Selasa, 13 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami. (Mazmur 90:14)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, 26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. (Yohanes 11:25-26a)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kristus datang ke dunia untuk mengubah manusia, dari sudah mati walaupun masih hidup, menjadi hidup untuk selama-lamanya sehingga mereka tetap hidup walaupun sudah mati. Salah satu persoalan yang terbesar dalam hidup manusia adalah keputusasaan. Sedemikian beratnya keputusasaan yang mereka alami sehingga mereka tidak lagi mampu memandang hari esok. Dengan kata lain, mereka bagaikan orang yang sudah mati walaupun masih hidup. Kedatangan Kristus ke dunia memberikan jalan keluar bagi semua manusia, termasuk bagi orang-orang yang hidup di dalam keputusasaan ini. Di dalam Dia manusia memperoleh hidup yang penuh dengan pengharapan.

 

Perubahan dari hidup tanpa pengharapan menjadi hidup dengan masa depan yang baru ini Tuhan Yesus kemukakan di dalam Yohanes 11. Di situ dicatat Ia berjanji: "Setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya." Dari kehidupan yang binasa oleh dosa Ia melahirkan manusia ke dalam kehidupan yang baru sehingga mereka tidak hidup dalam kebinasaan. Itu sebabnya Ia berkata: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati." Berbeda dengan orang yang hidup di luar Kristus, yaitu sudah mati walaupun masih hidup, orang yang percaya kepada-Nya akan tetap hidup walaupun sudah mati. Itulah kehidupan yang penuh dengan bahagia, baik di dalam kehidupan di masa kini maupun di balik kehidupan yang sekarang.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda dibebaskan dari kehidupan yang "sudah mati walaupun masih hidup?" Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku kagum terhadap anugerah-Mu yang sangat besar dan ajaib. Aku yang telah mati oleh sebab dosa-dosaku dan tidak layak untuk dikasihi oleh sebab pemberontakanku kepada-Mu telah Engkau tebus dari kebinasaan. Di dalam rahmat-Mu yang besar Engkau rela mengalami kematian supaya aku mengalami kehidupan. Oleh kemurahan-Mu aku yang hidup tanpa masa depan sekarang memiliki hari esok yang baru. Sehingga dari keputusasaan aku dilahirkan kembali ke dalam hidup yang penuh dengan pengharapan. Aku berterima kasih untuk semua kebaikan-Mu yang tak terbilang dan terkatakan itu.

 

Memulai hari yang baru ini kembali aku mengangkat pengharapanku kepada-Mu. Tuntunlah diriku dengan firman dan Roh-Mu supaya aku mampu membuat keputusan-keputusan yang benar dan yang berkenan kepada-Mu. Sertailah diriku dengan kasih dan kuasa-Mu sebab hanya oleh penyertaan-Mu aku akan dimampukan untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawabku secara maksimal. Pakailah diriku menjadi saluran kasih-Mu bagi orang-orang yang ada di sekitarku, sehingga hidupku tidak sia-sia namun berguna untuk kerajaan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku mengangkat doa dan pujianku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 11

Mazmur 134

Ratapan 1-2

 


  

Selasa, 13 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku. (Mazmur 19:15)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Nyanyian ziarah. Mari, pujilah TUHAN, hai semua hamba TUHAN, yang datang melayani di rumah TUHAN pada waktu malam. 2 Angkatlah tanganmu ke tempat kudus dan pujilah TUHAN! (Mazmur 134:1, 2)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku membawa korban syukur dan pujianku kepada-Mu karena hanya Engkau yang layak untuk diagungkan, disembah dan dimuliakan. Tiada pribadi yang dapat menyamai diri-Mu karena Engkaulah Tuhan di atas segala tuhan dan Allah di atas segala allah. Dahsyat dan ajaib segala perbuatan-Mu, serta adil dan benar segala jalan-Mu. Oleh karena itu layaklah semua ciptaan-Mu memuliakan nama-Mu dan memenuhi rumah-Mu dengan mazmur pengagungan kepada-Mu. Biarlah semua yang bernafas memuji-muji nama-Mu untuk selama-lamanya.

