Senin, 4 Juni 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. 2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. (Mazmur 95:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. (Yohanes 14:1-3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Iman kepada Tuhan dan firman-Nya akan menentramkan jiwa kita. Tak dapat dipungkiri bahwa hidup di dunia ini tidaklah bebas dari kesukaran. Pemahaman akan hal ini serta kesadaran akan keterbatasan diri kita akan membuat hati kita merasa gelisah dan takut untuk menghadapi masa depan. Namun apabila kita mempercayai kesetiaan Tuhan serta meyakini bahwa firman-Nya dapat diandalkan maka sebaliknya dari rasa gelisah dan takut hati kita akan dipenuhi dengan damai sejahtera-Nya.

 

Hal itulah yang Tuhan Yesus sampaikan kepada para murid-Nya menjelang Ia akan ditangkap dan disalibkan seperti yang dicatat di dalam Yohanes 14. Di dalam suasana yang genting tersebut Tuhan Yesus berkata bahwa Ia akan pergi ke rumah Bapa untuk menyediakan tempat bagi para murid-Nya dan Ia akan datang kembali untuk membawa mereka ke tempat Ia berada. Dalam kaitan semua itu Ia menasihati agar para murid-Nya tidak usah merasa gelisah, dan untuk itu mereka harus mempercayai kepada Allah dan kepada Yesus, di dalam hal ini mempercayai bahwa firman-Nya dapatlah diandalkan. Singkat kata, di dalam keadaan yang sesukar apapun hati kita akan tetap tenteram sebab kita percaya bahwa Tuhan setia dan Ia berkuasa menggenapi firman-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang seharusnya Anda lakukan di saat menghadapi masa yang sukar?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku sangat bersyukur karena Engkau adalah pribadi yang dapat diandalkan. Di dalam masa yang sesulit apapun juga Engkau tidak akan pernah membiarkan diriku menghadapinya seorang diri. Sebaliknya Engkau berjanji bahwa Engkau menjamin masa depanku dan janji-Mu itu akan dapat diandalkan. Oleh sebab itu, di dalam segala keadaan hatiku akan merasa tenteram karena sesungguhnya Engkau setia dan sanggup menggenapi janji-Mu tepat pada waktunya.

 

Aku menyerahkan hidupku di sepanjang pekan yang akan aku lewati ini ke dalam tangan-Mu. Lindungilah diriku dari semua yang jahat dan bimbinglah diriku agar mampu mengerjakan semua tugas serta tanggung jawabku dengan sebaik mungkin. Aku menyadari bahwa kemampuanku sangatlah terbatas, namun anugerah-Mu memungkinkan diriku untuk mencapai keberhasilan di dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang harus aku kerjakan. Hanya dengan demikian barulah aku dapat menjadi saksi-Mu serta hidup memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Sang Pemimpin Agung aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 14

Amsal 4

1Tawarikh 20-22

 


  

Senin, 4 Juni 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! (Mazmur 115:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, kembali aku datang ke hadapan-Mu dengan membawa hatiku sebagai persembahan yang berkenan kepada-Mu. Aku menjaga hatiku dengan menyimpan janji-janji-Mu di dalamnya sehingga dengan demikian maka hatiku akan senantiasa memancarkan kehidupan yang membawa berkat bagi orang lain. Janji firman-Mu akan menolong diriku untuk hidup dengan berhikmat sehingga aku mampu membuat keputusan-keputusan yang benar dan memuliakan nama-Mu. Melaluinya aku akan hidup dalam kehidupan yang tidak sia-sia namun penuh dengan makna.

