Sabtu, 3 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

20 Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya. 21 Pujilah TUHAN, hai segala tentara-Nya, hai pejabat-pejabat-Nya yang melakukan kehendak-Nya. 22 Pujilah TUHAN, hai segala buatan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! (Mazmur 103:20-22)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" 20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." 22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" 23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." (Yohanes 1:19-20, 22-23)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hidup yang efektif tidaklah terpisahkan dari pengenalan akan identitas diri yang benar. Orang yang mengalami krisis identitas, yaitu karena yang bersangkutan tidak mengenal identitas dirinya secara benar, akan hidup secara tidak sesuai dengan keberadaan dirinya yang sebenarnya. Sebagai contoh, walaupun yang bersangkutan bukan seorang yang berbakat untuk bermain musik namun karena ia tidak mengenal identitas dirinya maka ia beranggapan bahwa dirinya adalah seorang yang pemain musik yang handal. Sebagai akibat, bukannya mengembangkan bakat yang sesungguhnya ada pada dirinya ia berupaya untuk bermain musik yang sebenarnya bukan merupakan bakatnya. Alhasil hidup yang bersangkutan menjadi tidak efektif.

 

Pentingnya pengenalan identitas diri yang benar untuk mengalami hidup yang efektif itulah yang dapat dilihat di dalam diri Yohanes Pembaptis. Sebagaimana yang dicatat dalam Yohanes 1 ketika orang Yahudi dari Yerusalem bertanya kepada dirinya: "Siapakah engkau?" Yohanes Pembaptis menjawabnya dengan apa adanya. Dicatat di situ bahwa "ia mengaku dan tidak berdusta." Lebih jauh ia menjawab: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." Pengenalannya akan identitas dirinya yang benar itulah yang mengakibatkan Yohanes Pembaptis hidup secara efektif, alias berdampak terhadap lingkungan di sekitarnya pada zamannya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda mengenal identitas diri Anda secara benar? Dari mana Anda dapat mengenalnya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, di dalam kasih-Mu aku mengenal siapa diri-Mu. Oleh anugerah-Mu Engkau menerima diriku sebagai anak-Mu dan di dalam kasih setia-Mu Engkau menjamin hari esokku. Di dalam anugerah itu pulalah Engkau memberikan kepadaku berbagai karunia yang harus kukembangkan agar hidupku tidak sia-sia, penuh makna dan memuliakan nama-Mu. Oleh kebenaran firman-Mu aku mengenal betapa besar rahmat-Mu bagi diriku. Sungguh Tuhan aku bersukacita sebab di dalam semuanya itu aku dapat menatap hari esok tanpa ragu. Roh-Mu menolong diriku untuk hidup sesuai dengan panggilan-Mu bagi diriku dan dengan demikian aku dapat mengisi hidup ini di dalam kehidupan yang tidak sia-sia, melainkan efektif dan penuh dengan makna.

 

Di hari yang terakhir pada pekan ini aku mengangkat syukurku kepada-Mu oleh karena tuntunan dan penyertaan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari-hari yang lalu. Aku percaya sebagaimana Engkau telah menggenggam hidupku di dalam tangan-Mu di waktu yang lewat demikian pula Engkau akan melakukannya pada hari ini dan di masa-masa yang akan datang. Oleh sebab itu aku menyerahkan hidupku ke dalam tuntunan dan penyertaan-Mu. Berkatilah hidupku dan jadikanlah diriku saluran berkat-Mu di manapun aku berada pada hari ini. Pakailah diriku menjadi alat yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku menyerahkan hidup dan doaku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 1

Mazmur 124

2Tawarikh 36:11-21, Yeremia 27


  

Sabtu, 3 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

4 Ingatlah aku, ya TUHAN, demi kemurahan terhadap umat-Mu, perhatikanlah aku, demi keselamatan dari pada-Mu, 5 supaya aku melihat kebaikan pada orang-orang pilihan-Mu, supaya aku bersukacita dalam sukacita umat-Mu, dan supaya aku bermegah bersama-sama milik-Mu sendiri. (Mazmur 106:4, 5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Nyanyian ziarah Daud. Jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, biarlah Israel berkata demikian 2 jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, 3 maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita; 4 maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir melingkupi diri kita, 5 maka telah mengalir melingkupi diri kita air yang meluap-luap itu. (Mazmur 124:1-5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, oleh karena Engkau di pihakku aku tidak perlu takut. Engkau tidak akan membiarkan dan meninggalkan diriku seorang diri. Penyertaan-Mu membuatku merasa aman sekalipun ada banyak tantangan yang harus dihadapi dan masa sukar yang harus dilewati. Perlindungan-Mu membuatku terluput dari segala malapetaka dan niat jahat orang lain. Engkaulah Allah pembelaku ketika aku diperlakukan tidak adil. Firman-Mu yang menolong dan memberi kekuatan bagi diriku untuk mengatasi semua persoalan.

