Kamis, 7 Juni 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! 4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! (Mazmur 43:3, 4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. 3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:2, 3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukan oleh karena usaha kita, namun oleh sebab anugerah Allah maka kita memperoleh hidup yang kekal. Apabila kebinasaan kekal adalah perpisahan untuk selama-lamanya dengan Tuhan, Sang Sumber Kehidupan, maka hidup yang kekal adalah persekutuan yang abadi dengan Tuhan, Sang Pencipta kita. Sedangkan persekutuan dengan Tuhan atau pengenalan akan Allah dan Kristus itu kita alami bukanlah oleh sebab usaha kita, namun karena pemberian Allah. Oleh sebab itu, hidup yang kekal oleh pengenalan akan Allah dan Kristus itu sesungguhnya semata-mata merupakan anugerah Allah saja.

 

Kebenaran yang sangat penting ini dikemukakan Tuhan Yesus di dalam doa-Nya sebagaimana yang dicatat di dalam Yohanes 17. Di dalam doa tersebut Ia berkata bahwa Allah Bapa memberikan hidup yang kekal kepada semua orang yang Allah Bapa berikan kepada-Nya. Lebih jauh Ia menyebut bahwa wujud dari hidup yang kekal itu adalah bahwa orang mengenal Allah dan Kristus. Dengan kata lain, apabila seseorang dapat mengenal Allah dan Kristus, sehingga yang bersangkutan disebut memperoleh hidup yang kekal, hal itu adalah karena pemberian Allah atau anugerah-Nya dan bukan oleh sebab usaha manusia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apabila kita memperoleh kehidupan yang kekal karena anugerah Allah, dan bukan karena usaha kita, bagaimana seharusnya sikap kita terhadap pemberian yang mulia tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu sebab oleh anugerah-Mu aku diselamatkan dari dosa dan hukuman dosa. Melalui pengorbanan-Mu yang mulia aku dibebaskan dari ikatan dosa, masa laluku yang kelam dihapuskan dan aku diperdamaikan dengan Allah. Dengan demikian hubunganku dengan Allah, Sang Sumber Kehidupan dipulihkan, aku dibebaskan dari kebinasaan dan memperoleh hidup yang kekal. Aku sangat menyadari bahwa semua itu aku alami bukan karena usahaku, namun semata-mata karena anugerah-Mu.

 

Tuhan, tolonglah diriku untuk selalu mensyukuri anugerah-Mu yang mulia itu dengan hidup secara bertanggung jawab dan menyenangkan hati-Mu. Oleh sebab itu, ampunilah aku apabila aku acapkali hidup menurut kehendak diriku sendiri, mengesampingkan tuntunan firman-Mu dan dengan demikian mendukakan hati-Mu. Tuntunlah aku hari ini dengan Roh dan firman-Mu, serta jauhkanlah aku dari hati yang keras namun berikan kepadaku hati yang taat kepada firman-Mu. Sertailah aku dan jadikanlah semua yang aku lakukan hari ini mengalami keberhasilan dan berkenan kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Sumber Hidup yang kekal aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 17

Amsal 7

1Tawarikh 27-29

 


  

Kamis, 7 Juni 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, 3 supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. (Mazmur 67:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu. 2 Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu. 3 Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu. (Amsal 7:1-3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku hendak menyimpan perintah-perintah-Mu di dalam hatiku sebab itulah yang membuat hidupku sungguh-sungguh hidup. Melalui berpegang dan berjalan sesuai dengan perintah-Mu aku akan hidup dalam damai sejahtera dan mengalami kemenangan atas setiap persoalan yang aku hadapi. Ajarlah aku untuk menghargai titah-titah-Mu lebih dari semua hal yang berharga yang ada di dunia ini dan penuhi hati serta pikiranku dengan firman-Mu. Tolonglah aku untuk menjadi pelaku firman-Mu di dalam perbuatanku sehari-hari.

