Kamis, 5 Juli 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Selamatkanlah kami, ya TUHAN, Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu. (Mazmur 106:47)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. 3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." 4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." 5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, 6 lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." 7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" (Matius 4:2-7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila Roh Kudus bekerja untuk meyakinkan diri kita tentang status kita di dalam Kristus, maka Iblis selalu berupaya untuk membuat kita merasa ragu terhadap relasi kita dengan Allah. Kesadaran serta keyakinan terhadap status kita yang sebenarnya di dalam Kristus ini sangatlah penting. Sebab hal tersebut akan memungkinkan kita untuk hidup berkemenangan di dalam anugerah-Nya. Sebaliknya, apabila kita meragukan penerimaan Tuhan terhadap diri kita sebagai anak-anak-Nya maka kita pun tidak akan memiliki keyakinan yang pasti terhadap masa depan kita. Oleh karenanya Iblis selalu berupaya untuk membuat kita merasa ragu terhadap status kita di dalam Tuhan.

 

Hal itulah dilakukan Iblis terhadap Yesus Kristus seperti yang dicatat di dalam Matius 4. Segera sesudah Yesus dibaptis dan Allah Bapa berkata, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan," sebagaimana yang dicatat di dalam Matius 3, dan sesudah Yesus berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam di padang gurun maka Iblis pun datang mencobai Dia. Dua kali Iblis berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah .." Dengan berkata seperti itu Iblis berupaya untuk membuat Yesus meragukan status diri-Nya yang sesungguhnya. Apabila terhadap Yesus saja Iblis berupaya seperti demikian apalagi terhadap diri kita. Oleh karenanya kita harus selalu bersikap waspada terhadap tipu daya Iblis yang berusaha untuk membuat kita merasa ragu terhadap relasi kita dengan Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi tipu daya Iblis yang selalu berupaya untuk membuat Anda merasa ragu terhadap status Anda yang sesungguhnya di dalam Tuhan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa, aku berterima kasih sebab hanya karena anugerah-Mulah aku menjadi anak-Mu. Bukan karena aku layak, bukan karena apa yang aku perbuat, tetapi karena kasih dan pengorbanan-Mu di dalam Yesus Kristus Engkau menerima diriku apa adanya. Senantiasa ingatkanlah diriku akan anugerah-Mu dan penuhilah hatiku dengan iman kepada karya pengorbanan Kristus yang mulia itu. Sehingga dengan demikian apapun yang dilakukan oleh Iblis untuk membuat diriku merasa ragu terhadap penerimaan dan kasih-Mu itu tidak akan mampu menggoyahkan iman dan pengharapanku kepada-Mu.

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau tidak pernah meninggalkan diriku. Di dalam kasih setia-Mu Engkau senantiasa menyertai dan menolong diriku untuk menang atas setiap tantangan yang aku hadapi di dalam hidupku. Roh-Mu menyanggupkan aku untuk berjalan di jalan-jalan kebenaran dan kemenangan-Mu. Tolonglah aku untuk dapat mengisi hari ini sebagai hari yang penuh dengan makna dan memuliakan nama-Mu. Jadikan diriku sebagai saksi dari kasih dan kebenaran-Mu di manapun aku berada. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sang Pemenang, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 4

Mazmur 4

2Tawarikh 20-21

 


  

Kamis, 5 Juli 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! 2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! (Mazmur 100:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku! 6 Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN. 7 Banyak orang berkata: "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?" Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN! 8 Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur. 9 Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman. (Mazmur 4:2, 6-9)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah penolong yang dapat aku andalkan. Di dalam setiap keadaan tangan-Mu selalu siap untuk diulurkan, mengangkat beban dalam hidupku, serta memberikan kelegaan bagi jiwaku. Telinga-Mu selalu terbuka terhadap seruanku dan tak pernah Engkau berlambat-lambat untuk menjawab doaku. Dengan wajah-Mu Engkau menuntun hidupku di jalan-jalan-Mu yang limpah dengan sukacita, kebenaran dan damai sejahtera. Kepada-Mu aku menaruhkan harapanku dan tidak pernah Engkau mengecewakan hatiku. Kepada-Mu aku menaikkan pujian dan syukurku.

