Sabtu, 1 September 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya! (Mazmur 115:18)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. 42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. 43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. 44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." (Markus 12:41-44)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kasih kepada Tuhan bukan hanya diukur dari apa yang kita lakukan bagi Dia, tetapi terlebih lagi yaitu dari bagaimana sikap hati kita dalam melakukannya. Pada umumnya orang mengukur kasih dari apa yang dilakukan seseorang secara lahiriah, padahal apa yang nampak secara kasat mata belum tentu mencerminkan apa yang tersimpan di dalam hati. Sebagai contoh, orang yang menolong orang lain yang sedang mengalami bencana. Kalau tindakan itu tidak bersumber dari sikap yang rela untuk berkorban, namun karena sekadar untuk mencari nama, maka sesungguhnya pertolongan yang ia lakukan itu tidaklah sungguh-sungguh mencerminkan kasih yang sejati. Karena ukuran dari kasih yang sesungguhnya adalah kerelaan dalam berkorban bagi orang lain.

 

Ukuran dari kasih yang sejati itulah yang diajarkan Tuhan Yesus di dalam Markus 12. Di situ dicatat Ia "memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang" ke dalam peti persembahan. Sebagian orang memberikan persembahan dari kelimpahan mereka, sedangkan seorang janda yang miskin memberi "dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." Artinya janda ini memberi persembahan kepada Tuhan dengan penuh pengorbanan. Tindakannya itu dihargai oleh Tuhan Yesus, dan Ia berkata bahwa janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang yang lain. Dengan kata lain, kasih kita kepada Tuhan, yang antara lain diwujudkan melalui persembahan, diukur dari bagaimana sikap hati kita dalam melakukannya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda sungguh-sungguh mengasihi Tuhan? Apakah wujudnya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau layak untuk dikasihi, sebab sebelum aku mengasihi diri-Mu Engkau telah terlebih dahulu mengasihi diriku. Sesungguhnya apabila aku mengalami kasih-Mu hal itu bukan karena aku layak untuk menerimanya. Namun karena sedemikian besar anugerah-Mu sehingga Engkau rela mengasihi diriku sebagaimana aku adanya. Oleh karena itu, ajarlah diriku untuk mengikuti teladan-Mu, yaitu dengan rela berkorban sebagai ungkapan dari kasihku kepada-Mu. Pengorbanan yang tidak dilakukan secara asal-asalan, namun dengan sepenuh hati karena aku mengasihi diri-Mu.

 

Aku bersyukur untuk satu pekan yang hampir selesai aku lalui ini. Dengan kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan Engkau memegang hidupku, dan tidak akan membiarkan hidupku terlepas dari genggaman tangan-Mu. Tuhan, sertailah dan bimbinglah hidupku di sepanjang hari ini dengan Roh dan firman-Mu. Tolonglah aku agar dapat mengisi akhir pekan ini dengan hidup yang menyenangkan hati-Mu. Berkatilah semua yang aku kerjalan pada hari ini dengan keberhasilan, dan jadikanlah diriku saluran berkat-Mu bagi sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang rela berkorban bagi umat manusia, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Markus 12

Mazmur 62

Hosea 4-5

 


  

Sabtu, 1 September 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! (Mazmur 84:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. 7 Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 8 Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. 9 Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela (Mazmur 62:6-9)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, tidak ada yang melebihi Engkau. Engkau adalah tempat perlindungan yang kokoh, sumber kekuatan dan kemenanganku. Oleh sebab itu, di dalam Engkau aku merasa aman dan jiwaku berada di dalam keadaan sejahtera. Melewati badai dalam hidup tak pernah Engkau membiarkan diriku menghadapinya seorang diri. Namun Engkau menyembunyikan diriku di bawah kepak sayap perlindungan-Mu, membela diriku dan mengulurkan pertolongan-Mu tepat pada waktunya. Tuhan, aku percaya kepada kesetiaan-Mu itu.