 

Kembali aku menyerahkan diriku ke dalam tangan-Mu. Tuntunlah aku dengan Roh-Mu dan kebenaran firman-Mu. Jagalah diriku dari jalan yang menyimpang dari kebenaran-Mu sehingga hidupku selalu sesuai dengan kehendak-Mu. Jadikan aku sebagai saluran kasih-Mu kepada orang-orang di sekitarku sehingga melalui perkataan dan perbuatanku aku dapat membawa mereka kepada-Mu. Tuhan, tolonglah diriku agar dapat menjadi garam di tengah kehambaran dan terang di tengah kegelapan sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Teladan yang sempurna bagi hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Senin, 4 Juni 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, 9 sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan. (Mazmur 107:8, 9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

22 Berkatalah Daud kepada Ornan: "Berikanlah kepadaku tempat pengirikan ini, supaya aku mendirikan di sini mezbah bagi TUHAN; baiklah berikan itu kepadaku dengan harga penuh, supaya tulah ini berhenti menimpa rakyat." 23 Jawab Ornan kepada Daud: "Ambillah, dan baiklah tuanku raja melakukan apa yang dipandangnya baik. Lihatlah, aku berikan lembu ini untuk korban bakaran dan eretan-eretan pengirik ini untuk kayu bakar dan gandum untuk korban sajian, semuanya itu kuberikan." 24 Tetapi berkatalah raja Daud kepada Ornan: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dengan harga penuh, sebab aku tidak mau mengambil milikmu untuk TUHAN dan tidak mau mempersembahkan korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa." (1Tawarikh 21:22-24)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Persembahan yang berkenan kepada Tuhan lahir dari perpaduan antara ketaatan kepada firman-Nya dan kerelaan untuk berkoban bagi Dia. Apabila ketaatan kepada firman Tuhan mengungkapkan iman dan kerendahan hati, maka kerelaan untuk berkorban merupakan wujud dari kasih kepada Tuhan. Orang yang sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan dan di dalam kerendahan hati menyadari bahwa di hadapan Tuhan dirinya hanyalah seorang hamba pasti akan menaati firman Tuhan. Sedangkan orang yang benar-benar mengasihi Tuhan akan rela berkorban bagi Dia. Oleh karena iman, kerendahan hati dan kasih kepada-Nya berharga di mata Tuhan maka persembahan yang disampaikan atas dasar perpaduan antara ketaatan dan kasih tersebut berkenan kepada-Nya.

 

Ketaatan dan kerelaan berkorban itulah yang terlihat di dalam diri Daud sebagaimana dicatat dalam 1 Tawarikh 21. Oleh karena menaati perintah Tuhan, yang disampaikan melalui nabi Gad, maka Daud mendirikan mezbah bagi Tuhan di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus. Di dalam kerelaannya untuk berkorban bagi Tuhan maka Daud menolak tawaran Ornan agar dirinya mengambil secara cuma-cuma lahan milik Ornan dan semua hal yang ia perlukan untuk mempersembahkan korban tersebut. Sebaliknya, Daud membayar semua itu dengan harga yang penuh. Ketaatan dan kerelaan untuk berkorban inilah yang membuat Tuhan berkenan kepada korban yang dihaturkan Daud kepada-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Masih adakah penghalang di dalam diri Anda untuk menaati firman Tuhan dan rela berkorban bagi Dia? Apakah yang telah dan akan Anda lakukan untuk mengatasi penghalang-penghalang tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, Engkaulah teladan yang termulia dari hidup dalam pengorbanan. Oleh sebab kasih-Mu kepada umat manusia yang tidak patut dikasihi Engkau rela mengorbankan diri-Mu di dalam penderitaan dan kehinaan. Di dalam keberadaan-Mu sebagai manusia Engkau telah memberikan keteladanan dari hidup menaati firman Allah Bapa. Oleh sebab itu, pengorbanan-Mu merupakan korban yang berkenan di hati Bapa serta menghapuskan semua dosaku dan hukuman dosa yang seharusnya menimpa diriku. Tuhan, tolonglah diriku agar juga rela hidup berkorban seperti diri-Mu.

 

Ampunilah diriku apabila acapkali aku tidak menaati firman-Mu dan hidup menurut kehendak diriku sendiri. Juga karena aku masih sering mengutamakan kepentingan diriku sendiri dan kurang mengutamakan diri-Mu di dalam hidupku. Tuhan, oleh pertolongan Roh Kudus-Mu mampukanlah aku untuk mempersembahkan seluruh hidupku kepada-Mu sebagai korban yang berkenan kepada-Mu. Aku juga mempersembahkan semua yang telah aku kerjakan hari ini ke dalam tangan-Mu dengan memohon agar Engkau menyempurnakannya dengan keberhasilan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan teladan hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.