 

Kunaikan pujian kepada-Mu ya Tuhan karena Engkau baik. Engkau turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi diriku yang mengasihi-Mu. Engkau tidak pernah membiarkan aku menghadapi kesulitan seorang diri ataupun meninggalkanku saat melewati masa yang tidak mudah melainkan menyertaiku dan memberi kekuatan dalam hidupku. Dalam ketidakterbatasan hikmat-Mu Engkau membimbing diriku dalam membuat keputusan yang benar sehingga aku terluput dari pencobaan dan tidak terjerumus dalam kesesatan. Tak terhitung kebaikan-Mu dalam hidupku, itu sebabnya aku mau memuji Engkau seumur hidupku. Aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Allah yang kusembah, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 13 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami? (Mazmur 77:14)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

7 Terkenanglah Yerusalem, pada hari-hari sengsara dan penderitaannya, akan segala harta benda yang dimilikinya dahulu kala; tatkala penduduknya jatuh ke tangan lawan, dan tak ada penolong baginya, para lawan memandangnya, dan tertawa karena keruntuhannya. 8 Yerusalem sangat berdosa, sehingga najis adanya; semua yang dahulu menghormatinya, sekarang menghinanya, karena melihat telanjangnya; dan dia sendiri berkeluh kesah, dan memalingkan mukanya. 9 Kenajisannya melekat pada ujung kainnya; ia tak berpikir akan akhirnya, sangatlah dalam ia jatuh, tiada orang yang menghiburnya. (Ratapan 1:7-9a)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila kebebalan akan mendatangkan penderitaan, maka orang yang berpikir jauh ke depan akan terhindar dari malapetaka. Acapkali orang terjerumus ke dalam kehidupan yang porak-poranda karena ia tidak memikirkan konsekuensi dari perbuatan yang ia lakukan. Seperti seorang anak yang hanya bermain dan tidak belajar untuk menghadapi ujian sekolah, demikianlah ia hanya memikirkan kenikmatan sesaat di masa kini dan tidak memedulikan akibat dari perbuatannya. Sebagai akibat, di akhir hidupnya ia akan mengenang kesalahan yang telah ia lakukan dengan rasa sesal. Namun bagaikan nasi sudah menjadi bubur, penyesalan yang seperti itu tiadalah gunanya.

 

Pentingnya berpikir jauh ke depan sebelum bertindak ini antara lain ditulis di dalam Ratapan 1. Di saat meratapi keruntuhan kota Yerusalem nabi Yeremia menyebut penyebab dari kehancuran ibu kota kerajaan Yehuda tersebut sebagai berikut: "Kenajisannya melekat pada ujung kainnya; ia tak berpikir akan akhirnya." Artinya walaupun berulang kali telah mendengar peringatan Tuhan melalui para nabi-Nya tentang konsekuensi dari penyembahan berhala yang mereka lakukan, namun penduduk Yehuda tidak berpikir jauh ke depan. Mereka membiarkan kenajisan oleh penyembahan berhala melekat pada hidup mereka. Kebebalan ini mengakibatkan mereka terjatuh sangat dalam sehingga tiada orang yang menghiburnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda menimbang akibat dari tindakan-tindakan Anda terhadap masa depan dari diri Anda? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari bahwa di dalam kebebalanku tidak jarang aku tidak berpikir jauh ke depan. Sebaliknya, aku hanya memikirkan kenyamanan hidup sesaat walaupun yang akan aku lakukan itu bertentangan dengan kehendak-Mu. Tuhan, ampunilah diriku atas semua kebebalanku tersebut. Berikanlah kepada diriku anugerah-Mu sehingga di dalam hikmat dan rasa takut kepada-Mu aku hidup memandang jauh ke depan dan tidak bertindak hanya menuruti keinginan hatiku sendiri. Dengan demikian barulah aku akan hidup sesuai dengan kehendak-Mu dan memuliakan nama-Mu. Tuhan, aku memerlukan anugerah-Mu.

 

Menjelang akhir dari hari ini aku mengangkat ucapan syukurku kepada-Mu. Aku berterima kasih karena Engkau mengingatkan diriku untuk senantiasa bersikap mawas diri dan tidak lengah terhadap pencobaan yang akan menjerumuskan hidupku ke dalam keruntuhan. Oleh sebab itu aku sungguh berterima kasih untuk penyertaan dan tuntunan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Di dalam penyertaan-Mu itulah aku menyongsong hari-hari yang ada di hadapanku di dalam iman kepada-Mu. Di dalam tuntunan-Mu aku yakin bahwa Engkau telah menyediakan hari esok yang indah bagi diriku. Aku percaya bahwa Engkau yang telah memulai perkara yang baik di dalam hidupku akan meneruskannya sampai sempurna pada waktunya. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.