 

Tuhan, aku juga menyerahkan semua tugas dan tanggung jawabku pada hari ini kepada-Mu. Aku memohon penyertaan dan berkat-Mu agar semua yang aku kerjakan selaras dengan kehendak-Mu, dan Engkau menjadikannya berhasil. Kiranya Roh Kudus-Mu menolong aku dalam bertutur kata, bersikap dan bertindak, agar melaluinya orang-orang di sekitarku akan merasakan kehadiran-Mu. Supaya dengan demikian sebagaimana aku dapat menikmati anugerah-Mu yang menyelamatkan itu, mereka pun dapat mengalami hal yang sama. Aku memanjatkan doaku ini di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 1 September 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi. (Mazmur 46:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu. 7 Makin bertambah banyak mereka, makin berdosa mereka kepada-Ku, kemuliaan mereka akan Kutukar dengan kehinaan. 8 Mereka mendapat rezeki dari dosa umat-Ku dan mengharapkan umat-Ku itu berbuat salah. (Hosea 4:6-8)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Mengharapkan orang terjerumus ke dalam pelanggaran merupakan suatu pelanggaran di mata Tuhan. Sebagai contoh, tindakan oknum penegak hukum yang dengan sengaja mengharapkan orang melakukan pelanggaran lalu lintas demi memperoleh keuntungan dari yang bersangkutan. Jelas bahwa apa yang ia lakukan tersebut merupakan suatu tindakan yang berlawanan dengan ikrarnya sebagai seorang pelindung masyarakat. Memang tindakan yang dilakukan oleh oknum ini merupakan wujud dari pelanggaran secara pasif, karena ia tidak secara aktif menyuruh orang untuk melakukan pelanggaran tadi. Namun entah pelanggaran itu bersifat aktif maupun pasif, kedua-duanya merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

 

Tindakan mengharapkan orang terjerumus ke dalam kesalahan itulah yang telah dilakukan oleh para imam seperti yang dicatat di dalam Hosea 4. Di situ ditulis bahwa bukan saja mereka menolak pengenalan akan Tuhan, mereka juga mengharapkan umat Tuhan berbuat kesalahan demi mendapatkan rezeki dari dosa yang dilakukan oleh umat Tuhan tersebut. Di dalam hal ini, yaitu memperoleh keuntungan dari korban penebus salah yang harus dipersembahkan umat oleh karena pelanggaran yang telah mereka lakukan. Sikap ini dipandang sebagai suatu kejahatan oleh Tuhan. Sebagai akibat, Allah menukar kemuliaan para imam itu dengan kehinaan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Adakah pelanggaran pasif yang telah Anda lakukan? Apakah wujudnya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ajarlah diriku untuk mengasihi sesamaku manusia dengan tidak membiarkan mereka terjerumus ke dalam kesalahan dan pelanggaran terhadap firman-Mu. Apalagi mengambil keuntungan dari kesalahan yang mereka lakukan. Oleh karena itu, ajarlah diriku untuk mengikuti teladan-Mu yang bersedia untuk bersikap peduli dengan memperingatkan orang agar tidak terjerumus ke dalam kebinasaan. Sebab kalau saja Engkau bersikap tidak peduli terhadap orang yang sedang berjalan menuju kebinasaan maka sesungguhnya tidak ada seorangpun yang akan diselamatkan.

 

Di akhir pekan yang hampir aku selesaikan ini kembali aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menyertai diriku di sepanjang hari-hari yang telah aku lalui. Dengan kasih setia-Mu Engkau telah menuntun diriku di jalan kebenaran-Mu. Dengan setia Engkau selalu menyertai diriku dan tidak pernah meninggalkan hidupku. Kepada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung dan menyerahkan hari depanku. Peganglah hidupku dengan tangan-Mu yang kuat dan yang tak pernah mengenal lelah itu. Aku menyerahkan masa depanku ke dalam tangan kemurahan-Mu. Bawalah hidupku ke hari depan yang penuh dengan pengharapan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang bersikap peduli kepada diriku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.