Sabtu, 9 Juni 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

10 Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa; 11 sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan. 12 Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi! (Mazmur 57:10-12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

8 Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia, 9 lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan dan berkata kepada Yesus: "Dari manakah asal-Mu?" Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya. 10 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?" 11 Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya." (Yohanes 19:8-11)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Berbeda dengan orang yang tidak tahu diri, orang yang mawas diri akan merendahkan dirinya di hadapan Allah. Orang yang mawas diri akan menyadari keterbatasannya dan mengakui kebesaran Tuhan sehingga ia tidak akan menepuk dada untuk menyombongkan dirinya di hadapan Allah. Sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk yang terbatas dan sama sekali tidak berarti dibandingkan ketidakterbatasan Tuhan. Oleh sebab itu, apabila seseorang menyombongkan dirinya di hadapan Tuhan sesungguhnya yang bersangkutan adalah orang yang tidak tahu diri alias orang yang sedang menipu dirinya sendiri.

 

Pilatus adalah contoh dari orang yang tidak tahu diri tersebut. Di dalam Yohanes 19 dicatat bahwa ia menyombongkan dirinya dengan berkata kepada Yesus: "Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?" Pilatus tidak tahu kepada siapa dirinya sedang berbicara, yaitu Sang Penguasa Alam Semesta. Itu sebabnya Tuhan Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku." Sehebat apapun dirinya sebagai seorang wakil dari kekaisaran Romawi sesungguhnya Pilatus sama sekali tidak ada artinya di hadapan Kristus. Kalau saja ia mawas diri maka Pilatus tidak akan menepuk dada, sebaliknya akan merendahkan dirinya di hadapan Tuhan yang layak menerima semua pujian, hormat, dan kuasa untuk selama-lamanya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda sudah termasuk orang yang mawas diri? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah teladan yang sempurna dari hidup di dalam kerendahan hati. Engkau yang mahamulia telah rela datang ke dunia bukan untuk dilayani, namun untuk melayani dan memberikan diri-Mu sebagai tebusan bagi semua orang. Ajarlah diriku untuk hidup meneladani kerendahan hati-Mu itu, yaitu dengan senantiasa bersikap mawas diri, menyadari akan keterbatasan diriku serta mengakui ketidakterbatasan diri-Mu. Hanya di dalam sikap seperti itulah kehidupanku akan menjadi kokoh, tak tergoyahkan oleh pencobaan, dan tidak akan terpikat oleh kecongkakan. Di dalam kerendahan hati itulah Engkau akan meninggikan diriku dan menopang hidupku dengan tangan-Mu yang teguh tak tergoncangkan.

 

Aku berterima kasih karena Engkau selalu menolong diriku untuk hidup di dalam kehidupan yang penuh dengan makna dan tidak sia-sia. Melalui Roh-Mu Engkau selalu menolong hidupku untuk menyadari betapa besar anugerah-Mu dan bahwa sesungguhnya aku senantiasa memerlukan anugerah-Mu. Oleh karena itu Tuhan, tuntunlah aku di dalam kebenaran firman-Mu dan sanggupkan aku untuk mengakhiri pekan ini di dalam kehidupan yang menyenangkan hati-Mu. Jadikan semua yang aku lakukan berhasil serta memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang telah merendahkan diri-Nya menjadi sama dengan manusia dan dimuliakan di dalam kebangkitan-Nya aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 19

Amsal 9

Kidung Agung 1-3

 


  

Sabtu, 9 Juni 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau. (Mazmur 118:28)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

7 Siapa mendidik seorang pencemooh, mendatangkan cemooh kepada dirinya sendiri, dan siapa mengecam orang fasik, mendapat cela. 8 Janganlah mengecam seorang pencemooh, supaya engkau jangan dibencinya, kecamlah orang bijak, maka engkau akan dikasihinya, 9 berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah. 10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. (Amsal 9:7-10)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah aku untuk dapat membedakan antara pencemooh dengan orang yang bijak, dan antara orang yang fasik dengan mereka yang hidup mengasihi Engkau. Berikan kepadaku hikmat untuk dapat berkata-kata dengan tepat kepada semua orang, tidak terjerumus ke dalam kefasikan namun hidup di dalam takut kepada-Mu di dalam seluruh sisi kehidupanku. Pimpinlah aku dengan Roh Kudus-Mu sehingga aku dapat menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku dan membawa mereka untuk mengenal hikmat-Mu.