 

Kepada-Mulah aku menaruh harapanku ya Tuhan. Tolonglah aku dalam menunaikan semua tugas dan tanggung jawabku sebagaimana semestinya. Berkatilah dengan keberhasilan sehingga pekerjaan tanganku membuahkan hasil yang maksimal. Berikan hikmat-Mu agar aku dapat mengambil keputusan dengan benar dan memuliakan nama-Mu. Jadikan diriku saluran kasih-Mu sehingga setiap orang yang merasakannya dapat mengenal dan percaya kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Sang Penolong hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 3 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya TUHAN. (Mazmur 101:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

14 Juga semua pemimpin di antara para imam dan rakyat berkali-kali berubah setia dengan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain. Rumah yang dikuduskan TUHAN di Yerusalem itu dinajiskan mereka. 15 Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya. 16 Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan. (2Tawarikh 36:14-16)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kasih Allah tidak terbatas, namun bukan berarti kesabaran-Nya tanpa batas. Memang Allah adalah pribadi yang penuh dengan kasih dan kasih-Nya itu bersifat tidak terbatas. Namun bukan berarti kita boleh mempermainkan ketidakterbatasan kasih-Nya dengan terus-menerus melanggar firman-Nya. Sebab walaupun kasih-Nya tidak terbatas namun bukan berarti kesabaran-Nya tanpa batas. Apabila batas kesabaran Tuhan telah terlampaui maka pastilah Ia akan meminta pertanggungjawaban kita atas pelanggaran yang kita lakukan terhadap firman-Nya. Di saat itulah hukuman-Nya akan jatuh menimpa diri kita.

 

Ketidakterbatasan kasih Allah dan bahwa kesabaran-Nya bukan tanpa batas itulah yang dicatat di dalam 2Tawarikh 36. Di situ ditulis tentang umat Tuhan sebagai berikut: "TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya." Hal ini menunjukkan ketidakterbatasan dari kasih Allah kepada umat-Nya. Namun karena mereka mempermainkan kasih Allah tersebut maka batas kesabaran Allah tercapai. Sehingga "murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan." Oleh sebab itu walaupun kasih Allah tidak terbatas bukan berarti kesabaran-Nya tanpa batas. Dengan kata lain, kasih dan kesabaran Allah tidaklah boleh dipermainkan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimanakah sikap Anda terhadap kasih dan kesabaran Tuhan? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ajarlah diriku untuk menghargai kasih dan kesabaran-Mu dengan hidup menaati perintah-perintah-Mu. Karena sesungguhnya firman-Mu itu adalah sumber kehidupan yang menyegarkan jiwaku dan membawa diriku untuk hidup di dalam kehidupan yang penuh dengan makna. Kembali aku memohon penuhilah hatiku dengan roh yang senantiasa menaati firman-Mu, supaya dengan demikian hidupku merupakan persembahan yang harum dan berkenan kepada-Mu. Juga hanya dengan demikian barulah aku patut disebut sebagai duta-Mu di tengah dunia ini yang hidup untuk memuliakan nama-Mu.

 

Mengakhiri pekan ini kembali aku mengangkat ucapan syukurku kepada-Mu oleh sebab penyertaan dan tuntunan-Mu yang telah aku alami di sepanjang minggu yang hampir berakhir ini. Dengan kasih setia-Mu Engkau telah menuntun hidupku untuk berjalan di dalam kebenaran-Mu. Dengan rahmat-Mu Engkau telah memelihara hidupku dan tak sekalipun Engkau alpa untuk menepati janji-janji firman-Mu bagi hidupku. Tuhan, aku menyerahkan hidupku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Naungilah diriku di bawah kepak sayap-Mu dan bawalah diriku ke hari esok yang indah sebagaimana yang telah Engkau rencanakan bagi hidupku. Tolonglah aku untuk mengisi hidup ini dengan kehidupan yang penuh makna dan tidak sia-sia. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang limpah dengan kasih setia, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.