Selasa, 24 Juli 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu! (Mazmur 85:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: 2 "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. 3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Matius 23:1-3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kemunafikan adalah ketika orang tidak melakukan apa yang ia sendiri katakan, sedangkan kerohanian yang otentik adalah hidup yang padu antara kata dan perbuatan. Merupakan realitas bahwa tidak jarang orang hidup bagaikan aktor yang sedang bersandiwara. Kehidupannya sehari-hari tidaklah sama dengan perilaku yang ia perankan di atas pentas. Di dalam bahasa Yunani para aktor ini disebut sebagai hypokrites. Dari sana kita memperoleh kata hypocrite dalam bahasa Inggris atau munafik dalam bahasa Indonesia. Itulah orang yang hidup dengan dua wajah. Yang pertama adalah wajah yang ia tampilkan kepada umum, dan yang kedua adalah wajah dirinya yang sebenarnya. Singkat kata, antara apa yang ia katakan kepada orang lain berbeda dengan yang ia lakukan.

 

Kehidupan seperti itulah yang dikecam oleh Tuhan Yesus, antara lain seperti yang dicatat di dalam Matius 23. Dengan sangat pedas Ia mencela para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang hidup di zaman-Nya sebagai orang-orang yang munafik. Mereka mengajarkan firman Tuhan yang disampaikan oleh Musa, namun mereka sendiri tidak melakukannya. Kehidupan seperti ini bukan hanya dipraktikkan oleh para pemuka agama, namun juga oleh banyak orang. Antara apa yang mereka katakan dengan yang mereka lakukan bertolak belakang. Sebagaimana Yesus tidak menghendaki para pemuka agama hidup di dalam kemunafikan, demikian pula kita harus hidup di dalam kerohanian yang otentik, yaitu kehidupan yang terpadu antara perbuatan dan perkataan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Masih adakah kemunafikan di dalam hidup Anda? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk menghindarkan diri dari hidup dalam kemunafikan tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, tolonglah diriku untuk senantiasa hidup di dalam kerohanian yang otentik. Ampunilah aku apabila perkataan yang kuucapkan tidaklah sama dengan perbuatan yang kulakukan. Sebab dengan demikian bukan saja aku telah hidup dalam kepalsuan, juga diriku telah menjadi penghalang bagi kesaksian hidup yang memuliakan nama-Mu. Aku menyadari kemunafikan yang kulakukan telah menjadikan nama-Mu sebagai cemoohan dari orang-orang yang ada di sekitarku. Tuhan, luruskanlah hidupku.

 

Aku memohon Roh Kudus-Mu selalu mengingatkan diriku agar aku hidup sebagai terang di tengah kegelapan dan garam di tengah kehambaran. Supaya dengan demikian aku dapat mengisi hari-hari yang kulalui, termasuk hari ini, dengan kehidupan yang tidak sia-sia, melainkan penuh dengan makna dan menyenangkan hati-Mu. Tolonglah diriku agar semua yang aku kerjakan pada hari ini berkenan kepada-Mu, dan Engkau berkati dengan keberhasilan. Penuhi hatiku dengan damai sejahtera-Mu dan jadikanlah diriku berkat bagi lingkunganku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 23

Mazmur 23

Yesaya 3-4

 


  

Selasa, 24 Juli 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. 7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! (Mazmur 95:6, 7)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. 6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. (Mazmur 23:4-6)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Gembala yang Baik, aku bersyukur karena Engkau selalu menuntun hidupku di jalan-Mu yang benar. Engkau tidak pernah tersesat dan tidak pernah menyesatkan diriku. Walaupun perjalanan hidupku tidaklah selalu mudah tetapi aku percaya Engkau tidak pernah meninggalkan diriku. Dengan kasih setia-Mu yang tidak pernah berubah itu Engkau selalu menyertai diriku di dalam segala keadaan, menjaga hidupku dengan segala kewaspadaan dan senantiasa membawa diriku di jalan-jalan yang penuh dengan kemenangan. Kepada-Mu aku mempercayakan hidupku.

