengan yang jahat. Hanya dengan demikian barulah aku akan dapat hidup di dalam kebenaran-Mu dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Pelindungku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Selasa, 22 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. (Mazmur 119:135)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun, tuan mereka: "Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik kota ini, untuk mengintainya dan menghancurkannya maka Daud mengutus pegawai-pegawainya itu kepadamu?" 4 Lalu Hanun menyuruh menangkap pegawai-pegawai Daud itu, disuruhnya mencukur setengah dari janggut mereka dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pantat mereka, kemudian dilepasnya mereka. (2Samuel 10:3-4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Tergesa-gesa bertindak berdasarkan praduga tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenarannya akan menjerumuskan kita ke dalam malapetaka. Memang adalah tidak mudah bagi orang untuk hidup sama sekali tanpa berpraduga. Setiap kali kita melihat seseorang berbuat sesuatu pada umumnya di dalam hati kita muncul praduga dengan mengira-ngira niatan hati yang bersangkutan di balik tindakan yang ia lakukan. Namun kita perlu menyadari bahwa praduga tersebut tidaklah selalu benar. Oleh sebab itu sebelum bertindak atas dasar praduga tersebut seyogianya kita terlebih dahulu memeriksa kebenarannya. Supaya dengan demikian kita tidak salah bertindak dan yang pada gilirannya akan mendatangkan kerugian yang besar dalam hidup kita.

 

Hal itulah yang dialami oleh bani Amon sebagaimana yang dicatat di dalam 2Samuel 10. Niatan baik Daud dengan menyuruh para pegawainya untuk pergi ke negeri mereka guna menyampaikan pesan turut berdukacita karena kematian raja bani Amon telah mereka tanggapi secara keliru. Mereka berpraduga bahwa Daud memiliki niatan yang buruk terhadap mereka. Tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenaran dari praduga tersebut, para pemuka bani Amon dan Hanun, raja mereka yang baru, telah bertindak mempermalukan utusan raja Daud. Suatu tindakan tergesa-gesa yang harus mereka bayar dengan harga yang mahal. Oleh karena itu, kita tidak boleh bertindak semata-mata hanya berdasarkan pada praduga yang belum diuji kebenarannya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Mengapa seseorang tergesa-gesa bertindak berdasarkan praduga yang belum diuji kebenarannya? Bagaimana cara mengatasinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, kesombongan dan kecerobohan yang ada di dalam diriku mengakibatkan acapkali aku bertindak hanya berdasarkan praduga yang ada pada diriku. Tolonglah aku, ya Tuhan, agar diriku dapat senantiasa hidup di dalam kerendahan hati karena menyandarkan diri kepada hikmat-Mu. Juga mampukan aku untuk hidup mengendalikan diri sehingga aku tidak bertindak sembrono tanpa memperhitungkan akibat dari perilakuku. Anugerahi aku hikmat-Mu sehingga aku dapat membedakan antara praduga yang salah dengan yang benar. Supaya dengan demikian setiap keputusan dan tindakan yang aku ambil berkenan kepada-Mu, luput dari kesalahan dan menyenangkan hati-Mu. Tuntunlah diriku di jalan-jalan-Mu yang benar itu.

 

Aku memasrahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Aku sadar tanpa kasih setia dan rahmat-Mu aku akan tersesat di dalam perjalanan hidupku. Dalam kasih setia-Mu Engkau tidak pernah meninggalkan aku dan dalam rahmat-Mu Engkau selalu mengarahkan langkah kakiku kepada tujuan-Mu. Aku berterima kasih untuk bimbingan dan penyertaan Roh-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Aku menyerahkan semua yang telah aku kerjakan ke dalam anugerah-Mu. Jadikanlah itu berhasil dan membawa berkat bagi semua orang yang ada di sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Penuntun Hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.