 

Kembali aku menyerahkan seluruh hidupku ke dalam tangan-Mu. Ya kota benteng perlindunganku, kepada-Mu aku percaya dan tidak akan pernah menjadi malu. Engkau selalu menunjukkan kebaikan-Mu kepadaku di setiap waktu. Tak pernah Engkau memikirkan hal yang buruk dan merancangkan yang jahat bagi anak-anak-Mu. Sebaliknya, semua rencana-Mu bagi hidupku selalu indah dan tidak akan pernah gagal. Kasih dan kuasa-Mu menjamin semuanya itu. Kepada anugerah-Mu aku mempercayakan hari depanku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolong hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 5 Juli 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus. (Mazmur 97:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

14 Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah, 15 dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. 16 Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel. 17 Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu." (2Tawarikh 20:14-17)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Di antara semua hal yang kita perlukan di dalam hidup ini, penyertaan Allah merupakan yang paling kita butuhkan. Memang sebagai seorang manusia kita memiliki banyak keperluan, baik keperluan yang bersifat jasmani, jiwani maupun rohani. Namun di antara semua itu penyertaan Allah adalah yang paling kita perlukan. Sebab apabila Dia yang menyertai kita maka Dia pulalah yang akan menjamin serta mencukupkan semua yang kita perlukan. Sehingga dengan demikian kita tidak perlu merasa kuatir tentang hidup kita. Karena Dia sanggup memenuhi semua keperluan hidup kita lebih daripada kemampuan diri kita sendiri.

 

Jaminan itulah yang Allah berikan dan yang dialami oleh Yosafat, Raja Yehuda, sebagaimana yang dicatat di dalam 2Tawarikh 20. Ketika ia dan penduduk Yerusalem menghadapi kepungan dari bani Moab dan Amon dengan tentara mereka yang berjumlah sangat besar Allah melalui nabi Yahaziel memberikan jaminan bahwa Dia akan menyertai Yosafat. Sebagai akibat, Tuhan sendirilah yang akan berperang bagi mereka dan memberikan kemenangan kepada umat-Nya. Jaminan ini memungkinkan mereka untuk tidak usah merasa takut sebab Tuhan adalah pribadi yang dapat diandalkan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang paling Anda perlukan di dalam hidup Anda? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah yang paling aku perlukan di dalam hidupku. Lebih dari segala sesuatu Engkaulah jaminan yang pasti baik untuk hidupku di masa kini maupun di masa yang akan datang. Sebab bila Engkau menyertai diriku sesungguhnya tidak ada apapun yang dapat menghalangi hidupku untuk meraih rancangan-Mu yang indah bagi diriku. Dan kalau aku berjalan bersama dengan diri-Mu Engkaulah yang akan menatang hidupku, menopang diriku, dan membuka jalan bagi hari depanku. Aku mempercayakan seluruh hidupku ke dalam tangan belas kasihan-Mu.

 

Ya Allah, yang kasih setia-Nya tetap untuk selama-lamanya, kepada-Mu aku berserah. Aku bersyukur oleh karena tuntunan dan penyertaan-Mu aku sanggup melewati hari ini di dalam kemenangan. Berkat-Mu tidak pernah surut dan pemeliharaan-Mu tidak pernah berhenti atas hidupku. Aku percaya oleh pertolongan-Mu semua yang telah aku kerjakan akan menjadi berhasil dan oleh kemurahan-Mu Engkau akan menyempurnakan semuanya itu. Kepada-Mu ya Tuhan, aku berharap dan di dalam nama Yesus Kristus, Juruselamatku, aku mengangkat doaku ini, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.