 

Gembala yang telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kawanan domba-Nya, teguhkanlah imanku di setiap saat. Mampukan diriku untuk memandang masa depan yang penuh dengan pengharapan sebagaimana yang telah Engkau rencanakan bagi hidupku. Sehingga ketika kelam kabut menyelimuti sekelilingku aku tetap percaya bahwa sesungguhnya tersedia hari esok yang pasti dan indah bagi hidupku. Ke dalam janji-Mu yang tidak pernah berubah aku mempercayakan hidupku dan pada firman-Mu yang tidak pernah gagal aku mendasarkan harapanku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Saksi yang setia, aku mengangkat doaku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 24 Juli 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. (Mazmur 66:8, 9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Maka bangsa itu akan desak-mendesak, seorang kepada seorang, yang satu kepada yang lain; orang muda akan membentak-bentak terhadap orang tua, orang hina terhadap orang mulia. 6 Sehingga apabila seorang memegang saudaranya di rumah ayahnya dan berkata: "Engkau masih mempunyai jubah, jadilah pemimpin kami, dan reruntuhan ini di bawah kuasamu", 7 maka pada waktu itu saudaranya akan menjawab: "Aku tidak mau menjadi tabib; di rumahku tidak ada roti dan tidak ada jubah; janganlah angkat aku menjadi pemimpin bangsa." (Yesaya 3:5-7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukan pribadi yang ingin menjabat sebagai pemimpin, namun orang yang bersedia untuk hidup sebagai pemimpin yang bertanggung jawab itulah yang diperlukan oleh masyarakat. Sebab jatuh bangunnya suatu bangsa, masyarakat, organisasi, termasuk keluarga sangat ditentukan oleh kualitas dari pemimpinnya. Apabila masyarakat dipimpin oleh orang yang tidak bersedia hidup secara bertanggung jawab, maka krisis pasti akan mereka alami. Sebaliknya apabila mereka dipimpin oleh pribadi yang bersedia membayar harga kepemimpinan barulah masyarakat akan mengalami hidup sejahtera sebagaimana yang mereka harapkan.

 

Pentingnya kepemimpinan yang bertanggung jawab inilah yang Allah tegaskan kepada umat-Nya dan dicatat di dalam Yesaya 3. Saat itu bangsa Yehuda sedang menghadapi keruntuhan, dan Tuhan menjelaskan salah satu penyebab dari krisis tersebut adalah karena orang tidak bersedia membayar harga dari kepemimpinan, yaitu hidup secara bertanggung jawab. Sebagai akibat orang-orang yang tidak pantas untuk memimpinlah yang akan memimpin bangsa Yehuda. Krisis kepemimpinan inilah yang menyeret mereka ke dalam krisis nasional. Oleh karena itu bukan pribadi yang ingin menjabat sebagai pemimpin, namun orang yang bersedia untuk hidup sebagai pemimpin yang bertanggung jawablah yang sesungguhnya diperlukan oleh masyarakat.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda hidup sebagai pribadi yang bertanggung jawab terhadap tugas yang Anda emban? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari bahwa hidup ini merupakan kesempatan yang Engkau berikan di dalam anugerah, dan yang wajib aku isi dengan kehidupan yang bertanggung jawab. Ampunilah aku apabila tak jarang diriku mengisi waktu yang Engkau berikan dengan kesia-siaan dan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan kepada-Mu. Roh Kudus, tolonglah aku untuk senantiasa berjalan sesuai dengan firman-Mu dan mengukir hidup ini dengan kehidupan yang penuh dengan makna. Agar dengan demikian hidupku merupakan persembahan yang harum dan menyukakan hati Allah Bapa.

 

Aku berterima kasih ya Bapa yang baik karena sepanjang hari ini Engkau telah menuntun hidupku dan menyertai diriku dengan kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan. Engkau selalu mengingatkan diriku agar tidak menyia-nyiakan anugerah-Mu, dan menjaga langkah hidupku dari kesesatan. Kembali aku menyerahkan seluruh hidupku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Bentangkan hari esok yang indah seperti yang Engkau rencanakan itu bagi hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Harapan Jiwaku, aku mempercayakan permohonanku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.