 

Aku berterima kasih karena melalui Roh Kudus-Mu Engkau menolong diriku untuk dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, antara yang menyukakan dengan yang mendukakan hati-Mu. Bukan itu saja, Engkau juga bersedia menolong hidupku untuk hidup di dalam kehidupan yang berkenan kepada-Mu dan tidak berjalan di dalam kesia-siaan. Tuhan, penuhi aku dengan hikmat-Mu, sehingga aku dapat berjalan di dalam kehidupan yang penuh dengan arti dan mengalami keberhasilan di dalam kehidupanku sehari-hari. Di dalam nama Yesus Kristus, Hikmat yang benar dan Penolong hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 9 Juni 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya! (Mazmur 115:18)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga! (Kidung Agung 2:15)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Acapkali bukan masalah yang besar, namun urusan yang kecil dan yang dipandang remeh itulah yang akan menghancurkan hidup kita. Sama dengan kesehatan jasmani manusia, seringkali orang mengalami masalah kesehatan yang bersifat fatal bukan karena ia ditimpa oleh musibah yang serius, seperti misalnya kecelakaan lalu lintas. Namun karena yang bersangkutan menganggap remeh gangguan-gangguan kesehatan yang nampaknya kecil, seperti kadar gula dalam darah yang naik secara perlahan-lahan. Oleh karenanya ia tidak segera mengatasi keadaan tersebut dan tanpa ia sadari kesehatan jasmaninya sudah sedemikian buruk dan berakibat fatal. Oleh sebab itu, kita tidak boleh menganggap remeh urusan-urusan kecil yang mengganggu relasi kita dengan Tuhan, sebab justru hal-hal seperti itulah yang bila diabaikan akan meruntuhkan kehidupan kita.

 

Kebenaran ini diutarakan di dalam kitab Kidung Agung. Di situ dikisahkan relasi kasih antara Salomo dengan seorang gadis dari Sulam, yang menggambarkan hubungan kasih antara Tuhan dengan umat-Nya. Di dalam Kidung Agung 2, sang gadis dari Sulam berkata: "Tangkaplah bagi kami rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur." Dengan berkata seperti demikian ia menyatakan bahwa yang merusak relasi kasih antara dirinya dengan Salomo adalah hal-hal yang kecil, yang nampaknya remeh, namun dapat berakibat fatal. Hal yang sama pulalah yang harus kita perhatikan di dalam relasi kita dengan Tuhan. Dosa-dosa kecil yang nampaknya seperti remeh dan tak berbahaya namun kalau kita biarkan dan tidak segera kita bereskan justru hal itulah yang akan merusak hubungan kita dengan Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Rubah-rubah kecil apakah yang Anda biarkan dan yang sesungguhnya sedang merusak relasi Anda dengan Tuhan? Apakah yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku berterima kasih karena di dalam kasih setia-Mu Engkau menjaga diriku agar tidak terjerumus ke dalam keruntuhan yang fatal di dalam hidupku. Melalui firman-Mu Engkau menyadarkan diriku bahwa sesungguhnya tidak seorang pun yang bersifat kebal terhadap dosa yang menggoda, dan tidak ada dosa yang seremeh apapun yang tidak berbahaya. Oleh karena itu, tolonglah aku dengan Roh Kudus-Mu agar senantiasa bersikap peka terhadap semua bentuk dosa yang akan merusak hubungan diriku dengan diri-Mu. Dengan anugerah-Mu tolonglah aku untuk membereskannya dari dalam hidupku sehingga dengan demikian aku dapat berjalan dengan hati nurani yang murni di hadapan-Mu dan hidup di dalam kehidupan yang berkemenangan.

 

Aku berterima kasih untuk tuntunan dan penyertaan-Mu yang telah aku alami di sepanjang pekan yang telah aku lalui. Tuntunan-Mu memungkinkan diriku untuk berjalan di dalam kebenaran dan melewati hidup ini di dalam kehidupan yang menyenangkan hati-Mu. Penyertaan-Mu menyanggupkan aku untuk menghadapi semua tantangan hidup dan mengerjakan semua tugas dan tanggung jawabku di dalam keberhasilan. Aku berterima kasih karena Engkau setia dan tidak pernah meninggalkan diriku seorang diri. Kasih setia-Mu itu memberikan damai sejahtera dan jaminan bagi masa depanku. Aku menyerahkan hidupku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Kekasih jiwaku aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.