 

Sesuai dengan tuntunan firman-Mu aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Naungilah diriku di bawah kepak sayap-Mu dan tolonglah diriku agar sanggup melewati semua kesukaran yang aku hadapi di dalam kemenangan. Pakailah hidupku untuk menjadi alat-Mu yang mewartakan kasih setia-Mu kepada orang-orang di sekitarku melalui ketaatanku dalam melakukan perkataan-Mu. Berkatilah aku dengan keberhasilan agar orang dapat melihat perbedaan antara orang yang mengandalkan Engkau dengan mereka yang tidak mempedulikan diri-Mu. Ya Allah, aku menaruhkan harapan dan doaku ini ke dalam tangan-Mu melalui Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 7 Juni 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku. (Mazmur 13:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Lagipula oleh karena cintaku kepada rumah Allahku, maka sebagai tambahan pada segala yang telah kusediakan bagi rumah kudus, aku dengan ini memberikan kepada rumah Allahku dari emas dan perak kepunyaanku sendiri 4 tiga ribu talenta emas dari emas Ofir dan tujuh ribu talenta perak murni untuk menyalut dinding ruangan, 5 yakni emas untuk barang-barang emas dan perak untuk barang-barang perak dan untuk segala yang dikerjakan oleh tukang-tukang. Maka siapakah pada hari ini yang rela memberikan persembahan kepada TUHAN?" (1Tawarikh 29:3-6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kita dapat memberi tanpa mengasihi, namun kita tidak akan dapat mengasihi tanpa memberi. Apabila seorang pengamen meminta uang, sementara Anda dan kendaraan yang Anda kemudikan berhenti di perempatan jalan, kemungkinan Anda akan menuruti permintaannya. Namun bisa jadi Anda memberi uang kepadanya dengan rasa kesal, bukan karena mengasihi dirinya. Tetapi bila Anda melihat orang yang Anda kasihi sedang menderita maka Anda pasti akan memberikan apa yang Anda miliki dan yang ia perlukan untuk meringankan penderitaannya. Karena Anda mengasihi orang itu maka tanpa ia meminta pun pasti Anda akan memberikannya kepada yang bersangkutan. Singkat kata, salah satu bukti dari kasih adalah tindakan memberi.

 

Kasih yang sejati seperti itulah yang ada pada diri Daud kepada Tuhan seperti yang dicatat di dalam 1Tawarikh 29. Sebagaimana yang ia sampaikan kepada rakyat Israel, Daud mengungkapkan kasihnya kepada Tuhan dengan mengasihi rumah Allahnya. Oleh sebab itu ia berniat untuk membangun rumah bagi Allah. Untuk itu ia mempersembahkan emas dan perak miliknya dalam jumlah yang sangat besar bagi pembangunan rumah Allah yang akan dilaksanakan oleh Salomo, putranya. Dengan kata lain, kasih Daud kepada Tuhan bukanlah hanya dalam bentuk kata-kata yang ia ucapkan, namun ia buktikan dalam tindakan, yaitu memberi dengan penuh pengorbanan. Kasih yang sejati seperti itulah yang dihargai Allah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang telah dan akan Anda lakukan untuk membuktikan kasih Anda kepada Tuhan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur untuk kasih-Mu kepadaku yang telah Engkau tunjukkan melalui pengorbanan-Mu sampai mati di kayu salib. Melaluinya Engkau yang telah mengangkat hidupku dari kesia-siaan kepada hidup yang penuh dengan makna. Terima kasih Tuhan karena di dalam kasih-Mu itu aku dapat menikmati segala berkat jasmani, berkat rohani dan berkat jiwani yang Engkau sediakan bagi diriku. Oleh karena anugerah-Mu aku ada sebagaimana aku ada sampai saat ini. Tuhan, tolonglah aku untuk meneladani kasih-Mu dengan mengasihi diri-Mu dalam ketaatan dan kerelaan untuk berkorban. Penuhi hatiku dengan cinta kepada rumah-Mu.

 

Tuhan, aku bersyukur untuk waktu-waktu yang telah aku lalui di sepanjang hari ini. Kasih setia-Mu dan kebaikan-Mu senantiasa menyertai dan menolong diriku untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang Engkau embankan pada bahuku. Di saat aku lemah Engkau berkenan untuk menopang hidupku. Di saat aku susah Engkau menghibur diriku. Di saat aku tidak tahu jalan mana yang harus aku tempuh Engkau menunjukkan jalan yang benar dan tidak pernah Engkau meninggalkan diriku. Aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu untuk memuliakan nama-Mu. Bagi-Mulah segala puji-pujian, hormat dan kuasa untuk selama-lamanya. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.